
...Chapter 27.2 : Persiapan...
Pelindung sihir yang melindungi desa perbatasan mirip sekali seperti ilusi, jika kamu ada di dalamnya maka kamu akan melihat pemandangan yang sama terus-menerus. Tapi, sebenarnya keadaan di luar bisa saja berbeda. Pelindung itu mirip seperti cermin satu arah, bagian dalam tidak dapat melihat bagian luar sedangkan bagian luar bisa melihat bagian dalam.
Tesla ingin segera kembali ke Ibukota karena suatu alasan, ia ingin sekali cepat-cepat masuk ke perguruan tinggi. Sebelumnya, Raja Iblis Hades mengirimi Tesla surat undangan, Raja memberitahu bahwa surat undangan itu untuk 10 pelajar terbaik di Kekaisaran Hades. Kesepuluh orang yang menjadi pelajar terbaik telah dikirimkan surat, mereka semua berasal dari daerah yang berbeda-beda. Beberapa dari mereka sampai di Ibukota ketika Tesla sedang menghadapi Patron.
Pelajar terbaik no.1, dengan nilai akademik, sempurna (10/10). Nilai praktek sihir, sempurna (10/10). Dan nilai sikap, sempurna (10/10). Dia adalah pelajar paling ideal untuk menjadi kepala Bangsawan atau menjadi pemimpin wilayah. Dibalik kesempurnaannya itu, dia memiliki kekurangan yang disembunyikannya.
Ketika sampai di Ibukota, Tesla melihat banyak sekali pasukan yang berbaris di depan gerbang masuk. Mereka berjejer mengelilingi Ibukota. Bastran dan Asmodeus sedang berada di penginapan VIP, penginapan ini milik swasta bukan punya pemerintah. Di Ibukota, kunjungan Bangsawan sangat jarang terjadi, jadi rumah tamu tidak ada.
Ketika Yang Mulia turun di depan gerbang, semua orang bersujud termasuk Philip dan Ra yang baru saja turun. Tesla berjalan ke arah kastel Raja Iblis Hades yang berada di tengah-tengah Ibukota. Ia berjalan sambil menggendong istrinya seperti tuan putri, di depan pintu masuk kastil ada Kant (pengawal pribadi Tesla) dan Ri yang bersujud ketika Yang Mulia mendekat.
“Selamat datang kembali Yang Mulia,” kata Kant senang
“Selamat datang Yang Mulia” kata Asmodeus dan Bastran yang bersujud di belakang Yang Mulia, mereka segera menemui Yang Mulia ketika tahu bahwa beliau sudah pulang. Lagipula mereka berdua bisa merasakan aura Yang Mulia.
Tesla masuk ke kastel, ia menuju tangga untuk pergi ke lantai kedua dan menemui Raja Iblis Hades. Istrinya ia turunkan perlahan, Raja Iblis sedang duduk di kursi, meja kerjanya. Ia sedang menyatukan tangannya menyentuh dagunya, tanya ia sedang berpikir keras.
“Om bertanduk?, kenapa kamu terlihat menyeramkan” kata Renner spontan melihat Raja
Raja tidak menjawab, sepertinya ia benar-benar sudah hanyut dalam pikirannya sendiri hingga tidak bisa merespon perkataan Renner. Tesla mendekati Raja kemudian ia berkata “Ehem. Raja, saya memilih masuk perguruan tinggi, bagaimana cara saya masuk ke sana?” tanya Tesla serius
Masih tidak ada respon, Renner mendekati Raja dan melihat wajahnya lebih dekat. Wajahnya terlihat lebih seram dan aneh. Karena Raja masih tidak merespon, Renner dengan usilnya melihat wajahnya dari kiri dan kanan, selanjutnya ia menyentuh tanduknya dengan jari telunjuk. Perlahan-lahan ia memegang tanduk itu, kelakuan Renner membuat Tesla bingung dan bertanya-tanya.
“Kenapa kamu ini?, jangan pegang tanduk itu. Bisa saja tanduk itu berbahaya” kata Tesla sambil menyentuh juga tanduk tersebut. Ia juga penasaran dengan tanduk Raja Iblis Hades. Renner mengambil alat tulis di meja kerja itu, ia mulai mencoreti wajah Raja dengan gembira. Tesla melihat kelakuan istrinya itu dengan seksama, ia penasaran apa yang sedang digambar oleh Renner.
Renner mencoret wajah Raja hingga ia mirip seperti seorang singa garang, ia berhenti mencoret dan mulai memperhatikan hasil karya nya itu, Raja masih belum merespon apapun. Ia bahkan belum bergerak dari posisi awal.
“Bagaimana?” kata Renner
__ADS_1
“Sekarang Raja Iblis sudah berganti menjadi Raja singa yang imut” kata Tesla spontan
Renner kembali mencoret wajah Raja, ia menghapus yang lama kemudian mulai menggambar lagi. Kali ini ia membuat coretan di kedua pipi Raja. Ia berhenti mencoret dan tertawa ketika melihat hasil karyanya sendiri.
“Apa ini? Ah... Ha ha ha” kata Renner tertawa
“Sekarang ia menjadi Raja Badut” kata Tesla dengan wajah datar
“Ha aha ha ha” kata Renner tertawa lepas hingga giginya kelihatan
Entah apa yang terjadi pada Raja Iblis Hades, ia seperti membeku di tempat. Tidak ada respon apapun, Tesla dan istrinya melanjutkan lelucon mereka sambil menunggu Raja Iblis sadar. Waktu Tesla sampai di Ibukota, sekitar lebih dari 1 jam di perjalanan, ia sengaja berjalan lambat untuk melihat dampak yang ditimbulkan semburan api nya. Beberapa mata-mata Asmodeus dan Bastran sedang pergi ke wilayah Patron karena mereka ingin tahu apa yang terjadi pada wilayah tersebut.
Asmodeus dan Bastran tidak berani atau lebih tepatnya mereka sungkan untuk bertanya kepada Yang Mulia mengenai nasib Patron, jika saja Yang Mulia adalah orang yang kejam maka jawabannya pasti hanya kematian untuk Patron. Namun beda cerita dengan Yang Mulia yang tampak bersikap dingin dan dengan sikap intimidasi, ditambah lagi sikapnya yang to the point dan gaya bicaranya yang sangat berhemat kata.
Mereka tidak tahu, saat rapat kemarin Tesla digantikan oleh Einstein, sikap dingin dan to the point adalah sikap Einstein. Kesan Yang Mulia sudah tertanam di benak Kepala Keluarga Bangsawan, beberapa dari mereka bahkan sudah mendapatkan kesimpulan, Yang Mulia adalah orang yang tidak pantas untuk memimpin sebuah negara besar seperti Kekaisaran Hades. Mereka yang mengambil kesimpulan seperti itu berencana untuk keluar dari kekuasaan Kekaisaran Hades ketika Raja Iblis Hades melakukan jadwal reinkarnasi.
Tesla dan Renner sedang asik bercanda, tiba-tiba saja Raja sadar bahwa ada mereka berdua di depan wajahnya. Raja Iblis tidak tahu apa yang mereka lakukan sebelum ia sadar, Raja baru saja selesai menjalankan ritual rahasia di dalam pikirannya.
Tesla menatap Raja dengan serius, tapi wajahnya perlahan senyum karena melihat coretan istrinya tadi “Raja” kata Tesla sambil menahan senyumannya yang malah membuat wajahnya menjadi seram.
“Ada apa? Bagaimana bisa kalian berdua ada di sini?, dan kenapa kamu tersenyum seperti itu, Tesla. Menyeramkan” kata Raja sambil membalas kontak mata Tesla, ia bingung dengan apa yang sedang terjadi.
“Waktu itu kamu menyuruhku untuk memilih antara bekerja di instansi pemerintah dan masuk perguruan tinggi, saya memilih untuk masuk perguruan tinggi. Jadi bagaimana cara masuk ke sana?” tanya Tesla serius
“Kamu tinggal mengatakan hal itu pada perguruan tinggi yang kamu inginkan, katakan saja bahwa kamu adalah adalah salah satu dari top 10 pelajar terbaik di Kekaisaran Hades, jangan lupa menyamar” balas Raja
“Bagaimana cara saya menyamar?” tanya Tesla bingung
“Beli saja item sihir ilusi di pasar, ada banyak” jawab Raja cepat
__ADS_1
Raja terheran-heran dengan Renner yang dari tadi masih menahan tawa, hal itu tampak jelas pada ekspresi wajahnya. Raja pun bertanya “Ada apa Renner?, apa ada yang aneh pada wajahku?”
Raja menyentuh wajahnya dengan jarinya, dan ia melihat tinta hitam pada jarinya. Barulah ia sadar kenapa Renner menahan tawa dari tadi, ia segera melihat ke cermin kecil yang ada di laci kerjanya dan benar saja ada coretan tinta hitam pada wajahnya.
“Renner...” kata Raja marah, ia berdiri dari kursi dan mendekati Renner.
Spontan Renner pergi ke belakang Tesla, ia takut dengan wajah Raja Iblis yang tiba-tiba menjadi sangat seram, aura pada tubuhnya mulai keluar, tanda bahwa ia sedang emosi. Tesla tidak merespon apapun, karena ia tahu apa yang sedang terjadi.
“Suamiku, om bertanduk itu menakutkan” kata Renner
“Hah...!” kata Raja menatap Renner, Renner menyembunyikan pandanganya tapi sesekali ia menengok
Raja Iblis Hades terlihat sangat marah karena wajahnya telah dicoret-coret. Tapi, suasana menjadi pecah ketika ia berubah ekspresi “Bercanda. Bagaimana? Apa aku sudah menjahilimu” kata Raja tersenyum sambil melihat Renner.
Renner tidak menjawab, sepertinya ia benar-benar takut ketika melihat Raja Iblis Hades. Tesla mengambil inisiatif untuk pergi dari ruangan itu, ia ingin segera menuju perguruan tinggi. Tapi sebelum itu, Tesla ingat bahwa ia harus membeli rumah dulu. Untung saja janjinya pada istrinya itu tidak dilupakannya.
“Raja. Saya perlu uang” kata Tesla
“Heh?, kemana perginya 2 kantong emas murni kemarin?” tanya Raja khawatir
“Masih ada, tapi tidak cukup untuk membeli rumah” jawab Tesla cepat
“Tidak tidak tidak. 2 kantong emas murni sudah bisa membeli 2 kastil besar” kata Raja, ia ragu bahwa 2 kantong emas itu masih ada pada Tesla. “Apa kamu berjudi, Tesla?” sambung Raja
“Judi?, tidak. Pokoknya saya minta 1 kantong emas tambahan untuk keperluan lainnya” kata Tesla memaksa
Raja menghela nafasnya, ia mengambil 1 kantong emas murni di laci dan memberikannya pada Tesla. Tak lupa ia menasehati Tesla “Jangan jadi ayahmu yang penjudi itu, apa ini adalah kebiasaan turunan Iblis Kegelapan” kata Raja berbicara sendiri.
“Baik, terima kasih. Kalau begitu, saya undur diri” kata Tesla cepat, ia segera pergi dari ruangan itu dan menuju penginapan untuk mengambil kantong emas lainnya dan mencari rumah yang cocok untuk ia tinggali bersama dengan istrinya, Ra dan Ri.
__ADS_1
...*** Bersambung ***...