Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 21.8 : Penculikan Bagian 3


__ADS_3

Peringatan!! chapter ini akan membawa plot yang cukup berat, berhati-hati saat membaca bagi yang tidak tahan.


Chapter 21.8 : Penculikan Bagian 3


Patron berjalan mendekati kedua kakak-adik itu, Ri segera melancarkan tendangan dan pukulan, sayang hal itu sia-sia karena tubuh Patron kuat menahan serangan itu.


"Tendangan dan pukulan kamu tidak ada rasanya sama sekali..."


Ri mundur, mulai menyiapkan kuda-kuda dan...


Plak!...


Tendangan kena ke kepala Patron, bunyi yang sangat keras terdengar karena pukulan itu.


"Sepertinya Aku telah salah menilai tendangan mu ini"


Patron memegang kaki Ri dan menghempaskan nya ke depan kakaknya, hal itu membuatnya tidak bisa berdiri lagi karena mengalami cedera akibat hempasan itu.


"Adikku kamu baik-baik saja!"


Ra dengan cepat menopang kepala adiknya yang terbaring di tanah


"Kakak... Aku tidak apa-apa hanya cedera ringan, tapi sepertinya akan sulit berdiri"


"Tenanglah kakak akan melindungi mu"


"Jangan memaksakan diri kak..."


Ra berdiri dan menghadapi Patron sendirian


"Lihatlah adikmu itu, apa hanya itu kemampuannya... hahaha"


"Diam!!"


"Hah kenapa apa sekarang kakaknya marah?"


"Para ksatria!! serang pria itu!!" kata Ra menunjuk Patron


Beberapa ksatria yang berada di belakang Patron mulai menyerang namun gerakan mereka tidak beraturan karena efek sihir yang terlalu lemah


"Lagi-lagi sihir itu, dasar merepotkan!"


Patron menendang dan memukul ksatria yang mendekati dirinya hingga membuat mereka tak sadarkan diri.


"Kejam, kenapa kamu melukai bawahan mu sendiri!" kata Ra


"Mereka itu hanya bidak-bidak yang tidak berharga, siapa yang peduli!!"


"Kejam!!" kata Ri


Ra mengambil sesuatu dari saku pakaian resepsionis yang dipakai nya, sebuah botol kecil berisi ramuan yang sama ditunjukkan pada Patron.


"Ohh itu ramuan apa?"


Ramuan diminum kemudian Ia mengambil 2 botol lagi untuk diminumnya


"Aaaaah!" Ra teriak kesakitan, rasanya seperti tiba-tiba saja suhu di sekitar tubuh berubah menjadi sangat panas


"Sepertinya ramuan itu membuat efek samping yang mengerikan..." kata Patron sambil memperhatikan perubahan tubuh Ra

__ADS_1


Tubuhnya perlahan memerah dan menjadi sangat panas, darah mulai keluar dari mata nya


"BERLUTUTLAH!!"


Tubuh Patron tiba-tiba terjatuh dan segera berlutut


"Sialan kau demi human!!"


"Diamlah!"


Lagi-lagi Patron terjebak dalam situasi yang sama namun kali ini Ia memiliki rencana.


"Ambil pedang itu dan tusukkan pada dirimu sendiri!!"


Patron bergerak perlahan, pikirannya terus berusaha menolak apa yang dikatakan oleh Ra, Ia mulai berusaha menggigit bibirnya sendiri dengan sekuat tenaga.


Bibirnya berdarah akibat gigitan itu tapi sebuah perisai tahap Iblis tiba-tiba muncul di sekitar tubuhnya.


Efek psikologis menghilang dan Ia tersenyum jahat


"Hahaha sihir psikologis itu tidak akan berguna lagi!"


"Kenapa kamu masih bisa bergerak, sebelumnya kamu tidak dapat melakukannya!!?"


"Hah! ini adalah bakat alami milikku, berbanggalah hanya kalian berdua dapat melihat Aku memakai kemampuan ini!!"


Patron berjalan ke arah ksatria terdekat yang pingsan, Ia mengambil pedangnya


Slash!


Kepala ksatria putus seketika, darah keluar bagai air keran yang di buka lebar-lebar, Ia meminum darah tersebut, dan pelindung di sekitarnya semakin kuat dan semakin banyak mengeluarkan aura gelap.


"Hahaha sekarang tidak mungkin bagi kamu untuk menyerang, lebih baik menyerah sekarang juga!!"


Tubuhnya semakin memerah dan panas, serangan efek psikologis itu bahkan mengenai adiknya sendiri


"Ka-"


Ra menoleh kebelakang melihat adiknya yang terkena efek psikologis dari dirinya


"Maaf adikku..."


"Ti-dak ja-ngan pak-sakan di-rimu kakak"


"Tidurlah..."


Ri tiba-tiba langsung tertidur, kakaknya menggendongnya dan menaruhnya di salah satu kuda


"Pergilah kuda!, lari lah sekuat tenagamu untuk menuju Ibukota!"


"Hahaha apa kamu tidak melihat ada pelindung di depan sana!"


Kuda melaju dengan cepat, Ra segera mendekati Patron


"Kamu adalah orang yang lemah!!"


"Hah kata-kata mu itu tidak mempan lagi!"


"Kamu adalah orang yang lemah!"

__ADS_1


Ra terus saja mengulangi kata-kata itu, hingga Ia berteriak "Kamu lemah!!"


Tangannya mulai mengeluarkan darah, kulitnya melepuh dan darah mulai keluar melewatinya,Perlahan-lahan perisai milik Patron retak dan semakin retak hingga hancur.


"Apa!"


Patron terkena efek Psikologis, kata-kata "kamu adalah orang yang lemah" "lemah!" tergiang-giang di kepalanya bagai air terjun


"Ahhhhhh!"


Pelindung yang berada di depan perlahan retak dan mulai lenyap, dan kuda yang membawa Ri bisa melaju kencang.


"Ak-u tidak lemah!!" kata Patron yang menggila-gila dengan kata-kata yang menghujani isi pikirannya


Dengan langkah yang pelan sambil menahan rasa sakit Ra berjalan menuju salah satu pedang ksatria, Ia kemudian mengambilnya dan hendak menusuk Patron


Jleb...


Bagian perut kiri Patron tertusuk pedang, Ra segera mundur dan meninggalkan pedang itu tertusuk di perutnya


"Kamu ini!!"


Perlahan Ia mengambil darahnya sendiri dengan tangannya, kemudian darah itu diminumnya.Efek psikologis itu mulai perlahan menghilang


Ra sudah tidak kuat lagi menahan kesadaran dalam dirinya, keadaannya begitu mengenaskan.Kulitnya melepuh dan mengeluarkan darah, matanya merah darah, bahkan rambut nya sedikit rontok karena suhu tubuhnya yang begitu tinggi.


Dalam penglihatan nya yang kabur-kabur, Ia melihat Patron melepaskan pedang dari perutnya dan segera mendekat lalu mencekik dirinya, dan saat itu dia tak sadarkan diri lagi.


Patron melemparkannya ke kereta kuda namun tidak masuk ke dalam kereta.


"Kamu begitu merepotkan!!" kata Patron Ia mengangkat Ra dengan mencekiknya dan kali ini lemparannya masuk ke dalam kereta


"Cih! Jika saja kamu bukan pengguna sihir psikologi maka sudah pasti kamu akan Aku siksa hingga mati!


Tadinya Aku ingin menyiksa adikmu tapi Ia malah kabur, tapi tidak apa-apa sandera cukup satu saja"


Patron menutup pintu kereta dan segera ke kemudi kereta dan Ia segera menuju ke kediamannya.


...


Jangkauan sihir psikologis milik Ra mulai melemah dan hal itu membuat efek psikologis pada Ri hilang seketika namun kudanya tetap saja melaju dengan sangat cepat.


"Kakak!! Hiks hiks"


Ri bangun dan menangis


"Kakak aku hanyalah adik kecilmu yang tidak berguna sama sekali, Aku... pasti akan menyelamatkanmu!! hiks hiks.Siapapun tolonglah kakakku!"


Kuda terus melaju bagai angin kencang, mungkin mereka akan tiba tengah malam jika kecepatannya di pertahankan terus seperti itu.


...


"Dengan ini aku mendapatkan sandera, 1 lepas entah kemana.Mungkin saja dia mengadu pada kenalannya, tapi itu tidak penting! saat pasukan bantuan datang maka Yang Mulia sekalipun tak akan mampu melawanku!!"


Ketika Patron sampai di ke kediamannya Philip baru saja berangkat menuju Ibukota, biasanya dalam kecepatan kereta maka butuh waktu sekitar setengah hari menuju Ibukota dari perbatasan.


Philip dalam keadaan sekarat tersadar bahwa dirinya sedang di dalam kereta, Ia bahkan tak sanggup lagi menggerakkan mulutnya dan hanya bicara di dalam hati


"Dimana ini?, sepertinya dia benar-benar mengirimkan diriku ke Ibukota…

__ADS_1


Tunggu saja kamu Patron!! Kamu sudah melakukan kesalahan yang sangat besar karena berani dengan Iblis Kegelapan yang mengerikan itu!"


Bagaimana kisah selanjutnya?


__ADS_2