Ilmuwan RAJA IBLIS

Ilmuwan RAJA IBLIS
Chapter 27.4 Membeli Rumah


__ADS_3

...Chapter 27.4 : Membeli Rumah...


Tesla dan Renner segera menemui Kant di pintu keluar, Asmodeus dan Bastran bersiap untuk pamit kepada Yang Mulia, mereka berdua juga tampak di dekat Kant. Wajah Kant pucat pasi karena ia berada diantara dua orang paling berpengaruh di Kekaisaran, ia bahkan tak berani bergerak sebelum Yang Mulia datang.


Ketiga orang tersebut bersujud, Asmodeus membuka pembicaraan “Yang Mulia, kami berdua mohon izin untuk pamit pulang ke wilayah kami”


Tesla tidak menjawab, ia hanya mengangguk sekali. Bastran dan Asmodeus berdiri dan segera meninggalkan tempat itu. Bastran menilai Yang Mulia yang akan menggantikan posisi Raja terlalu muda dan egois, sedangkan menurut penilaian Asmodeus, Yang Mulia sangat cocok menjadi pengganti Raja Iblis karena keputusannya yang bijak untuk menyelesaikan masalah Bangsawan tanpa melibatkan Bangsawan lain.


“Kant”


“Ya Yang Mulia?” jawab Kant cepat


“Dimana kita bisa membeli rumah di Ibukota ini?” tanya Tesla


Terlihat jelas bahwa Kant tidak tahu jawaban dari pertanyaan Yang Mulia, “Mungkin saja guild perdagangan tahu sesuatu, Yang Mulia” jawab Kant tidak yakin


“Apa kamu tahu dimana guild perdagangan itu?” tanya Tesla lagi


Tiba-tiba saja Renner memotong pembicaraan “Renner tahu dimana guild perdagangan!” kata Renner bersemangat


“Oh, kalau begitu mari kita langsung saja kesana” kata Tesla sambil menggandeng tangan istrinya


“Yang Mulia” kata Kant tiba-tiba


Tesla berhenti, ia melihat Kant dengan serius. Tampaknya pria 30 tahun itu sudah mencapai batasnya, sejak Yang Mulia kembali ia menahannya sekuat tenaga, “Yang Mulia, boleh saya tidak ikut?” tanya Kant dengan gemetaran


“Ada apa?, kamu harus ikut sebagai pengawal...” jawab Tesla sambil memperhatikan gerak gerik Kant yang ketakutan.


“Sejak Yang Mulia pulang, kelima Ksatria Iblis Suci yang berada di dekat Yang Mulia Renner semakin menyeramkan” kata Kant melihat kebawah


Tesla melihat Ksatria Iblis Suci dengan seksama, dimata nya mereka tidak berubah sama sekali. Tapi karena melihat Kant yang ketakutan dan gemetaran, Tesla menyuruh istrinya untuk mengurung Ksatria Iblis Suci di penginapan.


“Renner, kurung kelima Ksatria putih itu di penginapan setelah itu segera temui kami berdua di dekat kastel” kata Tesla 

__ADS_1


Renner segera melaksanakan perintah suaminya itu, kelima Ksatria Iblis Suci mengikuti tuannya itu hingga ke penginapan. Saat sampai di kamar penginapan, Renner pergi diam-diam namun ketika ia sampai di luar, kelima Ksatria itu sudah ada di depannya. Renner mengikat mereka berlima tapi gagal, Renner berlari kencang meninggalkan mereka, tetap saja gagal. Berbagai cara dilakukan oleh Renner, tapi tetap saja Ksatria itu mengikuti nya.


Akhirnya Renner kembali ke dekat kastil, dengan wajah yang sedikit kesal ia tersenyum kepada suaminya. Kant berusaha menahan ketakutannya, ia perlahan-lahan mundur ketika Ksatria Iblis Suci mendekat.


“Kenapa?” tanya Tesla cemas melihat istrinya yang senyum kesal


“Mereka tidak mau di tinggal” kata Renner dengan senyuman


Tesla menghela nafas  “Kant. Kamu harus pergi sendirian ke guild perdagangan, beli rumah yang memiliki tanah yang paling luas, masalah pembayaran serahkan pada Saya” kata Tesla serius


Kant hanya bisa berkata “Baik, Yang Mulia” ia segera pergi ke guild perdagangan, dalam hati kecilnya ia bersyukur karena sudah cukup jauh dari Ksatria Iblis Suci yang menyeramkan itu. Tapi Kant juga khawatir karena diberikan tanggung jawab yang begitu besar. 


Tesla dan Renner kembali ke kastel dan masuk ke perpustakaan, sepertinya ilmuwan gila itu masih ingin melanjutkan bacaannya disana. Istrinya ikut membaca, tapi baru beberapa menit saja ia bosan, hal ini wajar karena kebanyakan buku di perpustakaan rahasia ini adalah buku pengetahuan.


Karena tidak ada kerjaan, Renner berniat mengganggu suaminya itu. Ketika Tesla sedang fokus membaca buku di lantai, Renner memulai aksinya!


Ia berjalan ke belakang Tesla, perlahan-lahan mendekati dan memeluk suaminya itu. Ia ingin mengejutkan Tesla, namun hal itu gagal. Usahanya tidak berhenti disitu saja, Renner melihat buku yang dibaca suaminya dari belakang sambil berpelukan. Wajah mereka berdua sangat dekat, namun tidak ada yang terganggu akan hal itu.


Perlahan-lahan wajah Renner semakin mendekati buku, hingga Tesla kesulitan untuk membaca lembaran selanjutnya. Tesla masih belum merespon apapun, ia merasakan kehangatan dari tubuh istrinya yang menempel di punggungnya. Perlahan tapi pasti kehangatan itu berubah menjadi panas, Tesla mulai merasakan panas, sepertinya sudah saatnya ia bertindak.


Hanya satu kata yang keluar dari ilmuwan gila itu, namun satu kata itu menggambarkan semua perasaannya. Ia berkata dengan nada datar namun dengan ekspresi wajah yang tidak berubah, matanya masih saja mencoba melihat lembaran selanjutnya yang terhalang kepala Renner.


“Begitu kah?” tanya Renner, segera ia melepaskan pelukan dan berdiri. Tak lama kemudian ia tiba-tiba membuka baju Bangsawan yang dikenakan suaminya itu, Tesla tidak merespon pikirannya hanya tertuju pada buku yang dipegang pada kedua tangannya. Setelah selesai membuka pakaian suaminya, Renner melepas pakaiannya sendiri hingga menyisakan ********** saja, dengan begini Tesla tidak akan kepanasan lagi ketika Renner memeluk suaminya.


Renner kembali memeluk suaminya dari belakang, tapi kali ini ia tidak mengganggu Tesla membaca. Tesla meneruskan bacaannya, lagi pula sekarang ia tidak merasa kepanasan. Hanya satu kata yang cocok untuk pasangan ini, yaitu “Konyol”


...***...


Matahari menyinari Ibukota sangat terik, hal ini wajar karena sebentar lagi musim panas atau lebih tepatnya musim kemarau. Sebagian besar wilayah Kekaisaran beriklim tropis yang hanya memiliki 2 musim saja, musim hujan dan musim kemarau.


Kant tidak merasakan terik matahari yang menyengat itu, tapi ia berkeringat. Keringatnya itu karena rasa khawatir akan tanggung jawab yang begitu besar. Siapa pun akan cemas jika tiba-tiba saja diberikan sebuah tugas yang memiliki tanggung jawab besar, Kant takut pilihannya tidak sesuai dengan ekspektasi Yang Mulia, atau malah ia tidak bisa menemukan rumah yang diinginkan Yang Mulia.


Wajah penuh keringat, mata yang tertuju ke bawah, ekspresi yang penuh cemas dan bingung terlihat pada Kant yang sedang ditawarkan rumah-rumah pilihan terbaik oleh karyawan di guild dagang.

__ADS_1


“Apa model rumah yang Tuan inginkan?” tanya karyawan pada Kant


“Ru-mah deng-an halaman paling luas” kata Kant terputus sambil tersenyum melihat karyawan


“Oke, silahkan ikuti saya untuk melihat beberapa kandidat yang cocok dengan keinginan Tuan” kata karyawan bersemangat


Singkat cerita mereka berdua sampai pada rumah pertama, terlihat hanya ada pondok kecil di tengah padang rumput perbukitan. Tempatnya juga cukup jauh dari Ibukota, atau lebih tepatnya pondok ini berada di belakang Ibukota.


“Bagaimana?” tanya karyawan


“Ti-dak, cari rumah yang ada di Ibukota” kata Kant ragu-ragu


Matahari sudah sedikit tergelincir, mereka berdua sampai pada rumah kedua. Kali ini rumah yang sangat megah dan besar, halamannya memang luas dan dilengkapi pagar besi. Namun ada sesuatu yang kurang dari rumah megah itu.


Besar sekali!, Yang Mulia hanya akan tinggal bersama dengan Yang Mulia Renner, rumah sebesar itu terlalu besar untuk 2 orang...


“Maaf, bisa kita cari rumah yang sedikit lebih kecil untuk 2 orang saja?” kata Kant yakin sambil tersenyum


“Baiklah” kata karyawan


Ini adalah rumah terakhir yang memiliki halaman paling luas, lagi pula waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk melihat rumah setelah yang ini karena waktu sudah sore. Kant melihat rumah tersebut seksama, ukuran rumah itu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.


Karyawan yang melihat respon Kant yang tertarik mulai menjelaskan spesifikasi lengkap mengenai rumah tersebut.


“Rumah ini memiliki 2 lantai dan 2 kamar (1 kamar tamu dan 1 kamar biasa). Di lantai 2 terdapat balkon, oh ya rumah ini memiliki perlindungan sihir yang mumpuni untuk mengusik pencuri, rumah ini juga memiliki halaman yang sangat luas dan memiliki pagar pembatas besi” kata karyawan dengan penuh semangat


Karyawan itu menjelaskan spek rumah itu pada Kant sambil berjalan menuju ke dalam rumah, saat sampai karyawan itu memperlihatkan sistem yang ada di dalam rumah.


“Rumah ini sudah dilengkapi fitur otomatis lampu, kompor, dan air. Lampu yang dipasang di rumah ini akan otomatis mati ketika tidak merasakan energi sihir dan akan otomatis hidup ketika merasakan energi sihir. Tidak perlu kehabisan air di rumah ini, karena saluran airnya dibuat khusus langsung ke sumur yang ada dibelakang rumah” kata karyawan itu pada Kant


Kant hanya bisa diam dan mendengarkan apa yang dikatakan karyawan itu padanya, perlahan ia mulai merasa terganggu dengan perkataan karyawan itu yang tidak pernah berhenti. Akhirnya Kant memutuskan untuk memperlihatkan rumah itu pada Yang Mulia.


“Baiklah, akan aku hubungi nanti” kata Kant buru-buru pergi

__ADS_1


Dengan cepat karyawan itu berhenti berbicara dan membalaskan perkataan Kant “Oke Tuan, saya akan menunggu kedatangannya!” kata karyawan sambil memberikan jempol dan tersenyum lebar.


...*** Bersambung ***...


__ADS_2