
Aku terus menunggu Kimiko untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan padaku. Namun, di masih diam dan tidak mengatakan apa-apa, sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya.
"Sampai kapan kau akan diam saja?" tanyaku pada Kimiko.
"Jauhi dia," jawabnya singkat dan aku tidak tahu siapa yang harus aku jauhi kali ini.
"Siapa yang kau maksud?" Aku kembali bertanya pada Kimiko yang menatap ke arahku.
Kimiko mengatakan jika dirinya berpikir dan berharap jika aku menjauhi Riyu sebab ada hal yang tidak bisa dia katakan padaku. Semua yang dia katakan membuatku semakin bingung saja. Aku juga menanyakan apa alasannya sehingga mengharuskan aku menjauh dari pria itu.
"Katakan yang sebenarnya? Aku sungguh tidak paham dengan yang kau maksudkan ini,"
Kimiko kembali terdiam sepertinya dia sedang berpikir bagaimana caranya untuk mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. Aku semakin penasaran saja apa yang membuat Kimiko mengharuskan aku menjauh dari Riyu dan mengingatkan aku pada Rioichi yang sedari awal memintaku untuk menjauhi Riyu juga. Namun, kenyataannya Rioichi sendiri yang sebenarnya adalah penjahat itu dan sampai saat ini pun belum bisa tertangkap.
Aku terus meminta Kimiko untuk mengatakan apa yang sebenarnya padanya sehingga dia bisa mengambil keputusan apakah menjauhi Riyu atau tetap seperti biasanya. Kimiko kembali menatapku dengan saksama seraya dia sedang memilih kata-kata yang ingin dia keluarkan dari mulutnya itu.
"Aku menyukainya," jawabnya dan itu membuatku terkejut.
"Sejak kapan kau menyukainya?" Aku kembali bertanya pada sahabat yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri.
Dia terlihat menghela napasnya dan mulai menceritakan semuanya dengan jelas di telingaku. Aku sama sekali tidak mengira jika mereka berdua sudah pernah saling bertemu tetapi selalu berpura-pura di hadapannya. Akan tetapi, yang membuatku kembali bertanya adalah bagaimana hubungannya dengan Eitaro.
Aku pun memberanikan diri untuk bertanya padanya, "Lantas bagaimana dengan Eitaro? Bukankah kalian berdua memiliki sebuah hubungan."
Kimiko menggelengkan kepalanya dan dia mengatakan jika dirinya dan Eitaro sama sekali tidak memiliki hubungan apa-apa, selebihnya dia tidak menjelaskannya lagi. Sepertinya aku harus mencari tahu semua ini pada Eitaro sebab aku masih berpikir mereka berdua memiliki hubungan yang serius.
__ADS_1
Setelah mengetahui semua itu aku pun memutuskan untuk pergi dari rumah Kimiko sebab Eitaro memberikan pesan padaku untuk segera kembali ke rumah. Tanpa banyak berpikir lagi aku langsung memacu mobilku dengan kecepatan tinggi untuk tiba di rumah sebab aku sedikit khawatir dengan keadaannya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di rumah, aku langsung memarkirkan mobil lalu mematikan mesin mobil dan melepaskan sbuk pengamannya. Kubuka pintu mobil dan aku pun ke luar serta berjalan menuju kamar Eitaro.
"Di mana, Eitaro?" tanyaku pada kepala pelayan yang aku temui saat berjalan menuju kamar Eitaro.
"Tuan muda, sedang ada di gazebo," jawab kepala pelayan atas pertanyaan yang aku layangkan tadi.
Tanpa banyak bicara lagi aku pun langsung berjalan menuju Eitaro yang saat ini ada di Gazebo, ada begitu banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya. Dan aku ingin dia mengatakan semuanya dengan sejujur-jujurnya.
Kulihat Eitaro yang sedang duduk di dalam gazebo, bisa kulihat dia tersenyum padaku. Aku tidak membalas senyumannya dan terus berjalan mendekat ke arahnya.
"Mengapa kau di sini? Bukankah kau sedang sakit?" tanyaku langsung padanya.
"Aku sudah membaik dan kau duduklah," jawabnya sembari menyuruh aku untuk duduk.
"Apa kau sudah bicara dengan, Kimiko?" tanyanya padaku dengan nada serius.
Aku menganggukkan kepala dan mengatakan apa yang sudah diceritakan oleh Kimiko juga padaku. Kulihat wajah Eitaro untuk mengetahui bagaimana reaksi pria yang ada di depanku ini.
Raut wajahnya masih sama saja tidak ada rasa keterkejutan sama sekali dari raut wajahnya, apakah dia sudah tahu semuanya sehingga itu alasannya dia selalu tidak suka dengan kedekatanku dengan Riyu. Akan tetapi, aku merasa jika da hal lainnya yang membuat pria yang ada di depanku ini menentang kedekatanku dengan Riyu.
"Jika kau sudah tahu maka mulailah menjauh darinya dan biarkan Kimiko bersama dengannya," Eitaro berkata lalu dia berdiri dan hendak berjalan meninggalkan aku.
"Tunggu ... sebenarnya ada apa denganmu? mengapa kau sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku," Aku berkata sembari berdiri dan berjalan lalu berhenti tepat di depan Eitaro.
__ADS_1
Aku menatap dengan saksama pria yang ada di depanku, entah mengapa aku merasa ada yang berbeda dari sika Eitaro padaku. Namun, aku tidak tahu apa itu dan semakin lama semakin membuatku penasaran dengan adikku ini.
"Mulai sekarang belajarlah untuk tidak menganggap aku sebagai adikmu lagi karena kita bukan saudara," Dia berkata padaku dengan nada yang begitu tenang lalu pergi begitu saja.
Mendengar apa yang dia katakan membuat aku benar-benar tidak mengerti dengan semuanya. Mengapa dia mengatakan akan hal itu padahal selama ini aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Apakah dia sudah tidak menganggapku sebagai kakaknya lagi dan ingin membuangku sebagai kakaknya.
Aku kembali berjalan mengejar Eitaro yang sudah tidak terlihat olehku dan aku yakin jika dia sudah ada di dalam kamarnya. Pokonya hari ini aku harus tahu apa yang menyebabkan dia berkata seperti itu padaku.
Saat aku hendak mengetuk pintu kamarnya aku mendengar dia sedang berbicara dengan seseorang. Kubuka pintu kamarnya perlahan dan aku melihat dia sedang berbicara dengan seseorang yang ada di seberang telepon dan aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas karena dia berjalan mendekat ke arah jendela.
"Kau menguping?" tanya Eitaro yang tahu jika aku sedang melihat ke arahnya.
Setelah mengatakan itu padaku dia pun memutuskan sambungan teleponnya dan aku pun berjalan masuk ke dalam kamarnya. Aku masih ingin sebuah penjelasan darinya tentang apa yang barusan dia katakan dengan santainya.
"Apa yang kau inginkan?" tanya padaku.
"Semuanya. Jelaskan padaku apa yang sudah terjadi padamu dan mengapa aku harus belajar melupakan jika kau adalah adikku," jawabku sembari melihat ke arahnya.
Dia mengatakan jika semua yang dia katakan serius dan setelah kedatangan ibu dan ayah maka semuanya akan dijelaskan lagi. Namun, dia tidak bisa mengatakan semaunya saat ini sebab dia juga masih harus menyelesaikan apa yang belum dia selesaikan.
"Sebaiknya kau masuk ke dalam kamar dan beristirahatlah nanti makan malam kita bertemu lagi," ujarnya padaku sembari mendorong tubuhku ke luar dari kamarnya.
__ADS_1