Isi Hati Yuki

Isi Hati Yuki
Mengapa Kau Berbohong


__ADS_3

Aku sudah tiba di sebuah restoran yang di katakan oleh


Riyu tetapi ada yang aneh dengan restoran ini. Sepertinya restoran ini sudah


tutup karena tidak ada pengunjungnya. Apa aku sudah salah jam atau tempat


tanyaku di dalam hati.


“Nona, apakah Anda Nona Yuki?” tanya seorang pelayan


wanita padaku.


“Iya,” jawabku singkat.


Pelayan wanita itu pun tersenyum lalu dia


mempersilakan aku untuk mengikutinya. Aku pun berjalan di belakangnya, terlihat


dari kejauhan ada seorang pria yang sedang duduk di sebuah kursi dan pria itu


tersenyum ke arahku.


Kuhentikan langkahku karena sudah berada di dekat pria


yang sedari pagi menghubungiku. Dia berdiri dan membukakan kursi seraya


menyuruh aku untuk duduk di sana. Aku pun duduk di kursi yang sudah dia


persilakan itu dan pelayan tadi pun berjalan meninggalkan kami berdua.


“Apa yang ingin kau sampaikan?” tanyaku pada Riyu yang


terlihat senang dengan kehadiranku.


“Aku ingin menikah denganmu,” jawabnya dengan nada


serius.


Namun, aku terkejut dengan apa yang dikatakan oleh


pria yang ada di depanku, tidak kukira dia akan melamarku secepat ini tetapi


aku masih belum yakin dengan Riyu dan ditambah lagi dengan Kimiko yang menyukai


pria itu.


Dia tersenyum menatapku dan kembali bertanya apakah aku


menerima lamarannya. Dia juga mengatakan setelah menikah nanti dirinya akan


membantuku untuk mencari di mana keberadaan ayah.


Aku memandanginya dengan saksama dan kembali teringat


dengan semua pria yang ingin dekat dengannya lalu mengatakan jika mereka tahu


di mana keberadaan ayahku. Menapa pria yang ada di depanku juga mengarakan hal


yang hampir sama dengan orang-orang itu.


“Kau tahu di mana ayahku berada?” tanyaku padanya


karena aku ingin tahu sebenarnya bagaimana sifat Riyu.


Sebab pertama kali aku bertemu dengannya dia adalah


pria dingin dan terlihat sedikit kejam. Namun, semakin ke sini sifatnya sama


sekali berubah dan itu membuatku semakin penasaran dan ingin tahu sebenarnya


dengan sifat pria yang ada di depanku saat ini.


“Aku belum tahu di mana ayahmu tetapi yang pasti jika


kita menikah aku akan membantumu untuk mencarinya,” jawabnya dengan penuh


percaya diri.


“Apa kau tahu ada wanita lain yang mencintaimu?”


tanyaku pada Riyu.


Terlihat Riyu terdiam dan menatapku dengan penuh

__ADS_1


tanya, aku hanya ingin tahu apakah dia akan berkata jujur jika mengenal Kimiko


sebelum bertemu denganku. Dia terus menatapku lalu kembali bertanya apa yang


aku maksudkan.


“Kimiko, kau mengenalnya bukan?” Aku kembali bertanya


padanya.


Riyu kembali terdiam saat aku mengatakan nama Kimiko


dan terlihat sangat jela oleh kedua mataku jika dia menyembunyikan sesuatu


padaku. Apakah pria ini benar-benar mengenal Kimiko lantas mengapa mereka


berdua terlihat seperti tidak saling mengenal.


Aku menunggu jawaban dari Riyu tetapi dia masih saja


tidak menjawabnya, dia hanya diam dan sembari menatapku. Yang aku inginkan saat


ini adalah kejujuran pria itu sebab Kimiko sudah berkata jujur padanya.


“Mengapa kau tidak menjawab? Apakah begitu berat jika


mengakui jika kalian saling mengenal dan juga saling mencintai?” Aku kembali


bertanya padanya dengan nada yang penuh dengan selidik.


“Mengapa kau berkata seperti itu? Apa yang sudah dia


katakan padamu?” Riyu balik bertanya padaku dan aku masih tidak paham dengan


pria yang ada di depanku ini.


Dengan menatapnya sejak aku pun mengatakan jika Kimoko


sudah mengatakan semuanya dan aku ingin Riyu dan Kimiko bersama. Aku akan


merasa bahagia jika melihat sahabat sekaligus adiknya bahagia.


Riyu terlihat kesal dengan apa yang aku katakan tetapi


semua yang kukatakan semuanya tadi sungguh-sungguh. Namun, entah apa yang


“Aku memang mengenal Kimiko tetapi aku sama sekali


tidak mencintainya sebab yang aku cintai adalah kau,” Riyu menjelaskan apa yang


ada di dalam hatinya.


“Mengapa kau berbohong?”


Aku mendengar suara seseorang yang ada di belakangku,


perlahan kupalingkan wajahku untuk melihat siapa yang bicara seperti tadi. Aku


terkejut saat melihat Kimiko yang sudah berdiri di belakangku dan sekarang dia


maju beberapa langkah sehingga mendekat ke arah Riyu.


“Untuk apa kau ke sini?” tanya Riyu pada Kimiko dengan


nada dingin.


“Aku hanya ingin tahu apa yang akan kau katakan pada


Yuki tentang hubungan kita,” jawab Kimiko dan terdengar sangat kecewa dengan


apa yang dikatakan Riyu tadi.


“Duduklah kau belum sembuh total,” ujarku pada Kimiko


untuk duduk di sampingku.


Aku tidak ingin jika dia kembali sakit hanya karena


masalah ini, sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana caranya untuk membuat


mereka kembali bersama. Dan aku bersyukur jika mereka berdua menikah dan hidup


bahagia bagiku itu sudah cukup.

__ADS_1


Kimiko pun duduk di sampingku dan dia terlihat masih


sangat sedih dan juga kesal pada Riyu. Dia terus menatap pria yang ada di


depannya, dia kembali bertanya pada Riyu tentang semua hal yang pernah mereka


lakukan bersama.


Mereka pun mulai memperdebatkan semuanya dan terlihat


jika di antara mereka berdua tidak ada mau yang mengalah. Mereka masih memegang


apa yang menurut mereka masing-masing benar.


Sehingga aku merasa bingung siapa yang berkata jujur dan


tidak kali ini tetapi aku juga mengenal dengan baik Kimiko dan dia tidak akan


pernah berkata bohong. Dia sama sekali bukan wanita yang bisa melakukan apa


saja hanya demi seorang pria yang tidak menginginkannya.


“Sampai kapan kalian akan berdebat?” tanyaku pada


mereka berdua yang tidak berhenti untuk mengatakan apa yang mereka lakukan


adalah benar.


“Dia sudah membohongiku dan mengatakan jika dia sangat


mencintaiku,” ujar Kimiko sembari menatapku.


“Dia berbohong selama ini kami memang dekat tetapi aku


hanya menganggapnya sebagai seorang teman saja,” sergah Riyu yang bagiku itu


terlihat seperti seorang pria yang tidak menerima apa yang dikatakan oleh


Kimiko.


Aku kembali mendengar perdebatan mereka dan kali ini


aku terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kimiko jika mereka berdua sudah


pernah berhubungan intim. Dan yang terakhir adalah sebelum Kimiko terluka


hingga haru kembali ke rumahnya.


“Itu hanya hubungan intim biasa dan tidak ada artinya


bagiku,” ucap Riyu.


Apa yang dia ucapkan membuatku geram, dia dengan


entengnya mengataka semua itu biasa. Dan aku semakin tidak mengerti dengan


Kimiko mengapa dia mencintai pria yang seperti itu.


Tanpa banyak bicara lagi aku langsung menarik tangan


Kimoko dan hendak meninggalkan tempat ini sebab menurutku sudah tidak ada yang


perlu lagi dibicarakan. Aku tidak ingin jika Kimoko menikah dengan pria yang


sama sekali tidak menghargai sebuah hubungan.


“Aku tidak bisa pergi denganmu karena masih ada yang


harus aku katakan pada pria itu,”


Kimiko berkata padaku sembari menepis tanganku dan aku


terpaku dengan apa yang dilakukan oleh Kimoko. Mengapa dia bisa begitu bodoh


terhadap cinta apakah tidak ada pria lain yang bisa dia cintai.


“Aku tidak setuju jika kau berhubungan dengan pria


seperti itu sebab dia hanya akan menyakitimu saja,” timpalku dengan nada kesal


pada sahabat sekaligus saudariku.


“Aku tidak bisa pergi karena dia harus mendengar apa

__ADS_1


yang akan aku katakan,” Kimoko kembali berkata dan aku tidak tahu apa yang akan


dia katakan tetapi kali ini dia terlihat sangat serius.


__ADS_2