
...Chapter 29.4 : Persiapan Pesta Penyambutan...
Mentari pagi baru saja terbit dari timur, terlihat Tesla berjalan bersama Renner dan pengawal pribadi mereka menyusul di belakang. Di tengah-tengah perjalanan mereka melihat banyak sekali orang-orang menaruh bingkai bunga di depan rumah mereka, beberapa pekerja terlihat sedang mempersiapkan garis batas antara jalan dan halaman rumah penduduk, para anak-anak bermain dengan menjadi cosplay menjadi ksatria dengan memakai helm mainan yang terbuat dari karton.
“Apa akan ada festival di sekitar sini?” gumam Renner melihat-lihat sekeliling, ekspresi gadis itu begitu jujur menunjukan bahwa dirinya tertarik dengan acara seperti festival
“Entah” jawab Tesla cepat
Tesla tampaknya tidak peduli tapi sebenarnya dia juga penasaran dengan persiapan yang dilakukan warga sekitar, Tesla berjalan sedikit cepat karena ia ingin menghampiri seorang pria yang sedang bekerja memasang pembatas jalan.
“Permisi, Boleh aku tahu apakah di daerah sini akan ada festival?” tanya Tesla pada seorang pria yang sedang bekerja
“Tidak, kami sedang bersiap untuk penyambutan Yang Mulia Iblis Kegelapan, rumornya dia sudah datang ke Ibukota baru-baru ini” Jawab pria tersebut
“Oh begitu” Tesla baru saja mengingatnya bahwa Raja Iblis Hades sudah memberitahunya mengenai acara penyambutan untuk Yang Mulia. Karena merasa acara itu tidak terlalu penting ia hampir saja melupakannya.
Setelah sampai di depan pintu gerbang PTB, mereka bertiga kembali dicegat oleh penjaga gerbang. Tapi kali ini berbeda penjaga gerbang sudah tahu siapa ketiga orang yang ingin masuk. Beberapa penjaga gerbang mengarahkan mereka bertiga untuk masuk kemudian Renner diarahkan untuk ke arah yang berbeda dengan Tesla dan Kant.
“Kenapa kita ke arah sini?” tanya Renner pada penjaga gerbang
“Karena Nona adalah salah satu tunangannya Yang Mulia, bukan?” tanya penjaga gerbang kembali
“Tunangan?” ucap Renner kesal
“Mari lewat sini, Nona akan berkumpul dengan para tunangan lainnya” sambung penjaga gerbang
__ADS_1
“Berkumpul?!” ucap Renner, dalam pikirannya ia akan bertemu dengan gadis yang akan menjadi saingannya, Renner tiba-tiba tersenyum sepertinya dia merencanakan sesuatu
Sementara Renner diantar ke ruangan lain, Tesla dan Kant diarahkan ke ruangan kelas. Penjaga gerbang mengantarkan Tesla ke kelas yang begitu mencolok, bangunan kelasnya terpisah dengan bangunan lain. Terdapat halaman yang cukup luas di depan kelas tersebut, belum lagi ukuran kelas yang bisa terbilang besar.
“Yang Muli-. Ehem, tuan di sana adalah ruangan kelas anda” ucap penjaga gerbang
Kant dan penjaga gerbang pergi ke ruangan lain untuk mengurus urusan administrasi, sementara itu Tesla masuk dan duduk di salah satu kursi kosong. Penyusunan kursi seperti anak tangga, tempat duduk paling depan menjadi tempat duduk paling rendah dan tempat duduk paling belakang menjadi tempat duduk paling tinggi. Tesla duduk di kursi paling belakang agar ia dapat mengawasi seluruh kelas pikirnya
Tidak banyak pelajar yang berada di kelas tersebut, hal ini wajar karena kelas itu adalah kelas khusus yang mendapatkan perlakuan khusus. Hanya orang yang berbakat dan pekerja keras yang dapat masuk ke sana dan tentu saja keturunan bangsawan utama.
Sementara menunggu guru yang mengajar datang Tesla melamun memikirkan kejadian-kejadian yang telah dilaluinya semenjak dia terpindahkan ke dunia yang gila ini. Selagi melamun kelas perlahan-lahan dipenuhi pelajar, Tesla tidak menyadari hal ini.
Renner diantar ke ruangan lain untuk berkumpul bersama dengan tunangan Tesla, ketika Renner membuka pintu masuk, Renner disambut dengan penghapus yang akan jatuh ke kepalanya. Spontan seluruh orang yang berada di dalam ruangan terdiam melihat ekpresi Renner yang begitu polos menerima penghapus yang jatuh di kepalanya.
“Ha ha ha ha, akhirnya jebakan itu kena!” tawa seorang gadis
“Ada apa?, aku hanya bercanda” ucap gadis itu
Renner membersihkan noda kapur pada rambutnya, dia kemudian duduk di kursi dekat pintu dengan ekspresi polos. Tidak ada seorangpun yang berani merespon apa yang sedang terjadi, suasana canggung mulai mengerogoti ruangan tersebut.
“Kalian semua! Akan Renner bunuh!” kata Renner dalam pikirannya
Seluruh gadis yang berada di dalam ruangan tersebut adalah calon tunangan Tesla, total semuanya termasuk Renner adalah tujuh orang dengan berbagai macam penampilan dan kepribadian unik mereka masing masing. Beberapa dari gadis yang ada di ruangan itu mulai merasa gelisah karena tidak ada yang memulai obrolan atau setidaknya menyapa satu sama lain.
Ada seseorang gadis yang terlihat khawatir, dia memakai pakaian lengan panjang mirip seperti jas karena ada kaos bewarna pink di dalamnya, rambutnya kepang dua berwarna biru, bisa dibilang dia pendek hanya 165 cm, postur tubuhnya kecil membuatnya imut. Namanya adalah Erina dari Keluarga Iblis Clone, dia adalah sepupu dari Philip.
__ADS_1
“Maaf” ucap Erina menghampiri Renner
Erina tertunduk, dia tidak menyesal karena sudah berhasil menjebak Renner, dia meminta maaf karena kesalahannya ruangan jadi terasa canggung karena segan akan perwakilan dari Iblis Suci datang. Lagi pula dia tidak tahu yang akan datang adalah Renner, gadis yang terlihat polos.
“Hmm, aku kagum akan keberanianmu gadis kepang dua” ucap seorang gadis yang mengenakan armor emas di tubuhnya
Renner menoleh ke arah Erina, suasana di ruangan tersebut sudah terasa mengenakan sekarang. Beberapa gadis mulai berdiri dari kursi mereka dan menghampiri Renner.
“Perkenalkan namaku Iblis Clone Erina, maaf atas kejahilanku tadi” ucap Erina
“Tidak apa-apa, lagi pula itu hanya lelucon” balas Renner, tapi hati Renner berkata lain “kau adalah orang pertama yang akan Renner bunuh”
“Maaf memotong pembicaraan kalian, perkenalkan namaku Iblis Knight Monlina” ucap gadis yang mengenakan armor emas
“Monlina dan Erina salam kenal, namaku adalah Iblis Suci Renner” balas Renner tersenyum
“Ternyata benar anda adalah perwakilan dari Iblis Suci, suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda” kata Monlina menatap Renner dengan serius
“Saya benar-benar minta maaf!” ucap Erina bersujud, kali ini ia benar-benar menyesal, sebenarnya dia sudah tahu bahwa gadis yang terkena jebakannya itu adalah perwakilan Iblis Suci tapi dia semakin takut ketika Renner mengakui dirinya sebagai perwakilan dari Iblis Suci
“Tidak apa-apa, tenang saja” kata Renner menenangkan Erina “tenang saja kau akan segera Renner bunuh!” gumam Renner dalam hati
Ketiga gadis tersebut memecahkan suasana di dalam ruangan tersebut, tapi tepat di tengah pembicaraan ada seseorang gadis lain masuk ke ruangan dan berdiri di depan, tampaknya dirinya ingin mengumumkan sesuatu. Dari pakaiannya dia terlihat seperti seorang guru, pakaiannya putih dan memakai jas putih panjang hingga sampai mata kaki. Dia memakai kacamata bundar, rambutnya panjang sedikit berantakan, warnya hitam.
“Baiklah para gadis sekalian, karena kalian sudah berkumpul semuanya, mari kita mulai acara ini” ucap gadis jas putih itu
__ADS_1
...*Be**rsambung*...