
Chapter 10 : Berangkat Menuju Ibukota (revisi typo)
“Terima kasih telah datang” kata Volta sambil membungkuk, kakek dan orang tua Renner pergi melalui pintu belakang agar orang lain tidak melihat mereka.
“Baiklah.. mari kita lanjutkan pembicaraan kita dengan Tesla”
“Tunggu sayang, mari kita intip mereka di kamar, dari tadi kamar begitu berisik”
“Ide bagus”
Ayah dan Ibu segera pergi ke kamar anak itu dengan pelan tanpa suara, dan saat mereka menempelkan telinga di dinding untuk mendengar suara…
“Sayang ayo berikan pakaian dalam itu..”
“Tidak!, berikan juga pakaian dalam favoritmu..” kata Renner yang sekarang dilindungi oleh dua ksatria putih
“Tidak semua orang mempunyai pakaian dalam favorit, hanya kau yang memiliki itu”
Tesla membuka baju nya “Apa yang kau lakukan?” tanya Renner yang mengintip di antara ksatria putih.
“Bukankah kau ingin pakaian dalam?”
“Hentikan! aku tidak mau pakaian dalammu, berikan aku makanan, aku lapar” kata Renner
“Berikan pakaianmu itu dan kita akan makan.”
“Benarkah?” Renner mulai mempercayai Tesla
“Iya benar, kalo aku berbohong…”
Tesla berbalik badan dan memegang kepalanya dengan kedua tangan
“Jika aku tidak menepati janjiku maka kepala ku akan putus.. seperti ini..” kata Tesla dengan ekspresi seram yang membuat Renner terdiam membeku
Ksatria ketiga muncul di belakang Tesla dan mencoba menebasnya, ia pun mengelak dan mundur ke dekat pintu.
“Bodoh. Tesla bodoh.” tak lama setelah mengatakan itu Renner menangis dengan sangat keras.
“Entah kenapa aku sangat menikmati momen - momen ini”
Tesla tersenyum sambil menyatukan kepala nya kembali.
Mata Tesla menjadi merah ketika kepalanya kembali terpasang, dan saat itu Einstein bangkit.
Tesla meminta saran kepada Einstein yang berada dalam pikirannya
“Sahabatku apa yang aku harus lakukan sekarang?”
“Lihat matahari yang akan tenggelam itu Tuan” Tesla melihat ke jendela
“Dari mana kau tahu itu matahari, itu mungkin bintang yang mirip dengan matahari kita”
“Tuan seharusnya efek dari luapan emosi sudah pudar dari tadi”
“Apa maksudmu?”
“Di dunia lama kita, teknologi untuk membuat orang mengeluarkan seluruh emosi sudah menjadi umum, dan efeknya hanya beberapa jam saja”
“Itu berarti Renner..”
Tesla melesat ke arah Renner dengan sangat cepat, ia lalu menarik kuping Renner “kau ini berhentilah berpura - pura kita harus bersiap kemudian makan malam..”
“Sakit sakit, lepaskan.”
Tesla melepaskan namun dalam sekejap ia mengambil pakaian dalam Renner yang berada di tangannya.
Renner yang melihat pakaian dalamnya diambil spontan mengambilnya kembali.
“Ayolah kita harus bersiap” kata Tesla dengan wajah yang seram, matanya masih berwarna merah membuatnya semakin menakutkan
Renner menundukkan kepala “saya-ng apa.. kau.. menyukai pakaian dalamku?”
“Aku suka!, mari sekarang kita berkemas!” kata Tesla dengan wajah seramnya
Renner berdiri dari tempat tidur dan ia menyimpulkan barang bawaannya sendiri di koper, ketiga ksatria putih itu menghilang perlahan - lahan
“Akhirnya..” Tesla mengambil nafas lega
Ayah dan Ibu mendengar percakapan mereka dari balik dinding, dan ketika Tesla dan Renner membuka pintu..
__ADS_1
“Ayah? Ibu? sedang apa kalian?” tanya Tesla
Tiba - tiba Ayah ngetok - ngetok dinding dan berkata "Ayah sedang memeriksa apakah dinding ini bisa menahan kekuatan mu..” sambil buang muka
Ibu segera pergi dari sana karena ia tidak memiliki alasan “Ibu harus menyiapkan makan malam..”
“Tunggu Ibu.. aku akan membantu..”
“Iya ayo..” kata Ibu sambil menarik tangan menantunya itu
“Ayah berhentilah ngetok - ngetok dinding itu, mari kita ke ruang makan, perutku sudah kosong..”
Volta berhenti “kau benar. Ayo kita makan dulu”
Mereka berdua pergi ke ruang makan, “ayah..”
“Ada apa?”
“Cincin milik Renner mulai mengeluarkan aura gelap.. apa yang harus aku lakukan” kata Tesla sambil menunjukkan cincinnya itu
“Kita bicara nanti saja, mari kita makan..”
Mereka berempat makan di ruang makan seperti biasanya, Ibu dan Renner menyiapkan makanan dan Tesla menghabiskan makanan lebih dulu daripada yang lain.
Tesla berdiri dan menuju kamar “ada sesuatu yang ketinggalan di kamar aku akan pergi mengambil nya”
Tak lama kemudian Tesla kembali, yang lain telah selesai dan menunggunya di ruang keluarga, ia membawa gulungan hitam miliknya dan gulungan yang masih berwarna kertas tua milik Renner
Tesla duduk disebelah Renner yang langsung memeluk tangannya, namun Tesla tak bereaksi.
“Tesla coba lihat cincin tadi”
“Cincin ini semakin hitam saja Ayah, sekarang aura gelap itu semakin banyak disekitarnya” kata Tesla sambil menunjukkan jari manisnya di tangan sebelah kiri
“Hmm kau segera pergi ke hadapan Raja Iblis Hades, hanya dia yang tahu cara melemahkan aura diri sendiri”
“Eh apa Ayah tidak tahu cara nya?”
Volta mengalihkan pandangannya “Ayah dan Ibumu sudah lupa dengan hal itu, kakek mu juga pasti lupa tentang hal ini”
“Jadi kenapa aku harus meminta bantuan Raja Iblis?”
“Asal kau tahu saja, Raja Iblis Hades pernah menjadi rekan dalam petualangan Ayah bersama Ibu mu” kata Volta dengan sombong
Volta kembali mengalihkan pandangannya “tentu saja punya!, namun mereka berada sangat jauh.. akan lebih baik kau pergi ke hadapan Raja Iblis Hades saja.”
“Tesla..”
“Ya Ibu”
“Sebenarnya kakekmu sedang menyembunyikan dirinya dari dunia, jadi Ayahmu ini juga harus menyembunyikan dirinya.”
“Mmm begitu ya.. tapi Ibu apa kegunaan dari cincin ini?”
“Cincin itu adalah penghalang aura.. jaga cincin itu baik - baik karena sama seperti kalung Ayahmu cincin itu diturunkan dari generasi ke generasi.”
“Dengan kata lain cincin ini menghalangi aura yang keluar dari diriku?”
“Tesla sebenarnya tadi.. banyak orang berkumpul karena merasakan aura yang kau pancarkan, demi menjaga kedamaian dan keberadaan dirimu Ayah (kakek Tesla) sampai mengeluarkan aura nya dan membuat seluruh orang di kekaisaran Hades tahu akan dirinya.”
“Tunggu dulu bukankah Kakek ingin menyembunyikan diri?”
“Kau harus minta maaf kepada nya nanti..”
“Baik”
“Entah apa yang dikatakan Volta Ayahku ini.. mana mungkin aura bisa menunjukkan keberadaan seseorang, udah kayak gps pribadi yang tidak memerlukan satelit aja”
Tesla menunjukkan rasa kepercayaannya didepan semua orang, padahal di belakang ia sangat menentang hal itu.
“Ayah cincin ini semakin banyak saja aura gelapnya..” kata Tesla
“Sepertinya tidak ada waktu lagi..” kata Ibu
“Tesla kau harus menghadap Raja Iblis Hades malam ini, cepatlah pergi ganti pakaianmu”
“Tunggu Ayah, kenapa aku harus ganti pakaian..”
“Ganti pakaianmu dengan perlengkapan tani lengkap!, pakaian itu menunjukkan bahwa kau berasal dari Desa Pertanian..”
__ADS_1
“Baik baik..”
Tesla berdiri dan menuju ke kamar, Renner mengikuti dan segera berganti pakaian.
Beberapa menit kemudian…
Tesla dan Renner keluar dari kamar dengan membawa koper.
“Ada beberapa pesan yang akan Ayah sampaikan..”
“Apa itu?”
“Berhati - hati lah terhadap bangsawan lain..”
“Lain?”
“Ada apa, terakhir kali yang Ayah tahu Iblis Kegelapan adalah keluarga bangsawan terhormat. Tenang saja ketika mereka mengetahui kau adalah cucu dari kakekmu itu aku yakin tidak ada yang berani mengganggumu”
“Ini sedikit uang untuk perjalananmu, minta saja uang kepada Raja Iblis Hades kalau kau kekurangan” kata Volta sambil memberikan sekantong keping emas dari tangan istrinya itu
“Yang benar saja, jangan suruh aku minta uang jajan dengan Raja Iblis, itu menakutkan”
Ayah dan Ibu mengantar anak dan menantunya itu ke luar rumah, “Ayah..”
“Ada apa anakku?”
“Bagaimana cara kami pergi..”
“Tentu dengan berjalan, saat kau tiba di perbatasan Desa serahkan surat itu, akan ada orang yang mengantarmu ke Ibukota.”
“Berjalan..”
“Kalau kau tidak ingin berjalan, terbang saja agar lebih cepat..”
“Terbang.. tapi tanganku akan kesakitan nanti jika mengayunkan pedang itu terlalu sering, bukan itu sih masalahnya, hanya saja itu merepotkan.”
“Bagaimana dengan semburan api di kedua tanganmu?”
“Api?”
“Bayangkan saja ada api yang menyembur dari tanganmu..”
Tesla mencoba membayangkan api kecil ditangan kanannya dan terciptalah api itu, “hebat.. tak kusangka aku juga memiliki kemampuan ini”
“Ada apa dengan wajahmu Tesla?, seakan baru pertama kali menggunakan sihir..” kata Ayah “keluarga kita bisa memakai semua elemen di dunia ini..”
“Semua elemen..?” mata Tesla menjadi berapi - api setelah mendengar hal itu, “sihir ini sangat berguna untuk penelitianku nanti..”
Renner tersenyum dengan sikap suaminya itu, ia tahu bahwa Tesla sedang ingin melakukan sesuatu.
“Baiklah selamat jalan anakku..”
Renner memeluk Tesla dengan erat, koper nya melayang - layang di antara mereka, ini karena Renner telah memberikan sihir pengikat dan sihir angin.
“Iya, aku pergi dulu..” Tesla mengarahkan kedua tangannya ke tanah dan semburan api muncul membuat Tesla dan Renner terangkat ke udara dengan cepat.
Mereka berdua bagai peluru yang melesat, tebang begitu tinggi hingga mencapai awan dan ketika itu kedua tangan Tesla mengarah ke belakang, hal itu membuat dorongan ke depan dengan begitu cepat.
Ayah dan Ibu segera masuk kerumah, Tesla awalnya tidak tahu cara mengendalikan semburan api itu, ia terbang kesana kemari.
Pada akhirnya ia menyerah dan berusaha turun, ia berada cukup jauh dari rumah.Turun di jalan sepi yang kiri dan kanan nya hanya ada ladang.
“Ada apa sayang?” tanya Renner
Tesla tak menjawab, ia hanya berusaha turun dan akhirnya berhasil, Renner melepaskan pelukannya dan menatap suaminya
Mata merah terang dan wajah yang begitu menyeramkan terlihat oleh Renner, hal itu membuatnya bertanya - tanya “ada apa sayang..”
“Sayang bisakah kau membuat pelindung yang kuat di sekitar diriku?”
“Baik” Renner segera membuat pelindung
“Menjauhlah sayangku..” Renner segera menjauh dari Tesla.
“Hahahaha” tawa itu terdengar seperti Iblis yang telah membantai pasukan manusia.
“Ada apa dunia!!, aku tidak akan bisa kau kendalikan!!, aku lah yang akan mengendalikanmu!!, seenaknya saja kau memindahkan diriku kedunia ini!!, lebih baik aku mati saja!” kata Tesla dengan bahasa yang ia pakai dulu
Renner tak memahami apa yang dikatakan suaminya itu, dalam pandangannya Tesla sedang berbicara tak karuan.
__ADS_1
Kenapa Tesla tiba - tiba turun dan begitu marah? apa penyebabnya?
Tunggu kelanjutannya di chapter selanjutnya