
...Chapter 28.4 : Perguruan Tinggi Bangsawan...
Tesla, Renner dan Kant berjalan perlahan dan memilih jalan yang sepi untuk menuju ke PTB terdekat. PTB yang akan mereka kunjungi adalah PTB paling megah dari 2 PTB lainnya. Dari luar saja tampak pagar-pagar yang amat megah yang terbuat dari beton yang diukir, di depan pintu gerbang utama terdapat sebuah patung naga yang terbuat terbuat dari campuran bahan khusus yang terlihat seperti emas.
Di bagian halaman PTB tersebut terdapat air mancur yang amat tinggi, air mancur dengan 3 tingkat serta ada beberapa patung naga lagi yang terbuat dari campuran khusus yang mirip dengan perak. Semua bangunan terlihat sangat mewah, dinding bangunan putih seperti susu. Lantai PTB tersebut sangat enak dipandang karena sudah terbuat dari bahan yang sekilas mirip seperti beton.
Di dalam setiap bangunan PTB tersebut terdapat sebuah benda yang terbuat dari emas kuningan, ruangan kelas yang amat besar dan luas hingga dapat menampung banyak pelajar. PTB ini juga memiliki sebuah taman bunga yang sangat indah di dekat halaman depan.
...***...
Setelah mentari mulai tenggelam, barulah Tesla sampai ke PTB fiksi. Ia memutuskan untuk mencari penginapan terdekat kemudian akan berkunjung besok paginya. Karena merasa sangat letih, Kant tertidur duluan dibandingkan Tuannya. Tesla sedikit merasa capek, tapi mengingat perjalanannya di desa pertanian lebih menantang dan jauh dari ini, rasa capeknya hilang seketika.
Tesla dan Renner segera tidur, seperti biasanya Renner memeluk suaminya itu ketika mau tidur. Sinar mentari mulai menerangi kamar penginapan Tesla, ia segera membuka mata kemudian melepaskan pelukan istrinya itu. Tak sengaja tangannya memegang sesuatu yang sangat lembut. Siapapun yang berada di posisi Tesla akan tahu apa yang sedang ia pegang.
Tesla berdiri dan segera bersiap menuju ke PTB, ia tidak ingin membangunkan istrinya yang masih tidur terlelap. Saat membuka pintu Tesla melihat Kant sudah bersiap di samping pintu, Kant memberikan item sihir ilusi yang ia beli di pasar kemarin.
Tesla sedikit melihat item sihir yang dibeli oleh Kant, “kacamata?” tanya Tesla pada Kant
“Maaf Yang Mulia, apa anda tidak suka?” tanya Kant khawatir
Tesla memakai kacamata tersebut, ternyata kacamata itu sangat cocok dipakai oleh Tesla. Sekarang ia tampak lebih cerdas dan lebih tampan dari sebelumnya.
“Cocok sekali Yang Mulia!” kata Kant spontan, “maaf Yang Mulia, hamba bicara lanca-“
“Begitukah” kata Tesla menjawab pujian Kant
Tesla mengambil kalung dari kemasan yang amat sangat mencolok. Kotak kalung itu sepertinya lebih mahal daripada kalungnya sendiri karena kotaknya terlihat lebih mencolok daripada isinya, Kotaknya berwarna merah terang mengkilap, saat dibuka terlihat kalung yang mirip seperti kalung perak yang berada di atas bantalan lembut yang ada didalam kotak.
Tesla segera menutup kotak itu, kemudian ia segera berbicara pada Kant “Saya akan pergi ke PTB itu sendirian, jagalah Renner selagi saya pergi”
“Tapi Yang Mulia! Hamba tidak bisa membiarkan Yang Mulia pergi ke kota tanpa pengawal!” kata Kant cemas
“Ini adalah perintah” jawab Tesla
Tesla segera pergi meninggalkan penginapan, ia tidak mau mengajak istrinya karena Ksatria Iblis Suci yang terlalu mencolok, saat datang ke penginapan saja Tesla harus lewat pintu belakang. Ia juga harus repot-repot menyembunyikan Ksatria Iblis Suci di belakang gudang penginapan. Sungguh Ksatria Iblis Suci itu benar-benar telah merepotkan dirinya.
...***...
__ADS_1
Tesla pergi sendirian ke PTB, saat di jalan ia menemukan sesuatu yang tidak biasa yaitu barisan orang-orang yang berbaris di sepanjang jalan menuju PTB fiksi. Tampaknya orang-orang tersebut sedang menunggu seseorang lewat. Tak sengaja Tesla mendengar percakapan dua orang di tengah-tengah barisan orang itu.
“Ibukota ini semakin ramai saja ya” kata orang pertama
“Kamu benar, beberapa hari yang lalu ada rumor yang mengatakan bahwa Yang Mulia telah datang ke Ibukota, saat ia datang banyak sekali orang pingsan karena tidak sanggup dengan aura yang ia keluarkan” kata orang kedua kagum
“Kepala Keluarga Bangsawan Iblis Api dan Bangsawan Iblis Knight juga datang mengunjungi Ibukota beberapa waktu yang lalu” kata orang pertama
“Dan saat ini, pelajar no.1 di Kekaisaran akan datang ke sini, ku dengar ia adalah seorang gadis yang sangat cantik” kata orang kedua
“Tapi ada rumor yang mengatakan bahwa Iblis Suci kembali mengunjungi Ibukota kita” kata orang pertama takut
“Aku juga dengar rumor itu!, ada seorang gadis dan seorang pria yang selalu dilindungi oleh Ksatria Iblis Suci itu, benar-benar menakutkan” balas orang kedua
Suara langkah kuda yang sangat cepat mulai terdengar dari jauh, oran-orang mulai berteriak “Tuan Putri, Tuan Putri”
Tesla melihat kereta kuda itu melesat dengan sangat cepat. Ia tidak dapat melihat orang yang berada di sana karena kereta itu melesat terlalu cepat. Orang-orang mulai membubarkan diri masing-masing, Tesla melanjutkan perjalanannya, saat tiba di gerbang utama ia melihat seorang gadis cilik turun dari kereta kuda tadi.
Sepertinya kereta kuda tidak diperbolehkan masuk ke PTB itu, selain itu para penjaga gerbang tidak percaya bahwa gadis cilik yang memakai pakaian putih itu adalah pelajar no. 1 di Kekaisaran Hades. Sempat terjadi perdebatan antara kusir dengan penjaga gerbang PTB itu.
“Mana bukti bahwa gadis cilik ini adalah pelajar no. 1 di Kekaisaran Hades?” tanya penjaga gerbang
“Kami tidak bisa mempercayai kalian begitu saja!” balas penjaga gerbang
Di tengah-tengah keributan gadis cilik itu berjalan masuk ke PTB fiksi, namun langkahnya dihalangi oleh penjaga lainnya. Tesla juga mencoba masuk ke PTB itu dengan sealami mungkin tapi tetap saja penjaga gerbang mengetahui bahwa ia tidak pernah melihat wajah Tesla sebelumnya.
“Gadis cilik, jangan masuk sembarangan ya, kamu yang di sana aku tak pernah melihat wajahmu disana, apa kamu pelajar pindahan?” kata penjaga gerbang
“Tidak, saya adalah Yang Mulia salah satu pelajar terbaik dari top 10 pelajar terbaik di Kekaisaran yang mendapatkan undangan dari Raja Iblis Hades” kata Tesla keceplosan, ia baru sadar bahwa Raja Iblis Hades menyuruhnya untuk menyembunyikan identitas Yang Mulia pada masyarakat.
“Yang Mulia??” kata penjaga gerbang terkejut
Perdebatan kusir terhenti ketika melihat Tesla yang sedang di introgasi oleh penjaga gerbang yang lainnya.
“Kamu tahu, orang yang mengaku sebagai Yang Mulia akan dihukum berat, mungkin saja jika Yang Mulia mengetahui ini ia akan memenggal kepalamu” kata penjaga gerbang serius
“Itu benar anak muda, kamu dari Keluarga Bangsawan mana?” tanya kusir
__ADS_1
“Iblis Kegelapan” jawab Tesla
“Oi kamu, jangan berani-berani kamu mengaku sebagai orang yang aku kagumi!” kata gadis cilik
“Saya tidak mengaku, kenapa kalian tidak percaya?” tanya Tesla
“Mana buktinya bahwa kamu adalah Yang Mulia?” tanya gadis cilik itu
Di tengah-tengah perdebatan itu, seseorang turun dari kereta kuda yang baru sampai di depan gerbang, ia adalah Kapten penjaga gerbang ibukota (karakter ini muncul pada chapter 18), ia datang ke PTB fiksi karena suatu urusan.
“Kapten, anak ini perlu diberi pelajaran” kata penjaga gerbang pada kapten
“Ada apa?” tanya kapten mendekati Tesla
“Dia mengaku sebagai Yang Mulia” kata penjaga gerbang
“Jangan bercanda, tidak ada orang yang dapat masuk ke ibukota jika ia mengaku sebagai Yang Mulia” jawab Kapten
“Kamu penjaga yang waktu itu, apa kamu juga tidak percaya pada saya untuk kedua kalinya?, apa saya harus melepas cincin ini lagi?” tanya Tesla sambil perlahan melepas cincin
“Tunggu!” balas Kapten cepat, bagaimana ia bisa tahu kejadian di depan gerbang ibukota tempo hari?, apa mungkin dia benar adalah Yang Mulia gumam Kapten dalam hati
“Apa sebaiknya kita masuk dulu?” kata Kapten pada Tesla, sepertinya Kapten takut bahwa anak bangsawan itu benar-benar Yang Mulia.
“Ada apa Kapten?!” tanya penjaga gerbang
“Aku yang akan menjamin keamanan pada remaja ini” kata Kapten serius
Akhirnya Tesla dipersilahkan masuk, tapi gadis cilik itu tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga gerbang.
“Oh ya, biarkan gadis cilik ini masuk juga. Aku secara pribadi yang mendapat perintah dari ayahnya untuk membantunya di ibukota jika ia terlibat masalah” kata Kapten
“Tapi Kapten...” balas penjaga gerbang
“Percayalah padaku!” jawab Kapten serius
Tesla dan gadis cilik itu dituntun menuju salah satu ruangan fakultas.
__ADS_1
...*** Bersambung ***...