Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 28 : Rumah Makan


__ADS_3

...Chapter 28 : Rumah Makan ...


Selagi menunggu Kant membeli item sihir ilusi, Tesla dan Renner memutuskan untuk mencari tempat makan yang sepi agar tidak menyebabkan keresahan publik.


Setelah agak lama berjalan jauh dari pasar, barulah Tesla melihat tempat makan yang sepi pengunjung. Ia hanya berjalan dari gang ke gang untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain.


Tesla melihat kiri dan kanan, setelah yakin tidak ada orang. Ia menarik tangan istrinya kemudian berlari masuk ke tempat makan yang sepi tadi. Benar saja saat masuk, tidak terlihat satu pengunjung pun yang mengisi meja. Suasananya pun menjadi sepi tanpa suara, ketika Tesla masuk bersama istrinya serentak para pelayan tempat makan berteriak "Selamat datang, pelanggan!"


Ada 2 pelayan perempuan yang sedang membersihkan meja, manajer yang sedang berdiri di dekat kasir memperhatikan pintu masuk, seorang kasir yang sedang berdiri di dekat manajer, dan yang terakhir seorang anak kecil yang sedang duduk di salah satu kursi pelanggan.


Ksatria Iblis Suci siap siaga di depan pintu masuk, sekarang jangankan pelanggan, penjahat saja tidak berani masuk ke tempat makan itu.


Salah satu pelayan perempuan langsung mendekati Tesla dan Renner. Ia menyambut pasangan itu dengan senyuman lebar.


"Silahkan duduk ditempat yang anda suka" sambut  pelayan 


Tanpa basa basi Tesla duduk di kursi yang paling dekat dengan nya, istrinya duduk di sampingnya. Kursi yang dipilih Tesla satu meja dengan seorang anak kecil perempuan yang sedang makan.


Dengan segera pelayan mengangkat anak 6 tahun itu dari kursi, namun ia terhenti oleh Renner.


"Biarkan dia menghabiskan makanannya dulu" kata Renner senyum melihat pelayan


"Tapi, dia bisa mengganggu pelanggan" jawab pelayan pelan


"Tidak apa-apa, benar kan suamiku?" Tanya Renner pada Tesla


"Iya tidak apa-apa, pelayan saya pesan 2 menu makan siang. Apa saja menu yang tersedia?" Tanya Tesla pada pelayan


Akhirnya pelayan itu tidak jadi memindahkan anak kecil itu. Ia segera menjawab pertanyaan dari Tesla "Ada Daging bumbu, sate ayam, dan -"


"2 daging bumbu" kata Tesla memotong perkataan pelayan itu


"Baik, Tuan" jawab Pelayan pergi ke dapur


Suasana di tempat makan itu sangat tenang, karena tidak tahu harus melakukan apa (gabut). Tesla melihat sekeliling dan melihat sesuatu yang sedikit aneh. Ia melihat tempat makan yang begitu bersih dan tertata rapi.


Renner melihat wajah suaminya sambil tersenyum. Akhirnya Tesla sadar bahwa dirinya sedang dilihat oleh istrinya. Tesla membalas tatapan istrinya itu dengan melihat wajahnya yang begitu cantik. Tak sengaja ia melihat dada istrinya itu, Tesla mulai memperhatikan hal itu terus hingga membuat Renner malu.


"Ada apa, mesum" kata Renner memalingkan wajahnya malu-malu


"Dadamu itu tidak wajar untuk seorang gadis berumur 16 tahun" ucap Tesla sambil tetap melihat Dada istrinya itu

__ADS_1


"Ini. Ini adalah berkah dari Raja Iblis untukku" kata Renner sambil membusungkan dadanya. Tampaknya ia senang diperhatikan oleh suaminya.


"Apa kamu tidak merasa keberatan dengan ukuran dada sebesar itu" tanya Tesla mengalihkan pandangannya


"Berhenti lah melihatnya, mesum" kata Renner.


Sepertinya Renner belum juga menyadari pertumbuhan dadanya yang begitu pesat pada beberapa hari belakangan ini. Tesla tidak melihat dada istrinya itu sebagai ***** birahi, ia memperhatikannya karena pertumbuhannya yang tidak biasa. Sebagai seorang biologiwan, ia harus peka dengan perubahan fisik orang-orang disekitarnya.


Tapi terlihat jelas bahwa dada Renner memang bertumbuh lebih cepat dari seharusnya, orang biasa saja bisa melihat perbedaannya.


Renner tidak lagi melihat suaminya itu, sekarang pandangannya terletak pada anak perempuan yang sedang makan di meja mereka. Renner memperhatikan anak perempuan itu makan dengan santainya.


"Imut nya" kata Renner melihat anak perempuan itu


Tidak ada tanggapan dari anak perempuan itu, sepertinya ia fokus sekali pada makanannya. Berselang beberapa saat, anak itu telah selesai menghabiskan makanannya. Ia membereskan sisa-sisa makanannya di atas meja kemudian berjalan mengantarkan piring ke arah dapur.


"Pintarnya" gumam Renner


Tesla memperhatikan anak perempuan itu juga, ia juga sedikit kagum dengan anak itu karena ia sudah bisa membersihkan meja makannya sendiri saat masih anak-anak.


"Semoga nanti anak pertama kita adalah perempuan" gumam Renner pelan


Tesla mendengar apa yang dikatakan istrinya itu, dengan natural ia membalas pernyataan dari Renner "Tidak, tidak perlu perempuan. Laki-laki semua" gumam Tesla


"Hah!" Kata Tesla spontan


Renner melihat suaminya malu-malu. Tesla mulai berbicara dengan spontan tanpa pikir panjang "2 saja?!, jangan bercanda! Kita akan memiliki 10 anak laki-laki. 10 adalah jumlah minimalnya, lebih baik kita memiliki 100 saja"


Wajah Renner semakin memerah, ia tidak menyangka suaminya menginginkan 10 orang anak bahkan 100. Percakapan mereka terhenti disana, Renner sibuk menahan pikirannya tentang suaminya itu yang menginginkan 10 anak laki-laki dengannya.


Tesla diam dan baru menyadari kesalahan yang ia buat. Ia baru ingat bahwa sekarang dirinya tidak lagi di bumi tahun 2666. Di bumi, seseorang bisa dengan mudahnya membuat anak mereka sendiri melalui bayi tabung, bahkan jenis kelamin bisa ditentukan oleh orang tua.


Dunia ini bukanlah bumi abad ke 27, menginginkan 10 orang anak laki-laki pada seorang gadis adalah hal terbodoh yang pernah dilakukan oleh ilmuwan jenius ini. Ilmuwan gila itu hanya bisa terdiam dan menyesali perkataannya pada istrinya itu.


Sebagai seorang pria, ia tidak bisa menarik kata-katanya kembali. Yang hanya ia bisa lakukan adalah menjelaskan maksud menginginkan 10 orang anak tersebut.


2 pelayan perempuan datang menyajikan makanan di atas meja. Menu makanan yang dipesan Tesla adalah daging bumbu. Saat pelayan menaruh piring yang berisi daging bumbu itu, hidung Tesla langsung tahu dengan nama makanan tersebut.


"Rendang" kata Tesla spontan


Setelah selesai menyajikan makanan, Tesla segera mencuci tangannya dan mulai memakan daging bumbu tersebut. Saat gigitan pertama, tanpa Tesla sadari, matanya mengeluarkan air mata tanda bahagia.

__ADS_1


Istrinya yang melihat hal itu segera bertanya pada suaminya "Suamiku? Kenapa kamu menangis?" Tanya Renner cemas


Tesla tidak merespon istrinya, sepertinya ia benar-benar tenggelam pada kenangan yang ada pada makanan Rendang itu. Tesla memakan rendang itu dengan lahapnya.


Setelah menghabiskan makanan itu, Tesla segera memanggil pelayan untuk menanyakan sesuatu tentang menu makan siang yang baru saja ia makan.


"Pelayan!" Kata Tesla keras


Salah satu pelayan perempuan mendekati meja dan segera menjawab panggilan dari Tesla "Ya, Tuan" balas pelayan khawatir cemas


"Siapa yang membuat makanan ini?" Kata Tesla sambil menunjukkan piring daging bumbu


"Aku dan kakak" jawab Pelayan cepat


"Kakak?" Tanya Tesla spontan


"Maaf Tuan. Yang membuat daging bumbu itu adalah koki hebat kami Ina" balas Pelayan


"Ina… siapa namamu?" Tanya Tesla lagi


"Ine, Tuan" jawab pelayan


"Ina dan Ine, akan saya ingat nama itu" gumam Tesla


Renner hanya bisa mendengarkan perkataan suaminya pada suaminya itu sembari menyuapi mulutnya sendiri.


"Jadi siapa yang membuat resep makanan ini?" Tanya Tesla lagi


"Koki kami Ina, Tuan" jawab pelayan


"Panggilkan dia"


Ina sedang membersihkan meja-meja pelanggan walau sudah terlihat bersih. Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk mengisi waktu luang karena tidak ada pelanggan.


Saat dipanggil adiknya Ine, Ina langsung menghadap pelanggan. Perasaan cemas dan gelisah mulai terasa ketika ia dipanggil adiknya karena pelanggan. Ia merasa bahwa makanan buatannya menjadi penyebab dipanggilnya dirinya.


"Siapa yang mengaja-"


"Maaf, Tuan makanan itu terasa tidak enak dilidah anda" kata Ina memotong perkataan Tesla


"Tidak enak?!" Gumam Tesla kesal

__ADS_1


...*** Bersambung ***...


__ADS_2