Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 28.2 : Makanan Perang


__ADS_3

...Chapter 28.2 : Makanan Perang...


“Maaf, Tuan” kata Ina


“Makanan ini adalah makanan terenak yang pernah saya rasakan!” teriak Tesla berdiri dari tempat duduknya. Untuk beberapa saat, semua orang yang berada di sana memandangi Tesla dengan terkejut. Tak lama, Tesla kembali duduk kembali seperti semula


“Benar-kah??, Tuan??” tanya Ina, matanya tidak sadar mengeluarkan air mata


“Apa saya harus berteriak lagi?” kata Tesla menatap Ina dengan serius


Perlahan-lahan semua orang mendekati Ina, Ine memberikan tisu kepada kakaknya itu. Manajer tempat makan itu juga menangis tapi ia segera mengusapnya dengan tisu.


“Jadi, siapa yang mengajarimu resep makanan ini?” tanya Tesla serius


“Resep makanan ini adalah warisan turun-temurun” kata Ina dengan senyum


“Warisan keluarga?” tanya Tesla


Manager sedikit mendekati Tesla kemudian ia mulai berbicara “Semua orang yang bekerja di sini adalah keluarga Minang”


“Kenapa tidak ada pelanggan di tempat makan ini?. Padahal makanan ini sangat enak. Siapa nama leluhur kalian yang mewariskan resep ini?” tanya Tesla


“Itu karena...” kata manager menunduk


Manager mulai bercerita pada Tesla, mulai dari alasan kenapa tidak ada pelanggan di tempat makan itu hingga beberapa peristiwa yang menyangkut makanan daging bumbu itu. Resep makanan itu adalah warisan turun-temurun dari keluarga minang, makanan ini sudah ada sejak perang terakhir kali beberapa ribu tahun lalu.


Saat itu makanan ini sedikit berbeda dengan yang sekarang, dulu makanan itu dijadikan persedian darurat, rasanya sedikit hambar karena ada campuran lain.


Saat ini makanan ini masih dijadikan persedian darurat untuk militer, namun resepnya sedikit berbeda dengan resep asli yang hanya diketahui oleh Keluarga Minang. Alasan tidak ada orang di tempat makan itu adalah karena mereka belum mendapatkan kepercayaan pelanggan tentang makanan daging bumbu ini.


Orang mengira bahwa daging bumbu dari Keluarga Minang sebagai persedian darurat militer, keadaan ini ditambah buruk karena Keluarga Minang adalah mantan penduduk di desa perbatasan (wilayah Iblis Patron).


Karena rumor Keluarga Iblis Patron menyatakan kudeta terhadap Yang Mulia sudah tersebar luas, Keluarga Minang semakin tersudut. Sebelumnya, setidaknya ada beberapa orang yang datang ke sana, tapi sejak rumor itu menyebar tidak ada satupun orang yang datang lagi.


Manajer itu juga memperkenalkan anggota keluarganya pada Tesla karena Tesla juga penasaran dengan latar belakang Ina dan Ine. Gadis kembar itu adalah anak kedua dan ketiga. Kakak mereka adalah sang kasir dan terakhir adik bungsu yang berusia 7 tahun.

__ADS_1


Setelah puas bercerita, manager menarik nafas lega “Maaf, Tuan. Saya malah bercerita panjang. Mohon untuk melupakannya saja” kata manager, sudah lama ia tidak berbicara sebanyak itu. Kini ia sudah merasa lega karena telah bercerita panjang lebar dengan Tesla.


Entah ini sebuah kebetulan atau tidak, makanan yang dibuat gadis itu benar-benar mirip dengan rendang yang saya kenal di bumi gumam Tesla dalam hati


“Tidak apa-apa” kata Tesla sambil mengeluarkan satu koin emas murni dari sakunya, ia meletakkannya di atas meja kemudian ia menarik istrinya untuk keluar dari tempat makan itu.


“Saya akan datang lagi...” kata Tesla sambil menutup pintu


Manager dan para pekerja lainnya tersenyum dengan perkataan yang mereka dengar dari Tesla. Suasana menjadi sangat tegang ketika sang manager melihat koin emas murni di atas meja. Saat pertama kali ia melihatnya, ia mengira matanya salah lihat jadi ia mengusap matanya beberapa kali. Tapi, manager tidak sedang salah lihat!


“Apa itu koin emas murni?!” tanya manager menunjuk koin itu dengan telunjuknya yang gemetaran


“Tidak mungkin” kata Ina dan Ine serempak


Dengan cepat manajer mengambil koin emas murni itu kemudian berlari mengejar Tesla, tapi saat ia keluar dari tempat makan. Tesla sudah tidak ada jejaknya, manager itu memeriksa di sekitar jalan, tetap saja ia tidak menemukan Tesla. Ia terus mencari hingga pada akhirnya ia menyerah dan kembali masuk ke tempat makan.


“Ayah?” tanya Ina melihat ayahnya dengan cemas


“Panggil ayah ‘manajer’. Pria itu sudah pergi duluan, aku tidak dapat menemukannya” kata manajer menunduk


Manajer meletakkan koin emas murni di atas meja, semua pekerja berkumpul dan melihat koin tersebut dengan cemas. Mereka semua berpikiran sama, bahwa koin emas murni itu adalah dari seorang Bangsawan yang sangat kaya. Mungkin saja Bangsawan itu salah memberikan bayaran, seharusnya ia membayar 1 koin perak saja.


...***...


Sementara Tesla yang sedang bersantai-santai, Kant tengah bingung memilih barang sihir ilusi yang cocok dengan selera Yang Mulia. Ia ditawarkan beberapa barang sihir ilusi yang sangat mahal, penjual sudah tahu bahwa Kant membawa uang yang sangat banyak dari bartender kenalannya. Wajar saja harganya mahal, tokonya saja terlihat sangat antik dan sangat berbeda dari toko lainnya.


Kant diarahkah ke toko ini oleh bartender yang bekerja di bar minuman, bartender mengikuti Kant diam-diam. Bartender itu ingin menjebak Kant untuk membeli barang di toko tersebut, ia bisa mendapatkan bagian jika Kant membeli barang di toko itu.


“Tuan, bagaimana dengan yang ini” kata penjual memegang sebuah gelang warna hitam gelap


Siapapun yang melihat gelang itu pasti akan merasa curiga, sepertinya gelang itu mempunyai kutukan yang berbahaya, hal itu tampak jelas karena ada aura kutukan di sekitar gelang tersebut.


“Berapa harganya?” tanya Kant senyum


“50 perak” kata penjual dengan nada gembira, penjual itu sengaja meninggikan harganya padahal harga awalnya hanya 2 perak saja, gelang itu hanya gelang biasa yang diberikan sihir ilusi dan beberapa sihir lainnya agar terlihat mahal.

__ADS_1


“Ada yang lebih mahal?” tanya Kant cemas


Penjual itu terkejut, entah Kant sedang mengetes dirinya atau memang ia membawa uang sangat banyak, penjual itu hanya bisa mencari item sihir lainnya kemudian memasang harga tinggi pada Kant.


“Bagaimana dengan item khusus ini?” tanya penjual kembali setelah mengambil sebuah kacamata di dalam kotak penyimpanan rahasianya


Sepertinya kacamata itu akan cocok! Pikir Kant dalam hati


Kacamata itu terlihat sepertinya kacamata biasa tanpa efek apapun, tapi entah kenapa Kant malah tertarik pada kacamata tersebut. Penjual melihat reaksi Kant yang tertarik akan kacamata itu segera membuat cerita karangan tentang kacamata itu.


“Kacamata ini adalah peninggalan seorang Bangsawan yang amat cerdas, ia meninggalkan semua sihir pada kacamata ini sebagai warisan untuk keluarganya. Tapi sayang kacamata ini malah dicuri oleh seseorang yang dendam pada Bangsawan itu, hingga kacamata ini sampai di toko ini” kata Penjual itu dengan wajah serius agar Kant percaya dengan cerita karangannya itu


“Begitu kah!” kata Kant bersemangat


Sepertinya Kant sudah termakan umpan, penjual itu telah berhasil mengecoh Kant. Ia tersenyum melihat reaksi Kant yang semakin tertarik pada kacamata itu.


“Tapi, kacamata ini hanya ada satu. Aku butuh 2, untuk laki-laki dan perempuan” kata Kant yang tiba-tiba kecewa


“Tenang saja Tuan” balas Penjual cemas, ia segera pergi lagi ke belakang dan mencari barang yang cocok dengan permintaan Kant


Tak lama, penjual itu kembali dengan membawa sebuah kalung berkilau mirip kalung perak, lagi-lagi penjual itu melihat reaksi Kant dulu. Terlihat jelas bahwa Kant juga tertarik dengan kalung itu, penjual itu mulai membuat cerita karangan lagi agar Kant ingin membeli kalung tersebut.


“Dulu, ada seorang gadis yang sangat cantik yang memakai kalung ini. Setiap kali ia memakai kalung ini, ia merasa hidupnya lebih baik dan wajahnya selalu tersenyum. Selain itu kalung ini juga memiliki effect sihir yang membuat penggunanya terlihat anggun dan menawan” kata penjual 


“Berapa harga kedua item sihir ini?” tanya Kant cemas


“Bagaimana jika 20 koin emas kuningan” balas penjual, dalam hatinya ia bergumam gawat, aku memasang harga yang terlalu mahal!


“Baiklah, aku beli 2 item sihir ini” kata Kant dengan senyuman, untung saja harganya tidak terlalu mahal gumam Kant dalam hati


“Baiklah Tuan, saya akan menyiapkan dulu kemasan item sihir itu” balas penjual cepat dengan ekspresi yang terkejut


“Sudah aku duga, dia sangat kaya!” kata bartender yang mengintip di dekat dinding toko


Bartender masuk ke tempat penyimpanan rahasia penjual tadi secara diam-diam, sepertinya ada sesuatu yang ia rencanakan dengan penjual itu. Penjual itu memasangkan sihir ilusi biasa pada kacamata dan kalung itu, tak lupa ia menaruh batu sihir sebagai tanda bahwa barang tersebut adalah item sihir.

__ADS_1


Kant segera menemui Yang Mulia di tempat mereka berpisah tadi, mereka melanjutkan perjalanan ke PTB (Perguruan Tinggi Bangsawan) terdekat. Sepertinya mereka akan sampai sore hari nanti.


...*** Bersambung ***...


__ADS_2