Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 29.7 : IMMORTALITY


__ADS_3

......Chapter 29.7 : IMMORTALITY


......


"Darimana kau mendapatkan anak ini?" tanya seseorang berjubah hitam


"Dari pedangang budak, anak anak seperti ini banyak aku lihat di sana. Nyawa mereka akan menjadi persembahan untuk keberhasilan rencana kita" balas seseorang


Tiba-tiba saja sebuah bayangan berwarna merah keluar dari mayat yang termutilasi, bayangan itu adalah pencabut nyawa yang sedang meminta balasan untuk memanggil jiwa mayat tersebut. Hanya terlihat wajah dan kedua tangan yang memengang sebuah sabit panjang, bagian kaki yang transparan seperti hantu, pencabut nyawa itu seperti memakai penutup di sekujur tubuhnya.


"Wahai pencabut nyawa, hidupkanlah mayat tersebut, anak perempuan ini akan menjadi bayarannya!" ucap seseorang berjubah hitam


Sang pencabut nyawa mendekati anak perempuan tersebut kemudian dia mengambil jiwanya dengan cara menerkamnya memakai sabit yang ia pegang. Jiwa anak perempuan itu terlempar dari tubuhnya, seketika jiwa tersebut dibawa oleh pencabut nyawa sebagai tumbal. Sekarang anak perempuan itu sudah tidak bernyawa lagi, bahkan tubuhnya tidak bisa dijadikan undead.


Inilah yang membuat jurus Immortality menjadi terlarang karena tumbal yang diminta bukan berupa fisik melainkan jiwa, contohnya jika pencabut nyawa mengambil jiwa dari tangan seseorang berjubah hitam maka tangannya tidak akan dapat terhubung lagi dengan sistem sayarat otaknya lagi.


Tangannya akan benar-benar kosong tidak ada jiwa lagi, hanya sebuah daging yang menempel, lama kelamaan tangan yang tidak memiliki jiwa lagi akan membusuk. Sampai saat ini belum ada teknologi ataupun sihir yang dapat mengantisipasi tangan yang tidak memiliki jiwa itu.


Setelah sang pencabut nyawa membawa jiwa anak perempuan tersebut, tiba-tiba saja sebuah sinar meledak, setelah ledakan sinar itu tampaklah seseorang dengan mata merah dan aura kegelapan di sekelilingnya.


"Bunuh! bunuh! bunuh! Akan aku bunuh bocah ingusan itu!" teriak mayat yang termutilasi tadi sekarang dia menjadi 'monster' yang mengerikan


"Hahaha, bocah ingusan ya, benar sekali dia hanyalah bukanlah keturunan Iblis Kegelapan! dia hanya bocah ingusan!" teriak seseorang berjubah hitam


***


Besok adalah hari yang penting, hari penyambutan untuk Yang Mulia akan berlangsung seharian besok. Segala hal sudah disiapkan, Yang Mulia hanya perlu datang dan menikmati acara penyambutan untuk dirinya.


Hari ini adalah hari kedua Telsa masuk ke PTB Fiksi dan lihatlah dirinya yang begitu menyedihkan, tidak ada seorangpun mau berteman dengannya. Wajar saja mengingat cara memperkenalkannya begitu menakutkan...


*Flasback saat Tesla memperkenalkan diri di depan kelas


"Perkenalkan semuanya!, aku adalah Tesla! Aku harap ada hal yang berguna di instansi pendidikan ini. Jika tidak ada yang berguna, aku akan menghacurkan sekolah ini!. Ehem, berusaha agar kalian tidak mengecewakan diriku!" ucap Tesla


Siapapun yang mendengarkan perkataan itu pasti berpikiran bahwa bahwa Tesla adalah orang yang bengis, apalagi dia mengatakan hal itu ketika aura kegelapan menyelimuti dirnya, hasilnya tidak ada yang berani mendekatinya, bahkan untuk melihatnya saja orang tidak mau.


Tapi kondisi seperti ini adalah impian bagi seseorang yang tidak ingin bergaul seperti Tesla, lagi pula dirinya tidak memerlukan 'teman' karena dia bisa melakukan semuanya sendirian, itulah yang dilakukannya semasa dia masih di dunia awalnya.

__ADS_1


Setelah jam pelajaran selesai, Tesla tidak beranjak dari kursinya, dia tetap berada di sana memejamkan mata berbicara kepada AI yang ada dipikiran.


"Ehem Einstein?, bagaimana menurutmu pembelajaran tadi?" tanya Tesla


"Sepertinya pembelajaran di sini setingkat dengan sekolah menengah pertama" balas Einstein


"SMP menurutmu?, bukankah seorang bocah 10 tahun sudah belajar akan hal itu?" gumam Tesla


"Itu ada benarnya juga, siapapun akan mengerti dengan rumus-rumus bangun datar seperti itu" balas Einstein


Tiba-tiba saja ada seseorang yang menutup kedua mata Tesla dengan kedua tangannya, dia juga sengaja menempelkan dadanya pada kepala Tesla. Dari suaranya Tesla tahu itu siapa...


"Tebak siapa?" tanya seseorang itu


"Renner, kenapa kamu kesini lagi? bukannya kemarin aku sudah bilang bahwa aku tidak makan pada jam istirahat?" ucap Tesla


"Benar" balas Renner, dia segera mengambil kotak bekal yang dia letakan di meja.


"Tidak boleh, kamu harus makan, sini biar Renner suapi" ucap Renner sambil membuka kotak bekal


"Aaaaa" kata Renner menyuapi Tesla


Renner mengabaikan ucapan suaminya itu, suapan itu langsung mengarah ke mulut Tesla namun sayang suapan itu meleset karena Tesla yang menghindar.


"Berikan sendok itu padaku, akan lebih efisien jika aku makan dengan tanganku sendiri daripada menerima suapanmu itu" ucap Tesla


"Tidak perlu malu-malu begitu" kata Renner yang terus berusaha menyuapi Tesla meskipun terus gagal


Sementara Tesla bermesra-mesraan dengan Renner, di dekat pintu masuk kelas Erina dan Monlina melihat sambil sembunyi-sembunyi, mereka berdua juga membawa kotak bekal.


"Hari ini juga gagal ya" ucap Monlina


"Kenapa Renner terus-terusan menempel dengan Tesla?! kemarin dia datang juga, apa mungkin dia akan datang setiap hari?" gumam Erina cemas


"Bagaimana ini, kalau begini terus tidak ada gunanya kita bereenam pindah ke sini" ucap Monlina


"Benar, kita harus melakukan sesuatu" balas Erina

__ADS_1


Tujuan diskusi para tunangan Tesla kemarin adalah untuk persiapan pesta penyambutan Yang Mulia dan sekalian menjelasakan bahwa mereka bertujuh akan bersekolah di PTB Fiksi selama Tesla masih ada di sana, tujuannya sederhana... mendekatkan diri dan berkenalan dengan Tesla


Sebenarnya tujuannya adalah untuk memperkuat hubungan politik dengan Yang Mulia, tapi mereka bertujuh tidak diberitahu akan hal itu.


Sementara Monlina dan Erina mencoba untuk memikirkan cara untuk mendekati Tesla, tunangan Tesla yang lain sedang berusaha untuk mendekati Tesla dengan cara terang-terangan.


Pandangan buruk terhadap Tesla semakin hari semakin buruk, beberapa orang merasa sangat jengkel dengan Telsa karena dekat dengan Renner yang begitu cantik dan polos terlebih lagi ada satu lagi gadis yang mendekati Tesla.


"Tuan... bolehkah aku duduk makan bersamamu?" tanya seseorang gadis berpakaian pelayan


Pakaian hitam putih, Tesla tidak tahu siapa dia, tapi dia merasa pernah bertemu dengan gadis tersebut.


"Siapa?" tanya Tesla spontan, suapan Renner terhenti dan pandangannya berubah ke arah gadis tersebut


"Perkenalkan Tuan, namaku Delta" balas gadis tersebut


Dengan suara pelan dia menyambung perkataannya "aku adalah salah satu calon istri Yang Mulia" bisiknya pada Tesla


"Sial, mengurus kelakuan satu orang saja aku sudah kesusahan apalagi ada satu lagi!, tunggu dulu kemarin aku melihat ada lima gadis lainnya, apa mungkin mereka semua pindah ke sini?" gumam Tesla dalam hati


"Boleh saja, tapi aku tidak berniat untuk makan, hanya saja Renner bersikeras menyuapiku" kata Tesla


Delta duduk di sebelah kanan Tesla, Renner terkejut karena ada yang berani mendekati Tesla saat dirinya sedang bermesra-mesraan dengan suaminya itu


"Berani juga kau ya Delta, kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!" gumam Renner dalam hatinya


Karena merasa ada aura membunuh dari istrinya, Tesla tidak terlalu dekat-dekat dengan Delta, cara terbaik untuk menyelamatkan diri sekarang adalah tidak mendekati kedua gadis itu pikir Tesla


"Aku ingin ke toilet dulu" ucap Tesla bediri kemudian kabur dari ruangan kelas


Erina dan Monlina yang berada di dekat pintu masuk langsung berbalik dan menutup muka mereka agar Tesla tidak melihat mereka. Tesla kabur ke toilet karena tidak ingin meladeni Renner maupun Delta, apalagi nantinya akan ada gadis lainnya yang mendekati dirinya maka dari itu Tesla harus berpikir untuk membuat mereka untuk tidak mendekat.


"Apa kamu punya saran Einstein?" gumam Tesla dalam pikirannya


"Tentang bangaimana cara agar gadis tunangan Yang Mulia tidak mendekati Tuan Tesla?" kata Einstein


"Benar, merepotkan sekali" kata Tesla

__ADS_1


...*Bersambung*...


__ADS_2