
...Chapter 26.8 : Pembicaraan Perempuan...
Tesla kembali ke penginapan, ia ingin menemui istrinya untuk meminta bantuan sesuatu. Saat itu Renner sedang asik berbicara dengan Ra, walau sebenarnya Renner terlihat sulit diajak untuk mengobrol, karena kebiasaanya yang ramah dan energik jadi ia terbawa arus pembicaraan. Sementara itu Tesla dan Philip terhenti di depan pintu kamar Ra, sepertinya Tesla ingin mendengar apa yang sedang dibicarakan Ra dan Renner.
Tesla menepi di dekat dinding dan menempelkan kupingnya, Philip mengikuti apa yang ia lakukan dengan spontan. Philip mengira bahwa Tesla menyadari sesuatu yang berbahaya atau aneh, Philip waspada dan bersiap menjadi tameng untuk Yang Mulia.
“Yang Mu-“ kata Ra terputus
“Panggil Renner saja” jawab Renner cepat
“Maaf Yang Mulia Renner, penggilan itu tidak pantas hamba dapatkan” jawab Ra dengan hormat
“Apa kamu kamu melanggar perintah dari Yang Mulia Renner?” tanya Renner serius
Ra menutup matanya tanda ia menerima perintah dari Renner, ia terkejut tiba-tiba saja Yang Mulia Renner menyuruhnya untuk memanggil nama aslinya langsung. Ra tidak bisa menolak, lagi pula ini adalah perintah langsung dari beliau sendiri, ia hanya memiliki satu pilihan yaitu melaksanakan perintahnya.
Renner terdiam, hal itu membuat suasana menjadi canggung. Terlihat jelas bahwa Ra ragu untuk memulai pembicaraan dengan Yang Mulia Renner, wajar saja ia harus bisa menjaga kata-kata yang keluar dari mulutnya, karena saat ini ia sedang bersama istri dari Pahlawan yang telah menyelamatkannya dan seisi desa perbatasan.
“Yang Muli- , maksudku, Renner bagaimana kenyamanan di desa ini?” tanya Ra dengan senyuman sambil melihat ke arah jendela kamar
__ADS_1
“Emm- desa ini sangat nyaman! Kamarnya lebih luas dari kamar Renner dulu, suhu di sini agak panas tapi makanannya sama enaknya dengan yang ada di desa Renner dulu” jawab Renner dengan senang, sebenarnya ia menunggu Ra memulai pembicaraan. Renner merasa tidak percaya diri ketika sedang berbicara dengan orang yang hampir ia bunuh.
Dalam hati kecil Renner ia tidak ingin membunuh Ra dan adiknya waktu itu. Tapi cintanya terlalu kuat hingga dapat menguasai pikirannya yang akhirnya membuatnya sangat ingin melenyapkan Ra dan Ri agar Tesla hanya memiliki dirinya, dibalik sifatnya yang kejam karena cinta, ia juga bisa sangat polos dalam cinta, ia juga biasanya ramah terhadap orang-orang disekitarnya.
“Dan lagi, suasana di desa ini sedikit lebih tenang dari Ibukota, saat malam hari di sana, Renner sulit untuk tidur karena suara berisik orang-orang” sambung Renner
Suasana tidak nyaman menghilang saat Renner bercerita, sepertinya ia benar-benar sudah terbawa arus, padahal Ra hanya bertanya sedikit saja kemudian Renner menjawabnya dengan segudang cerita, Renner terus bicara hingga ke topik pembicaraan yang sudah sangat melenceng. Renner terdiam sejenak, sepertinya ia sedang menyiapkan mental untuk bertanya sesuatu pada Ra.
“Ra, apa kamu... bagaimana tanggapanmu jika orang yang kamu cintai tiba-tiba berubah?” tanya Renner pelan-pelan menunduk menyembunyikan wajahnya yang malu
Ra tersenyum, akhirnya ia bisa menyadari bahwa Yang Mulia Renner sebenarnya seorang gadis yang masih dalam masa pubertas, dengan kata lain belum dewasa dan tidak memiliki pengalaman tentang dunia pencintaan. Walau begitu Ra juga belum memiliki pengalaman apapun tentang cinta, ia tersenyum karena teringat orang yang ia cintai juga tiba-tiba berubah secara fisik.
Tesla spontan melihat ke arah Philip, ya wajar saja karena malam kemarin Philip masuk ke kamar Ra untuk menjaganya, perubahan fisik yang dimaksud oleh Ra pasti adalah perubahan pada tubuh Philip yang sangat mencolok, jika seorang anak kecil berjalan sendirian dan tiba-tiba dikejutkan oleh Philip, anak kecil itu pasti akan mengira Philip sebagai hantu merah kerena warna kulitnya yang merah darah.
Philip menutup matanya, dari ekspresi wajahnya ia mengaku bahwa orang yang sedang dibicarakan oleh Ra adalah dirinya, wajahnya memerah karena mendengar penyataan cinta dari Ra. Tesla menatap Philip dengan tatapan tajam, tanda bahwa ia terkejut Ra sudah memiliki orang ia cintai tapi tidak ragu mengajaknya untuk bercumbu ketika pertama kali bertemu (chapter 13.5)
“Renner, aku akan tetap mencintainya walau ia sudah berubah menjadi makhluk aneh sekalipun” sambung Ra
Tiba-tiba saja Renner berdiri dari duduknya di tempat tidur, ia berbalik. Ra melihat Renner dengan seksama, ia sedikit terkejut dengan reaksi Renner, Ra segera menarik kata-katanya agar Renner dapat kembali tenang “Semuanya tergantung dengan perubahan yang dilakukan orang yang kita cintai”
__ADS_1
Renner berbalik menghadap Ra dan memeluknya “Renner juga sama denganmu, tak peduli apapun yang berubah dari ‘dia’ Renner akan tetap menjadi pendampingnya selama-lamanya. Tak peduli jika ‘dia’ akan menjadi tirani kejam atau pahlawan, Renner akan selalu ada di sisinya” kata Renner dengan senang, tanpa sadar ia mengeluarkan air mata
Renner perlahan melepas pelukannya, sepertinya ia tidak mendengarkan apa yang dikatakan Ra padanya. Setidaknya Ra tahu bahwa Renner tidak berbohong pada dirinya sendiri, tangisannya dan senyumnya sangat tulus, hal itu tampak jelas pada ekspresi wajahnya.
Tesla yang mendengarkan perkataan Renner, menanggis tanpa sadar. Air mata mengalir deras dari kedua matanya, tapi ekspresi wajahnya datar tanpa ekspresi. Philip yang melihat Yang Mulia menanggis hanya bisa binggung dengan apa yang sedang terjadi, karena sudah cukup lama ia mendengarkan pembicaraan Renner dan Ra, akhirnya Tesla memutuskan untuk menemui mereka.
Renner sadar ada suara langkah kaki yang mendekat, ia merasakan keberadaan Tesla. Dengan cepat ia mengusap air matanya, dengan ia berbalik menghadap suaminya dan bersiap memeluknya dengan erat “Suamiku!!” kata Renner dengan semangat, langkahnya terhenti karena melihat air mata diwajah Tesla, spontan Renner melihat suaminya dengan ekspresi terkejut.
“Ada apa?, biasanya kamu langsung memeluk tanpa alasan” kata Tesla
“Kenapa...? suamiku menanggis?” tanya Renner spontan
“Menanggis?” Tesla memengang wajahnya dengan tangannya, benar saja ada air mata yang sedang menggalir, mata Tesla tiba-tiba melotot karena terkejut, ini karena ia hampir tidak pernah lagi merasakan kesedihan dalam hidup.
Dengan cepat Renner memberikan sapu tangan pada suaminya, tapi Tesla tidak merespon. Saat ini ia teringat dengan masa lalunya yang begitu kelam di dunianya dulu. Ia mengingat bahwa dulu ada juga seseorang mengatakan hal yang sama dengan apa yang dikatakan oleh istrinya. Orang itu berkata akan mengikuti dirinya kemana pun langkah yang ia ambil, tapi kenyataan begitu pahit dan tidak selalu sesuai dengan perkataan. Orang itu meninggalkan Tesla ketika Tesla bersiap untuk melanjutkan mimpinya menjadi kenyataan , hal itu membuat Tesla keluar dari instansi penelitiannya dulu.
Renner mengusap perlahan air mata suaminya, ia tersenyum melihat Tesla yang sekarang. Tesla tersadar seketika ketika istrinya mencubit pipinya, ia melihat Renner yang marah karena cuek kepada dirinya “Ada apa?, tidak pernah Renner melihat air mata suamiku” kata Renner senang, ia senang karena ia tahu bahwa Tesla yang ini memiliki sisi lemah yang bisa ia manjakan.
“Tidak ada apa-apa” jawab Tesla. “Ada hal yang lebih penting lagi yang harus kita bicarakan, kita bicara di dekat pelindung tadi” sambung Tesla berjalan keluar kamar. Philip dan Renner menggikutinya dari belakang, Ksatria Iblis Suci mengawal Renner lagi ketika ia keluar dari kamar. Ksatria Iblis Suci selalu berjaga di depan penginapan dan akan mengikuti Renner jika ia keluar.
__ADS_1
...*** Bersambung ***...