
Chapter 21 : Penculikan Bagian 1
Persiapan penculikan telah siap sepenuhnya, mata-mata mulai mundur dan para ksatria mulai beraksi, rumah di sekitar penginapan diberikan sihir hening agar tidak dapat mendengarkan suara Ra dan Ri.
Ketiga perampok mulai melaksanakan aksinya namun mereka tersadar akan sesuatu yang aneh
"Tunggu dulu, bukankah suasana di sini terlalu hening?" kata perampok 1
"Wajar saja, karena sudah malam mungkin" jawab perampok 2
"Hmm apa kamu yakin, bahkan suara jangkrik saja tidak ada..." kata perampok 3
"Sudahlah ayo kita segera rampok penginapan itu dan pergi dari desa ini"
"Iya benar, dengan uang sebanyak itu kita bisa hidup tenang hingga akhir hayat hahaha"
Mereka bertiga terlihat seperti petualang biasa yang memakai peralatan seadanya, awalnya mereka hanya ingin menginap di penginapan namun ternyata Yang Mulia malah datang ke penginapan dengan memberi uang yang sangat banyak.Tidak ada yang kenal dengan ketiga orang itu karena mereka adalah petualang pengembara yang tak jelas tujuannya kemana.
"Baik, jangan lupa pakai topeng kalian"
Mereka hanya menutupi wajahnya dengan kain hitam yang dibolongi untuk lobang mata, tidak ada persiapan apapun dan rencana apapun, ketiga pria itu hanya fokus untuk mengambil uang itu lalu kabur sejauh mungkin, pintu didobrak paksa.
"Kami adalah perampok!, serahkan semua uangmu dan angkat tangan kal-"
"HIYAAA"
Sebuah kursi melayang ke salah satu perampok, dan terkena kepala dan membuatnya pingsan
"Apa!, bagaimana kamu bisa menyadari kami!"
"Sudah jelas, pergerakan kalian begitu terlihat!" kata Ri
"Bagus Ri hajar mereka" kata Ra yang hanya bisa bersorak di meja resepsionis sambil bersembunyi di bawahnya
"Tenang saja kakak, akan ku bereskan mereka dengan cepat!"
Perlahan-lahan langkah kedua perampok mundur selangkah demi selangkah, wajah mereka ketakutan melihat ekspresi membunuh Ri.Kedua perampok itu mengangkat temannya yang pingsan
"Ampun... ayo kita cepat pergi"
Mereka berdua keluar dari penginapan seperti orang yang sedang melihat hantu, namun sayang mereka malah akan bertemu dengan orang yang lebih berbahaya.
"Kerja bagus adikku!" Ra keluar dari bawah meja
"Ada saja orang seperti itu di dunia ini ya kak"
"Benar, kakak harap mereka bisa kapok dan tak akan mengganggu kita lagi"
Ri menutup pintu keluar penginapan namun Ia terdorong oleh pintu yang tiba-tiba di dobrak lagi
"Maaf mengganggu waktu istirahat para nona-nona, kalian harus ikut kami ke kediaman Tuan Patron sekarang juga"
"Kami tidak akan pergi ke rumah bangsawan brengsek itu!"
"Sayang sekali tidak ada pilihan untuk kalian berdua"
"Tunggu Ri, kamu ksatria bawahan Tuan Patron bukan?"
"Benar"
"Ada urusan apa sampai kami harus pergi ke kediaman Tuan Patron"
Berbeda dengan Ri sang adik yang begitu emosional dan spontanitas, sang kakak Ra bersikap tenang walaupun keadaan buruk sedang terjadi.
"Kami menerima laporan dari beberapa orang, kalian berdua sudah mencuri sekantong emas murni dari Yang Mulia"
"Mencuri? siapa yang mengatakan hal itu?"
"Hal itu tidak saya beritahu"
"Siapapun dia yang pasti apa yang dikatakannya tidak benar, kami tidak mencuri sekantong emas itu dari Yang Mulia, beliau memberikannya dengan sukarela!"
Ra membantu adiknya untuk bangkit dan berdiri, mereka berjalan perlahan menuju meja resepsionis lagi.
"Nona, anda bisa jelaskan hal itu nanti di kediaman Tuan Patron, saat ini diamlah! dan ikutlah dengan kami!" ksatria itu menaikkan nadanya
"Hah! coba saja jika kalian bisa menangkap kami"
__ADS_1
pintu di bentakkan kan Ra dengan sangat keras.
"Cih"
"Kami tidak berhasil membawa mereka dengan cara baik-baik"
"Oke, serahkan pada kami" jawab salah satu dari 3 orang berpakaian ninja lengkap, mereka segera menghilang di kegelapan malam.
"Kakak bagaimana ini?"
"Tenang saja... kakak sudah menduga bangsawan itu akan datang"
Ra tetap terlihat tenang di depan adiknya agar khawatirannya sedikit berkurang
Sementara Itu...
"Aneh sekali kenapa disini begitu tenang..." kata Philip
Dia pergi membawa beberapa pengawal yang berada di dalam kereta kuda yang naikinya, tak lama kemudian Ia sampai ke penginapan Ra dan Ri melihat beberapa ksatria di depan pintu sedang berjaga.Philip turun dan bertanya pada mereka
"Apa yang sedang kalian lakukan di penginapan ini?"
Para ksatria itu membungkuk memberi hormat
"Kami hanya ditugaskan untuk patroli di sekitar sini, dan kami baru saja mampir sebentar untuk mengecek penginapan"
"Benar begitu?" kata Philip sambil menyipitkan matanya yang tandanya Ia tak yakin dengan perkataan yang dikatakan ksatria itu.
"Aku akan percaya kalau kamu mau minum ramuan ini" ramuan psikologis dikeluarkan di salah satu saku nya
Ksatria itu menerima botol kecil itu
"Ada apa?, ayo cepat minum..."
"Baik" ksatria itu terpaksa meminumnya agar Philip bisa mempercayai perkataannya
Ramuan diminum sekali teguk dan botol kecil di terjatuh ke tanah, untuk beberapa saat ksatria itu diam bagai patung.
"Cepat ceritakan apa yang sebenarnya terjadi!"
Ksatria itu mulai bergerak dan bicara
"Untuk apa!"
"Saya tidak tahu"
Ksatria di belakangnya hanya diam pasrah, mereka telah tertangkap basah maka tidak ada gunanya lagi untuk lari, jika kembali kepada Patron sudah pasti di hukum kalau tertangkap oleh Philip pasti masuk penjara, tidak ada jalan keluar lagi bagi mereka.
"Minggir, aku ingin bertemu dengan Ra dan Ri"
Salah satu ninja melihat Philip masuk ke penginapan dan Ia segera melapor pada Patron.
"Kakak, ramuan apa itu!?"
"Ramuan ini adalah hasil kerja kerasku sendiri, lihatlah mereka tidak akan bisa menyentuh kita..."
Di minumlah ramuan itu dengan segera, tubuh Ra merespon dan menjadi sangat panas.
"Uhh panas, kenapa badan kakak tiba-tiba panas..."
"Ini adalah efek sampingnya, tenanglah efeknya hanya sebentar saja..."
Salah satu ninja memotong kunci pintu hingga terbuka.
"Nona-nona mari ikut dengan kami dengan tenang..."
"Tidak!" kata Ri
"Begitu ya..."
Ninja itu melesat bagai angin yang sangat kencang ke arah Ri, namun tiba-tiba...
"Kamu! berlututlah!"
Ninja itu terhenti dari gerakannya seakan tubuhnya menolak melakukannya
"Apa yang terjadi!?"
__ADS_1
"Berlututlah!"
Perlahan tubuh pria itu berlutut kepada Ra yang terus saja meneriakinya.
"Jangan-jangan kamu! bisa memakai sihir psikologis! sial!"
"Hahaha" kata ninja lain yang melihatnya
"Kalian bertiga yang di sana BERLUTUTLAH!"
"Apa!!!" kata ninja 2
"Efek psikologisnya terlalu kuat!"
"Sialan!"
Tok tok tok
Philip mengetuk pintu resepsionis
"Ra, Ri apa kalian ada di dalam?"
"Suara itu..." kata Ri
"Itu Tuan Philip" sepertinya kita selamat...
"Apa maksudnya itu!"
"Tuan Philip, masuklah kami sedang bersenang-senang di sini..." kata Ra seakan mereka memang sedang bersenang-senang
"Oh begitu ya, maaf mengganggu waktu kalian, Aku akan masuk"
Keempat ninja sedang berlutut kepada Ra, tiga dari mereka berada di lorong dan satu nya dikamar
"Apa yang terjadi?" Philip segera berlari menuju kamar
"Tidak ada apa-apa, hanya saja mereka berniat membawa kami ke kediaman Tuan Patron.Kami baik-baik saja"
"Siapa yang tanya keadaanmu... Apa yang terjadi pada sihir psikologis milikmu, tampaknya semakin kuat!"
"Itu..." kata Ra dengan nada kecewa karena bukannya menanyakan keadaan dirinya malah bertanya soal sihirnya
"Kenapa mereka ingin membawa kalian?"
"Entahlah.. tapi mereka beralasan bahwa kami berdua sudah mencuri uang milik Yang mulia..."
"Yang mulia?!"
"Benar, kemarin malam beliau menginap di sini..."
"Oh begitu, Aku juga bertemu dirinya kemarin malam dan kami membuat suatu suatu kesepakatan, tenang saja hal ini bisa ku laporkan padanya dan keluarga Iblis Perisai akan dicabut status bangsawannya."
"Lega mendengarnya bahwa kamu ada di pihak Yang mulia..."
"Apa maksudmu?"
"Tidak apa-apa..."
Tanpa mereka sadari Patron sari tadi mendengar percakapan mereka, Ia menggunakan sihir kamuflase agar tidak terlihat.Para ksatria Philip yang menjaga pintu sudah di hajar olehnya, ruangan kamar juga sudah di pasang sihir hening.
"Sepertinya hari ini adalah keberuntunganku ya..."
kata Patron yang tiba-tiba muncul di belakang Philip
Ia seketika berbalik dan mundur ke arah Ra
"Patron ya... sudah lama tidak berjumpa, lebih baik kamu tidak berbuat apa-apa, karena sekarang Aku di bawah perlindungan Yang mulia..."
"Hahahaha jangan mengancam di rumahku sendiri!, di daerah perbatasan ini kamu tidak ada apa-apanya Philip!"
2 clone tiba-tiba muncul dari tubuh Philip namun sayang keduanya langsung terperangkap oleh perisai
"Lihat lah clone mu ini!"
Patron menggenggam tangannya kuat-kuat dan perisai semakin mengecil hingga membuat clonenya hilang menjadi energi sihir lagi.
"Percuma kalian melawanku disini... hahaha (tawa jahat)"
__ADS_1
Bagaimanakah kisah selanjutnya?