
Chapter 11 : Luapan Emosi
“Tuhan… tadinya aku begitu mengagumimu karena telah menciptakan dunia lama ku, tapi sekarang!” Mata Tesla berbuah menjadi merah yang sangat terang dan di sekitar tubuhnya aura gelap menyelimuti
“Aku begitu membencimu!! kenapa!! apa alasannya!! bagaimana bisa!! kenapa harus aku!” aura gelap itu semakin banyak menyelimuti Tesla
“Tenang saja! aku tidak akan seperti apa yang kau inginkan!!, kau mengirimku untuk menyelamatkan dunia ini bukan..” Tesla tiba - tiba berhenti bicara dan menundukkan kepala
“Aku akan menghancurkan dunia ciptaanmu ini!!, semua ciptaanmu akan lenyap hingga dirimu menyesal telah memindahkan jiwa ku!. Hahahaha”
Tesla tertawa seakan ia telah menemukan jalan yang harus ditempuh
“Tunggu saja… aku akan membuatmu menyesal!” aura gelap itu seakan menjadi asap tebal.
Tiba - tiba aura itu meledak yang membuat pelindung yang dibuat Renner retak dan perlahan hancur
Aura gelap itu mulai menghilang bersama pelindung yang dibuat Renner, ekspresi Tesla berubah yang tadinya bagai Iblis yang lepas kendali menjadi datar.
Ia berbalik menghadap Istrinya “maaf Tuan Renner, saat ini tubuh Tuan Tesla dikendalikan penuh oleh Einstein”
Renner akhirnya mengerti apa yang dikatakan suaminya itu “Eins? siapa itu? apa kau roh yang menjaga nya atau merasukinya?”
“Tenang Tuan Renner, sedikit sulit menjelaskan siapa saya ini.. tapi Tuan Renner bisa menganggap saya sebagai Roh yang menjadi pelindung Tuan Tesla”
Renner menarik nafas lega “jadi kenapa kau tiba - tiba mengambil alih tubuh suamiku?”
“Tuan Renner bisa tanyakan itu nanti dengan Tuan Tesla karena ia ingin menjelaskan semuanya kepada Tuan Renner secara langsung”
Aura di cincin Tesla semakin banyak, namun Einstein tidak mempermasalahkan hal itu.”Tuan Tesla menyuruh untuk mengantar Tuan Renner ke perbatasan desa”
Renner mempercayai perkataan Einstein tanpa curiga, ia yakin dengan apa yang dikatakan oleh Roh itu.
Renner memeluk Tesla erat - erat kemudian mereka terbang ke langit dan mengarah ke perbatasan desa.
“Tuan Renner kita akan sedikit mengebut, bersiaplah”
Renner memegang erat suaminya itu dengan kedua tanganya, Einstein tidak lagi menyemburkan api karena itu mereka berdua jatuh bebas.
“Apa yang kau lakukan? kita akan jatuh!”
“Tenang lah Tuan Renner saya akan menjamin anda tidak akan jatuh”
kedua tangan Einstein membentuk sinar biru kecil dan kemudian ditembakkan, kedua sinar itu saling bertabrakan dan membuat ledakan yang amat dahsyat.
Einstein dan Renner melesat bagai roket yang baru saja meluncur, namun tekanan udara sangat kuat hingga membuat Einstein khawatir dengan keamanan Renner
Ia kemudian mengendalikan udara di sekeliling dan membuat pelindung berbentuk kepala pesawat, dengan begini hambatan udara akan membuat mereka terangkat ke udara lebih lama.
Angin yang berhembus kencang memudar seketika, Renner pun melihat kedepan dan melihat apa yang dilakukan oleh Einstein.
Beberapa menit kemudian…
__ADS_1
Einstein turun di dekat dinding tinggi perbatasan, ia turun sambil melepas pelukan Renner dan menggendongnya seperti Tuan Putri
“Tuan Renner tugas saya sudah selesai, jadi selamat menikmati perjalanan dengan Tuan Tesla”
Einstein memejamkan mata, namun tidak membuka matanya lagi, Tesla belum tersadar namun tubuhnya bergerak secara otomatis ke pintu gerbang perbatasan
“Tunggu bocah… apa yang kau lakukan malam - malam ini diperbatasan?” kata ksatria penjaga
Tubuh Tesla menurunkan Renner kemudian menyerahkan surat undangan, setelah membaca itu ksatria itu berlari ke pos penjagaan dan memberi tahu ksatria lainnya.
Sejumlah ksatria mendekati mereka berdua setelah menerima laporan dari ksatria yang membawa surat.
“Kalian berdua.. sudah lama kami menunggu..” kata salah satu ksatria penjaga
Tesla dan Renner berbalik menghadap sejumlah ksatria itu namun wajahnya tak bereaksi, masih tetap datar dengan mata yang masih tertutup
Semua ksatria yang menjaga perbatasan berkumpul mengelilingi Tesla, Renner ketakutan dan memeluk suaminya lalu menutup mata.
“Bocah bisa kau buka dulu matamu itu, setidaknya kau harus melihat siapa kami..”
Tesla tak merespon, ksatria yang mengepungnya mungkin berjumlah 100 orang lebih, dan tak ada jalan keluar.
Tangan kanan Tesla bersiap - siap menembak, ia ingin menembak orang yang dari tadi memanggilnya bocah.
“Oi apa kau mendengarkanku, kenapa dengan tanganmu itu?”
Tangan Tesla mulai membuat cahaya biru dan kemudian menembak “dor”
Terjadi ledakan kecil, semua darah berceceran ksatria yang tertembak tidak tersisa.
Mereka adalah pembunuh bayaran, dan lagi mereka cukup profesional
Tesla mulai menembak yang lain namun jumlah mereka terlalu banyak hingga dapat menjangkau mereka berdua
Tesla berhenti menembak ia mengangkat kedua tangannya dan semburan api keluar dari tangan tersebut, seketika para pembunuh bayaran hangus terbakar tanpa sisa, namun Tesla hanya mengenai bagian depan, kiri dan kanan, daerah belakang tidak ia serang.
Tesla meloncat dan membakar bagian belakang dengan wajah datar, Renner yang membuka matanya terkejut melihat semua pembunuh bayarannya telah menghilang tanpa jejak.
“Apa yang terjadi?” Tesla tak menjawab ia hanya fokus untuk berjalan keluar perbatasan.
“Bocah.. hebat juga kau bisa membantai orang - orang itu, luar biasa” kata seorang pria berambut hitam panjang yang terbang di belakang Tesla.
Tidak ada tanggapan kepada pria itu, Tesla masih berjalan..
Karena merasa diabaikan pria itu tiba - tiba muncul dihadapan Tesla yang membuat jalannya terhalang.
“Bocah beraninya kau mengabaikan diriku..” kata pria itu dengan wajah yang seakan seorang preman yang sedang memalak.
“Akan ku ajarkan kau apa itu sopan san-” Tesla menembak sinar biru dan namun ada pelindung yang menahan sinar biru itu.
“Dor dor dor” Tesla kembali menembak ketika musuhnya masih hidup, “Tunggu dulu boc-” “dor dor dor” Tesla menembak terus menerus hingga membuat pria itu terpaksa mundur dan terbang.
__ADS_1
“Bocah sepertinya kau benar - benar harus di ajari sopan santun” pria itu mengeluarkan api merah menyala di sekujur tubuhnya, ia berubah menjadi Iblis tingkat tinggi
Tesla tidak peduli dengan perubahan itu ia malah mengarahkan kedua tangannya ke arah pria itu, “dor dor dor dor” tembakan terus dilancarkan Tesla, tentu pria itu tidak menerima efek apapun karena pelindung yang secara otomatis muncul ketika ada serangan Tesla.
“Kalian boleh keluar sekarang..” kata pria itu
Tiga orang keluar entah muncul dari mana, satu orang tampak seperti ksatria dan kedua yang lainnya memegang tongkat sihir.
“Mari aku ajari sopan santun” pria itu mengeluarkan pedang api dari tangan kanannya kemudian menebas Tesla.
Tesla seketika menghilang dan muncul dari belakang pria api itu, kemudian ia menembakkan cahaya biru “dor”
Tentu hal itu tidak mempan sama sekali, Ia kembali ke tempatnya semula dan menyemburkan api dari tangannya, tapi percuma saja pria api itu tidak mempan, pria ksatria melindungi dua penyihir dengan shield.
Tesla melepaskan pelukan Renner dan mulai menyerang, sebilah pedang angin keluar dari tangan Tesla dan kemudian terjadi adu pedang.
“Bocah apa kau tidak bisa memakai pedang…” kata pria api
Tesla mundur dan ia merasa pria api terlalu kuat untuk dilawan, dan Renner entah pergi kemana.
“Jangan sentuh gadis itu.. atau kau akan menyesal..”
“Oke.. tapi serahkan dirimu dulu, maka aku akan membiarkan gadis ini kabur
Renner dibuat tidur oleh kedua penyihir dan kemudian ditahan dengan sihir pengikat, mereka berempat turun dan pria api mendekati Tesla
“Jangan sentuh gadis itu atau kau akan menyesalinya..”
“Tenanglah bocah.. aku tak peduli dengan gadis itu, akan kubiarkan dia kabur setelah aku memotong kepalamu..”
Pria api itu semakin dekat namun langkahnya terhenti karena melihat aura gelap tiba - tiba muncul di sekitar Tesla.
“Hahaha” (tawa jahat)
Pria api segera mundur mendekati rekannya, dan ia sedikit takut melihat aura gelap tersebut.
Tesla membuka matanya..”Hahahaha apa kau tahu suasana hatiku begitu buruk sekarang, rasanya aku ingin menghancurkan dunia ini..”
Mata Tesla berwarna merah terang, “aku sekarang sangat kesal kepada dunia ini.. tapi tiba - tiba saja kau datang dan menantang diriku hahaha”
Keempat orang itu merasa telah membangun singa yang tertidur, namun pria api tetap menunjukkan kepercayaan dirinya di depan rekan nya karena ia adalah pemimpin.
“Kau salah memilih lawan, aku akan membunuh kalian segera..” kata Tesla mengeluarkan aura gelap hingga tubuhnya hampir ditutupi olehnya.
“Hahahaha bertarunglah demi kelangsungan hidup kalian” Tesla tersenyum jahat, wajahnya begitu menyeramkan apalagi warna mata yang merah menyala itu.
“Bocah.. jika kami dikalahkan, kau tidak akan selamat dari orang yang menunggu di luar gerbang.Tapi tenang aku akan membunuhmu sebelum mereka…” kata pria api itu
Ia sadar tidak memiliki kesempatan menang sama sekali, namun tidak ada pilihan lain selain menyerang.
“Bagus pria api, akan lebih seru menghadapi orang yang bersemangat!”
__ADS_1
Siapa orang yang dimaksud pria api?
Tunggu kisahnya di chapter selanjutnya