
Chapter 8 : Pertarungan Yang Tidak Adil! (revisi typo)
“Tapi rasanya aku tidak mungkin menang melawan keturunan keluarga Iblis Suci, beda cerita jika aku bisa menggunakan sihir tingkat tinggi.. tapi jika aku melakukan itu menantu ku bisa mati tak tersisa dan juga ladang disekitar rumah akan menjadi pasir..” gumam Volta
“Bunuh! bunuh!”
“Saat ini aku hanya bisa menghabiskan waktu untuk membunuh ksatria Iblis Suci itu..”
Volta dan kloningannya melesat ke arah ksatria suci dan ia memukul kepalanya dan seperti yang terjadi pada Tesla, kepala ksatria itu terbang ke udara namun tubuhnya tidak bergerak.
2 ksatria Iblis Suci mati namun 2 ksatria lgi hidup, mereka keluar dari tanah, sedangkan yang mati tenggelam ke tanah.
Volta terus menghabisi ksatria itu dengan sekuat tenaga, namun usahanya terbilang percuma karena ksatria itu terus digantikan yang baru ketika mati,
Ini adalah salah satu alasan Iblis Kegelapan tidak berani memulai perang ke Iblis Suci tanpa persetujuan dari keluarga lainnya, melawan pasukan yang di keluarkan Iblis Suci saja keluarga Iblis Kegelapan sudah merasa akan terjadi perang membosankan.
Iblis Kegelapan memiliki energi sihir yang melimpah mereka tidak akan kalah karena kehabisan energi tapi mereka akan menyerah karena bosan menghadapi sesuatu yang akan bangkit terus menerus, Iblis Kegelapan adalah keluarga dari Jendral terkuat namun tetap saja mereka akan kalah dalam jumlah.
Bagaikan sebuah pendekar pedang profesional melawan pasukan zombie yang muncul tanpa batas, bisa dikatakan Iblis Suci adalah counter alami Iblis Kegelapan, ini juga adalah sebab Iblis Suci tidak takut dengan Iblis Kegelapan.
10 menit kemudian…
Volta berhenti dan ia mundur bersama kloningannya, wajah Volta terasa seperti player pro yang membantai noob player yang datang terus entah darimana.
“Aku menyerah” kloningan Volta kembali menyatu dengan dirinya, ia mengangkat kedua tangan tanda menyerah, seluruh ksatria mengelilingi Volta dan menyerang secara bergantian.
“Ini mungkin hukumanku karena sudah berlebihan terhadap anakku..”
Kepala, kaki, tangan volta terus putus namun aura gelap membentuk tubuhnya kembali hal ini terus berulang.
“Sayang!” kata Volta berteriak
Ibu Resis melihat kearah suaminya itu.
“Apa kau tidak bisa membantuku?” kata Volta dengan kesal
Resis tertawa kecil “Tidak boleh, ini adalah duel antara Ayah dan Menantunya..”
“Duel apanya… 6 vs 1”
Sementara itu keadaan Tesla setelah kepalanya melayang ke udara.
“Hahahaha aku mati hanya dengan satu pukulan?” Tesla berada di tempat yang sangat terang ia melayang - layang bagai di luar angkasa namun tidak dapat bergerak.
“Tak kusangka Volta memiliki kemampuan seperti itu…”
“Tuan.”
“Hmm siapa itu? tunjukan dirimu..”
“Saya adalah AI yang dipanggil Computer oleh Tuan..”
“Computer!? kau masih mengikuti ya..”
“Tidak mengerti..”
“Aku sudah mati, dan sekarang mungkin sedang perjalanan menuju neraka..”
“Neraka tempat apakah itu?”
“Neraka adalah tempat orang yang berbuat jahat seperti diriku… dulu di dunia ku 10 planet musnah karena senjata yang landasan teorinya dari hipotesa ku, aku tak tahu apakah planet kecil itu punya kehidupan atau tidak, tapi tetap saja hal itu membuat aku menjadi orang paling jahat di tata surya..”
“Tidak mengerti.”
“Kau tidak akan mengerti Computer, tapi setidaknya kau akan tiada setelah aku masuk neraka..”
“Tidak mengerti”
“Ada apa Computer kenapa jawabanmu selalu ‘tidak mengerti’ apa kau sudah rusak?”
“Tuan.. terjadi proses regenerasi terhadap kepala anda yang putus, jadi bisa dikatakan saat ini anda sedang menunggu kepala itu selesai diregenerasi.”
“Apa!? apa kau bisa mendeteksi materi apa yang merengen kepala ku itu”
__ADS_1
“Menurut informasi dari saraf anda, materi itu lembut bagaikan air namun materi ini juga terkadang menyebabkan saraf anda mati rasa”
“Hmm jika dipikir - pikir lagi tidak mungkin Volta membunuh anaknya satu satunya..”
“Tidak mengerti”
“Aku tidak bicara padamu Computer, Mmm apa kau bisa membuat wujud di kepalaku Computer?”
“Bisa”
“Lakukan!”
“Wujud apa yang anda inginkan Tuan”
“Perlihatkan wujud kubus energi”
“Baik”
Sebuah kubus energi muncul di sebelah kiri pikiran Tesla.”Bagaimana Tuan?”
“Bagus!, apa kau tahu kubus energi apa itu..”
“Ini adalah salah satu penemuan anda, tercatat di buku sejarah bahwa kubus energi ini ditemukan oleh Tesla Nuke pada tahu-”
“Aku tidak menyuruhmu mendeskripsikannya, apa kegunaan utama kubus energi ini?”
“Sebagai energi darurat apabila sumber energi utama di sebuah negara habis, beberapa perusahaan memakai kubus energi untuk bahan bakar roket mereka.”
“Bagus!, sama seperti kubus itu, kau adalah kartu as yang hanya akan dipergunakan apabila terjadi keadaan darurat.”
“Baik Tuan, dimengerti”
“Computer apa aku boleh mengganti namamu, rasanya tidak nyaman jika berbicara dengan ‘Computer’.” kata Tesla sedih
“Apa Tuan ingin menjadikan diriku teman?”
“Bisa disebut seperti itu tapi aku tak menyebutnya Teman melainkan rekan kerja!”
“Dimengerti.. saya menyarankan nama Einstein..”
“Karena jika Tesla Nuke hidup dijaman Albert Einstein saya yakin dunia akan berkembang lebih cepat karena pemikiran anda hampir sama dengan beliau.”
“Bisa saja kau ini memuji, tapi jika aku hidup dijaman Albert Einstein mungkin perang dingin akan berlangsung lebih lama, apa kau tidak ingat Albert Einstein berkontribusi dalam teori yang membuat bom nuklir, sedangkan aku berkontribusi dalam pembuatan senjata yang dapat memusnahkan sebuah planet..”
“Tuan maaf malah mengingatkanmu pada hal yang buruk..”
“Bagus Einstein kau bisa membaca emosi ku, tadi itu aku hanya ingin mengetesmu saja” jawab Tesla cepat
“Dimengerti, Tuan sebentar lagi proses regenerasi kepala akan selesai.”
“Baiklah, tapi rasanya mati itu begitu tidak enak, walaupun bisa merengenerasi, tetap saja mati itu sakit sekali..”
Kepala Tesla sudah berubah seperti apa yang terjadi pada Volta saat ini, Tesla bangun dan melihat Ayahnya yang dikeroyok oleh ksatria putih di sebuah kubah pelindung.
“Einstein?”
“Ya Tuan?”
“Tumben kau bisa tetap aktif ketika aku sadar.”
“Saya tidak tahu Tuan, tapi ini pertama kalinya saya bisa melihat cahaya setelah sekian lama..”
“Hmm jadi kau bisa melihat apa yang kulihat?”
“Ya Tuan..”
“Kalau begitu coba identifikasi ketiga orang tersebut, gunakan ingatanku untuk menemukan jawabannya..”
“Gadis yang dijaga oleh ksatria putih itu bernama Renner dia adalah Istri Tuan, makhluk hitam itu adalah Volta Ayah Tuan, dan orang yang menahan pelindung adalah Resis Ibu Tuan.”
“Bagus Einstein, aku bahkan tidak tahu bahwa gadis yang dikelilingi oleh dua ksatria itu adalah istriku.. penampilannya dengan Renner begitu berbeda.”
“Tesla!! bagaimana apakah kematianmu terasa sakit..?”
__ADS_1
“Ya Ayah terasa sakit sekali!, jadi apa yang sedang terjadi..?”
“Istrimu mengamuk ketika melihat kepalamu melayang diudara” teriak Volta
“Ayah apa kau baik - baik saja, sepertinya kau terus ditebas oleh ksatria itu..”
“Tenangkan istrimu itu, ayah tidak akan mati dengan serangan sekecil ini”
Tesla berjalan mendekati Ayahnya “jika ia tidak segera dihentikan, mungkin saja ia tidak bisa bangun dalam 1 atau 3 hari kedepan.”
“Ayah apa dia benar - benar Renner?”
“Tidak… bisa disebut dia adalah kekuatan Renner yang sedang mengamuk”
“Penjelasan apa itu.. tapi menenangkan hati istri mudah bagi seorang suami..”
“Bagus anakku, tapi tunggu dulu kenapa kepalamu mulai berubah ke bentuk aslinya?, apa kau sudah menguasai kemampuan keluarga kita?”
“Apa maksud Ayah?, jadi kemampuan ini milik Iblis Kegelapan rupanya, pantas saja Ayah tidak sungkan memukul kepalaku hingga terbang ke udara..” kata Tesla sambil menghela nafas
Kepala Tesla kembali seperti semula namun warna matanya tetap merah dan Einstein masih saja aktif di pikiran Tesla.
“Einstein apa kau bisa mengendalikan tubuhku ini untuk menghindar dari serangan ksatria itu?”
“Bisa Tuan, saya akan mengambil data penglihatan dan data pendengaran Tuan agar pergerakan saya jadi lebih baik”
“Baiklah mari kita dekati Istriku tercinta”
Tesla masuk dan keenam ksatria berhenti menyerang Volta dan beralih menyerang Tesla.
Berkat Einstein Tesla dapat menghindari serangan dan mendekati Renner, dan tentu ia juga bisa menghindari 2 ksatria yang menjaga nya.
Tesla melesat ke arah Renner dan memeluknya, Renner berhenti mengatakan “Bunuh! bunuh!” ketika suaminya memeluknya, “Einstein tugasmu telah selesai”
“Baik Tuan”
Tesla memegang dagu Renner dan berniat menciumnya, Renner menutup matanya yang artinya ia pasrah terhadap keadaan.
Mata Renner perlahan berubah menjadi normal ketika ciuman itu sedang berlangsung, Renner mendapat kesadarannya, dan mendapat keadaan yang bagus dengan Tesla, Renner memengang kepala Tesla ia ingin berciuman lebih lama.
Tesla melakukan hal yang sama hanya saja ia mendorong Renner hingga ia terjatuh dan terjadilah keadaan dimana seperti dikamar saja.
Pelindung dilepas oleh Ibu dan ia mendekati anak dan menantunya itu.
Renner yang menyadari hal itu langsung mendorong Tesla dengan kakinya, “apa yang kau lakukan! disini adalah halaman rumah bukan di kamar” kata Renner
“Kenapa kesannya seperti salahku, padahal kamu yang mulai duluan”
Ibu mendekati Renner dengan senyuman dan memberikan kepala Tesla yang putus, spontan Renner muntah lagi “Renner kau harus terbiasa dengan organ - organ ini, karena mereka adalah koleksi yang berharga..”
kata Ibu dengan senyuman lebar.
“Baik”
“Ibu yakin Tesla akan mati lagi demi melindungi dirimu dan disaat itulah organ tubuhnya pantas dikoleksi..”
Volta mendekati Renner, “maaf ya ini adalah hobi Ibumu..”
“Kepala Tesla yang ini akan Ibu ambil ya..”
Renner masih saja muntah melihat kepala suaminya itu.Tesla mendekati istrinya dan menggendongnya seperti Tuan Putri, tubuh Ayahnya Volta perlahan berubah seperti semula dan mata merahnya mulai memudar, begitu juga dengan Tesla mata merahnya mulai memudar.
Disaat yang sama Einstein perlahan menjadi tidak aktif.
“Tesla kau sudah cukup kuat untuk melindungi istrimu itu, bersiap - siaplah untuk pergi ke Ibukota besok”
“Baik”
Tesla berjalan menuju rumah dan tentu ia memakai sihir angin untuk melewati lubang di halaman rumahnya itu.
“Mereka adalah pasangan yang serasi bukan?” kata Ibu
“Iya, mereka benar - benar sangat serasi..”
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya di chapter berikutnya