Isi Hati Yuki

Isi Hati Yuki
Kyoto Botanical Gardens


__ADS_3

Aku baru saja tiba di Kyoto Botanical Gardens, kuharap Riyoichi tidak membuatku menunggu lama. Sembari menunggunya aku berjalan menelusuri setiap taman, melihat bunga-bunga yang sedang bermekaran. Begitu indahnya bunga-bunga ini, sehingga membuatku merasa tenang.


“Teruslah berjalan dan nikmati semuanya dengan senyummu itu,” ucap seorang pria padaku.


Kulihat di samping ada seorang pria dengan mengenakan sebuah topi yang menutupi kepalanya. Dia membuka sedikit topinya, terlihat sekilas wajah Riyoichi dengan senyumnya.


“Akhirnya kau datang juga,” kataku sembari memalingkan wajah untuk melihat-lihat bunga yang terhampar luas ini.


“Apa kau merindukan aku?” kelakarnya padaku.


“Hentikan candamu itu! Cepat katakan apa yang ingin kau katakan padaku!” timpalku.


Dia malah terkekeh, bukannya mengatakan apa yang ingin dikatakan. Aku menghela napas untuk menghilangkan rasa kesal di hati dengan sikapnya yang seperti itu. Jika dia hanya ingin bercanda denganku lebih baik aku pergi saja dari sini karena tidak ada gunanya bertemu dengan pria ini.


Tanpa mengucapkan sepatah kata aku langsung melangkahkan kaki meninggalkan dirinya. Namun, dia memegang tanganku lalu menariknya dengan kuat sehingga aku terjerembab dalam pelukannya. Aku berusaha melepaskan diri dari pelukannya tetapi tidak bisa, dia begitu kuat memelukku.


“Lepaskan aku! Jika tidak!” perintahku padanya.


“Diamlah—mereka sedang mengawasi! Bertindaklah seperti kekasih padaku!” ujarnya.


Aku terdiam, apakah masih ada orang yang mengikuti aku? Bukankah tadi aku berhasil mengecoh mereka. Sebenarnya siapa mereka, mengapa masih terus mengikuti aku.


“Kau kenal mereka?” tanyaku pada Riyoichi.


“Mereka musuh-musuhmu,” jawabnya singkat sembari terus memelukku.


Apa mereka suruhan paman Asamu, tidak kusangkak jika paman sudah mulai akan bertindak. Jika benar maka aku akan mulai membuatnya menjadi tidak bisa terlelap di setiap malamnya.


Beberapa orang pria terlihat menyapu seluruh taman, mereka mencari keberadaanku. Rupanya Riyoichi benar, sekarang yang terpenting adalah menghindari mereka dan bicara dengan pria ini.


Saat aku hendak mengatakan padanya untuk segera pergi dari tempat ini, wajah kami saling bertubrukan. Senyumnya yang lembut membuatku terpaku dan tidak bisa berpikir sejenak.


“Kau sudah jatuh cinta padaku, 'kan?” tanyanya dengan nada menggoda.


Aku langsung memalingkan wajah seraya untuk menyembunyikan rasa malu, entah mengapa dia selalu saja bersikap yang membuat orang menjadi salah paham.

__ADS_1


“Kita pergi dari sini!” kataku sembari melepaskan tangannya yang masih melingkar di pinggangku.


Terdengar suara tawa kecil yang keluar dari bibirnya, aku masih tetap berjalan untuk menuju tempat yang lebih aman. Jika aku membalikkan tubuh dan melihat ke arahnya, bisa jadi dia akan kembali menggodaku.


“Hentikan celotehmu! Kita pergi dari sini sebelum mereka menyadari keberadaanku!” tukasku pada Riyoichi.


Dia terkekeh sembari berjalan mengikutiku, entah apa yang ada di dalam otaknya. Yang aku lihat dia hanya tertawa dan menggodaku saja, dia sangat berbeda saat pertama kali bertemu.


Aku ingin lihat sebenarnya apa yang diinginkannya dan apakah dia benar-benar tahu di mana keberadaan ayahku. Jika dia berbohong, maka dia tidak akan aku maafkan. Dan dia akan menerima hukuman dariku yang tidak akan pernah dilupakannya seumur hidupnya.


Riyoichi mengatakan padaku untuk meninggalkan taman ini, dia ingin mengajakku ke suatu tempat yang aman untuk bicara. Aku berpikir sejenak, mengapa dia selalu saja mengganti tempat untuk membicarakan sesuatu. Apakah sepenting itu informasi yang disampaikannya, sehingga sangat sulit untuk dibicarakan.


“Mau ke mana kita?!” tanyaku pada Riyoichi.


“Rahasia,” jawabnya sembari kembali fokus menjalankan mobil.


Aku teringat akan orang-orang yang mengikuti tadi, apakah aku sudah benar-benar lepas dari intaian. Mobil berhenti di sebuah cafe, di mana cafe tersebut sangat sepi pengunjung.


“Ayo kita masuk!” kata Riyoichi sembari membuka pintu mobil.


“Selamat datang, Nona.” Wanita itu menyapaku.


Aku tersenyum padanya lalu berjalan mendekat Riyoichi yang sudah duduk di tempat yang menghadap keluar. Jika dilihat dia sangat berbeda jika sedang memandang keluar jendela, apa yang dilihatnya sehingga dia tidak menyadari aku yang sudah duduk di hadapannya.


Ponselku bergetar ada sebuah pesan yang masuk, aku mengambil ponsel yang berada di dalam tas. Membuka ponsel tersebut lalu melihat pesan yang masuk, rupanya itu adalah Riyu.


Riyu mengirimi aku pesan dan bertanya keberadaanku, mengapa dia begitu ingin tahu keberadaanku. Sedangkan aku bukanlah wanitanya yang harus selalu meminta izin darinya untuk pergi.


“Kekasihmu?!” tanya Riyoichi yang menyadarkanku bahwa dia sedang menatapku.


“Bukan urusanmu!” jawabku.


Pesan Riyu mengingatkan aku tentang keinginannya untuk aku menjauhi Riyoichi. Baiklah akan aku tanyakan pada Riyoichi apakah dia memiliki masalah dengan Riyu atau mereka berdua adalah musuh.


“Apa kau mengenal Riyu Ozora?!” Aku bertanya pada Riyu.

__ADS_1


Dia terdiam saat aku bertanya tentang Riyu, aku yakin jika Riyoichi mengenalnya. Dan aku harus tahu ada hubungan apa antara mereka berdua serta mencari tahu mengapa Riyu menyuruhku untuk menjauhinya.


“Mengapa kau diam?” Aku kembali bertanya padanya.


Riyoichi masih terdiam sembari menatap keluar jendela dan melihat dua orang anak yang sedang bermain dengan asyiknya. Dia menghela napas panjang, aku pikir dia akan mulai bicara tetapi tidak.


Apakah sesulit ini juga untuk mengatakannya, ternyata dia adalah pria tersulit yang kuhadapi. Mengapa aku selalu berhadapan dengan pria yang sangat menyulitkan, pertama Riyu Ozora yang menyuruhku untuk menjauhi Riyoichi. Kedua Eitaro yang bersikap seperti seorang pria pada wanitanya, yang terakhir adalah Riyoichi yang selalu berkelakar tetapi tidak bisa bicara yang sebenarnya.


“Kau mau bicara atau tidak? Aku menemuinya bukan untuk melihat wajahmu saja!” ungkapku dengan nada kesal.


“Apa dia menyuruhmu untuk menjauhi aku?” tanyanya padaku dengan kedua matanya masih memandang kedua anak kecil yang bermain di luar.


“Iya,” jawabku singkat.


Dan mengapa pula dia tahu jika Riyu menyuruhku untuk menjauhinya, apakah dia mematai-matai aku. Tidak mungkin, aku tidak percaya jika Riyoichi selaku menguntit diriku.


“Apa kau mematai-matai aku?!” Aku bertanya dengan nada menyelidiki.


Riyoichi menggelengkan kepalanya, dia mengatakan jika dirinya dan Riyu memiliki hubungan yang bisa dikatakan sebagai seorang teman. Namun, dia tidak mengatakan jika mereka dalam masalah atau permusuhan.


Aku bertanya kepadanya mengapa Riyu menyuruhku untuk menjauhinya, dia tersenyum lalu mengatakan. “Apakah kau akan menjauhi aku?” dengan senyumnya yang menggoda.


Dia ini pria yang aneh kadang bisa bersikap tidak peduli dan dengan cepat bisa berubah menjadi pria yang selalu menggoda. Sebenarnya sifatnya yang mana dari dirinya ini, aku terkadang dibuat bingung olehnya. Sudahlah lebih baik aku bertanya apa yang ingin disampaikan olehnya, apakah dia akan menyampaikan informasi mengenai ayah atau yang lainnya.


“Aku tidak peduli dengan hubungan kalian bagaimana yang aku tanyakan sekarang adalah apa yang ingin kau bicarakan denganku?!” ungkapku padanya sembari menatapnya.


Dia tersenyum lalu berkata, “Bantu aku mencuri sebuah data yang ada di tangan Riyu!” jawabnya dengan nada tenang.


“Apa?!” sontak aku bertanya padanya karena tidak menyangka apa yang dikatakan olehnya.


“Apa yang ingin aku curi darinya?” Aku kembali bertanya setelah bisa menenangkan diri.


______________________________________________


Nah apa lagi ini? Mengapa Riyoichi menyuruh Yuki untuk mencuri sesuatu dari Riyu.

__ADS_1


Jangan lupa ya kalian kasi like dan komentar itu akan membuat macan semangat 45 hahhaa...


__ADS_2