
...Chapter 26.4 : Pelindung Sihir Tahap Dunia!...
Ra terbaring lemah di kasur, Philip melihatnya kasihan. Di dalam ruangan itu ada dua orang yang sedang berdiskusi untuk menyelamatkan Ra, Philip berdiskusi dengan salah satu anggota Klan Manusia Serigala, ia diminta untuk memberikan potion penyembuh pada Ra
“Tuan, kami Klan Manusia Serigala sangat memohon padamu. Selamatkan tuan putri” kata Manusia Serigala. “Kalau begitu Saya tinggal dulu, Tuan.” Sambungnya
Tanpa membuang banyak waktu lagi, Philip mendekati Ra dan mulai membuka mulutnya. Air dari potion penyembuh sedikit demi sedikit masuk ke dalam mulut Ra. Philip berhenti sejenak, tampaknya menuangkan potion ini tidak efisien, ini karena potion lebih baik diminum sekali teguk agar khasiatnya lebih terasa.
Philip meminum potion penyembuh itu, ia tidak menelannya, ia menahannya di dalam mulut. Dengan cepat ia mencium Ra untuk memberikan potion yang ada dalam mulutnya itu. Dengan begini potion penyembuh pasti akan bekerja lebih mujarab, Philip mengulangi hal ini beberapa kali. Luka di tubuh Ra perlahan-lahan menghilang, kulitnya mulai berwarna normal kembali. Ini adalah tanda bahwa potion penyembuh itu bekerja dengan baik.
Ra tersadar dari pingsannya, hal yang pertama ia rasakan waktu itu adalah kenikmatan yang belum pernah dirasakannya. Ciuman dari Philip, untuk sesaat Ra berusaha berpura-pura bahwa ia belum sadarkan diri agar Philip tidak berhenti menciumnya. Wajahnya memerah dan semakin merah, ia menahan nafas beratnya. Tubuhnya mulai memanas, ia sebenarnya tidak bisa menahannya lagi.
Philip melakukan ciuman terakhirnya, tapi ia merasakan bahwa tubuh Ra mulai panas. Ia membuka baju resepsionis yang dipakai oleh Ra, memang benar kelembaban di dalam kamar itu sangat rendah. Ia pikir Ra kepanasan karena memakai baju resepsionis itu di tengah suhu kamar yang sedang panas itu. Philip juga melepaskan bajunya karena juga merasakan panas.
Ra mengintip Philip, ia membuka matanya sedikit. Terlihat bahwa Philip sedang membuka bajunya perlahan-lahan. Sekarang Ra benar-benar malu setengah mati, kemudian ia melihat Philip membuka bajunya sendiri, apa artinya ini pikir Ra dalam hatinya. Sepertinya Ra mulai salah paham, ia mengira Philip akan melakukan hal itu dengannya, tapi ia juga tidak keberatan, malah ia tampak senang.
Philip melakukan ciuman terakhirnya, Ra menerimanya dengan senang hati. Potion penyembuh mulai mengalir dalam mulut Philip ke mulut Ra, setelah air potion itu mengalir. Ra mulai memancing Philip, ia memainkan lidah ketika ciuman itu masih terjadi. Spontan Philip membuka matanya, terkejut dengan Ra yang merespon.
Kedua tangan Ra memegang leher Philip, permainan lidah itu semakin panas saja. Tak lama setelah itu, perlahan-lahan Philip melepaskan ciumannya. Ia melihat Ra yang begitu menggoda sedang memandangnya dengan mata yang bergairah. Nafas berat mulai terdengar dari telinga Philip, ia tidak menyangka bahwa hal semacam ini akan terjadi.
Philip berbalik, ia pikir telah melakukan kesalahan besar ketika pria mencium wanita tanpa izin dari wanita tersebut, dengan kata lain ini adalah pelecehan. Tapi ingatlah Philip kamu adalah seorang Bangsawan, hal seperti ini sering dilakukan oleh Bangsawan terlebih lagi keRas Demi Human. Tapi tetap saja Philip merasa bersalah, karena ia tidak melihat Ra sebagai Demi Human melainkan sebagai wanita.
“Tuan, Philip?” tanya Ra dengan suara pelan
“Maaf. Tadi Aku berusaha untuk memberi potion penyembuh. Tidak ada maksud lain” balas Philip cepat
Tampak raut wajah Ra berubah seketika ketika Philip meminta maaf, ini artinya Philip benar-benar tidak ada niat untuk melakukan hal itu kepadanya. Namun Ra tidak menyerah, ia berusaha membawa suasana ini kearah yang diinginkannya, ia duduk perlahan dan memandangi Philip.
Ra melihat warna tubuh Philip yang sudah berubah warna menjadi merah darah, tapi tetap saja baginya Philip masih tampan walau sudah berubah menjadi Iblis Sejati, malah ia kagum Philip bisa berevolusi lebih cepat menjadi Iblis Sejati. Otot-otot di perut dan dada Philip terlihat sangat jelas ketika ia berbalik kembali menghadap Ra. Philip benar-benar seperti orang yang berbeda dari ia yang dulu.
“Tuan Philip...” kata Ra dengan lembut dan suara pelan, wajahnya memelas untuk menggoda Philip
Philip melamun sebentar ketika melihat wajah Ra yang begitu cantik itu, tanpa sadar wajahnya memerah. Ia segera membuka mulut untuk memecah suasana itu “Ehem... Apa kamu baik-baik saja Ra?” tanya Philip menutup matanya, sekali-kali ia membuka mata melihat wajah Ra yang memelas itu
Ra belum menyerah, tampaknya Philip masih bisa bertahan dengan godaannya tadi. Kali ini ia akan menyerang lebih agresif lagi. Ra berdiri dari tempat tidur, ia memeluk Philip dengan cepat dan erat-erat. Ra menangis tersedu-sedu, ia sangat bersyukur bahwa Tuan Philip masih hidup.
“Tuan Philip, masih hidup. Hiks hiks, Raja Iblis terima kasih sudah melindungi Tuan Philip. Hiks hiks” kata Ra menangis tersedu-sedu
Philip sempat terdiam sejenak, ia tak menyangka bahwa Ra begitu khawatir akan keadaannya. Philip menenangkan Ra dengan membalaskan pelukannya dan berkata “Benar. Terima kasih Raja Iblis, dan Yang Mulia” Philip memeluk Ra.
Beberapa saat kemudian, Ra melepaskan pelukannya, ia menatap wajah Philip dengan wajah memelas. Philip tidak merespon ia hanya melihat Ra dengan senyuman yang menenangkan. Ra masih menangis, tapi ia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Dengan cepat Ra melakukan ciuman.
Cup!...
Philip terkejut setengah mati, tiba-tiba saja pikirannya tidak bisa berpikir logis lagi, matanya terbuka lebar, tanda bahwa ia benar-benar terkejut. Ra mencium Philip dengan lembut, sebenarnya ia belum pernah berciuman, jadi ciumannya terasa seperti gadis yang baru pubertas. Philip perlahan melepaskan ciuman itu, ia mulai merasa tidak nyaman jika hal ini terus dilanjutkan.
__ADS_1
Dengan cepat Philip menggendong Ra seperti tuan putri, ia membaringkannya di kasur. Segera ia berbalik dan berkata “Istirahatlah, kamu baru saja sembuh” Philip berjalan keluar dari kamar meninggalkan Ra.
Ra kecewa, sepertinya Philip tidak tertarik dengannya sebagai seorang perempuan. Ia menarik selimut dan berbalik dan mengingat bahwa betapa malunya dirinya ketika melakukan ciuman itu, ia terlalu berani kepada seorang Bangsawan. Tapi tetap saja ia senang membayangkan hal itu. “Tuan Philip, Aku tidak akan menyerah” kata Ra pelan-pelan, ia berbicara pada dirinya sendiri.
...***...
Sinar mentari pagi menyinari desa perbatasan, semua orang satu-persatu bangun dari tidur mereka. Beberapa dari mereka masih ada yang berpesta di bar minuman, menari-nari sambil minum alkohol. Pemandangan ini sangat wajar jika anda berada di desa perbatasan ini, para warga berpesta atas kebebasan mereka dari Bangsawan Iblis Patron. Hanya ada senyuman yang ada di wajah mereka sekarang. Tapi sepertinya mereka belum sepenuhnya bebas...
“Pahlawan. Sebuah pelindung dan penghalang aneh tiba-tiba ada di daerah perbatasan desa” kata penjaga Demi Human yang baru saja berpatroli
Saat itu Tesla sedang makan bersama istrinya, ia tidak memberikan jawaban apapun. Siapapun tahu bahwa melaporkan sesuatu yang tidak penting disaat orang sedang makan menunjukkan ketidak sopanan. Tapi penjaga Demi Human itu tidak main-main, ia tidak akan berani mengganggu seorang Pahlawan jika keadaan tidak mendesak seperti ini.
“Kamu!, betapa tidak sopannya!” kata pelayan Demi Human laki-laki yang berdiri di dekat Tesla.
Dengan segera penjaga Demi Human itu sujud meminta maaf, terlihat jelas bahwa ia tidak sengaja melakukan hal itu. Tapi siapapun yang normal akan melaporkan hal ini dengan panik, wajar bagi penjaga Demi Human itu, ia masih normal. Wajahnya berkeringat, entah karena sudah salah melapor ketika Pahlawan sedang makan atau ia khawatir akan penghalang dan pelindung itu.
Tesla telah selesai dengan makanannya, Renner menyusulnya. Tesla segera mengikuti penjaga Demi Human itu untuk memastikan keadaan yang sedang terjadi di daerah perbatasan yang ia katakan tadi. Saat sampai, Tesla terdiam sejenak memandangi pelindung itu, saat ini ia sedang berpikir sangat keras. Otaknya memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, tapi percuma ia tidak dapat mendapatkan kesimpulan kasar yang logis.
Renner mendekati suaminya karena ia khawatir melihatnya yang terdiam ketika sampai di daerah perbatasan, ekspresi wajahnya seakan mengatakan bahwa penghalang dan pelindung itu tidak mungkin ada di sana. Renner memeluk suaminya dari belakang, hal itu membuat Tesla sadar dari pikirannya. Ia menghela nafas lega, karena sudah mendapatkan sedikit kejelasan tentang apa yang ia lihat.
“Pelindung ini adalah pelindung ion” gumam Tesla dalam hati
Pelindung ion atau lebih sering disebut penahan plasma (Elektron Shield). Pelindung ini begitu kuat dan dapat menahan apapun reaksi dari anti materi, saking kuatnya pelindung ini dapat mendistorsi ruang dan waktu, karena hal itu di dunia Tesla Nuke, pelindung ini dijadikan alat untuk mendistorsi ruang waktu pada jalur pesawat luar angkasa agar pesawat bisa melampaui kecepatan cahaya. Ciri khusus dari Elektron Shield adalah warnanya yang selalu biru terang seperti langit di cuaca cerah.
Ciri lainnya yaitu, pelindung ini selalu bergerak seperti barier tidak terlihat. Elektron terus berinteraksi satu sama lain untuk membuat penahan super kokoh. Pelindung seperti ini seharusnya tidak akan ada di dunia fantasy! Pikir Tesla, tapi ia mulai terbiasa dengan logika dunia ini. Ini adalah dunia fantasi yang memiliki hukum fisika nya sendiri, ia tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa pelindung yang ia lihat adalah Elektron Shield.
Cara kerja Elektron Shield sebagai berikut
Jika aliran elektron itu mengalir terus mengalir maka akan terjadi elektromagnetik, efek dari aliran elektron itu akan ditahan memakai ruang hampa atau dengan panas, tapi anehnya pelindung yang dilihat Tesla tidak memiliki keduanya, meskipun begitu ia tidak bisa menyimpulkan bahwa pelindung yang ia lihat bukanlah Elektron Shield.
Dengan kening yang berkedut Tesla bergumam dalam hatinya “Dunia Fantasi!, Saya benar-benar sudah muak dengan cara kerja dunia ini!, tidak ada cara lain lagi. Saya harus segera menemukan hukum-hukum yang ada di dunia ini!”
Tesla berjalan kembali ke penginapan dengan kesal, istrinya mengikutinya dari belakang, terkadang ia juga melihat ke belakang melihat pelindung itu, Renner tidak terlalu peduli dengan pelindung itu atau lebih tepatnya ia tidak tahu apapun tentang pelindung itu. Tesla menuju kamar Ra, ia ingin melihat keadaannya, tepat ketika Tesla ia melihat Philip yang tertidur di dekat Ra, duduk di kursi. Kepalanya terbaring di kasur, badannya ada di kursi.
“Ra, apa kamu sudah sembuh?” tanya Tesla, ilmuwan gila ini benar-benar tidak bisa melihat keadaan. Seharusnya kau biarkan saja ia beristirahat untuk beberapa hari kedepan.
Ra terbangun mendengar suara dari Yang Mulia, ia segera keluar dari kasur dan bersujud kepada Yang Mulia, “Yang Mulia, terima kasih sudah menyelamatkan kami, tidak. Pahlawan, kami ras Demi Human Netral akan menjadi pengikutmu selamanya” kata Ra serius.
Philip terbangun karena mendengar suara Ra, segera ia juga ikut bersujud dan menyambung kata-kata Ra “Yang Mulia, terima kasih sudah memperbaiki semuanya!, hamba secara pribadi akan menuruti semua permintaan anda saat ini, jiwa dan raga ini milik Yang Mulia sepenuhnya” kata Philip cepat
Tesla tidak menganggap serius kata-kata mereka berdua, dari wajahnya ia tidak percaya apa yang dikatakan oleh dua orang yang sedang bersujud padanya itu. Jujur saja, ilmuwan gila itu sebenarnya mudah sekali percaya kepada orang, tapi tidak kali ini. Kata ‘selamanya’ dan ‘jiwa dan raga’ tidak ada di logika Tesla, tidak ada yang namanya ‘selamanya’ tidak ada yang abadi dalam ilmu pengetahuan karena adanya dimensi waktu. Jiwa tidak bisa dilihat ataupun dirasakan, benar-benar sesuatu yang misterius.
Tidak ada yang namanya ‘jiwa’ kalo pikiran ada, pikir Tesla. Tapi tetap saja ia tidak bisa mengambil kesimpulan terlalu cepat, sebenarnya sudah ada penelitian tentang ‘jiwa’ pada makhluk hidup di dunia Tesla Nuke dulu.
__ADS_1
Tesla menatap Ra dan Philip serius, dari wajahnya terlihat bahwa ia ingin memberikan perintah namun ragu mengatakannya karena takut perintah ini terlalu berbahaya, Tesla terdiam sejenak menundukkan kepalanya. Philip mengambil inisiatif bicara “Yang Mulia.”
Tesla menanggapi dengan cara melihat Philip dengan seksama, siap untuk mendengarkan apa yang akan ia katakan. Ra juga melihat Philip, ia tersenyum karena melihat Philip yang sudah sangat mengerti bahasa tubuh Yang Mulia, Tesla berbicara menjawab Philip “Ada apa?”
“Silahkan perintahkan apapun kepada hamba Yang Mulia” kata Philip menatap Tesla dengan percaya diri, wajahnya seakan sudah siap dengan ancaman apapun atau bahkan kematian sekalipun.
“Baiklah kalau begitu. Kamu diperbolehkan menolak jika menurutmu terlalu berbahaya” kata Tesla berjalan keluar kamar, ia menuju pelindung dan penghalang yang ada di dekat perbatasan. Ra kembali beristirahat, Renner menemaninya.
Philip terkejut ketika melihat pelindung warna biru terang itu, ia sangat takut sekaligus mencoba bersikap tenang. Hasilnya, ia menunjuk pelindung dengan telunjuknya dengan gemetaran, nada bicaranya sangat tenang.
"Yang Mulia, pelindung ini adalah pelindung tahap Dunia. Dibutuhkan energi sihir yang sangat banyak dan terus menerus untuk menjaga pelindung ini tetap bertahan. Pelindung ini begitu kokoh baik dari dalam maupun luar," kata Philip tenang, tangannya bergemetaran ketika bicara tadi.
"Kemana perginya kepercayaan dirimu tadi?" tanya Tesla menghela nafas. Ia sebenarnya sudah tahu bahwa Philip akan terkejut setelah melihat pelindung itu.
"Saya tidak tahu pelindung sihir tahap dunia itu. Tapi di dunia Saya yang dulu, pelindung seperti ini memiliki kelemahan yang fatal," sambung Tesla.
“Setahu hamba pelindung tahap dunia tidak memiliki kelemahan, tidak. Dapat melihat pelindung ini saja sudah seperti melihat salah satu keajaiban dunia” kata Philip dengan tenang, ia perlahan mundur menjauh dari pelindung itu.
“Kalian tidak mengetahui cara kerja pelindung ini, wajar jika kalian mengatakan pelindung ini tidak memiliki kelemahan,” jawab Tesla berbalik berjalan menuju penginapan kembali.
...*** Masa Lalu Iblis Perisai Patron ***...
“Aku adalah kepala Keluarga Iblis Perisai, aku adalah bos dari perdagangan gelap dalam bisni jual-beli energi sihir, aku adalah seorang pengecut yang hanya bisa berlindung di bawah ketiak orang lain, aku adalah orang yang hanya mencari arti dari kedamaian hidup. Hidup damai adalah tujuan akhir yang ingin aku capai.
Ketika aku masih menjadi anak-anak, orang tua atau lebih khususnya mendiang ayahku selalu mengajarkan cara untuk menjilat kepada anak bangsawan lain, ia selalu tersenyum dan memberikan hadiah ketika aku berhasil menjilat anak bangsawan lain. Sering kali aku melihat ayah berlutut kepada Bangsawan lain ketika ia berkunjung ke wilayah Bangsawan tersebut.
Tidak apa-apa jika keluarga ku harus hidup dengan cara menjilat kepada Bangsawan lain, asalkan hidup kami tenang dan damai. Tapi, jika kamu ingin mendapatkan perlindungan dari Bangsawan (A), bersiaplah musuh Bangsawan (A) akan menjadi musuhmu juga, dengan kata lain keluarga kami tidak bisa hidup tenang dan damai jika terus berlindung di bawah ketiak Bangsawan lain. Tapi jika kami tidak melakukannya mungkin saja seluruh Bangsawan akan menindas Keluarga Iblis Perisai.
Aku sering melihat Ayah dan Kakek meluapkan kemarahan mereka pada warga desa, Ayah seringkali memaksakan warga desa nya untuk bekerja lebih keras untuk membangun benteng dan membuat perlindungan sihir. Perlindungan di desa ini sudah tidak mungkin lagi ditembus, tapi tetap saja Ayah menyuruh warga desa untuk terus memperbaiki benteng hingga akhir hayatnya.
Ayah meninggalkan sebuah pesan penting hanya untukku, ia menyuruhku untuk melindungi desa ini dengan kekuatan Keluarga Iblis Perisai, tak lama setelah kematian Ayah, Ibu bunuh diri tepat di hadapan mata ku ini, ia menusukkan sebilah pedang sihir tepat di jantungnya sendiri. Dalam beberapa bulan, aku hanya bisa depresi.
Peristiwa itu adalah titik terendah dalam hidup ku yang akan merubah sudut pandangku terhadap dunia ini, sejak saat itu aku jarang sekali merasakan kebahagian dan hanya berpikir bagaimana cara memperkuat benteng agar Bangsawan lain akan segan terhadap Keluarga Iblis Perisai!. Aku benci semua Bangsawan yang selalu menindas Bangsawan lain yang ada di bawahnya, tunggu saja ketika benteng ini selesai, kalian tidak akan bisa mengusik kehidupan damai yang selalu aku impikan.
Aku mulai membuat pelindung sihir yang lebih kuat dengan cara terus memberikan energi sihir secara berkala, energi itu didapatkan dari hasil pikiran negatif Demi Human, warga desa. Aku meningkatkan keuangan desa dengan cara menjual energi sihir pada Bangsawan dan orang gelap, sedikit demi sedikit energi sihir terkumpul, memperkuat perlindungan sihir.
Aku berencana menjadikan Ibukota sebagai wilayah Keluarga Iblis Perisai, Ibukota sebenarnya sangat lemah secara pertahan fisik maupun sihir, Ibukota hanya mengandalkan perlindungan dari Keluarga Iblis Perisai dan bantuan Bangsawan terdekat. Setelah menaklukkan Ibukota, aku hanya ingin Raja Iblis memberikan kemerdekaan pada Keluarga Iblis Perisai, tidak ada guna nya lagi berada dalam negara Kekaisaran ini!, Keluarga Iblis Perisai akan keluar dan hidup damai!.
Tiba-tiba saja muncul Yang Mulia (Tesla) entah dari mana, tapi untungnya kekuatannya terlalu kecil untuk disebut Iblis Kegelapan, ia tidak akan bisa mengganggu rencana ku. Sebuah harapan yang tidak diharapkan muncul dihadapan ku, ada seseorang menawarkan untuk menjadi sekutu, ini adalah kesempatan yang bagus, ia hanya meminta syarat membunuh Yang Mulia. Setelah mendapatkan sekutu, keluarga Iblis Perisai akan benar-benar hidup damai!.
Rencana ini benar-benar mengiurkan, aku yakin akan berhasil. Lagi pula rencana perlindungan sudah hampir selesai, hanya tinggal melaksanakannya lagi. Sayang sekali rencana hanya tinggal rencana saja, aku tidak berhasil membunuh Yang Mulia, padahal ia sudah dikeroyok habis-habisan. Rencana perlindungan adalah satu-satunya rencana yang bisa aku lakukan.
Ayah... aku sudah mendengarkan dan melaksanakan pesan penting yang kamu berikan. Tepat setelah kematian ku, semua energi sihir akan ditransferkan ke pelindung sihir! Sekarang desa itu akan aman untuk beberapa ratus tahun yang akan datang, setidaknya aku mati dengan meninggalkan jejak. Mungkin saja pelindung itu sudah menjadi pelindung tahap dunia sekarang, desa itu akan aman bahkan dari sihir dimensi sekalipun.
Ayah... sepertinya aku akan lama menemuimu di neraka, karena jiwa ku masih terjebak dalam pelindung ini.
__ADS_1
...*** Bersambung ***...