
...Chapter 27.6 : Rumah Baru...
PTB (Perguruan Tinggi Bangsawan) adalah tempat khusus untuk para Bangsawan melanjutkan pendidikannya setelah lulus dari akademi, ada 3 PTB yang ada di Ibukota. Namun hanya satu PTB yang terlihat mencolok dibanding 2 PTB lainnya. Nama PTB itu adalah ‘Fiksi’
PTB ini sudah berdiri lebih dari 500 tahun, sejarawan dari PTB Fiksi mengklaim bahwa Pahlawan pernah belajar di PTB Fiksi. Tapi semua itu adalah sesuatu yang tidak tampak, yang membuat PTB Fiksi mencolok bukan karena hal yang tidak tampak, melainkan PTB ini mencolok karena fasilitas yang begitu megah, desain bangunanannya saja berbeda 180 derajat dengan 2 PTB lainnya.
Sebagian besar orang yang belajar disini adalah Bangsawan terhormat yang memimpin salah satu wilayah kekaisaran Hades. Sebut saja ada adiknya Philip Keluarga Iblis Clone, putra mahkota Keluarga Iblis Api juga pernah belajar di sana, namun ia keluar tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
...***...
“Yang Mulia” kata Kant memberi hormat, ia bersujud kemudian menyambung perkataannya setelah Yang Mulia melihat dirinya, “Hamba sudah berhasil menemukan rumah yang mungkin cocok dengan keinginan Yang Mulia” sambung Kant melihat Tesla dengan senyuman dan sedikit cemas
Terlihat Tesla sedang duduk di kursi hanya menggunakan celana warna hitam ketat, kedua tangannya memegang buku masing masing. Renner ia selimuti pakaiannya ketika Kant datang memberikan kabar, sepertinya gadis periang itu sudah kehabisan energi dan tertidur pulas di dekat suaminya. Tesla duduk di kursi agar istrinya tidak dapat memeluk dirinya lagi dari belakang, tapi percuma saja. Istrinya itu memeluknya dari depan.
“Berapa harga rumah itu?” tanya Tesla menutup kedua buku di tangannya
“Maaf Yang Mulia, hamba tidak sempat menanyakan harganya” kata Kant cemas, ia benar-benar lupa menanyakan harga rumah itu karena terlalu cemas akan tanggung jawabnya
“Tidak apa” kata Tesla berdiri mendekati istrinya, ia mencubit kedua pipi Renner untuk membangunkannya
“Malam nanti kita akan pindah langsung ke rumah itu” kata Tesla sambil mencubit-cubit pipi istrinya yang masih belum bangun
“Baik, kalau begitu hamba permisi dulu” kata Kant keluar dari perpustakaan. Siapapun akan tahu bahwa sebaiknya meninggalkan pasangan yang sedang berdua agar tidak menjadi ‘nyamuk’
Ketika Kant keluar dari perpustakaan, Renner membuka matanya kemudian membalas cubitan suaminya itu. “Renner sudah bangun, saatnya pembalasan” kata Renner bersemangat. Tesla menanggapi kelakuan istrinya itu dengan senyum kecil, mereka berdua bercanda dan tertawa bersama seakan dunia ini milik mereka berdua.
...***...
Tesla dan Istrinya keluar dari perpustakaan, mereka pergi ke guild dagang untuk membeli rumah. Kant berjalan sedikit jauh dibelakang karena ia menjaga jarak dari Ksatria Iblis Putih. Tesla dan Renner berjalan bergandeng tangan, Renner senyum-senyum malu karena ia dilihat banyak orang saat di perjalanan.
__ADS_1
Suasana malam di Ibukota masih sangat ramai, banyak orang berlalu lalang. Banyak toko makanan yang hanya buka malam hari menambah pengunjung setia untuk berkunjung ke Ibukota pada malam hari. Tapi semua itu berubah ketika Ksatria Iblis Putih lewat. Orang tidak berani mendekati Ksatria Iblis Suci, bahkan beberapa orang ada yang pingsan saking ketakutannya. Tidak ada yang berani melawan Ksatria Iblis Putih sebanyak itu.
“Kant bagaimana kamu bisa menuntun kami jika kamu berada dibelakang?” kata Tesla menghadap kebelakang
“Belok kiri Yang Mulia” teriak Kant
Kant benar-benar ketakutan jika harus di dekat Ksatria Iblis Suci, ia tidak mau berjalan terlalu didepan Yang Mulia, hal itu sangat tidak sopan. Akhirnya dengan menjaga jarak, Kant berhasil menuntun Yang Mulia ke guild dagang, Kant langsung disambut oleh karyawan yang melayaninya ketika melihat-lihat rumah.
Kelima Ksatria Iblis Suci berjaga di depan guild dagang membuat orang tidak berani keluar maupun masuk, selagi karyawan itu basa basi dan menawarkan segala sesuatu produk pada Kant, pria 30 tahun itu menatap Tesla seakan meminta maaf karena perlakuan karyawan ini yang sungguh tidak sopan pada Yang Mulia.
“Bisakah kami melakukan pembayaran untuk rumah yang terakhir kali yang aku lihat” kata Kant sedikit cemas karena memotong perkataan karyawan yang sedang berbicara tidak jelas mengenai produk yang ia tawarkan pada Kant
“Mari lewat sini Tuan” kata karyawan dengan senang hati
Mereka bertiga dibawa ke ruang pembayaran yang mirip seperti ruang biasa yang penuh akan lukisan-lukisan mahal. Lukisan yang dipajang pada ruangan itu bukanlah lukisan biasa, hal itu sangat jelas walau bagi orang yang tidak paham akan lukisan.
“Harga awal yang kami tawarkan adalah 1500 keping emas kuningan” kata karyawan tersenyum pada Tesla
1 keping emas kuningan \= 5 juta
5 juta x 1500 \= 7,5 Milyar
Tesla membaca semua isi surat tanah yang diberikan padanya, dengan segera ia menawar harga yang telah disebut karyawan tadi.
“1500 keping emas?, mahal sekali. 1000 keping emas atau saya tidak jadi beli” kata Tesla mengancam serius
Pembeli merasa senang dan penjual untung, sebenarnya harga awal rumah itu adalah 1000 keping emas, karyawan itu sengaja meninggikan harga nya agar bisa ditawar oleh pembeli, dengan begini mereka tidak akan rugi yang ada guild dagang mendapatkan keuntungan besar. Tanpa basa basi lagi karyawan itu membalas tawaran Tesla.
“Tidak Tuan, harga itu terlalu murah. Mohon naikkan sedikit menjadi 1200 keping emas” kata karyawan senyum
__ADS_1
Tesla memberikan surat tanah dan check yang diberikan padanya tadi, tertera di sana harga rumah yang telah ditetapkan 1000 keping emas, karyawan itu hanya bisa menerima kelakuan pembeli dengan sabar. Dengan cepat Tesla mengeluarkan sekantong emas murni di depan karyawan itu.
“Di dalam kantong ini ada sekitar 30-45 keping emas, jadikan ini uang muka dulu” kata Tesla serius
Saat Tesla ingin menyerahkan kantong emas itu pada karyawan, Kant mencegah hal itu kemudian mengeluarkan 15 keping emas murni dan diberikan pada karyawan itu langsung.
“Kami bayar lunas, malam ini kami akan langsung pindah” kata Kant sambil menyimpan kantong di saku Tesla kembali
Karyawan itu hanya bisa tercengang melihat sekantong emas murni tadi, seakan sinar surga tadi menyilaukan matanya. Dengan cepat karyawan itu merubah sikapnya menjadi lebih sopan dan malah terlihat seperti pelayan, karyawan itu mengantarkan mereka bertiga ke rumah yang telah dibeli. Sebelum karyawan itu pergi Tesla mengajukan pertanyaan padanya.
“Apa kekurangan dari rumah ini?” tanya Tesla serius, istrinya dan Kant sudah masuk duluan ke rumah, hanya karyawan dan Tesla yang bicara 4 mata
“Tidak ada Tuan, tapi ada rumors yang mengatakan bahwa sering terdengar suara tawa dari rumah ini. Saya bisa mencarikan Tuan seseorang yang bisa mengusir makhluk halus atau roh-roh jahat” kata karyawan senyum
“Begitu ya...”
...***...
Ra dan Ri langsung datang kerumah yang ditunjukan oleh Kant, mereka berdua akan menjadi pelayan Yang Mulia, Kant sedikit merasa bersalah karena telah memilih rumah dengan ukuran sedang. Seharusnya ia memilih rumah yang sedikit lebih besar jika tahu Ra dan Ri akan menjadi pelayan Yang Mulia.
Ra dan Ri terlihat sangat gembira dan senang, sekarang mereka akan memulai kehidupan damai yang baru di Ibukota tanpa beban apapun, mereka bisa hidup bebas dan terus melayani Yang Mulia hingga akhir hayat.
Malam itu semua hal dipersiapkan pada rumah itu, Ra, adiknya, dan Kant sibuk sekali memindahkan seluruh perabotan rumah, mereka baru selesai ketika waktu sudah tengah malam. Saat itu Yang Mulia sudah tidur nyenyak sekali.
Karena kamar tamu hanya ada satu, terpaksalah Kant menginap di penginapan terdekat. Besok siang ia akan membuat pondok kecil di depan gerbang untuk pos penjaga dan tak jauh dari sana, ia akan membangun kamar tidurnya.
Salah satu kekurangan rumah ini adalah jarak ke PTB yang sangat jauh, Tesla tidak memperhatikan hal ini.
...*** Bersambung ***...
__ADS_1