
Chapter 22 : Tiba Di Ibukota
"Aku Tesla Nuke seorang ilmuwan yang tiba-tiba dan jiwa dan pikiranku dipindahkan ke dunia lain bernama "Dunia Raja Iblis"
Tidak ada yang namanya Dewa di dunia ini yang hanya adalah Raja Iblis, tidak ada Permusuhan antar ras untuk saat ini, tapi yang pasti di kekaisaran keluarga Iblis Kegelapan begitu dihormati hingga kami dipanggil Yang Mulia.
Baru beberapa hari yang lalu Aku terpindahkan ke dunia lain, tiba-tiba saja Volta Ayahku saat ini, membunuhku untuk membangkitkan kekuatan dalam sebagai keluarga Iblis Kegelapan, dan kalung hitam yang berikan nya padaku sebagai hadiah pernikahan lenyap ketika diriku bangun.
Aura milikku semakin membesar, ini mungkin karena kalung hitam yang sudah menyatu dengan tubuh.Karena hal itu Aku di suruh pergi ke Ibukota dan sekalian juga memenuhi undangan dari Raja, dalam perjalanan banyak sekali pembunuh bayaran yang menghadang
Mereka menjadi pelampiasan amarahku dan segerombolan pasukan monster juga menyerang, untung saja Renner dapat memanggil para ksatria Iblis Suci, akhirnya kami sampai di desa perbatasan Ibukota lagi-lagi masalah datang, ternyata ras demi human yang dulu netral terhadap Iblis sekarang keberadaannya hampir punah.
Hah... Aku tidak peduli dengan masalah-masalah itu! mari kita kembali ke tujuan awal. Aku datang ke Ibukota untuk memenuhi undangan dari Raja, serta ingin tahu cara memperkecil/memperlemah aura."
...
Tesla memasuki bangunan paling besar yang ada di depannya sambil menggendong istrinya, tidak ada siapapun di dalamnya, hening tidak ada orang.
"Hehehe tumben tidak ada penyambutan di sini..."
Ia kemudian menurunkan istrinya
"Sayang ruangan ini begitu mewah ya seperti di rumah Patron..." kata Renner sambil melihat-lihat dan menyentuh beberapa barang yang terlihat berkilau.
"Sayang apa kepingan emas itu kamu buat dari emas kemarin?, lihatlah ada juga yang terbuat dari emas di sini"
"Tidak, itu adalah uang saku kita perjalanan kita kali yang diberikan oleh Ayah"
"Begitu ya... tunggu berarti kamu memberikan semua uang kita hanya untuk uang sewa?!"
"Tenanglah Aku juga punya simpanan"
Tiba-tiba sebuah portal terbuka di depan Tesla, Ia tahu itu portal itu milik Raja.
"Oh Tesla, selamat datang ke Ibukota... Hmmm aneh sekali kenapa hanya 1 orang gadis? kemana 2 orang lagi?" kata Raja sambil melihat Renner
Wajahnya berubah cemberut kepada Raja dan Ia melihat ke arah suaminya yang berharap mengakuinya sebagai istrinya
"Siapa om-om bertanduk ini!?"
"Renner dia adalah Raja Iblis bukan om-om bertanduk..."
"Raja gadis yang di sana adalah istriku satu-satunya yang 2 kemarin hanya kenalan saja"
"Hahaha begitu kah..."
"Emmm" kata Renner menggerutu pada Raja
"Imutnya, Raja good job!"
"Heh! tunggu dulu itu adalah istrimu satu-satunya!! sial! Tesla kamu tidak akan punya keturunan jika hanya memiliki 1 istri saja!" kata Raja yang baru sadar dengan ucapan itu
"Begitukah, tapi Renner adalah Iblis Suci jadi akan ada kutukan jika Aku menikah lagi bukan?"
"Hah! kutukan lemah seperti itu takkan bisa menyakiti dirimu... tubuhmu akan di regenerasi oleh aura gelap itu, lagi pula jika istrimu ikhlas membiarkan dirimu menikah maka kutukan itu akan lenyap seketika!!"
"Begitu ya" Tesla dengan wajah tak peduli
"Kenapa wajahmu begitu!!, oi jangan sampai kamu berpikir untuk tidak menikah lagi!" kata Raja sambil memegang pundaknya dan sekali-kali menggoyangkan tubuhnya
Tiba-tiba sebuah tendangan melayang kepada Raja
Plak!
"Dasar om-om tidak peka!"
Renner salah paham dengan perkataan Tesla, menurutnya suami tercinta nya itu tak akan menikah lagi karena begitu mencintai dirinya, padahal Tesla tak tertarik dengan hal semacam itu.
"Ya maaf-maaf mati kita bicara di baik-baik di ruangan atas..."
Raja berjalan menaiki tangga diikuti pasutri itu, mereka duduk di ruang kerja dan mulai berbincang-bincang
"Pertama mari kita memperjelas keadaan saat ini"
"Tunggu dulu kenapa kamu ada tanduk padahal kemarin tidak ada" kata Tesla dengan antusias
"Itu karena Aku menetralkan semua sihir ilusi di setiap sudut bangunan ini, rambut kalian juga terlihat hitam putih loh"
"Aku bertanya kenapa kepalamu ada tanduk?"
"Ahh... itu sudah jelas karena Aku adalah Iblis... hehehe"
"Berarti semua Iblis mempunyai tanduk itu?"
"Be-nar..." kata Raja yang heran dengan pertanyaan Tesla
"Kalau begitu Aku, Renner dan seluruh orang di desa tidak mempunyai tanduk!?"
"Menunjukkan tanduk itu berarti memberitahu bahwa kamu adalah Iblis, kita harus berpenampilan seperti manusia agar ras lain tidak ketakutan.
Ada juga ras yang melakukan hal ini, ini bukan sebuah tradisi Bangsa Iblis hanya salah satu bentuk perjuangan bahwa kita tidak bermaksud bermusuhan dengan ras lain.
Dan tanduk milikmu dan istrimu akan tumbuh seiring waktu, tanduk Ayah dan Ibu angkat mu pasti disembunyikan agar manusia yang tinggal di desa tidak ketakutan.
"Ayah angkat?"
"Oh Apa mereka belum memberitahumu?"
"Tidak"
"Ayahmu itu bukan Iblis Kegelapan seperti dirimu begitu juga dengan Ibumu, mereka hanyalah Iblis biasa, jadi dimana Ayah kandungmu yang menyuruhmu datang kesini, apa kalian berkomunikasi secara rahasia?"
"Ayahku adalah Iblis Kegelapan murni, Ibu... sepertinya dia lebih ke Iblis Suci..."
"Aku mengerti perasaanmu it-"
Raja tiba terhenti karena jawaban Tesla yang berbeda, Ia pikir remaja itu akan menangis karena mengetahui orang tua yang selama ini merawatnya bukan orang tua kandungnya
"Heh! apa maksudmu?!"
"Mereka adalah orang tua kandungku"
"Apa!? berarti Aku sudah lama menemukan Ayahmu itu! ku kira mereka hanyalah Iblis biasa karena perilaku Ayah dan Ibumu seperti orang tua seperti biasanya"
"Maksudnya?"
"Jika dilihat dari sikap mereka di masa lalu, sulit membayangkan bahwa mereka seperti itu sekarang, rasanya melihat orang yang berbeda..."
"Ohh Aku tidak mengerti..."
"Lupakan saja hal itu tidak penting, ehem mari kita kembali ke topik utama..."
"Baik'
"Ayahmu menyuruhmu ke Ibukota karena ingin tahu cara mengecilkan aura milikmu bukan... jika dia adalah Ayah kandungmu maka sudah jelas dia berbohong"
"Iya aku juga berpikir begitu..."
"Sepertinya dia menyerahkan tugas itu kepada anaknya..."
"Tugas?"
__ADS_1
"Apa orang tuamu tidak cerita juga?, ahh merepotkan, dasar Volta awas saja kamu nanti!
Kamu akan melindungi dan menguasai kekaisaran ini ketika Aku sedang bereinkarnasi nanti"
"Begitu ya..."
"Pantas saja semua orang memanggilku Yang Mulia"
"Tapi kenapa harus Aku?"
"Itu tugas Iblis Kegelapan, yang artinya ini adalah takdir keluargamu.Seharusnya Ayahmu yang menjadi Yang Mulia tapi lihatlah dia bahkan tidak memberitahu bahwa kamu akan menjadi Yang Mulia suatu saat nanti"
"Penguasa..."
"Ada apa?"
"Kapan Aku menjadi Yang Mulia?"
"Siapa yang tahu, tapi yang pasti dalam waktu dekat kekaisaran akan jatuh ke tanganmu"
"Oh begitu"
...
"Baiklah sekarang kita bicara soal undanganmu itu"
"Baik"
"Kenapa kamu membawa Istrimu?!"
"Apa tidak boleh?"
"Tidak ada yang melarang sih... Tapi Aku mengundang dirimu sebagai pelajar Top 10, bukannya Istrimu itu"
Ketika suaminya dan Raja duduk, Renner dari tadi memperhatikan seluruh ruangan tanpa mendengarkan pembicaraan mereka.
"Tapi Aku sudah keluar dari Akademi..."
"Tidak apa-apa"
"Aku memanggilmu karena kamu adalah 1 dari 10 pelajar terbaik di kekaisaran, jadi akan ada undangan khusus untuk Perguruan Tinggi terbaik dan undangan kerja dari instansi pemerintah."
"Apa! perguruan tinggi?!"
"Hohoho sepertinya wajahmu begitu terkejut, di desa hanya ada akademi bukan?, tapi di Ibukota ada beberapa perguruan tinggi, jadi kamu akan memilih perguru-"
"Iya aku memilih perguruan tinggi" kata Tesla spontan
"Baiklah, tapi karena kamu adalah Iblis Kegelapan, ingatlah untuk menyembunyikan identitas mu dan tidak menggunakan jabatan mu untuk hal-hal yang tidak penting"
Tesla tertunduk dan tersenyum, dia tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raja, dalam pikirannya hanyalah
"Jika ada perguruan tinggi berarti ada profesor juga, itu berarti ada peneliti atau mungkin di dunia ini ilmuwan yang membuat teknologi sihir seperti lampu masih hidup, akhirnya hidupku memiliki tujuan lagi!"
"Oi kamu dengar tidak?"
Tesla spontan mengangkat kepala dan tersenyum bahagia, Raja terkejut melihat ekspresi nya yang tiba-tiba berubah
"Ada apa?, tampaknya tiba-tiba kamu senang?"
"Tidak ada apa-apa"
...
"Ehem baiklah mari kita bicarakan soal auramu itu...
Kamu hanya perlu menahan emosi saja, tapi cincin penghalang itu sudah tak terselamatkan..."
"Apa maksudmu?"
Tapi tenang mungkin dalam beberapa tahun ke depan atau puluhan atau mungkin ratusan tahun cincin itu akan kembali normal, karena kedua cincin penyerap yang ku berikan akan menyerap aura mu yang menumpuk itu."
"Tapi apa cincin ini tidak akan hancur penghalangnya?"
"Hahahaha cincin itu adalah salah satu Item legendaris yang dapat dipakai oleh beberapa jendral, mana mungkin hancur"
"Ternyata Aku hanya perlu mengontrol emosi... dasar Ayah sialan dia menyuruhku ke Ibukota hanya untuk saran yang begitu mendasar ini!!"
"Ngomong-ngomong menahan emosi hanya untuk menstabilkan aura mu saja, kalau ingin memperkecil nya, mungkin kamu harus memakai beberapa cincin penyerap atau Item penyerap lainnya.
Atau kalau kamu ingin cara rumit, tinggal tarik saja auramu kembali tapi tetap harus memakai item penyerap."
"Menarik aura?"
"Bayangkan saja auramu itu adalah bagian dari dirimu dan gerakkan perlahan auramu ke arah dirimu sendiri"
"Bagian dari diri?"
"Rumit bukan, tapi ada 1 cara lagi yaitu dengan memberikan energi sihir pada jangkauan auramu tapi Aku melarang cara ini, lihatlah Desa yang kamu tinggali itu tanahnya begitu subur karena ada Iblis yang memberikan energi sihirnya ke wilayah tersebut untuk meredam auranya, palingan Ayahmu yang melakukan hal itu"
"Hmm"
"Tapi cara itu adalah cara terampuh untuk melenyapkan aura milikmu, baiklah sekarang pembicaraan kita selesai...
Apa ada yang ingin kamu tanyakan?"
"Iya"
"Ohh apa itu" tubuh Raja membungkuk tanda tertarik dengan pertanyaan Tesla
"Kapan kamu bereinkarnasi? tidak maksudku kapan kamu akan mati?"
"Hah... malah pertanyaan yang itu... jadwal reinkarnasi saat ini adalah bagian ku, setiap reinkarnasi kami keenam Raja Iblis akan berkumpul dan siapa yang menjadi giliran akan dibunuh dengan hormat kemudian mayatnya di lenyapkan agar tidak disembah orang-orang
Tidak ada waktu yang pasti waktu reinkarnasi, kami bisa menentukannya sendiri dari 100-300 tahun sejak Raja Iblis yang terakhir kali bereinkarnasi, kami akan terlahir kembali dalam kurun waktu 100-300 tahun kemudia-"
"Jadi kamu hanya menunggu seseorang untuk mengantikan posisi mu, atau sedang menunggu Raja Iblis yang terakhir kali bangkit?"
"Seharusnya Raja Iblis Lucky akan segera lahir, ketika dia bangkit sepenuh nya maka Aku akan segera menyerahkan Kekuasaan Ibukota padamu"
"Lakukan saja secepatnya kan sudah Ada Aku"
"Hahaha tidak boleh begitu, melepaskan kekuasaan tidak semudah itu dan lagi masih ada urusan yang harus Aku lakukan..."
"Cepatlah mati agar Aku segera menjadi Yang Mulia!"
"Tesla... Raja Iblis juga memiliki perasaan...
Sudah selesai kah?, kalau kamu tidak ada pertanyaan lagi mari kita suda-"
"Kalau begitu, ada satu pertanyaan lagi"
"Apa itu?"
"Dimanakah perpustakaan di Ibukota ini?"
"Heh! Aku kira apa tadi, ayo ikuti Aku"
Raja berdiri dan berjalan ke lantai bawah dan masuk ke salah satu pintu kecil, tapi ketika dibuka ada ruangan yang begitu besar di dalamnya dan berisi rak-rak buku yang menjulang tinggi.
"Oww apa ini?"
__ADS_1
"Ini adalah perpustakaan terbesar di kekaisaran, apapun yang ingin kamu tahu ada di sini, kalau begitu Aku permisi dulu."
Raja segera pergi dan menutup pintu perpustakaan, Ia memberi tahu Renner bahwa suaminya sedang di bawah di ruang perpustakaan.
Tak lama kemudian...
"Sayang!! apa kamu ada didalam, wow! ada ruangan yang sangat besar di sini!, di sini Aku bisa berlarian yuhu~"
"Iya Aku di sini" kata Tesla, namun perhatian istrinya langsung teralihkan dan tak mendengarkan dirinya
Tiba-tiba saja istrinya memeluk suaminya dari belakang, Tesla yang sedang duduk di lantai sambil membaca buku, tidak merespon apapun, Ia bicara sambil melihat halaman selanjutnya
"Dadamu benar-benar semakin besar saja, lepaskan Aku"
Renner tersipu malu
"Ka-mu ini dari tadi hanya bicara soal dadaku!, apa sayangku ingin menyentuhnya?"
Ia menggoda suaminya itu dimulai dengan mendekatkan dadanya ke muka, lalu menaruhnya di depan buku yang dibacanya dan yang terakhir dia mengambil tangan kanan suaminya dan meletakkannya di salah satu dadanya.
"Silahkan!" sambil menutup mata dan malu-malu, bahkan dia gemetaran, karena hal seperti ini adalah yang pertama kali baginya, namun Tesla dengan santai melanjutkan halaman selanjutnya dengan satu tangan saja.
Karena tidak ada respon dari suaminya dia mulai menggerakkan tangan suaminya sendiri untuk meremas dadanya.
"Apa yang sedang kamu lakukan!" Tesla menoleh
"Habisnya kamu bicara soal dadaku yang semakin membesar, jadi Aku ingin kamu mengeceknya dengan benar..."
Renner mengalihkan pandangannya dan menutup matanya, suaminya menarik tangannya dan berdiri.
Kemudian Ia menggendong Istrinya seperti Tuan Putri
Cup!...
Tesla mencium kening istrinya
"Ap-"
Kemudian dia pergi keluar perpustakaan dan menuju ruang kerja Raja.
"Ada apa Tesla?, tidak ada kamar di bangunan ini, sewa penginapan di luar jika kamu ingin melakukan hal itu dengan istrimu" kata Raja yang tersenyum
Tesla kemudian berkata
"Uang untuk penginapannya mana?"
"Hah... Apa Ayahmu itu tidak memberi uang untuk pergi ke Ibukota" kata Raja sambil melontarkan satu keping ke arah Tesla, dengan sigap dia menangkap satu keping emas itu dengan mulutnya.
Istrinya kemudian mengambil satu keping emas itu dari mulutnya.
"Oi Ayahku saja memberi satu kantong emas kenapa kamu cuma satu?"
"Apa! satu kantong emas!, Raja kemudian membuka lacinya dan mendekati Tesla, kemudian Ia memberikan 2 kantong emas kepada Renner.
Hanya ada satu hal di pikiran Tesla saat itu, Raja benar-benar tidak mau kalah dengan Ayahnya dalam hal apapun, dengan segera Tesla pergi keluar menemui pengawal pribadinya Kant, Yang baru saja tiba ke depan bangunan dan bersiap-siap membawa koper milik Tuannya, mereka bertemu di depan pintu masuk.
"Kant"
"Ya Yang Mulia" Kant bersujud memberi hormat
"Beli beberapa makanan ringan, 4 porsi makan siang, dan beberapa obat kuat dan juga jangan lupa air suci"
"Baik"
"Sayang berikan koin tadi..."
Renner melemparkan koin emas murni ke arah Kant dan Ia menangkapnya.
"Ambil saja kembaliannya sebagai gaji mu bulan ini, bawa semua hal itu ke ruang perpustakaan, pintu nya akan ku biarkan terbuka agar kamu tahu"
Tesla berbalik, Istrinya membawa koper dengan sihir pengikat dan sihir angin, pintu ditutup.Dan Kant masih melihat koin emas yang di berikan Yang Mulia.
"Yang Mulia, 1 keping emas kuningan saja sudah tersisa banyak tapi ini malah memberiku 1 keping emas murni..."
...
Mereka berdua masuk kembali ke perpustakaan, Tesla menurunkan istrinya dan melanjutkan bacaannya tadi, Ia tidak memperhatikan istrinya yang sangat malu ketika menyuruh Kant untuk membeli obat kuat.
Renner tidak bergerak sedikitpun karena menahan malu, jantungnya seakan mau meledak, tubuhnya gemetaran, perasaan takut dan senang bercampur aduk.
Tak lama kemudian...
Tok tok tok
"Yang Mulia?"
"Masuklah"
Kant masuk dan memberikan barang yang telah Ia beli, tentunya dirinya juga mengembalikan uang kembaliannya.
"Saya telah mengambil 1 keping koin emas kuningan Yang Mulia, sisanya begitu banyak untuk saya!" kata Kant sambil bersujud
"Begitu ya... keluarlah"
"Baik, terima kasih banyak yang mulia!!"
Kant keluar dan Tesla mengambil botol air suci dan memejamkan mata, air itu kemudian diberikan pada istrinya.
"Ini minumlah, kelihatannya kamu banyak berkeringat"
Renner dengan segera meminum air itu, pandangannya mulai berat namun dirinya melihat suaminya sedang minum 3 botol obat kuat berturut-turut dan mendekati dirinya.
Dalam penglihatan terakhir kalinya Ia melihat suaminya sedang melepas pakaiannya.
"Entah kenapa, rasanya hal ini pernah terjad-"
Renner tertidur dengan pulas, Tesla membuka bajunya kemudian melanjutkan bacaanya.
Ia mengecoh istrinya lagi, air suci itu telah dibuatnya menjadi obat tidur tapi kali ini dosis yang diberikannya tidak separah yang lama, obat kuat itu digunakan sebagai bukti untuk menipu Istrinya.
Dengan ini dia bisa bebas membaca, makan siang dan makan malamnya pun ada, makanan ringan juga ada.
Ia menghabiskan seharian di perpustakaan itu sambil mencari informasi sejarah, hukum fisika, legenda kuno, dan lain-lain.
Dia terus membaca hingga tertidur di antara buku-buku yang bertumpuk, dalam mimpinya Ia merasa ada orang yang sedang memanggilnya.
....
"Yang Mulia Tesla!, Yang Mulia!"
Kant membangunkannya secara halus, Ia juga bersujud setelahnya.
"Yang Mulia ada perempuan demi human sedang mencari anda! sepertinya wajahnya mirip seperti resepsionis waktu itu!"
"Apa maksudmu?"
"Dia datang entah dari mana dengan sebuah kuda dengan kaki yang terkilir, dari tadi dia hanya teriak ingin menemui anda, saya tak sengaja mendengar dan kemudian membangunkan anda.Maaf"
"Tidak, tindakanmu tepat! kerja bagus!"
"Jika Aku terus tidur yang ada malah buang-buang waktu, untunglah ada Kant membangunkan ."
__ADS_1
Tesla segera menuju pintu gerbang tanpa memakai pakaiannya, hanya ada celana pendek yang melekat padanya.Ini karena kebiasaannya dulu di bumi, sering kali dia langsung pergi tanpa peduli dengan penampilannya.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?