
...Chapter 3 : Penelitian Pertama...
...(Revisi terbaru)...
Mereka telah sampai di ladang, Tesla menurunkan istrinya dengan perlahan.
“Baiklah, pertama kita akan bekerja di ladang milik kita setelahnya dilanjutkan dengan ladang teman ayah, pembagiannya seperti kemarin. 100 meter untuk kamu, sisanya Saya yang akan mengerjakannya”
“Baik suamiku, tapi sisanya tidak terlalu banyak?” tanya Renner khawatir
“Tidak, apa kamu meremehkan kekuatan Saya” Tesla berkata sambil turun dan mencangkul dengan cepat.
“Suamiku memang kuat, tapi apa yang membuatnya begitu bersemangat?, mungkinkah ia ingin cepat-cepat menyelesaikan hal pekerjaan, karena ingin menikmati waktu berduan dengan Renner?” Wajah Renner memerah ketika membayangkan hal tersebut.
...*** 15 menit kemudian ***...
“Apa kamu sudah selesai?” tanya Tesla sambil berjalan ke arah bagian Renner, “Biar Saya bantu”
Setelah selesai dengan ladang milik mereka sendiri, pasangan itu beristirahat di bawah pohon. Tesla tertidur di pangkuan istrinya. Renner mengelus-ngelus kepalanya, menatap wajahnya, dan tersenyum, dia benar-benar menikmati hal tersebut.
Tak lama kemudian ia bangun, dengan cepat dia melanjutkan bagiannya pada ladang teman ayah. Ekspresi datar dan tidak peduli terus terukir di wajahnya, saat bangun pun dia langsung turun kembali ke ladang.
Kejadian yang sama terulang. Saat mereka berdua telah menyelesaikan bagiannya pada ladang teman ayah, Tesla dan Renner kembali beristirahat di pangkuan istrinya.
Tak lama dia terbangun dari tidurnya. Sekarang mereka sedang bersiap untuk pulang.
“Kamu pasti kelelahan karena sudah mengerjakan lahan seluas 200 meter. Ayo mendekatlah, Saya akan mengendongmu” kata Tesla tersenyum
“Suamiku... seharusnya kamu lebih capek daripada Renner, terima kasih telah memanjakan Renner"
Renner berjalan mendekat, suaminya menggendongnya seperti Tuan Putri. Mereka berdua pulang ke rumah tanpa berbicara satu kata pun, karena hari masih siang, Ayah-Ibu tidak ada di rumah, mereka masih berada di ladang. Dengan segera Tesla mengajak istrinya untuk mandi setelah itu berpakaian, kemudian mereka berdua makan siang bersama.
Renner memanaskan makanan yang ada di lemari, Ibu yang telah menyiapkannya. Sepertiny Ibu sudah menduga bahwa anak dan menantunya akan pulang lebih awal
Seharusnya ini akan menjadi momen-momen yang indah karena pasangan itu baru pertama kali makan bersama. Tapi sayang kesempatan itu hancur seketika, dengan segera Tesla menghabiskan makanannya, dia tidak ingin buang-buang waktu hanya untuk hal sepele seperti makan.
“Apa kamu sudah selesai dengan makan siangnya?” tanya Renner
“Lanjutkan saja... Saya akan menunggu”
Dengan segera Renner menghabiskan makanannya, karena dia tidak ingin membuat suaminya menunggu, ekspresi kecewa tampak di wajahnya. Dasar Ilmuwan tidak pek-
"Ehem, jangan mengomentari Saya"
Setelah dengan makan siang, mereka berdua segera pergi ke rumah Renner, tanpa basa-basi, Tesla mengendong istrinya lagi, entah apa yang ada di pikirannya, tapi istrinya tidak keberatan dengan sikapnya.
...*** 45 menit kemudian ***...
Tesla telah sampai di rumah kedua orang tuanya Renner, dia langsung menurunkan istrinya di depan pintu. Renner tinggal bersama Ayah dan Ibu yang telah pensiun, tapi terkadang mereka bekerja juga.
“Masuklah..” kata Ibu yang sedang bersantai di kursi bersama dengan Ayah.
Orang tua Renner menua lebih cepat, alasannya akan di jelaskan nanti, saat waktunya telah tiba.
Tesla masuk dan meminta restu seperti kemarin, dan dilanjutkan dengan pemberian hadiah pernikahan untuk mereka berdua.
“Pakailah syal ini jika kalian merasa kedinginan” kata Ibu sambil memberikan anak dan menantunya sebuah syal yang warnanya hitam-putih.
Hadiah dari Ayah adalah sebuah liontin, tidak ada yang spesial dari benda itu. Hanya liontion biasa. Mereka bereempat menghabiskan waktu bersama hingga sore hari, pasangan itu pulang ke rumah sang suami.
Hadiah yang di berikan oleh kedua orang tua Renner di lepaskan, Tesla menyuruh istrinya untuk menyimpannya baik-baik.
“Kami pulang..” kata Tesla, pada saat yang sama kedua orang tuanya baru saja sampai di rumah.
“Selamat datang kembali, ayo kita masuk dan makan malam” kata Ibu sambil melihat anak dan menantunya dengan senyuman
Mereka berempat makan malam bersama, keluarga kecil ini begitu harmonis, dan begitu bahagia satu sama lain.
...*** Di kamar ***...
Tibalah saatnya untuk pasturi yang baru menikah berada di kamar. Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya?, bisa di bilang malam ini adalah malam pertama untuk mereka berdua.
Tesla mengambil sebuah potongan kayu kecil pada saku bajunya, dia memejamkan mata untuk mengubah kayu menjadi kaca, awalnya dia tidak bisa membuat benda tersebut karena pemikirannya begitu mendetail.
Ketika dia membayangkan zat penyusun kaca, kayu tidak bereaksi. Tapi Ilmuwan itu tidak menyerah begitu saja, pikirannya terus membayangkan zat penyusun tersebut.
Secara tidak sengaja Tesla berpikir tentang hal yang tidak masuk akal, tadinya dia ingin membuat kaca pembesar untuk membuat miscroscope sederhana yang akan di gunakan untuk melihat sample darah dari dirinya.
Sekilas dia berpikir "Mungkin saja di dunia fantasy ini ada kaca yang bisa melihat jaringan pada tubuh makhluk hidup, hah... benda seperti itu mana mungkin ada..."
Perlahan-lahan potongan kayu berubah menjadi kaca, Tesla membuka matanya karena tangannya merasakan teksture potongan kayu yang berubah. Siapa sangka hal ini akan terjadi, padahal Ilmuwan itu hanya berpikir untuk mengubah potongan kayu menjadi kaca dan hal tersebut terjadi.
Ketika dia membayangkan zat penyusun kaca, potongan kayu tidak breaksi.
"Apa yang terjadi?, rasanya Saya hanya berpikir tentang kaca yang dapat melihat jaringan pada makhluk hidup, dan hal ini terjadi"
Ilmuwan gila itu meletakan kaca tersebut di atas meja, pikiran dan batinnya sedang bertengkar, apa yang dia lihat benar-benar tidak masuk akal untuk di cerna. Ketika dia berpikir simple maka benda tersebut akan berubah, tapi saat dirinya membayangkan zat-zatnya secara mendetail maka tidak ada yang akan terjadi.
"Dunia ini benar-benar hebat, tidak ada logika di sini"
Tesla pikir kekuatan yang dimilikinya begitu kuat, karena bisa membuat sesuatu hanya dengan membayangkannya, setelah melakukan beberapa percobaan serupa, akhirnya dia mendapatkan kesimpulan kasar.
Benda awal harus memiliki nilai yang lebih tinggi dari benda yang akan diubah, nilai suatu benda tidak di hitung dari kelangkaan ataupun keunikan strukturnya, dalam hal ini Tesla belum mengetahui apa yang menentukan nilai benda yang tinggi dengan yang rendah. Kesimpulan itu hanya sebuah hipotesisnya semata yang di dasari oleh pendapat pribadinya
Tesla beberapa kali mencoba mengubah kursi dan meja menjadi emas dan ternyata tidak berhasil, padahal dia membayangkannya sesimple mungkin.
__ADS_1
Renner melihat Tesla yang dari tadi memengang benda-benda di sekitar kamar, dirinya masih menunggu suaminya untuk memulai malam pertama yang sudah dia impikan sejak dulu. Tapi bukannya mendekati istrinya, Ilmuwan gila itu malah keluar kamar.
"Suamiku?"
"Tunggu!, mungkin suamiku ingin Renner bersiap-siap dulu. Suamiku!, Renner akan segera bersiap untukmu!"
Tesla keluar kamar karena dia ingin mencoba benda-benda lainya, ketika berada di dapur dia tak sengaja melihat air suci di sebuah guci. Air itu bercahaya ketika gelap, dengan segera dia mengambil air tersebut dengan cangkir bambu.
Di sentuhlah air itu dengan jari tekunjuknya, dia mencoba mengubah air menjadi benda padat, percobaannya gagal. Tesla kembali ke kamar dengan membawa air suci itu. Ketika dia membuka pintu Renner melihatnya dengan ekspresi yang seksi.
Gadis 16 tahun itu hanya memakai pakaian dalam saja, dia terlungkup melihat suaminya yang baru saja menutup pintu.
"Bagaimana ini, Saya lupa bahwa malam ini adalah malam pertama!"
Sekilas Renner melihat air yang di bawa oleh suaminya
"Suamiku, kenapa kamu tidak meminum air itu?"
"Tidak, air ini tidak untuk di minum"
Tesla terpaksa berbohong karena ia tidak mungkin meminum sesuatu yang di anggapnya berbahaya, bisa saja air tersebut mengandung micro organisme asing yang dapat membuat warna terang ketika air berada di tempat yang gelap.
Renner mendekati Tesla dan melihat air tersebut, wajahnya tiba-tiba memerah ketika melihat air di dalam cangkir.
"It-Itu air suci?
"Tidak tahu, ada apa? kenapa tiba-tiba nada suara kamu berbeda?"
"Air suci berguna untuk meningkatkan kesuburan wanita" kata Renner dengan pelan hingga suaranya samar-samar untuk di dengar oleh Tesla
"Oh tidak. Tunggu dulu, ini adalah satu-satunya kesempatan Saya untuk menghindari malam pertama ini"
"Saya akan mengambil 1 cangkir lagi" kata Tesla yang tiba-tiba keluar kamar lagi.
Air suci diambil kembali dari guci, kali ini dia mencoba mengubah air itu menjadi obat tidur, ternyata dia berhasil. Air suci tersebut berubah warnanya menjadi air biasa, ini berarti air suci itu telah berubah menjadi obat tidur.
"Ini berhasil!"
Dengan cepat Tesla kembali ke kamar menemui istrinya. Renner masih tertunduk malu di tempat tidur, dia menyelimuti dirinya dengan selimut.
"Ehem"
Tesla membawa kedua cangkir, 1 yang ada di meja dan satu lagi cangkir yang dia bawa dari dapur.
"Su-suamiku"
"Ya?"
"Ka-kamu ingin se-segera pu-punya anak dengan Renner? dengan nada yang terputus-putus, Renner berusaha menanyakan hal itu untuk mengecek kebenarannya
"Minumlah ini dulu"
"B-baik"
Renner meminum air pada salah satu cangkir yang di bawa oleh suamimya, tak lama setelah meminumnya reaksi dari air suci tersebut mulai terasa.
"Aneh sekali, seharunya dia sudah tidur karena obat tidur itu. Mungkinkah! cangkir air suci yang Saya berikan padanya!?"
Perhatian Tesla teralihkan karena sikap istrinya, dia lupa dengan cangkir mana yang berisi obat tidur. Ekspresi wajah Renner tiba-tiba berubah, yang tadinya malu-malu sekarang terlihat agresif. Dia tiba-tiba mendekati Tesla lalu memengangsalah satu tangannya yang tidak memengang cangkir.
Tangan itu di letakannya di dadanya, setelah itu dia mendekati wajah suaminya bersiap-siao untuk menciumnya.
Cup!...
Cup!...
Tesla belum bisa merespon, dia masih berpikir.
"Tidak ada cara lain lagi!"
Ciuman di lepaskan oleh sang suami, obat tidur di minumnya sedikit, dia menahannya air nya di mulutnya. Gelas kemudian di lemparkannya ke belakang.
Cup!...
Kali ini Tesla yang mencium istrinya, tapi ciuman itu bermaksud untuk memberikan obat tidur kepada istrinya, air obat tidur di dalam mulutnya itu perlahan-lahan dia berikan kepada Renner ketika berciuman.
“Sudah lama Renner menantikan hal ini... tapi entah kenapa tiba-tiba Renner mengantuk berat”
Pandangannya semakin kabur dan akhirnya ia tertidur saat suaminya melepas ciumannya.
Tesla segera meludahkan sisa-sisa obat tidur dari mulutnya.
"Untuk malam ini Saya bisa menghindarinya, baiklah mari kita meneliti makhluk ini” yang ia maksud adalah istinya sendiri.
Awalnya ia ingin menyelidiki kekuatannya, namun meneliti diri sendiri adalah hal tersulit jika dilakukan sendirian. Maka dari itu dia akan meneliti darah istrinya dengan kaca yang dia buat tadi, tapi sesuatu yang aneh terjadi.
Terlihat aliran energi sihir di tubuh istrinya, dan yang lebih mengejutkan lagi, jantung Renner memiliki aura hitam yang menyelimutinya.
"Apa yang terjadi?, mungkinkah kaca ini dapat menembus kulit?, apa ini karena hayalan Saya tadi?"
Penelitian terus berlanjut, Tesla tidak peduli dengan kaca tersebut, yang penting kaca itu dapat lebih berguna sekarang. Ia tak menyentuh istrinya sedikit pun, ia hanya mengamatinya dengan kaca dan menulis apa yang ia lihat.
Beberapa jam telah berlalu dengan cepat. Tesla yang telah mengantuk segera masuk tempat tidur, tak lama kemudian ia tertidur lelap. Di dalam mimpi Tesla berkomunikasi dengan Computer
“Computer?”
__ADS_1
“Respon. Ya Tuan”
"Kenapa kau tidak muncul saat Saya tidur kemarin?”
“Jawab. Hal itu karena Tuan begitu capek secara mental maupun fisik, menurut statistik jika saya membangunkan anda dan berkomunikasi dengan anda, mungkin Tuan tidak akan mendapat istirahat yang cukup.”
“Alasan yang masuk akal, tapi di setiap ada kesempatan kamu harus menghubungi Saya apapun keadaannya...”
“Jawab. Baik, akan saya usahakan”
“Apa kau bisa melihat data tentang Renner dalam dalam ingatan Saya?”
“Jawab. Jika Tuan mengizinkan maka Computer akan melihat data-data kemarin dan sekarang”
“Apa maksudmu Saya harus memberi izin?”
“Jawab. Computer tidak bisa membaca data atau ingatan Tuan jika Tuan tidak ingin orang lain melihatnya.”
“Hmmm, Saya mengerti apa maksudmu…"
Tesla hanya menunjukan data ketika ia mencatat apa yang ia lihat pada tubuh Renner saat ia melihat aliran sihir menggunakan kaca.
“Bagaimana? dunia ini begitu menarik! bukan?” kata Tesla dengan wajah yang begitu bersemangat
“Jawab. Computer juga berpikir begitu Tuan” namun sayang sekali nada yang dikeluarkan Computer selalu sama, jadi tidak terlihat ketertarikan pada setiap ucapannya.
"Boleh Saya tanya sesuatu Computer...”
“Jawab. Tentu”
“Apa kau bisa mengendalikan motorik tubuh ini?”
“Jawab. Bisa jika Tuan melepas seluruh kendali atas segala motorik tubuh”
“Jika bisa begitu, maka Saya ada tugas untukmu...”
“Jawab. Ya?”
“Sekarang kamu bangun dari tempat tidur dan berdiri di sebelahnya…”
Tesla terbangun dengan mata yang masih tertutup, Computer sedang mengendalikan gerak motorik dan sedang memegang kendali saraf penuh atas tubuh Tesla. Dan saat Tesla berusaha duduk ia terpegang sesuatu,
“Pemberitahuan. Tuan, Computer merasakan sesuatu yang lembut.”
“Jelaskan lebih detail, Saya tak mengerti apa maksudmu..?”
“Jawab. Sepertinya benda ini berbentuk setengah lingkaran, lembut, terasa panas dan memiliki tonjolan di atasnya.”
“Computer apa kau yakin tidak tahu apa itu” kata Tesla sambil sedikit tertawa kecil
“Coba perkirakan benda apa itu."
“Respon. Baiklah Tuan”
Computer meraba - raba tubuh disekitar dada Renner, “Pemberitahuan. Tuan Computer menemukan benda yang sama tidak jauh dari benda pertama.”
Computer tidak sengaja memegang tangan Renner.
“Pemberitahuan. Tuan entah kenapa ada sesuatu yang mirip seperti tangan.”
Tak lama setelah itu.
“Jadi Computer apa kamu tahu benda apa yang kamu pegang itu?”
“Computer memiliki kesimpulan yang kemungkinan terbesar benar, benda itu adalah dada seorang perempuan, tapi ada juga kemungkinan bahwa itu adalah dada makhluk hidup yang mirip dengan manusia”
“Kesimpulan yang bagus, sekarang segera berdiri dan turuti apa perintah Saya selanjutnya”
“Jawab. Dimengerti”
Computer berdiri dan ia mulai menuruti perintah Tesla yang selanjutnya, secara tak sadar ia sedang melakukan pemanasan untuk berolahraga.
“Baiklah Computer selanjutnya adalah… coba bayangkan saat ini kau sedang memegang pedang yang terbuat dari udara...”
Ia membuat simulasi pedang tersebut dan munculah pedang udara ditangan kanan Tesla.
“Sekarang kau harus mengayunkan pedang udara itu hingga 2-3 jam sebelum matahari terbit”
“Respon. Baik”
“Saya akan istirahat secara mental.”
Computer mengayunkan pedang itu dengan mata yang masih tertutup dan ekspresi datar, tak lama badannya dipenuhi keringat, namun Tesla yang sedang dikendalikan itu tidak berhenti.
Menurut Computer Sekitar 30 menit lagi matahari akan terbit, Computer beristirahat sebentar, saat yakin keringat di tubuhnya sudah kering maka ia ke tempat tidur.
Computer dapat memperkirakan waktu sebelum matahari terbit dari data yang didapatkan dari ingatan Tesla. Terlihat malam saat Tesla mencatat data, Computer memperkirakan waktu dari suhu, perasaan dan tentunya keadaan sekitar. Dan ia mendapat kesimpulan bahwa Tesla mencatat data antara jam 21.00 - 22.00
Saat Tesla memanggil Computer, ia tahu bahwa 2-3 jam sudah berlalu, karena Computer memperhatikan detak jantung Tesla yang begitu tenang, yang artinya Tesla sudah mengalami tidur yang cukup lama hingga sampai di titik REM.
Namun sayang sekali perkiraan Computer hanya didasari data yang begitu sedikit, ia salah memperkirakan waktu. Akibatnya Tesla baru tidur sekitar jam 7 pagi. Renner belum bangun karena obat tidur yang dikasih oleh suaminya begitu kuat. Computer tidak menyadari hal itu karena ia tidak diberikan akses untuk mengendalikan organ mata, hidung dan telinga.
Pasutri itu pun tertidur pulas, dan mereka tidak menyadari bahwa kamar sudah sangat berantakan sekali.
...*** Bersambung ***...
__ADS_1