Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 29 : Salah Paham


__ADS_3

...Chapter 29 : Salah Paham...


“Aahh!! Apa yang kamu lakukan?” tanya Lilia tersipu malu


Tesla dan Lillia masuk ke gudang tua yang berada bagian belakang PTB, mereka bersembunyi di lemari persegi panjang yang hanya muat untuk 1 orang saja. Untunglah tubuh Lilia kecil dan mungil hingga Tesla dan Lilia dapat masuk dan bersembunyi di sana, tapi ruang geraknya terlalu sempit hingga Lilia dapat mencium bau khas tubuh Tesla, Lilia terpaksa harus berpelukan dengan Tesla agar mereka bisa bersembunyi.


“Ssst”


Tesla melihat Lilia dan berkata padanya “ada sesuatu yang berbahaya yang sedang mencari kita berdua, jika kita tertangkap bisa-bisa kita ditelan hidup-hidup”


Tiba-tiba terdengar suara pengumuman “semua pelajar harap tenang, berkumpul di gedung pameran seni sekarang. Ulangi, semua pelajar harap tenang, berkumpul di gedung pameran seni sekarang”


Lilia percaya pada Tesla karena pengumuman juga mengatakan hal yang tampaknya berhubungan, ia sangat takut dan memeluk Tesla dengan sangat erat. Tesla melihat keluar dari cela-cela lemari, seharusnya tidak akan ada orang yang akan menemukan mereka berdua, karena pintu masuk gudang sudah ditutup rapat oleh Tesla, dan ia juga sudah masuk ke lemari, tapi pengawal pribadinya dapat menemukannya.


“Yang Mulia” teriak Kant, ia berteriak karena mendengar suara seseorang dari gudang, awalnya ia hanya ingin melewati gudang itu tapi tiba-tiba ia mendengar suara seseorang.


“Hamba adalah Kant Yang Mulia” teriak Kant lagi, ia berjalan di sekitar gudang mencari sumber suara


“Yang Mulia!, Yang Mulia Renner sedang dikepung oleh banyak orang, mohon untuk segera keluar” kata Kant cemas


Mendengar hal itu, Tesla membuka lemari dan membuka pintu gudang. Lilia belum sadar bahwa Tesla sudah keluar dari lemari, ia masih memeluk Tesla erat-erat. Kedua tangannya memegang leher Tesla dan kedua kakinya mengapit perut Tesla, ia seperti anak kecil yang digendong ayahnya.


“Yang Mulia” kata Kant sambil bersujud memberi hormat


“Dimana Renner?” tanya Tesla


“Yang Mulia Renner sedang dikepung di halaman” jawab Kant cepat


“Renner!” teriak Tesla sambil berlari

__ADS_1


Tesla tidak mempedulikan Lilia yang sedang berpelukan dengannya, Lilia terbangun dan malah memeluk Tesla semakin erat karena ia takut terjatuh.


“Oi, turunkan aku” kata Lilia


Tesla tidak mendengarkan Lilia, ia terus saja berlari dan melihat kedepan. Terpaksa Lilia harus bertahan dipelukan Tesla karena ia tidak ingin jatuh, saat sampai di halaman Tesla melihat Renner yang benar-benar sudah terpojok namun ia tidak apa-apa karena Ksatria Iblis Suci melindungi dirinya dari segala sisi. Tak sengaja Renner melihat Tesla yang sedang dipeluk oleh Lilia, hanya ada satu kata di benak pikiran Renner suamiku selingkuh?! Pikir Renner sekilas


“Kalian semua lari!” Teriak Tesla


Semua mata tertuju pada Tesla, para guru dan pemimpin PTB mengabaikan peringatan dari Tesla. Mereka malah membalas Tesla dengan pertanyaan “kamu siapa?, pergilah ini sangat berbahaya!” kata salah satu guru


Semua sudah terlambat, Renner sudah merasa cemburu. Matanya perlahan-lahan berubah menjadi putih terang, Ksatria Iblis Suci berubah menjadi lebih kuat, pedangnya sekarang diselimuti api merah menyala, langit tiba-tiba menjadi gelap dan petir menyambar satu persatu pedang api Ksatria Iblis Suci, sekarang para guru dan pemimpin PTB tidak berani menyerang karena melihat aura Ksatria Iblis Suci yang sangat besar dan menakutkan.


Tesla buru-buru ke halaman karena ia cemas akan Ksatria Iblis Suci yang akan membantai semua orang yang ada di sana, ia sama sekali tidak cemas kepada istrinya sendiri karena ia tahu bahwa Renner tidak akan bisa di sentuh oleh orang asing karena perlindungan Ksatria Iblis Suci 


“Hah...” ucap Tesla


“Turunkan aku” kata Lilia


Tesla menurunkannya, dan ia bersiap-siap bertarung melawan Renner. Lilia melihat lima Ksatria Iblis Suci secara langsung dan sangat dekat, ia berlari ketakutan ke arah belakang. Pertarungan yang sengit ini pun akan dimulai tanpa ada gangguan lagi, tapi tampaknya pertarungan ini tidak akan sengit karena Tesla yang bertarung...


“Ehem. Einstein” ucap Tesla


“Ya, Tuan Tesla” jawab Einstein dalam pikiran Tesla


“Analisa jalan terbaik mengakhiri salah paham ini” kata Tesla


Einstein mulai membuat simulasi kemungkinan, selagi menunggu hal itu. Tesla akan menghadapi lima Ksatria Iblis Suci itu. Tesla bersiap dengan memasangkan kuda-kuda dan mulai menyerang dengan semburan api yang keluar dari tangannya. Semburan itu mengenai Ksatria Iblis Suci, namun tidak ada efek apapun pada tubuhnya.


Beberapa guru dan pemimpin PTB terkejut melihat kemampuan Tesla yang sudah bisa menguasai elemen api padahal kelihatannya umurnya baru secuil. Ksatria Iblis Suci mulai maju perlahan, mereka menyerang bergantian dan tampaknya mereka sangat terorganisir.

__ADS_1


Salah satu Ksatria Iblis Suci melesat ke arah Tesla, disaat yang bersamaan, Einstein telah mendapatkan solusi terbaik dan segera memberitahu Tesla.


“Selesai, Tuan” kata Einstein


“Ambil alih tubuh ini sekarang!” kata Tesla cepat


Tiba-tiba Tesla mengelak tebasan dari Ksatria Iblis Suci dengan sangat elegan, ia seperti orang yang ingin kayang. Tubuhnya ke belakang dengan sangat sempurna, yang melakukan hal itu bukanlah Tesla melainkan Einstein yang telah mengambil alih tubuhnya. Namun pertarungan ini tidak akan berhenti hanya karena Einstein yang akan melenyapkan kelima Ksatria Iblis Suci, malah jika ia melakukan hal itu Renner akan semakin marah pada Tesla.


Ksatria Iblis Suci yang menyerang Tesla maju dan mengejar Lilia yang sedang berlari sekuat tenaga. Tampaknya ia menyerang Tesla hanya karena Tesla menghalangi jalan. Lilia terus berusaha berlari, Einstein melesat ke arah Renner, Ksatria Iblis Suci yang mendekati Lilia terpaksa harus mundur karena melihat Renner (tuannya) yang akan diserang.


Einstein tidak menyerang ia hanya mengelak dari serangan Ksatria Iblis Suci dan perlahan-lahan mendekati Renner, sedikit demi sedikit ia semakin dekat hingga Einstein merasa jaraknya sudah cukup ia segera memulai rencananya.


Einstein melesat sangat cepat ke arah Renner, ia memeluknya seerat mungkin hingga Renner terjatuh ke lantai. Ksatria Iblis Suci telah mengepung Einstein dari segala penjuru, tidak ada celah lagi untuk kabur, Einstein benar-benar sudah terjebak. Namun itu adalah rencananya, dengan cepat Einstein mencium Renner.


Renner menolak ciuman dari Einstein, sepertinya Renner benar-benar tidak bisa disadarkan oleh rangsangan fisik lagi. Tapi, Einstein tidak menyerah, ia menyerahkan kendali tubuh pada Tesla, dan segera Tesla mulai melanjutkan ciumannya.


Cup...!


Cup...!


Lagi-lagi ciuman itu tidak diterima oleh Renner, matanya masih putih terang. Tesla segera menyerahkan kendali tubuh pada Einstein, Einstein akan memulai rencana keduanya. Einstein mencium leher Renner dengan sangat lembut, perlahan-lahan tangannya memegang kepala Renner. Setelah beberapa saat, Einstein berdiri dan kabur dari sana.


Ia berhasil kabur hanya saja ada beberapa bekas tebasan pedang dari Ksatria Iblis Suci, satu pedang tertusuk di perutnya, untung saja Einstein yang mengendalikan tubuh. Ia tidak bisa merasakan sakit karena ia hanyalah sebuah A.I


Pedang api Ksatria Iblis Suci mulai kembali pulih, Renner perlahan berdiri. Dua Ksatria Iblis Suci melesat ke arah Einstein dan memenggal kepalanya hingga putus, satu Ksatria Iblis Suci melesat ke arah Lilia dan menusuknya dengan pedang api, Lilia tidak bisa berbuat apa-apa, ia mati ditempat.


Dua Ksatria Iblis suci lagi melesat ke arah guru dan pemimpin PTB, Ksatria Iblis Suci membantai semua orang tanpa terkecuali.


...*** Bersambung ***...

__ADS_1


__ADS_2