
...Chapter 25.8 : Kembalinya Sang Legenda Iblis Kegelapan (Arc 1 End)...
Einstein mulai mencabuti satu-persatu pisau yang menusuk tubuhnya, setelah selesai ia terbang menuju pasukan utama. Karena malam hari, api pendorong milik Einstein begitu terlihat walau dari kejauhan. Panglima melihat hal itu, ia memberi komando pasukannya untuk berhenti sejenak.
“Apa itu?” tanya Panglima Pasukan Utama melototi Einstein yang sedang terbang ke arahnya
Einstein terbang cukup tinggi hingga ia bisa melihat seluruh anggota pasukan utama, ia terbang tepat di atas pasukan itu. Sebelum memulai rencananya, Einstein harus meminta izin dulu pada Tesla. Panglima bingung dengan apa yang ia lihat, ia khawatir dan cemas akan apa yang terjadi selanjutnya. Seorang pemanah memberinya teropong untuk melihat Einstein lebih jelas.
“Meminta izin untuk mengeluarkan energi sihir di luar batas kemampuan.” Kata Einstein
“Izin diberikan, lenyapkan pasukan itu dengan sekali serang!” jawab Tesla dengan nada yang sombong
Panglima melihat Einstein lebih jelas menggunakan teropong, ia melihat Yang Mulia sedang mengumpulkan energi sihir diantara kedua tangannya. Einstein terus mengumpulkan energi sihir secara perlahan tapi pasti, Panglima terus memperhatikan Yang Mulia dengan seksama. Ia juga menebak-nebak apa yang sedang ingin Yang Mulia lakukan.
Bola energi sihir itu sudah cukup, Einstein segera mengubahnya menjadi batu berkilau, mirip seperti berlian. Batu itu adalah C2 110B!, batu itu dijatuhkan. Tak lama setelah batu tersebut jatuh, Einstein menembakkan T4 899 SK (small anti materi) dengan cepat dari tanganya. Panglima melihat jelas, energi sihir yang terkumpul tiba-tiba diubah menjadi batu berkilau kemudian dijatuhkan, ia juga melihat Einstein menembakkan sesuatu berwarna biru terang.
Untuk sesaat Panglima tersadar akan sesuatu, ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi ketakutan. Matanya terbuka lebar, tanda terkejut. Sekarang ia ingat sesuatu, tapi sayangnya hal itu sudah terlambat, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan. “Tidak mungkin!” kata Panglima berlari sekuat tenaga menjauh dari batu yang akan jatuh.
Duar!...
Boom!...
Duar!...
Suara ledakan itu begitu kencang hingga Patron dan Philip dapat mendengarnya dengan sangat jelas. Lobang yang amat besar dibuuat oleh ledakan itu, asap jamur membumbung tinggi sekali. Tidak ada yang tersisa dari pasukan utama, kecuali satu orang.
Panglima sangat beruntung masih bisa selamat, walau tubuhnya mati rasa karena tekanan dari ledakan itu, kupingnya berdarah mendengar suara ledakan tersebut. Ia terbaring lemah dan tak berdaya di dekat lobang besar itu. Ia pingsan, tapi terlihat dari keadaan tubuhnya ia hanya terluka parah, tidak ada luka yang benar-benar fatal.
Einstein segera menuju ke tempat Renner kembali. Ksatria Iblis Suci sudah tidak bersiaga, akhirnya Renner bisa melihat apa yang sedang terjadi. Tapi sudah terlambat, semuanya sudah selesai. Ia hanya melihat asap jamur yang membumbung sangat tinggi, suara ledakan itu juga jelas ia dengar. Saat Einstein kembali, spontan ia memeluknya.
Secara otomatis Einstein mengembalikan kendali tubuh sepenuhnya kepada Tesla, Renner memeluk Tesla dengan erat, dari ekspresi wajahnya ia terlihat sangat takut dan khawatir. Tanpa sadar ia menangis di dada suaminya. Mau tak mau Tesla harus menerima tangisan itu dulu. Tak lama Renner melepas pelukannya.
“Sayangku, kamu baik-baik saja?” tanya Renner sambil mengusap air matanya
Tesla tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan mengelus kepala istrinya itu. Ekspresi wajah Tesla sangat jelas menunjukkan bahwa rambut Renner sangat halus dan membuat ia ketagihan mengelusnya. Istrinya mengusap air matanya perlahan-lahan, tampaknya ia memahami bahasa tubuh yang disampaikan Tesla.
Tesla tiba-tiba menggendong istrinya seperti tuan putri, ia kemudian berjalan perlahan ke arah Patron dan Philip, Ksatria Iblis Suci mengikutinya. Mata merahnya terlihat jelas di kegelapan malam itu, ekspresi wajahnya pun sangat menyeramkan. Tesla tersenyum jahat, entah kenapa ia begitu senang setelah mengetahui bahwa energi sihir yang ia miliki sama seperti tanah di Desa.
...*** Di lobang sihir ***...
Banyak sekali Ksatria yang menjaga lobang sihir, sumber energi Patron. Ksatria itu menggelingi diameter lobang itu. Disaat yang bersamaan mereka semua merasakan aura gelap milik Iblis Kegelapan, beberapa dari mereka bahkan ada yang pingsan. Hampir semua yang berjaga di lobang yang sama adalah petugas yang biasa berjaga di sana, mereka sebenarnya sudah muak dengan pekerjaan keji ini. Tapi mereka tak pernah melihat jalan keluar, hingga saat itu tiba.
__ADS_1
“Oi. Tidak salah lagi” kata Ksatria 1
“Ya kamu benar.” Jawab Ksatria 2
Tak lama setelah merasakan aura itu, para Ksatria itu saling tatap menatap satu sama lain, mereka memikirkan hal yang sama. Mereka tahu bahwa Iblis Kegelapan adalah Pahlawan di masa lalu, ini adalah kesempatan pertama dan terakhir untuk para Ksatria itu, jika mereka tidak melepaskan para Demi Human, niscaya mereka akan dibunuh juga oleh Iblis Kegelapan itu.
Tanpa pikir panjang lagi, mereka membuka pintu sel-sel pada lobang sihir. Para Demi Human itu langsung diberikan sihir agar mereka bisa tersadar, tak lupa mereka juga memberikan potion yang bisa menghilangkan ingatan para Demi Human. Tak ada keraguan sama sekali, Ksatria itu melakukan hal itu dengan sangat percaya diri, mereka tidak keberatan mati di tangan Patron, mereka hanya ingin mati dengan tenang tanpa beban.
Para Demi Human itu terbebas dari lobang sihir. Manusia Serigala, Manusia Kucing, Manusia Setengah Harimau, Manusia Setengah Iblis, dan masih banyak lagi. Mereka semua terbebas dengan keadaan tak tahu apa-apa. Tapi mereka langsung menyadari apa yang harus mereka lakukan, aura gelap itu milik Iblis Kegelapan Sang Pahlawan mereka di masa lalu. Dahulu mereka tak dapat membantu, tapi kali ini mereka akan membantu Iblis Kegelapan.
Para Ksatria penjaga tidak ikut naik ke permukaan, mereka tetap berjaga di lobang sihir. Para Demi Human berbondong-bondong keluar dari penjara bawah tanah itu, salah satu manusia serigala melihat Ra di salah satu sel penjara, ia segera mendekat untuk memastikan.
“Tuan Putri!” ucap manusia serigala itu terkejut
Ra tidak menjawab, ia hanya mengangkat kepalanya, tanda bahwa ia mendengarkan manusia serigala itu. Dengan segera manusia serigala itu membuka sel, tapi ia tak mampu melakukannya, karena sel itu dilindungi oleh pelindung tingkat Iblis. Tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh seorang pria berjubah hitam yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
Matanya merah, ia tersenyum kecil. “Minggir!” katanya.
Manusia serigala itu menyingkir dan membiarkan Pria berjubah hitam itu maju. Pria itu menusukkan pisau kecil pada pelindung tahap Iblis itu. Serangannya benar-benar terfokus pada satu titik, pelindung itu pecah, dengan cepat Pria memperkenalkan dirinya.
“Aku dari Keluarga Iblis Mata Merah, ingat hal itu!” kata Pria itu, segera ia menghilang dengan sangat cepat.
Manusia serigala itu langsung melepaskan rantai yang mengikat Ra, ia membuka kunci dengan menggunakan sihir. Manusia serigala yang lain melihat kejadian tersebut dari jauh, setelah Pria jubah hitam mata merah itu pergi menghilang. Salah satu dari mereka membopong Ra menuju permukaan.
Patron mendekati Philip, ia berjalan perlahan-lahan, karena ia tahu Philip sudah tidak akan lagi menyerangnya. Senyuman lebar tampak di ekspresi wajahnya. Luka-lukanya sudah sembuh total, rasanya ia sudah menang melawan Yang Mulia. Tapi sesuatu yang tak terduga terjadi di belakang layar. Patron tiba-tiba menghentikan langkahnya, keningnya tiba-tiba berkerut, tanda bahwa ia sedang memikirkan sesuatu.
Tak lama kemudian. Tesla sampai di arena pertarungan Philip dan Patron, ia datang sambil menggendong istrinya di temani 2 Ksatria Iblis Suci di samping kiri dan kanan, satunya lagi berjalan di belakang Tesla, kelima Ksatria itu memegang pedang api.
Patron belum bisa merespon apa yang sedang terjadi, ia membeku bisu. Berbeda dengan Ksatria pasukannya, mereka begitu takut melihat sosok Tesla yang muncul dari kegelapan malam, disaat yang bersamaan para Demi Human ikut menghampiri Patron dari belakang. Patron berbalik melihat ke belakang, ia hanya bisa menebak-nebak apa yang sedang terjadi.
“Ini tidak mungkin!” ucap Patron sambil mundur-mundur, terlihat jelas ekspresi wajahnya begitu ketakutan akan Tesla yang semakin mendekat.
“Kenapa kamu tidak mati!?, dimana Assasin Ninja!, dimana Pasukan Utama milikku!” tanya Patron berteriak, ia benar-benar tampak putus asa.
Tesla semakin dekat, dan ia sampai di hadapan Patron yang sudah terjatuh, ia menurunkan istrinya. Renner segera bersembunyi di belakang Tesla. Mata merah Tesla benar-benar membuat Patron takut, mata itu benar-benar melototi dirinya.
“Einstein, giliranmu.” Kata Tesla dalam hati
Segera Einstein mengambil alih tubuh Tesla, hal itu ditandai dari aura gelap yang tiba-tiba keluar dari tubuh Tesla. Ekspresi wajahnya pun tiba-tiba menjadi datar. Pedang api Einstein keluarkan di tangan kanannya, ia bersiap-siap menebas kepala Patron dengan sekali serang.
Einstein menebaskan pedang api itu, Patron tidak dapat mengelak tapi perisai yang mengelilinginya melindunginya secara otomatis. Karena serangan itu gagal, Einstein segera mundur kemudian menembakkan bola api. Lagi-lagi Patron tidak dapat mengelak, tapi perisainya melindunginya lagi. Einstein meloncat ke atas, ia menembakkan sinar biru beberapa kali, tapi tetap saja perisai itu terus saja menghalangi serangan Einstein.
__ADS_1
Einstein turun di dekat Renner yang telah menjauh sejak ia bersiap-siap menebas kepala Patron, Einstein menyuruhnya untuk membawa Philip pergi jauh-jauh dari arena pertarungan ini. Para Ksatria Patron juga ikut menjauh, begitu juga para Demi Human. Mereka beramai-ramai menonton pertarungan itu.
Einstein menyemburkan api di sekitar Patron, ia menggelinginya hingga membuat pusaran api yang cukup besar. Ia menukar api itu menjadi nitrogen, ledakan yang amat besar terjadi, rumput di sekitar arena terbakar habis, tanahnya bahkan menjadi hitam.
“Ha ha ha” tiba-tiba suara tawa terdengar dari arah Patron, ia tertawa sangat keras hingga orang lain yang menonton sedikit mendengarnya.
“Ternyata benar, kamu bukanlah Iblis Kegelapan. Kekuatanmu terlalu lemah!” kata Patron sombong, ia tidak menyangka Yang Mulia tidak dapat menghancurkan perisai yang ia buat.
Einstein dan Tesla tidak peduli akan perkataan Patron, Einstein segera terbang tinggi di atas Patron, ia mulai mengumpulkan energi sihir lagi, tapi kali ini ia tidak membuatnya terlalu besar. Ia mengubah energi sihir itu menjadi batu berkilau, tak lama setelah batu berkilau jatuh ditembakkan sinar biru dari tangan kanannya. Tak berhenti sampai di situ, Einstein juga menembakkan bola api beberapa kali dari berbagai sisi. Dengan cepat ia turun dan menembakkan sinar biru sambil mengelilingi Patron.
Serangan Einstein terjadi sangat cepat, hingga ledakan dari batu bersinar hampir serempak dengan datangnya bola api dan sinar biru. Serangan beruntun ini akan menyebabkan ledakan yang amat besar, Einstein segera mundur menjauh dari arena pertarungan.
“Ha ha ha” tawa itu kembali terdengar, tampaknya Patron sekarang benar-benar sudah sombong karena melihat serangan Yang Mulia tidak dapat mengenainya sedikitpun
“Bagaimana ini Einstein?” tanya Tesla di pikirannya
“Simulasi selesai.” Kata Einstein
“Apa. Sejak kapan kamu membua-“ kata Tesla cepat
“Perisai yang melindungi Patron sangat kuat jika diserang dalam area damage, tapi sangat lemah jika di serang single target.” Kata Einstein
Saat serangan pertama gagal, Einstein sudah membuat simulasi untuk menganalisis perisai Patron. Sekarang ia sudah tahu kelemahan dari perisai itu, segera Einstein mengeluarkan pedang api di tangan kanannya. Ia berlari ke arah Patron dengan gaya menusuk, ia mengincar perisai Patron.
Einstein melesat dengan cepat, benar saja perisai itu pecah akibat serangan Einstein. Pedang api itu menusuk perut Patron, spontan tangannya memegang pedang api itu. Ekspresi Patron terlihat begitu kesakitan, tusukan itu menembus tubuh Patron, disaat sekaratnya ia masih sempat tersenyum ahat, Patron berusaha untuk berbicara.
“Meskipu-“ Einstein tidak memberikan kesempatan pada Patron untuk berbicara, ia mengeluarkan pedang lagi di tangan kirinya lalu ia menusuk perut Patron kembali. Hal itu membuat Patron muntah darah, ia masih bisa bertahan karena energi sihirnya yang masih tersisa banyak.
Tapi percuma saja, ketika melihat Patron yang masih bisa bergerak, Einstein menatap Patron kemudian ia memakai efek psikologis, seketika mental Patron menciut sekarat. Bahkan matanya tidak sempat menutup, Einstein kemudian terbang ke atas, ia menembakkan bola api beberapa kali san serangan akhirnya ia tutup dengan tusukan pedang angin tepat di kepala Patron, sudah bisa dipastikan bahwa Patron mati akan serangan itu, pedang angin itu menembus kepalanya.
Tepat setelah Patron mati semua orang bersorak termasuk Ksatria nya sendiri, para Ksatria itu bersujud dan pasrah, mereka siap mati karena sudah berani melawan Yang Mulia. Tidak ada yang menyadari bahwa sebuah pelindung tiba-tiba muncul ketika Patron mati, pelindung itu hampir menutupi semua arena desa perbatasan. Einstein tidak memperdulikan hal itu, ia segera menemui para Demi Human untuk bertanya dimana Ra berada.
Philip dan Renner segera mengikuti Einstein, terlihat dari kejauhan bahwa Ra sedang dibopong oleh anak muda dari klan Manusia Serigala, segera anak muda itu mendekati Einstein karena mata Einstein terus menyorot padanya.
Keadaan Ra benar-benar buruk, banyak sekali luka, badannya merah darah. Ia belum sadar sepenuhnya, saat ini ia hanya bisa menggerakkan kepalanya. Einstein menghampirinya, Philip berlari kesana dengan sisa kekuatannya. Karena keadaan Ra yang sedang sekarat, ia dibawa ke salah satu rumah Demi Human, Einstein dan Renner mengurusi para Demi Human yang terus saja menghalangi mereka untuk melakukan sesuatu.
“Pahlawan, kami sangat berterima kasih karena Pahlawan sudah menyelamatkan desa kecil ini dari tangan pemimpin diktator itu.” Kata salah satu Demi Human sambil bersujud
Einstein tertahan di desa itu, para warga terus saja memanggilnya Pahlawan. Para Demi Human itu merasa aman sekarang, sebenarnya mereka sangat takut akan Ksatria Iblis Suci yang selalu ada di dekat Einstein, tapi mereka berusaha memberanikan diri untuk berterima kasih pada Pahlawan mereka.
“Desa ini akan menjadi milikmu sepenuhnya Pahlawan, kami akan mempersembahkan jiwa dan raga kami untuk melayani anda” sambung Demi Human tadi
__ADS_1
Einstein tidak merespon, tak lama para Demi Human bersorak bersama “Hidup Pahlawan!” kata seluruh Demi Human dengan semangat, setelah itu Einstein dan Renner diperlakukan sangat baik. Mereka membuat pesta untuk menyambut Pahlawan mereka yang sudah lama menghilang, beberapa tong minuman keras di keluarkan, Einstein dan Renner terpaksa harus mengikuti pesta itu. Mereka tidak bisa menolak karena para Demi Human itu benar-benar memaksa.
...*** Arc 1 Selesai ***...