
Sedang direvisi
...Chapter 7 : Pertarungan Kematian...
...(Revisi terbaru)...
“Apa Ayah tidak bisa melihatnya?” tanya Tesla
Volta mengambil surat dan memperhatikan setiap kata, dan tidak menemukan hal yang aneh.
“Yang aneh adalah tulisan yang kabur di bawah surat itu, apa Ayah tidak nampak?” kata Tesla sambil menunjukkan dimana letak tulisan kabur itu
“Hmm tulisan apa itu Tesla” tanya Ibu
“Entahlah, sepertinya tulisan ini dihapus namun sisanya masih tersisa, siapa yang peduli” kata Tesla dengan wajah datar
“Tentu saja Ayah tahu ada yang aneh di surat itu, bagus anakku kau bisa menyadarinya...” kata Volta, ia pura-pura tahu padahal tidak mengetahui hal itu.
“Renner. Ayo kita bersiap-siap untuk pergi ke ibukota.” Kata Tesla berdiri
“Tunggu dulu Tesla” kata Ayah
“Ada apa?” sahut Tesla berhenti berjalan.
“Ayo pergi ke halaman sebentar.” Ayah berbicara sambil berjalan menuju pintu keluar. Tesla mengikutinya, saat sampai di halaman rumah Ayahnya menghela nafas dalam-dalam kemudian ia berbalik badan menghadap putranya itu
“Coba lawan Ayah" kata Ayahnya menatap putranya itu
“Tidak. Sudah pasti saya kalah jika memakai tangan kosong” kata Tesla, ia mencoba mengeles.
“Kamu boleh menggunakan seluruh kemampuanmu” balas Ayah cepat
“Apa Ayah ingin tanggung jawab jika pertarungan kita merusak rumah dan ladang?” tanya Tesla, ia tidak tahu caranya bertarung, bahkan ia tidak tahu cara memakai pedang.
“Tenang saja. Lihat itu, ibu dan istrimu sedang menggunakan sihir penghalang dan pelindung di halaman rumah ini,” Kata Volta melihat istrinya dan menantunya.
“Apa kamu yakin penghalang dan pelindung itu bisa menahan sera-” Volta melesat ke arah anaknya, ia memukuli wajahnya dengan sekuat tenaga. Tesla terlempar jauh, bekas pukulan membiru, dan beberapa giginya copot hingga membuat mulutnya berdarah.
“Ayah... saya tak tahu soal beladiri atau apapun itu, tapi jika soal ilmu pengetahuan maka saya adalah ahlinya!!” kata Tesla sambil berdiri
“Ilmu? keluarkan semuanya sekarang!” balas Volta cepat
Tesla memejamkan mata dan terbentuklah pedang udara dari kedua tangannya “Pedang yang bagus...”
Tesla menebas kedua pedangnya, hembusan anginnya membuat tangan Volta tergores. Tubuh pria 40 tahun itu terluka ringan dibagian tangan dan bahu nya.
“Kenapa kau tidak maju?, apa kau tidak bisa memakai pedang?” kata Volta, Tesla melemparkan pedangnya ke arah Volta, namun dengan mudahnya Volta menangkapnya lalu menghancurkannya.
“Jadi anakku apa yang bisa kau perbuat lagi?” tanya Volta dengan wajah yang begitu menyeramkan. Tesla melihat Ayahnya seperti seorang preman yang akan mengambil permen dari anak kecil.
“Ayah… kau memanglah kuat tapi kau memilih lawan yang salah. “ kata Tesla yang menunduk dan tersenyum bagaikan seorang penjahat yang senang karena rencana berhasil.
“Ibu dan Renner perkuat lagi pelindung ini sampai batasnya, dan kalian keluar dari pelindung ini”
Ibu dan Renner segera mematuhi perkataan Tesla, namun tiba - tiba Ayahnya Tesla.. “Ha ha ha ha bagus anakku keluarkan seluruh kemampuanmu!”
Tesla memejamkan mata, tangan sebelah kanannya diarahkan kepada ayahnya, tangannya berbentuk pistol yang siap menembak.
__ADS_1
Volta memperhatikan anaknya itu dan perlahan di ujung jari telunjuk Tesla muncul sinar kecil berwarna biru terang.
Bukannya lari tapi Volta malah bersiap tahan badan, namun tangan kiri Tesla melakukan hal yang sama, Tesla membuka mata dan berkata “Jika Ayah masih ingin hidup maka segeralah mengaku kalah” kata Tesla dengan wajah yang sama menyeramkan dengan Ayahnya itu
“Wajah yang bagus. Tapi Ayah tidak akan menyerah sampai kau mengeluarkan semua kemampuanmu..”
Kedua tangan menembakkan sinar biru kecil tepat di tangan Volta,
“Dor dor”
Duarrrr!...
Sebuah ledakan yang cukup besar terjadi ketika sinar biru itu mengenai tangan Volta, banyak asap membumbung, entah dari mana asal asap ini.
Setelah asap ditebas oleh pedang udara milik Tesla terlihat kedua tangan Volta terputus hingga salah satu tangannya terlempar di dekat Ibu dan Renner
Renner yang melihat hal itu respon pertamanya adalah muntah, ini wajar untuk seorang gadis yang pertama kali melihat organ tubuh yang terputus dari badan.
“Ayah… maaf..” kata Tesla khawatir
“Tesla!.. jangan pernah kasihan kepada lawan yang menantang dirimu, dan lagi jangan kira ayahmu akan kalah jika kedua tangan ini hilang..”
Dari kejauhan Ibu mengambil tangan Ayah yang terlempar jauh darinya,
Volta memejamkan mata dan di sekitar tubuhnya mulai tampak perubahan aneh, otot - ototnya mulai membesar dan aura gelap mulai muncul di sekitar tubuhnya.
Tak lama kemudian tangan Volta digantikan oleh aura gelap yang membentuk tangan, Tesla terkejut dengan apa yang ia lihat, ia bahkan dari tadi masih terkejut karena tembakannya hanya memutuskan tangan Ayahnya, seharusnya tembakannya bisa membuat ayahnya menghilang tanpa jejak.
Tiba - tiba.. “Hahahaha ini sangat menarik!!, Ayah bersiaplah untuk menerima seranganku!!”
“Semangat yang bagu-”
Tesla mulai menembak Ayahnya dengan membabi buta, ledakan bertubi - tubi memekakkan telinga.
Kepala, kedua kaki, badan dan organ tubuh Volta tercecer di halaman rumah, namun ia tidak mati tubuh Volta yang hancur digantikan oleh aura hitam.
“Ayah!! apa kau masih hidup, aku melihat banyak organ tubuhmu tercecer!” kata Tesla dengan wajah yang seakan haus dengan kekuatan.
Tesla berniat mencoba kekuatan senjata yang telah ia kembangkannya di dunia lama nya di dunia baru ini.
“Bagus Tesla..” suara Volta berubah menjadi sedikit serak
“Tapi sudah saatnya Ayah mengakhiri ini..”
“Tunggu Ayah, aku ingin menunjukkan satu lagi kekuatan ku”
“Silahkan. Keluarkan semuanya!” jawab Volta cepat
Volta mengambil batu kerikil lalu mengubahnya menjadi batu mengkilap, batu itu kemudian ia lempar ke dekat ayahnya.
Tesla berlari mundur sampai ia hampir keluar dari pelindung, Tesla memejamkan matanya dan mengarahkan tangan pistolnya ke arah Volta, sedikit demi sedikit cahaya biru semakin membesar dari ujung telunjuk Tesla, cahaya itu ia arahkan ke batu yang ia lemparkan, dan ketika cahaya biru itu sudah sebesar bola basket, ia pun menembakkannya “Dorrr!!”
Tesla bergegas keluar dari pelindung, sebuah ledakan yang mirip seperti nuklir itu terjadi di kubah perlindungan, ledakan itu membuat pelindung retak.
Tanah halaman rumah sudah seperti daerah yang terkena meteor yang jatuh ke bumi, halaman itu berlubang cukup dalam. Tidak ada yang tersisa dari Volta, Tesla tersenyum kecil,
berkata dalam hatinya “Untungnya reaksi kedua materi tersebut masih sama di dunia ini, tapi aneh rasanya kenapa reaksinya begitu kecil di dunia ini? hal ini perlu diteliti lebih lanjut. Bagaimana Volta, kamu tidak tahu yang sedang kamu lawan ini adalah Ilmuwan yang menciptakan hipotesis tentang materi yang sangat berbahaya!.
__ADS_1
Materi yang ku tambakkan adalah C2 110B, materi ini belum diberi lisensi resmi karena masih dalam tahap penelitian. Dan materi yang kedua adalah T4 899 SK atau Saya menyebutnya Small Anti Materi. Konsepnya seperti anti materi yang diberikan materi, ledakan yang amat dahsyat akan terjadi. Tapi reaksi dari kedua materi ini lebih kuat!
Ini hanya asumsi Saya saja, reaksinya 100 kali lebih kuat dari ledakan anti materi. Tapi C2 110B harus ditembakkan dengan sangat cepat ke Small Anti Materi, maka kedua materi ini akan membuat ledakan atom berantai dan menciptakan energi yang amat besar.
Seharusnya pelindung ini hancur berkeping- keping, jika kekuatannya sama seperti di dunia lama. Tembakkan Saya tadi dapat menghancurkan sebuah negara kecil (contohnya singapura). Rasanya Saya sedikit bersalah karena telah membunuh Volta. Tapi sebenarnya ada satu lagi reaksi materi yang belum kutunjukkan padamu, padahal pada saat itu Saya ingin mempresentasikan penemuan reaksi materi itu pada konferensi, tapi Saya malah mati duluan dan dikirim ke dunia ini…” Tesla menghela nafas.
Ia telah mengira telah menang namun ia salah, aura gelap mulai berkumpul di satu tempat dan membentuk tubuh Volta perlahan - lahan. Tesla yang melihat itu hanya bisa terdiam membeku, namun ia segera bereaksi dengan masuk ke pelindung kemudian menembakkan sinar biru beberapa kali.
Tesla terdiam membeku lagi karena melihat aura gelap itu terus saja membentuk tubuh Ayahnya itu, sebagian wajah Volta sudah terbentuk.
“Apa kamu sudah selesai dengan mainan ledakan itu" kata Volta dengan mata yang berubah menjadi merah.
Tesla hanya bisa pasrah, ia tidak bisa berpikir jernih lagi, logika di dunia lain benar-benar tidak masuk akal pikirnya. Ia hanya bisa terdiam di tempat, pasrah. Tubuh Volta sudah selesai dibentuk aura gelap, “Sepertinya kamu cukup berlebihan. Lihatlah tanah ini berlubang karena dirimu.”
Tesla tidak menjawab, ia hanya diam di tempat, Volta melesat dengan sangat cepat ke arah Tesla dan ia memukul kepalanya hingga putus, tapi tubuh Tesla tak bergerak sama sekali hanya kepalanya yang melayang di udara.
“Itu adalah hukumanmu karena sudah melobangi tanah di halaman rumah kita...”
Renner melihat kepala suaminya melayang dan spontan berteriak “Tidakkk!” sambil menutup mata, dan selanjutnya disusul dengan tangisan tersedu-sedu.
Ibu Resis mendekati suaminya dan berkata “Kamu sudah berlebihan. Lihatlah kamu membuat menantu menangis...”
“Itu berarti Renner benar-benar mencintai putra kesayangan kita, ha ha ha” ekspresi Volta berubah seketika saat berbicara dengan istrinya
Mereka berdua berjalan mendekati Renner namun tiba- tiba Renner mengusap air mata nya, dan disaat yang bersamaan ia berdiri. “Berani nya kalian membunuh Tesla!! Suamiku!”
Volta dan istrinya terkejut dengan reaksi Renner, namun mereka langsung melakukan apa yang harus dilakukan.
“Cepat buat pelindung di sekitar sini!” kata Volta cemas
Ibu dengan cepat membuat pelindung disekitar Renner dan Volta, warna mata Renner perlahan berubah menjadi putih.
“Tak kusangka lonjakan emosinya membangunkan kekuatannya” kata Volta terkejut
Renner mulai kehilangan kesadarannya, dan ia mulai merapal sesuatu yang tidak jelas dengan cepat.
“Hal ini harus dihentikan sebelum menjadi situasi yang buruk.”
Volta melesat ke arah Renner namun ada yang menghalanginya. Ksatria Iblis yang serba putih telah muncul, jumlahnya sekitar 10 orang. Volta mundur jauh kebelakang.
“Di umur semuda itu sudah bisa membangkit 10 ksatria iblis suci, menantu ku memang cocok dengan anakku itu.” Kata Volta terkejut sekaligus senang
Dua Ksatria melindungi Renner dan sisanya menyerang Volta, seluruh Ksatria Iblis Suci itu memakai pedang api dan bergerak secara mulus seakan mereka adalah sebuah tim. Serangan mereka begitu terkoordinasi. Volta meladeni kedelapan ksatria itu dengan tangan kosong, dan ketika ada kesempatan Volta mundur menghindari serangan ksatria itu
“Mungkin Saya harus sedikit serius untuk menghabisi kedelapan ksatria merepotkan itu” kata Volta
Volta memejamkan mata nya dan perlahan aura gelap pada tubuhnya menjadi semakin banyak hingga membumbung ke atas, dan kemudian sebuah kloningan terbentuk dari aura tersebut.
“Mari kita akhiri ini, mungkin,” kata Volta ragu.
Di wajah Renner mengalir air mata darah, ia juga dari tadi berkata “Beraninya kamu membunuh Tesla, sayangku. Renner pasti akan melenyapkanmu serta dunia ini!”
Apa yang terjadi selanjutnya kepada Renner?
Bagaimana nasib Tesla yang kepalanya terpisah dari tubuhnya?
Nantikan di chapter selanjutnya
__ADS_1