Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 23.5 : Pembawa Kabar Buruk Bagian 2


__ADS_3

...Chapter 23.5 : Pembawa Kabar Buruk Bagian 2...


...(Revisi terbaru)...


"Hiks hiks Tuan Philip!"


Sementara Ri berlari menuju gerbang, Tesla berjalan dengan santai dan tetap tenang. Renner istrinya, digendong seperti biasa, dengan perlahan-lahan dia berjalan menuju gerbang.


"Sekarang apa lagi masalahnya!?"


Ri mencoba untuk masuk ke kereta kuda namun para ksatria melarangnya hingga Yang Mulia datang.


"Biarkan dia masuk""


Pintu di buka dan dia masuk melihat Tuan Philip yang sedang sekarat berada di ujung ajalnya. Dengan spontan gadis manusia serigala itu menghadap Tesla dan bersujud memohon pertolongan.


"Yang Mulia. To-long hiks. berikan poti-on untuk Tuan Philip, Aku mohon."


"Kamu tidak perlu memohon."


Tesla menurunkan istrinya, memberikan potion tahap tinggi kepada Philip dengan perlahan-lahan agar dia bisa meminumnya.


"Kant!"


"Ya Yang Mulia" dengan sigap pengawal pribadinya masuk ke dalam kereta.


"Dia tidak mempunyai tenaga lagi untuk meminum ini. Berikan potion padanya pakai mulut kamu"


"Eh?"


"Kamu mengerti kan!, Saya tidak bisa melakukannya." sambil melihat ke arah istrinya


"Ba-baik Yang Mulia!"


Potion diberikan pada Kant, dengan segera dia melakukan hal yang hampir mirip dengan 'cara memberi nafas buatan'


"A-ah" Renner menutup matanya dengan tangannya, sepertinya dirinya belum pernah melihat hal itu terjadi.


"Yang Mulia"


"Ada apa? kenapa kamu berhenti?"


"Tubuh Tuan Philip tidak merespon sama sekali, sepertinya potion ini terlalu tinggi untuk beliau atau mungkin ada kutukan di tubuhnya!"


"Hah..."


"Tidak ada cara lain lagi menyelamatkannya!"


"Apa!! dia harus selamat!"


...***...


Philip di bawa ke penginapan, dia diberikan perawatan yang memadai untuk memperpanjang hidupnya, hanya saja jika terus di biarkan hidupnya hanya beberapa hari saja.


Tesla, Renner, Kant, dan Ri berada di perpustakaan mencari informasi tentang cara menghilangkan kutukan yang membuat orang yang terkena tidak dapat menerima potion.


"Kalau dipikir-pikir lagi..."


"Kant!"


"Ya Yang Mulia"


"Jika Philip di berikan energi sihir yang cukup, apakah dia akan sembuh?"


"Itu Tentu saja Yang Mulia, tapi dalam keadaan tubuh yang sekarat begitu Tuan Philip tidak akan bisa mengisi energi sihirnya secara alami."


"Energi sihir akan selalu mengalir ke yang lebih tinggi bukan?"


"Ya"

__ADS_1


"Saya akan memberikannya sedikit energi sihir."


"Yang Mulia! energi sihir Anda terlalu tinggi untuk Tuan Philip, dan jika beliau tidak bisa menerima potion tahap tinggi itu artinya energinya lebih rendah dari tahap yang terendah."


"Tenang saja, Saya punya rencana"


Tesla menyuruh untuk menghentikan ketiga orang tersebut dalam mencari informasi untuk menghilangkan kutukan Philip. Tapi Ri tidak menghiraukannya dia terus mencari dan mencari. Tidak ada ang keberatan tentang hal itu.


"Sayang ayo kita kembali ke penginapan."


"Baik Suamiku"


Melihat ketekunan hati Ri, Kant menemani dirinya untuk mencari petunjuk tentang kutukan itu.


...***...


Mereka berdua baru berkenalan beberapa menit saat di penginapan, perkenalan yang memberikan kesan buruk pada Kant. Untungnya dia adalah orang yang tidak ambil pusing tentang perasaannya, karena dirinya adalah Komandan Ksatria Penjaga Ibukota yang namanya dikenal oleh Kekaisaran sebagai orang yang paling banyak berkontribusi dalam keamanan negara.


Dia pernah memegang gelar Ksatria Teladan di Ibukota, pernah menjadi komandan pasukan utama di kota Crusher. Banyak sekali prestasinya di bidang tentara, sebenarnya yang membuat orang mengingat namanya karena dia adalah orang baik yang sanggup melakukan apapun demi menjaga kedamaian dan keamanan negara.


"Nona Ri."


Tidak ada respon, dia begitu sibuk mencari petunjuk


"Nona!" suara keras itu membuat Ri terhenti sejenak, tapi kemudian dia melanjutkan pencarian. Kant mendekat dengan emosi di ekspresi wajahnya.


"Nona! berhentilah, Yang Mulia telah menemukan cara untuk menyembuhkan Tuan Philip. Nona bisa percaya padanya dan segera beristirahat, mentari sudah hampir terbit. Tidak baik untuk kesehatan nona yang baru saja sembuh"


"Aku tidak ingin bergantung pada bangsawan!"


"Tapi tindakan kamu ini. Bukannya ingin menyelamatkan seorang bangsawan Tuan Philip?"


"Tuan Philip berbeda!, dia seperti itu karena berkorban demi kakak dan Aku!" Ri berbalik menghadap Kant


Pandangannya kebawah ekspresinya seakan bersiap untuk mengeluarkan air mata. Dengan spontan Kant mendekat memberikan dada untuknya.


"Hiks hiks" sesekali dia memukul dada Kant untuk melampiaskan emosinya.


"Berat sekali beban yang harus di tanggung oleh perempuan ini, di usianya yang masih muda dia harus menanggung nasib bersama dengan kakaknya."


Ra dan Ri memiliki masa lalu yang begitu kelam saat usia mereka masih kecil, mereka berdua menanggapi hal itu dengan cara yang berbeda. Ri menjadi membenci seluruh bangsawan yang ada, kakaknya yang ingin membalaskan dendam Ayah-Ibu kepada keluarga Iblis Perisai.


Walaupun begitu kebencian yang dirasakan Ra di simpan erat-erat di dalam hati, dirinya harus menjadi contoh yang baik untuk sang adik, didepannya Ra bersikap sangat baik pada bangsawan Iblis Perisai. Kebenciannya itu melebihi nyawanya sendiri, dia sanggup mati demi membalaskan kematian kedua orang tuanya.


...***...


“Suamiku. Apa tidak apa-apa meninggalkan perempuan itu sendirian?”


“Jangan pikirkan dia, malam ini akan menjadi milik kita berdua.” Tesla tersenyum


Tidak terbayang oleh Renner, suami tercintanya akan mengajak duluan. Dia terdiam, perasaan malu, takut, senang, lega bercampur aduk di hatinya.


Saat sampai di kamar, Tesla segera mengunci pintu, menutup jendela, dan segera berbaring di tempat tidur bersama istrinya. Mungkin ini adalah waktu yang tidak tepat pikir Renner, tapi siapa peduli dirinya telah lama menantikan hal ini.


“Apa yang kamu tunggu?” tanya Tesla


Sepertinya Ilmuwan gila itu telah selangkah lebih maju dalam urusan percintaan, sudah memiliki inisiatif untuk melakukan hal itu. Tapi tampaknya dia ingin wanita yang duluan, dasar pri-


“Narator, tidak ada yang menyuruhmu untuk menjelaskan hal itu”


Renner segera bersiap-siap, dia memakai pakaian dalam kesukaannya, dia memulainya dengan ciuman.


Cup!...


Cup!...


“Apa yan-”


Cup!...

__ADS_1


“Ada apa dengan gadis ini?, tidak biasanya dia seliar ini!, hah… rasanya aneh sekali, mungkin ini adalah pengaruh hormon, sangat muda untuk di patahkan!.”


Setelah puas berciuman Renner melanjutkannya dengan membuka pakaian suaminya dengan perlahan-lahan, Tesla berusaha tetap tenang mencerna apa yang sedang terjadi.


“Lakukan pernafasan panjang untuk menetralkan hormon ini, hirup… Hah…”


Istrinya yang melihat kelakuan suaminya tidak tahu harus merespon seperti apa, melakukan hal ini saja baru pertama kali bagi dirinya.


“Apa ini! bau yang begitu harum! dasar hormon feronom!”


Hormon feronom adalah penyebab seseorang bisa menyukai bau badan pasangannya. Sebelumnya Tesla tidak pernah merasakan hal ini, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi hormon ini.


Dengan putus asa dirinya berdiri dari tempat tidur sambil menahan pengaruh dari hormon tersebut, pisau buah yang ada di atas meja di ambilnya.


Jleb…


Tesla menusuk perutnya sendiri, perlahan bekas tusukannya meneteskan darah ke lantai, dengan segera istrinya mendekat untuk melihat keadaanya


“Apa yang kamu lakukan?!” spontan Renner menarik tangan yang menusuk perut suaminya.


“Sakit sekali, rasanya sakit sekali…”


Kesadaran Tesla mulai menghilang, tubuhnya kehilangan kendali dan terjatuh untungnya istrinya dengan sigap menahannya.


“Suamiku!”


“Mengambil alih tubuh Tuan Tesla dalam 3… 2… 1… Berhasil”


“Memulai proses pemulihan pada luka, gagal. Mencoba kembali, gagal. Luka telah disembuhkan oleh sesuatu yang tidak diketahui, proses pemulihan dibatalkan.”


“Membaca ingatan untuk memahami situasi, berhasil.”


Tiba-tiba mata Tesla terbuka membuat istrinya terkejut. Yang bangun bukanlah Tesla tapi Einstein.


“Lapor. Tuan Tesla telah memberikan akses tubuh pada Einstein.”


“Einstein?, kenapa kamu yang tiba-tiba muncul?!”


“Jawab. Menganalisis ingatan, selesai. Sepertinya Tuan Tesla tidak bisa mengontrol hormon yang terlalu banyak bertumpuk di syaraf otaknya, selain itu Tuan Renner telah salah paham memahami perkataan Tuan Tesla.”


“Eh? apa maksudnya?”


“Jawab. Tuan Tesla berniat membuat energi sihir yang bisa di terima oleh Philip, tapi sebelumnya harus ada yang menjadi kelinci percobaan.”


“Apa!! Tunggu dulu siapa kelinci percobaannya?”


“Jawab. Ksatria putih yang di panggil oleh Tuan Renner”


“Begitu ya…”


Ekspresi kecewa tampak jelas di wajahnya, dia ke tempat tidur dan menarik selimut. Satu ksatria putih muncul dari bawah tanah, Einstein menundukkan kepala tanda terima kasih.


“Memulai simulasi dalam 3… 2… 1…”


Einstein menutup mata dan mengarahkan tangannya ke kesatria putih, dalam hal simulasi memang A.I adalah juaranya, tapi yang dibutuhkan untuk memperendah energi sihir bukan hanya perlu imajinasi saja, hal ini adalah hukum di dunia ini.


“Gagal. Mencoba kembali”


“Gagal. Mencoba kembali”


“Gagal. Gagal. Gagal.”


Hal tersebut terus terulang, tapi kegagalan bagi A.I adalah hal yang berharga karena dengan begitu mereka bisa belajar dan membuat perkiraan yang lebih baik.


“Gagal.”


Selanjutnya “Persiapan Sebelum Kudeta”


...*** Bersambung ***...

__ADS_1


__ADS_2