Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 29.8 : Tujuh Pertandingan


__ADS_3

......Chapter 29.8 : Tujuh Pertandingan


......


"Apakah aku harus pindah ke PTB lainnya?" gumam Tesla dalam pikirannya, saat ini Tesla sedang berada di dalam toilet untuk menghindari Renner dan Delta


"Saya punya saran Tuan" kata Einstein


"Apa itu?"


Einstein menjelaskan rencana menghindari tunangan Tesla dengan seksama, Tesla sedikit ragu dengan rencana itu karena tingkat keberhasilannya yang sangat kecil, tapi dia tidak punya pilihan lain.


"Rencana ini terlalu beresiko, tapi ini adalah rencana yang bagus" gumam Tesla


Tesla keluar dari toilet dan berjalan menuju kelasnya kembali. Dalam perjalanannya Tesla tidak sengaja menjatuhkan sapu tangannya, seorang gadis mengambil sapu tangan tersebut dan bermaksud memanggil Tesla namun dia terhenti karena Tesla tiba-tiba disapa oleh seseorang gadis


"Yang Mulia, perkenalkan namaku Monlina, salah satu tunanganmu" kata Monlina malu-malu


"Sudah ku duga gadis yang lain akan muncul, sesuai dengan rencana" gumam Tesla dalam hati


"Maukah Yang Mulia makan bersamaku?" tanya Monlina memalingkan wajahnya


"Tidak, aku sedang tidak lapar" balas Tesla


Ekspresi Monlina langsung berubah menjadi tidak bersemangat, dia menundukkan kepalanya karena baru saja ditolak oleh Yang Mulia, sebelum Monlina hendak pergi Tesla menghentikannya.


"Ehem Monlina, bagaimana kalau kita nanti ketemuan?" tanya Tesla


"Ketemuan?" kata Monlina terkejut


"Ya ketemuan saat pulang sekolah nanti di kelasku?" tanya Tesla lagi


"Tentu saja Yang Mulia" balas Monlina gugup


Tesla melanjutkan perjalanannya ke kelasnya, ketika Tesla masuk ke kelasnya Monlina melompat-lompat kegirangan. Saking senangnya dia pergi berlari kembali ke kelasnya. Ketika Tesla kabur ke toilet tidak ada yang dilakukan oleh Renner dan Delta, mereka berdua hanya makan bekal makan siangnya tanpa mengobrol satu kata pun.


Saat Tesla kembali dia memengang pundak Renner dan berkata "Renner aku sedang ingin minum seseuatu yang dingin, maukah kau membelikannya di kantin" tanya Tesla menatap Renner


Renner membalas menatap Tesla, dia terharu karena akhirnya suaminya yang selalu melakukan segala sesuatu sendiri itu meminta tolong kepada istrinya. Dengan penuh senyuman Renner menjawab "tentu saja, aku akan segera membelikannya"


Sekarang hanya tinggal Tesla bersama dengan Delta, sampai saat ini masih sesuai rencana


"Delta benar itu namamu?" tanya Tesla


"Ya benar" jawab gadis itu cepat


"Aku punya permintaan, maukah kamu datang ke sini nanti ketika jam pulang sekolah?" tanya Tesla


"Tentu saja Yang Mulia, permintaan Yang Mulia adalah perintah bagiku" jawab gadis itu menundukkan kepalanya


"Kalau begitu aku pamit dulu Yang Mulia untuk bersiap-siap" kata Delta pergi dari ruang kelas


"Dengan ini pasti mereka bertujuh akan datang ke ruang kelas ini setelah pulang sekolah nanti" gumam Tesla


Tak lama setelah Delta keluar dari ruang kelas Renner masuk ke kelas dan memberikan sebuah minuman dingin untuk Tesla, tapi ketika Renner ingin duduk bermesraan dengan suaminya lagi tiba-tiba saja...


Lonceng tanda pelajaran akan segera dimulai berbunyi, terpaksa Renner harus kembali ke kelasnya karena disuruh oleh suaminya.


"Sudah lonceng, pergilah ke kelasmu cepat" ucap Tesla dengan wajah yang terlihat lega

__ADS_1


"Tapi..." balas Renner mengembungkan mulutnya tanda dia sedang merasa jengkel


"Cepatlah kembali ke kelas, kita kan akan bertemu lagi saat di rumah nanti" kata Tesla yang memcoba menenangkan istrinya itu


Pelajaran demi pelajaran dilewati hingga jam pulang sekolah tiba, sinar yang menyinari ruang kelas berwarna kuning ke orange yang artinya sudah sore hari, sesuai dengan janji Monlina datang ke ruang kelas.


"Permisi" kata Monlina membuka pintu


Saat ini ruang kelas benar-benar kosong tidak ada orang, karena Monlina disuruh datang menemui Tesla di ruangan kelasnya jadi Monlina duduk di salah satu kursi di depan menunggu Tesla.


Rasannya seperti mimpi saja bahwa Yang Mulia ingin bertemu dengan dirinya berduan, dalam bayangan Monlina, Yang Mulia akan mengatakan bahwa Yang Mulia jatuh cinta pada pandangan pertama atau meminta Monlina untuk menjadi pengawal pribadinya pikir Monlina sambil tersenyum-senyum sendiri


Monlina tidak sadar bahwa di sebelahnya sudah ada gadis lain yang duduk menunggu kedatangan Yang Mulia, Delta tidak terkejut bahwa sudah ada gadis lain yang menunggu Yang Mulia, dalam bayangan Delta Yang Mulia ingin mengajak dirinya dan gadis lainnya menikmati malam pertama sebelum hari perayaan dimulai, dan tidak semua gadis tunangan mendapat kesempatan ini pikir Delta tersenyum manis


Sementara kedua gadis itu berkhayal dengan fantasy mereka, keempat gadis lainnya mengintip dari jendela, mereka jengkel karena kedua gadis itu mendapatkan undangan langsung dari Yang Mulia


"Sejak kapan mereka berdua sudah berada di depan kita?" gumam Erina


"Tidak tahu, ahh bikin iri saja" kata Furry tenang


"Kalian tidak boleh mengintip seperti ini" kata Lilia yang berusaha menghalangi gadis lainnya untuk mengintip


"Kira-kira apa yang ingin dilakukan Yang Mulia?" gumam Sally berpikir keras


Mereka bereempat tidak sadar bahwa Tesla dari tadi memperhatikan mereka dari belakang, saat ini Tesla tidak menggunakan penyamarannya, ia melepaskan kacamatanya agar lebih terlihat sangar.


"Sedang apa kalian di sini?" tanya Tesla menyila tangannya


Lilia menoleh ke belakang dan dia melihat Yang Mulia dan segera berusaha menjelaskan apa yang sedang mereka lakukan "Yang Mulia! ini tidak seperti yang anda pikirkan, kami hanya tak sengaja melihat kedua gadis itu di ruang kelas Yang Mulia" kata Lilia panik


Gadis lainnya terkejut dan menoleh perlahan-lahan sambil bersujud meminta maaf kepada Yang Mulia ketika Lilia bersujud meminta maaf "Maaf Yang Mulia kami tidak sengaja melakukan hal itu, ampuni kami" ucap Lilia khawatir, badannya bergemetaran tanda takut


"Apa maksudmu?, kenapa kalian di sini?, ayo masuk ke dalam" kata Tesla


"Permisi" kata Renner yang sangat terkejut ketika membuka pintu masuk karena ia melihat seluruh tunangan Tesla dikumpulkan pada satu tempat oleh suaminya sendiri, Renner berjalan masuk dengan tertunduk kesal


"Baiklah karena kalian sudah berkumpul semua aku akan menjelaskan kenapa kalian dikumpulkan di sini" ucap Tesla


"Renner kemarilah" ucap Tesla


Renner mendekati suaminya yang berada di depan kelas, ia masih sangat kesal karena keenam saingan itu berada di dekat Tesla.


"Berdirilah menghadap gadis lainnya" kata Tesla pada Renner


Ketika Renner berbalik badan tiba-tiba saja Tesla menyerang dirinya dengan memeluknya dari belakang, kedua tangan Tesla meremas dada istrinya itu sementara leher Renner menjadi santapan ciuman bertubi-tubi dari Tesla. Tidak mungkin Tesla melakukan hal ini pikir Renner


Benar saja yang mengendalikan tubuh Tesla bukanlah Tesla melainkan Einstein, tapi Renner tidak bisa memastikan hal itu karena pikirannya teralihkan akan suaminya yang terus meraba-raba bagian tubuhnya.


"Biar aku perjelas kepada kalian semua! Sebenarnya aku adalah orang yang sangat mesum!" ucap Tesla


Tesla berhenti sejenak dan menenangkan diri karena Renner sudah lemas dan terjatuh ke lantai, sementara itu gadis lain yang melihat hal tersebut hanya bisa melihat Tesla dengan tatapan sinis


"Ha ha ha, kemarilah kalian akan menjadi korban selanjutnya" kata Tesla sambil mengeluarkan aura kegelapan


Dengan cepat Tesla mencoba mendekati seseorang gadis, Tesla berharap bahwa gadis itu akan mengelak namun kenyataan berbeda dengan rencana Tesla. Ketika Tesla hendak memeluk seseorang gadis, malah terlihat gadis tersebut terlihat pasrah dan menerima pelukan itu


"Kenapa kau tidak menghindar?" tanya Tesla meremas dada gadis tersebut


"Itu... karena... ahhh" kata gadis itu malu

__ADS_1


Tesla melepaskan pelukannya dan mencari korban lainnya "Baiklah siapa selanjutnya?" tanya Tesla bersemangat dengan wajah menyeramkan


Tiba-tiba saja kelima gadis lainnya yang belum menjadi korban mendekati Tesla dan menutup mata mereka seakan mereka pasrah dengan apa yang ingin dilakukan Yang Mulia pada mereka.


"Ada apa ini?, seharunya mereka kabur!" pikir Tesla binggung


"Yang Mulia kalau tidak keberatan, bagaimana kalau aku yang menjadi korban selanjutnya" tanya Monlina


"Tunggu sebentar, masih ada aku di sini" kata Renner yang berusaha tetap berdiri walau dirinya sudah lemas


"Jika kalian menyerah seperti itu, baiklah akan aku ladeni satu-satu" ucap Tesla


Sore berganti malam, akhirnya seluruh tunangan Tesla mendapatkan girilan meraka tapi terlihat jelas bahwa Tesla kelelahan karena harus membuat masing-masing gadis merasa puas.


"Rencana ini gagal ya?, tapi tidak apa-apa aku masih punya rencana cadangan!" gumam Tesla dalam hati


"Kalian semua! aku punya ide yang sangat menarik!" teriak Tesla di depan kelas


"Bagaimana kita mengadakan pertandingan untuk menentukan siapa yang terbaik diantara kalian?!" sambung Tesla


"Hadiah dari pertandingan ini adalah boleh meminta apapun dariku!" teriak Tesla


"Kalian boleh meminta kekayaan, kekuasaan, atau apapun itu! asal aku masih bisa melakukannya. Peraturan pertandingannya sederhana saja yaitu boleh melakukan apapun untuk kemenangan!"


Tidak ada satupun gadis yang tidak tertarik akan pertandingan tersebut karena hadiahnya Yang Mulia akan menuruti apapun kemauan mereka, terlebih lagi bagi Renner yang sudah membayangkan apa yang dia inginkan yaitu menjadi yang pertama bercumbu dengan suaminya itu


"Aku harus menang" ucap Renner dalam hati dengan penuh tekad


"Ada tujuh jenis pertandingan yang akan menentukan pemenang, siapapun yang memenangan pertandingan paling banyak dia akan menjadi pemenangnya!" teriak Tesla


Tesla menuliskan ketujuh pertandingan di papan tulis, berikut jenis pertandingannya



Ujian Semester


Ujian Praktek Olahraga


Ujian Sihir


Ujian Manipulasi Sihir


Ujian Bela diri


Ujian Memasak


Ujian Seni



"Di sekolah ini semua pertandingan ini akan dilakukan, siapa yang menjadi peringkat satu dialah yang dianggap sebagai pemenang!" teriak Tesla


Dengan ini ketujuh gadis tunangannya akan sibuk untuk mempersiapkan diri untuk mendapatkan peringkat satu, dan setidaknya satu semester ini dia tidak akan digangu. Lagi pula Tesla tidak akan sekolah di PTB ini sampai tamat, mungkin dia akan keluar setelah semester pertama.


Kenapa Tesla menetapkan tujuh pertandingan? Karena tiap-tiap gadis pasti punya keunggulannya masing-masing, Tesla sekalian ingin melihat kemampuan mereka.


"Menarik sekali! aku tidak akan kalah" ucap Erina melompat-lompat kegirangan


"Aku yang akan menjadi pemenang!" ucap Monlina

__ADS_1


Ketujuh pertandingan itu akan berlangsung di akhir semester yang artinya masih banyak waktu untuk berlatih dan bersaing ataupun menyiapkan taktik untuk menang pikir semua gadis tunangan Yang Mulia


...*Bersambung*...


__ADS_2