Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 27.8 : Pergi Ke Pasar


__ADS_3

Chapter 27.8 : Pergi Ke Pasar


Cahaya mentari pagi mulai menerangi kamar pasangan konyol itu, seperti biasa Tesla bangun duluan dan segera mandi. Setelah itu barulah ia membangunkan istrinya untuk sarapan.


"Ren bangun…" kata Tesla pelan sambil menggoyangkan tubuh istrinya itu


Gadis 16 tahun itu bangun dengan mengusap-usap mata dengan tangan kanannya. Terlihat jelas bahwa ia tidak tidur nyenyak, rambutnya berantakan, mata nya memiliki kantung hitam dan yang lebih parah ia tidak pakai pakaian secuilpun.


Tesla sedikit terkejut melihat keadaan istrinya itu, segera ia menanyakan keadaannya.


"Ada apa denganmu?, kamu begadang?" tanya Tesla dengan nada datar


Tiba-tiba saja Renner memeluk suaminya dan ia mulai merengek sambil berbicara terputus-putus.


"Kemarin. Malam. Ada suara tawa yang terus mengganggu tidur Renner!!, hiks hiks" 


Pakaian Bangsawan hitam merah menyala yang dipakai Tesla dihujani air mata Renner, rasanya percuma saja ia mandi tadi. Dengan respon biasa, Tesla teringat dengan ucapan karyawan yang kemarin tentang rumor suara tawa yang sering terdengar dari rumah baru ini.


Sebenarnya Tesla tidak percaya dengan rumor itu, tapi sekarang ia bertanya-tanya kenapa hanya Renner yang mendengar suara tawa itu?. Dan anehnya lagi jika saja rumor yang dikatakan para karyawan itu benar, siapa yang mendengar suara tawa itu? Tetangga? Tidak ada rumah sejauh 300 meter, ini artinya suara tawa itu harus sangat kencang.


Dan pagi ini, hanya Renner yang bisa mendengar suara tawa yang sangat keras itu. Sungguh aneh dan tidak masuk akal. Tapi ada hal yang lebih tidak masuk akal lagi, Ksatria Iblis Suci (makhluk panggilan Renner) tidak bertindak apapun saat tuannya merasa ketakutan.


Perlahan-lahan Renner melepaskan pelukannya, sekarang ia mulai tenang dan mulai mencerna ingatannya semalam. Karena Tesla tidak percaya pada rumor itu, untuk saat ini ia mengabaikan Renner dan fokus untuk belajar di PTB.


...***...


Pasangan konyol dan aneh itu keluar dari kamar, keduanya memakai pakaian hitam merah menyala tanda bahwa mereka adalah Bangsawan. Hari ini cuaca sangat cerah dan bagus untuk pergi berkeliling ke Ibukota.


Di depan pintu sudah ada 2 pelayan yang menyambut pasangan tersebut. 2 Pelayan itu adalah Ra dan adiknya Ri, dengan serempak mereka berdua membungkuk hormat. Kemudian Ra berbicara dengan lembut "Yang Mulia, sarapan sudah siap"


Tesla hanya sedikit mengangguk, pasangan itu berjalan di depan dan menuju ruang makan yang ada di lantai 1. Terlihat Kant sedang berjaga di dekat pintu masuk. Ketika melihat Yang Mulia, ia langsung membungkuk memberi hormat.


Kant, Ra, dan Ri hanya memberikan hormat membungkuk saja karena mereka sekarang sedang melayani Yang Mulia di rumah. Hal ini adalah norma masyarakat yang ada di Kekaisaran Hades.

__ADS_1


Tesla dan istrinya duduk dan mulai sarapan, Ra dan Ri berada di samping Tesla dan Renner. Terlihat jelas bahwa Renner bingung dengan kelakuan Ra dan Ri.


Tesla memakan roti sarapan dengan cepat, sangat jelas sekali bahwa ia sedang berpikir tentang rumor yang tadi. Tiba-tiba Renner mengejutkannya.


"Suamiku?" Tanya Renner bingung melihat suaminya tidak merespon


Dengan cepat Tesla merespon istrinya itu. "Ada apa?" balas Tesla


"Boleh Ra dan Ri makan bersama kita?" tanya Renner senyum


Ra dan Ri terkejut dan bingung dengan perkataan Yang Mulia Renner yang baru mereka dengar. Kant sedikit mendengar, ia pun sedikit terkejut. Tapi walau mereka bertiga terkejut, mereka tetap berusaha tenang di depan Yang Mulia.


"Boleh, sekalian ajak Kant" kata Tesla sambil menghabiskan roti sarapannya


Dengan cepat Ra, Ri, dan Kant menolak ajakan Yang Mulia Renner.


"Kami tidak pantas makan bersama Yang Mulia" kata Ra cemas


"Kami para makhluk rendahan tidak boleh makan bersama Yang Mulia" kata Kant menunduk 


"Kant hubungi Smile dan Sient untuk membuat meja makan yang cukup untuk 5 orang" kata Tesla


Mereka bertiga hanya bisa melaksanakan kemauan Yang Mulia. Tidak ada alasan lagi untuk menolak pikir mereka bertiga. Lagi pula mereka sedikit senang dengan perintah itu.


...***...


Setelah sarapan Tesla dan istrinya pergi ke luar diikuti oleh pengawal pribadi Yang Mulia, Kant. Setelah berjalan beberapa saat, barulah Tesla mengeluh akan sesuatu.


"Apa benar PTB terdekat berada setengah hari perjalanan?" tanya Tesla pada Kant


"Benar Yang Mulia" jawab Kant


"Kita akan mampir ke pasar dulu sebelum ke PTB" kata Tesla

__ADS_1


"Jarak ke pasar lebih dekat Yang Mulia" jawab Kant 


Setelah berjalan hingga siang hari, akhirnya rombongan itu sampai ke pasar. Barulah Tesla sadar bahwa rumah yang baru saja ia beli memiliki kelemahan yang sangat besar, yaitu akses menuju kota yang sangat jauh. Letak geografis rumah itu berada pada ujung selatan Ibukota yang masih sangat jarang ditinggali orang, wajar saja akan ada rumah dengan halaman seluas 300 meter.


Tapi Tesla sudah sedikit terbiasa dengan hal itu, lagi pula saat ia berada di desa pertanian, hampir tidak ada rumah sejauh 2 KM.


Tesla mampir ke pasar untuk membeli item sihir ilusi untuk menyamar di PTB nanti. Walau tujuannya jelas, ia tidak tahu dimana harus membeli item sihir itu. Untunglah ada Kant yang selalu menjadi andalan Tesla ketika ia sedang kesulitan dalam urusan belanja.


Sebenarnya rombongan itu belum memasuki area pasar, mereka baru sampai tak jauh dari pintu gerbang pasar. Mereka bersembunyi agar Ksatria Iblis Suci tidak membuat takut orang yang sedang di pasar.


Mereka bersembunyi di gang kecil, Ksatria Iblis Suci berada tepat di belakang Renner. Segera Tesla memanggil pengawal pribadinya untuk membeli item ilusi di pasar.


"Kant" kata Tesla


"Ya" jawab Kant menghadap Tesla dan bersujud memberikan hormat


 Tesla mengeluarkan 1 koin emas dari saku nya dan ia berikan pada Kant. Kant segera menerima koin emas tersebut.


"Beli lah 2 item sihir ilusi yang bisa membuat wajah Saya tidak dapat dikenali orang" sambung Tesla


Kant mengangguk "Baik, Yang Mulia" 


Sepertinya Kant sudah mulai terbiasa dengan perilaku Yang Mulia padanya yang sering menguji kesetiaannya. Kali ini ia tidak tergoda sedikitpun dengan 1 koin emas murni yang diberikan padanya. Dengan senyuman, ia akan melaksanakan perintah Yang Mulia.


Walau ia sekarang sudah bisa menahan godaan uang, tapi ia tidak tahu bagaimana cara menawar barang. Satu lagi masalahnya, ia juga tidak tahu toko yang menjual item sihir ilusi itu. 


Karena tidak mau menghabiskan energi keliling mencari toko itu, ia beristirahat di sebuah bar minuman lagi. Entah hal itu sudah menjadi kebiasaannya atau hanya itu yang terlintas di pikirannya. Kant bertanya pada orang-orang di bar tersebut mengenai toko yang menjual item sihir ilusi tersebut.


Siapa sangka bartender yang menjual potion pada Kant waktu itu (Chapter 23) juga bekerja di bar minuman ini. Tapi sepertinya Kant tidak mengingat wajah bartender itu.


Bartender itu mengingat jelas wajah Kant, pelan-pelan ia mendekati Kant untuk mengobrol dengannya. Jelas sekali bahwa bartender ini memiliki tujuan tertentu terhadap Kant.


...*** Bersambung ***...

__ADS_1


__ADS_2