Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 24.3 : Rapat dan Persiapan Kudeta Bagian 2


__ADS_3

...Chapter 24.3 : Rapat dan Persiapan Kudeta Bagian 2...


...(Revisi terbaru)...


...*** Beberapa Jam Kemudian ***...


Ilmuwan gila itu akhirnya telah selesai membuat desain dan perhitungan tentang mesin yang akan dia buat, dengan cepat dia ke ruang perpustakaan. Tapi langkahnya dihentikan oleh Kant


"Yang Mulia!"


Tesla berhenti namun dia tidak berbalik menghadap Kant, ini menunjukkan bahwa dirinya sedang terburu-buru dan tidak ingin diganggu oleh siapapun


"Ada surat untuk Yang Mulia"


Kant mendekat ke Yang Mulia, perlahan dia memberikan surat yang diterimanya beberapa jam yang lalu.


"Surat apa itu?"


"Tidak tahu Yang Mulia, tapi dari cap lilinnya, surat ini dari bangsawan Iblis Perisai."


Tesla terdiam sejenak, dia baru ingat akan sesuatu


"Oh iya, Patron dari keluarga Iblis Perisai yang membuat Philip sekarat seperti itu, kenapa dia mengirim surat lagi?, merepotkan sekali."


"Bacakan!"


"Eh?"


"Kenapa?"


"Ini mungkin saja surat yang penting, lebih baik Yang Mulia sendiri yang membacanya"


"Tidak apa-apa, Saya percaya padamu"


Tentu Tesla tidak percaya pada Kant sepenuhnya, dia hanya membual saja agar Kant mau membaca surat itu, memang dasar Ilmuwan gil-


"Diamlah Narator"


"Baiklah kalau begitu"


Tesla berbalik menghadap Kant, dia mulai memperhatikan pengawal pribadinya itu. Kant menarik nafas panjang sebelum mulai membaca surat itu.


"Yang Terhormat Yang Mulia. Saya sebagai perwakilan keluarga Iblis Perisai menyatakan bahwa wilayah desa perbatasan antara Desa Pertanian dan Perkebunan dengan Ibukota Deadly, adalah milik keluarga kami sepenuhnya. Dengan kata lain keluarga Iblis Perisai akan memisahkan diri dari Kekaisaran.


Wilayah desa perbatasan tersebut sudah dikelola keluarga Iblis Perisai selama 300 tahun lebih, tapi kami tidak mendapatkan perluasan wilayah sama sekali dalam beberapa puluh tahun ini. Semua wilayah bangsawan mendapatkan jaminan perlindungan langsung dari Raja Iblis Hades.


Yang Mulia tidak memperhatikan kami keluarga Iblis Perisai, maka dengan perlakuan pilih kasih yang diberikan. Kami keluarga Iblis Perisai akan memisahkan diri dari Kekaisaran Hades!


Atas nama keluarga Iblis Perisai, Ibukota akan berada dalam kekuasaan kami dalam 3 hari kedepan!"


"Sepertinya hal ini tidak penting."


"Yang Mulia!, yang mengirim surat ini pasti Tuan Patron!, surat ini begitu tidak sopan!" Kant yang biasanya dapat mengendalikan diri sekarang menjadi sangat marah


"Tenang lah, urusan ini sudah bukan tanggung jawab Saya lagi, berikan saja pada Raja"


"Tapi Yang Mulia, Raja tidak akan merespon apapun tentang hal ini, karena tugasnya melindungi bukan mengurus urusan politik seperti ini..."


"Jujur saja, Saya tidak mengerti dengan urusan politik..."


Yang namanya negara pasti ada politiknya, jika tidak tahu urusan politik jangan jadi penguasa!


"Diamlah"


"Tidak ada cara lain lagi?"


"Yang Muli-"


Tesla masuk ke kamar lagi, dia mengambil pisau semalam yang ada di lantai. Pisau itu ditusukkannya ke perutnya persis seperti malam tadi.


"Ahh! sakit sekali!"


Darah mulai keluar dari tusukan pisau di perutnya, Kant yang melihat ada darah yang jatuh ke lantai mulai mendekat secara perlahan.


"Yang Mulia!, ada apa?"


Tesla jatuh tapi kali ini tidak ada yang menangkap dirinya, pisaunya saja belum tercabut. Dia mulai melemahkan kesadarannya sendiri agar Einstein bisa aktif.


"Mengambil tubuh Tuan Tesla dalam 3... 2... 1... Berhasil."


"Memulai proses pemulihan pada luka, gagal. Mencoba kembali, gagal. Luka telah disembuhkan oleh sesuatu yang tidak diketahui, proses pemulihan dibatalkan."


"Membaca ingatan untuk memahami situasi, berhasil."


Tiba mata Tesla terbuka, luka pada perutnya mulai sembuh oleh aura gelap. Kant yang melihatnya terkejut.


"Berikan Saya kesadaran atas tubuh ini"


"Respon. Baik Tuan Tesla, memulai proses pengalihan kesadaran dalam 3... 2... 1... Berhasil"


Tesla berdiri, karena pisau pada perutnya belum dicabut jadi proses pemulihan belum dapat dilakukan sepenuhnya.


"Kant!, coba kamu cabut pisau ini"


"Baik"


Renner sudah berkeliling Ibukota dan sekarang dia bosan dan ingin menemui suaminya.


"Mungkin sayang ada di kamar"


Gadis itu bergegas kembali menuju ke penginapan, dan disinilah kesalahpahaman terjadi.


Renner melihat Kant sedang berada di pintu kamar, tadinya dia ingin menyapa tapi tidak jadi karena pengawal pribadi Tesla itu masuk ke kamar.


"Yang Mulia, apa Anda tidak apa-apa?"


"Tidak lanjutkan saja!"


"Kamu harus mencabutnya cepat-cepat!"


Karena mendengar pembicaraan tersebut Renner jadi penasaran dan mulai mengintip di kamar.


"Baiklah akan Saya mulai Yang Mulia"


"Tunggu!, jangan sentuh dulu!"


"Maaf Yang Mulia"


Renner yang melihat dari belakang melihat adegan itu sebagai sesuatu yang mengarah ke seksual, wajahnya memerah dan dia cemburu kepada Kant.


"Lakukan dengan cepat tanpa menyentuhnya!"


"Sayang!"


Gadis itu marah seperti ibu-ibu yang telah menangkap basah suaminya selingkuh. Tapi bagaimana mengatakannya sepertinya Renner juga menikmati adegan itu.


Kant seketika tahu akan situasi yang sedang dilihat oleh Renner, segera dia berbicara


"Nona Renner, ini tidak seperti yang Anda pikirkan..."


Kant menggeleng-geleng kepalanya, tapi sang istri sudah terlanjur marah dan cemburu.

__ADS_1


"Memangnya apa yang dia pikirkan?" tanya Tesla


Dasar Ilmuwan tidak peka!, baca situasinya!. Renner mendekati Tesla, dengan kepala yang tertunduk malu dia berkata "menurut Renner, hubungan seperti itu tidak boleh dilakukan"


"Apa maksudnya? hubungan apa?"


Renner spontan memeluk suaminya itu.


"Kenapa kamu ini?, lepaskan dadamu membuat Saya sulit untuk bernafas"


"Apa Renner saja tidak cukup?"


Ekspresi yang begitu seksi diberikan pada Ilmuwan itu, bahkan Kant yang melihat hal itu, dia menjadi malu dan segera keluar kamar.


"Lepaska-"


Pelukan itu membuat pisau menusuk lebih dalam ke perut Tesla. Istrinya malah semakin erat memeluknya hingga dia pingsan.


"Ada apa Suamiku!"


Tesla yang pingsan di angkat oleh Kant ke tempat tidur, istrinya menunggunya hingga dia sadar. Saat itu Kant mulai menjelaskan kesalahpahaman ini.


"Jadi begitu ceritanya..." kata Renner


"Ya, maaf sudah membuat Anda salah paham!" kata Kant sambil bersujud minta maaf


"Tidak, ini adalah kesalahan Renner. Apa suamiku akan memaafkan Renner? hiks"


"Tenanglah Nona Renner, Yang Mulia adalah orang yang baik pasti akan dimaafkan."


Kant mencoba menghibur gadis itu, tapi usahanya percuma, tangisnya malah semakin menjadi-jadi


"Memulai proses pemulihan pada luka, gagal. Luka tidak dapat disembuhkan karena ada benda yang masih ada di dalam jaringan darah."


"Einstein, lakukan hal yang seharusnya Saya lakukan!"


"Respon. Baik Tuan"


"Ingatlah untuk merahasiakan keberadaanmu dari yang lain, tapi sepertinya Kant akan mengetahuinya. Suruh dia untuk diam, kamu bisa membunuhnya jika dia tidak mau!"


"Respon. Baik"


Tiba-tiba mata Tesla terbuka dan dia langsung mencabut pisau dengan tangan kanannya.


"Proses pemulihan dicoba kembali, gagal. Luka telah sembuh oleh sesuatu yang tidak diketahui"


"Einstein! kenapa kamu muncul lagi!" tanya Renner sambil mengusap air matanya


"Jawab. Tuan Tesla ingin Einstein menggantikannya untuk melakuka-"


"Renner tanya, kenapa kamu muncul?!"


"Jawab. Karena Tuan Tesla mengizinkan Einstein untuk mengambil alih tubuh ini"


"Sayang!, awas saja kamu malam nanti"


Einstein keluar dari kamar diikuti kedua orang tersebut.


"Lapor. Rahasiakan keberadaan Einstein dari orang lain, ini perintah dari Tuan Tesla"


"Eh?"


"Kant! dia adalah roh pelindung pada diri suamiku, Einstein namanya"


"Baik, Saya akan merahasiakan hal ini dengan nyawa sebagai taruhannya!" kata Kant sambil bersujud


"Memulai tugas pertama."


"Selesai. Kirim surat undangan darurat kepada seluruh bangsawan, suruh mereka datang besok"


"Tapi, tidak mungkin untuk mereka sampai ke Ibukota dalam waktu sehari Yang Mulia"


"Mereka harus datang, katakan ini adalah perintah mutlak dari Iblis Kegelapan yang harus mereka lakukan"


"Baiklah" Kant hanya bisa menerima perintah, tidak mungkin para bangsawan itu bisa sampai ke Ibukota hanya dalam 1 hari. Kecuali jika memakai cara yang tidak biasa...


Einstein segera menuju ruang perpustakaan, Kant bergegas pergi ke pusat kantor kota untuk menyampaikan perintah Yang Mulia.


...*** Di Ruang Perpustakaan ***...


"Tanya. Kenapa Tuan Renner mengikuti Einstein?"


"Kenapa emangnya!, Renner ingin menunggu Tesla!"


"Respon. Baiklah kalau begitu"


Kedua perajin itu segera ke depan pintu bersujud pada Yang Mulia


"Yang Mulia, terima kasih karena telah mengizinkan kami masuk ke perpustakaan ini" kata Smile


"Yang Mulia, sebagai ucapan terima kasih kami berdua akan membuatkan Anda sesuatu, misalnya armor atau mungkin pedang sihir" kata Sient


Tanpa basa-basi Einstein mengajak Smile untuk mengikuti dirinya, dan ia tidak ingin Sient ikut.


"Apa mungkin Yang Mulia akan meminta sesuatu yang khusus dari Aku?, ini artinya Smile adalah perajin nomor satu di Ibukota ini!"


Einstein mengajak Smile ke bagian utara perpustakaan, dia sengaja mencari tempat yang tidak bisa dilihat oleh Renner dan Sient. Dan ketika sudah yakin tidak ada yang melihat, ia memberikan salah satu kertas desain. Berikut desainnya



"Perinta-, ehem. Kamu harus bisa membuat benda-benda tersebut dalam waktu 2 hari dari sekarang."


Smile melihat desain tersebut dan bingung karena dia sebelumnya tidak pernah melihat hal seperti itu.


"Yang Mulia, membuat sesuatu yang belum diketahui sebelumnya akan memerlukan waktu yang lebih lama. Tolon-"


"Ehem. Jadi cuma segini kemampuan perajin nomor 2 di Ibukota, mungkin perajin nomor 1 dapat melakukannya..."


"Tidak Yang Mulia, Smile adalah perajin nomor 1, Saya akan menyelesaikan benda ini dalam semalam!"


"Ingatlah, jangan sampai Sient tahu akan hal ini."


"Baik!"


...***...


Mereka berdua kembali ke depan pintu, ekspresi bahagia terus dipancarkan dari wajah Smile.


"Ehem, kalian berdua boleh pulang sekarang, tapi Sient kamu temani Saya untuk sementara waktu, Kant sedang dalam urusan penting sekarang..."


"Hehehe, sepertinya kamu dianggap sebagai bodyguard oleh Yang Mulia, sebaiknya kamu menyerah menjadi perajin, fisik besarmu tidak mendukung hal itu!" kata Smile


Mereka berempat keluar dari sana, dengan segera mereka bertiga menuju ke gerbang Ibukota.


...*** Di gerbang Ibukota ***...


Seharusnya hal ini Tesla yang melakukannya, tapi mau bagaimana lagi Einstein akan lebih efisien dibanding dirinya, ini karena A.I tidak akan terganggu oleh hal-hal tidak penting, di ajak bicara saja susah. Selalu saja bicara dengan nada yang data-


"Perintah. Narator hentikan bualanmu itu atau Einstein yang akan menjelaskan situasinya sekarang."


Maaf. Tanpa basa-basi A.I itu terus melangkah maju, spontan para ksatria penjaga membuka gerbang lalu memberi hormat. Kelima ksatria Iblis Suci menjaga Renner dari berbagai sisi, tak lama mereka sampai di lapangan yang cukup luas di dekat hutan gerbang Ibukota, Einstein menyerahkan kertas desainnya pada Renner.

__ADS_1


"Ksatria yang menemani Saya malam tadi, segera maju ke depan"


Tidak ada ksatria yang maju, ini karena mereka tidak diperintahkan oleh Tuannya


"Ayo kamu yang di sana maju!" kata Renner sambil menunjuk ksatria Iblis Suci yang warnanya lebih putih daripada yang lain.


Dengan segera dia maju ke hadapan Einstein.


"Sient, bagaimana cara memperkuat energi sihir?"


"Ya Yang Mulia, kumpulkan saja energi di suatu tempat, semakin banyak energi yang diberikan maka semakin kuat"


"Baiklah akan Saya coba"


Dengan posisi tangan yang seperti ingin menangkap sebuah bola, Einstein memejamkan mata dan memulai proses memperkuat energi sihir. Dengan membuat simulasi pada sel-sel syaraf otak dia berhasil mengeluarkan energi sihir dengan lancar, sebuah bola hitam mulai terlihat di antara kedua tangannya.


"Simulasi menunjukkan hasil yang berbahaya, semua orang yang berada di radius 200 meter harap pergi sekarang."


"Segera pergi sekarang, simulasi menunjukan hal yang berbahaya, peringatan. Peringatan."


Tiba-tiba mata Einstein terbuka dan dia langsung melihat kiri dan kanan.


"Tuan Renner segera pergi dari sini, Sient kamu harus melindungi Tu-"


"Apa yang terjadi?" kata Sient


Keempat ksatria bersiap menahan serangan yang akan segera datang.


"Melakukan pengorbanan diri, meminta izin Tuan Tesla, izin diterima."


Renner dan Sient berlari menjauh. Einstein mulai berusaha membuat benteng tanah di simulasinya, dia hanya berharap bahwa simulasi itu dapat dibuat dengan kekuatan Tesla. 3 tembok tanah berturut-turut menutupi area di sekitar Einstein, tembok tanah itu terangkat dari permukaan tanah.


Booom!...


Duarr!...


Ledakan besar terjadi. tembok tanah tidak dapat membendungnya, ledakan itu membentuk awan cendawan yang sangat tinggi. Tembok tanah hancur lebur, tanah di sekitarnya berlubang.


Tubuh Tesla mulai beregenerasi, aura gelap membentuk tubuhnya. Beberapa bagian tubuhnya terpelanting entah kemana, tangan dan kakinya terpisah dari badannya.


"Apa yang terjadi?" kata Sient terkejut


Kelima ksatria Iblis Suci melindungi Renner, hingga dia tidak bisa melihat ledakan tersebut. Suara ledakan itu sampai terdengar oleh penjaga gerbang Ibukota.


Tak lama kemudian tubuh Tesla sudah kembali seperti semula, Einstein berjalan ke arah Sient. Perajin bertubuh besar itu masih terpelongo melihat aura gelap yang membentuk tubuh Tesla.


"Sient. EIns- ehem, Saya ada tugas untukmu"


"Ya?"


Einstein berjalan mendekati Renner, ia mengambil kertas desain yang diserahkannya tadi. Dia memberikan salah satu kertas desain itu kepada Sient.



"Kamu harus bisa membuatnya secepatnya."


"Ya Yang Mulia, jika desainnya seper-"


"Bagian yang tersulit adalah tempat penyimpanan energi sihir, lakukan penelitian untuk itu. Minta lah semua barang yang kamu perlukan kepada Kant pengawal pribadi Saya."


"Ya Yang Mulia"


"Kabari Saya tentang perkembangannya besok"


Einstein kembali menuju penginapan di ikuti Renner, Sient belum bergerak sejak kepergian Yang Mulia.


"Ini tugas yang sangat penting, sepertinya Yang Mulia menyerahkan tugas ini padaku karena ia tahu bahwa perajin nomor 1 di Ibukota hanya Aku seorang!. Tapi jika saja tempat penyimpanan energi gagal, itu artinya ledakan seperti tadi dapat terjadi lagi..."


...***...


Wilayah di sebelah barat daya kota Crusher adalah wilayah kekuasaan keluarga Iblis Api, sejauh mata memandang terlihat area hutan tandus, banyak sekali rumah-rumah penduduk.Wilayah tersebut bersebelahan dengan laut yang begitu indah, nama kepala Keluarga Iblis Api adalah Asmodeus.


Saat ini dia tengah sibuk mencari kabar sang Putra Mahkota, Andras. Biasanya kabarnya selalu di kirim oleh mata-mata yang ditugaskan untuk mengawasi sang Putra Mahkota. Di ruangan kastil, Asmodeus sedang menunggu berita baik dari mata-mata yang dia kirim pada putra mahkota.


"Kenapa belum ada juga berita dari mata-mata?"


Tok tok tok


Pelayan mengetuk pintu.


"Masuklah"


Pelayan masuk dan memberi hormat pada Asmodeus. Dibelakang seorang pria yang memakai pakaian serba hitam, wajahnya ditutupi topeng merah yang memiliki simbol api di atasnya.


"Permisi Tuan, pria pakaian hitam ini ingin berbicara langsung dengan Anda"


"Baiklah, tinggalkan kami berdua"


Sang pelayan menutup pintu ketika pria pakaian hitam tersebut masuk.


"Tua-"


"Tunggu berita apa yang kamu sampaikan?, baik atau buruk?"


"Sebenarnya ada 2 berita Tuan, ada yang baik dan ada yang buruk"


Tadinya Asmodeus ingin menghela nafas lega, karena mendengar ada berita baik. Tapi ketika dia mendengar ada berita buruk, ia terdiam sejenak sambil memikirkan kemungkinan berita buruk yang akan disampaikan.


"Sampaikan berita baik dulu"


"Baik. Kami para unit assassin elite telah mendapat informasi lebih lanjut tentang pangeran"


"Apa itu?"


"Dalam misi terakhirnya, pangeran Andras dan rekan timnya berangkat menuju perbatasan desa pertanian Tuan."


"Jadi dia sedang berada di sana?"


"Ini yang menjadi berita buruknya Tuan. penjaga di daerah perbatasan desa itu tidak tersentuh sedikitpun, tidak ada tanda-tanda penyerangan. Dan yang lebih aneh adalah di bagian hutan perbatasan terdapat banyak sekali monster-monster yang seharusnya tidak ada di wilayah tersebut."


Mendengar berita buruk itu, wajahnya jelas menunjukkan keputusasaan, ia hanya bisa menerima hal itu apa adanya. Ia berharap putra sulungnya baik-baik saja.


...*** Di sebuah penjara bawah tanah ***...


Ra di rantai tangan dan kakinya, dia hanya bisa menggerakkan kepalanya, tubuhnya penuh akan darah yang sudah kering. Sudah hampir, setengah hari ia belum sadarkan diri.


Dari kegelapan terlihat pria yang memakai pakaian bangsawan sedang mendekati sel, ternyata pria itu adalah Patron yang ditemani beberapa orang ksatria penjaganya.


Tepat di saat Patron masuk, Ra akhirnya tersadar dan melihat dirinya sedang berada di penjara yang begitu gelap.


"Kalian bertiga boleh memulainya sekarang... nikmatilah gadis ini, tenang saja tidak ada sanksi hukum yang akan kalian terima" kata Patron sambil mundur membiarkan ketiga ksatria yang menjaganya maju kedepan.


Pelan-pelan ketiga pria itu membuka pakaian Ra yang masih lemah dan tidak bisa melawan. Patron segera pergi dari penjara meninggalkan ksatria penjaganya.


Ketiga ksatria yang membuka pakaian Ra berhenti dan memasangnya kembali, tapi sayang ketika mereka melakukan hal itu. Tiba-tiba saja kepala ketiga ksatria itu pecah hingga membuat hujan darah di penjara itu.


"Cih!, dasar penghianat"


Kebanyakan anak buah Patron masih mempunyai hati nurani, mereka sebenarnya keberatan dengan perintah Patron yang semena-mena dan sangat kejam. Tapi yang namanya ksatria mana mungkin pergi meninggalkan Tuan yang di layaninya. Hasilnya banyak dari mereka sengaja tidak memenuhi perintah kejam Patron.


"Tidak ada orang yang bisa dipercaya jika kamu adalah seorang penjahat, hanya ambisi yang akan membuat kita bertahan." - Iblis Perisai Patron

__ADS_1


...*** Bersambung ***...


__ADS_2