
Aku sudah tiba di sebuah restoran yang di katakan oleh
Riyu tetapi ada yang aneh dengan restoran ini. Sepertinya restoran ini sudah
tutup karena tidak ada pengunjungnya. Apa aku sudah salah jam atau tempat
tanyaku di dalam hati.
“Nona, apakah Anda Nona Yuki?” tanya seorang pelayan
wanita padaku.
“Iya,” jawabku singkat.
Pelayan wanita itu pun tersenyum lalu dia
mempersilakan aku untuk mengikutinya. Aku pun berjalan di belakangnya, terlihat
dari kejauhan ada seorang pria yang sedang duduk di sebuah kursi dan pria itu
tersenyum ke arahku.
Kuhentikan langkahku karena sudah berada di dekat pria
yang sedari pagi menghubungiku. Dia berdiri dan membukakan kursi seraya
menyuruh aku untuk duduk di sana. Aku pun duduk di kursi yang sudah dia
persilakan itu dan pelayan tadi pun berjalan meninggalkan kami berdua.
“Apa yang ingin kau sampaikan?” tanyaku pada Riyu yang
terlihat senang dengan kehadiranku.
“Aku ingin menikah denganmu,” jawabnya dengan nada
serius.
Namun, aku terkejut dengan apa yang dikatakan oleh
pria yang ada di depanku, tidak kukira dia akan melamarku secepat ini tetapi
aku masih belum yakin dengan Riyu dan ditambah lagi dengan Kimiko yang menyukai
pria itu.
Dia tersenyum menatapku dan kembali bertanya apakah aku
menerima lamarannya. Dia juga mengatakan setelah menikah nanti dirinya akan
membantuku untuk mencari di mana keberadaan ayah.
Aku memandanginya dengan saksama dan kembali teringat
dengan semua pria yang ingin dekat dengannya lalu mengatakan jika mereka tahu
di mana keberadaan ayahku. Menapa pria yang ada di depanku juga mengarakan hal
yang hampir sama dengan orang-orang itu.
“Kau tahu di mana ayahku berada?” tanyaku padanya
karena aku ingin tahu sebenarnya bagaimana sifat Riyu.
Sebab pertama kali aku bertemu dengannya dia adalah
pria dingin dan terlihat sedikit kejam. Namun, semakin ke sini sifatnya sama
sekali berubah dan itu membuatku semakin penasaran dan ingin tahu sebenarnya
dengan sifat pria yang ada di depanku saat ini.
“Aku belum tahu di mana ayahmu tetapi yang pasti jika
kita menikah aku akan membantumu untuk mencarinya,” jawabnya dengan penuh
percaya diri.
“Apa kau tahu ada wanita lain yang mencintaimu?”
tanyaku pada Riyu.
Terlihat Riyu terdiam dan menatapku dengan penuh
__ADS_1
tanya, aku hanya ingin tahu apakah dia akan berkata jujur jika mengenal Kimiko
sebelum bertemu denganku. Dia terus menatapku lalu kembali bertanya apa yang
aku maksudkan.
“Kimiko, kau mengenalnya bukan?” Aku kembali bertanya
padanya.
Riyu kembali terdiam saat aku mengatakan nama Kimiko
dan terlihat sangat jela oleh kedua mataku jika dia menyembunyikan sesuatu
padaku. Apakah pria ini benar-benar mengenal Kimiko lantas mengapa mereka
berdua terlihat seperti tidak saling mengenal.
Aku menunggu jawaban dari Riyu tetapi dia masih saja
tidak menjawabnya, dia hanya diam dan sembari menatapku. Yang aku inginkan saat
ini adalah kejujuran pria itu sebab Kimiko sudah berkata jujur padanya.
“Mengapa kau tidak menjawab? Apakah begitu berat jika
mengakui jika kalian saling mengenal dan juga saling mencintai?” Aku kembali
bertanya padanya dengan nada yang penuh dengan selidik.
“Mengapa kau berkata seperti itu? Apa yang sudah dia
katakan padamu?” Riyu balik bertanya padaku dan aku masih tidak paham dengan
pria yang ada di depanku ini.
Dengan menatapnya sejak aku pun mengatakan jika Kimoko
sudah mengatakan semuanya dan aku ingin Riyu dan Kimiko bersama. Aku akan
merasa bahagia jika melihat sahabat sekaligus adiknya bahagia.
Riyu terlihat kesal dengan apa yang aku katakan tetapi
semua yang kukatakan semuanya tadi sungguh-sungguh. Namun, entah apa yang
“Aku memang mengenal Kimiko tetapi aku sama sekali
tidak mencintainya sebab yang aku cintai adalah kau,” Riyu menjelaskan apa yang
ada di dalam hatinya.
“Mengapa kau berbohong?”
Aku mendengar suara seseorang yang ada di belakangku,
perlahan kupalingkan wajahku untuk melihat siapa yang bicara seperti tadi. Aku
terkejut saat melihat Kimiko yang sudah berdiri di belakangku dan sekarang dia
maju beberapa langkah sehingga mendekat ke arah Riyu.
“Untuk apa kau ke sini?” tanya Riyu pada Kimiko dengan
nada dingin.
“Aku hanya ingin tahu apa yang akan kau katakan pada
Yuki tentang hubungan kita,” jawab Kimiko dan terdengar sangat kecewa dengan
apa yang dikatakan Riyu tadi.
“Duduklah kau belum sembuh total,” ujarku pada Kimiko
untuk duduk di sampingku.
Aku tidak ingin jika dia kembali sakit hanya karena
masalah ini, sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana caranya untuk membuat
mereka kembali bersama. Dan aku bersyukur jika mereka berdua menikah dan hidup
bahagia bagiku itu sudah cukup.
__ADS_1
Kimiko pun duduk di sampingku dan dia terlihat masih
sangat sedih dan juga kesal pada Riyu. Dia terus menatap pria yang ada di
depannya, dia kembali bertanya pada Riyu tentang semua hal yang pernah mereka
lakukan bersama.
Mereka pun mulai memperdebatkan semuanya dan terlihat
jika di antara mereka berdua tidak ada mau yang mengalah. Mereka masih memegang
apa yang menurut mereka masing-masing benar.
Sehingga aku merasa bingung siapa yang berkata jujur dan
tidak kali ini tetapi aku juga mengenal dengan baik Kimiko dan dia tidak akan
pernah berkata bohong. Dia sama sekali bukan wanita yang bisa melakukan apa
saja hanya demi seorang pria yang tidak menginginkannya.
“Sampai kapan kalian akan berdebat?” tanyaku pada
mereka berdua yang tidak berhenti untuk mengatakan apa yang mereka lakukan
adalah benar.
“Dia sudah membohongiku dan mengatakan jika dia sangat
mencintaiku,” ujar Kimiko sembari menatapku.
“Dia berbohong selama ini kami memang dekat tetapi aku
hanya menganggapnya sebagai seorang teman saja,” sergah Riyu yang bagiku itu
terlihat seperti seorang pria yang tidak menerima apa yang dikatakan oleh
Kimiko.
Aku kembali mendengar perdebatan mereka dan kali ini
aku terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kimiko jika mereka berdua sudah
pernah berhubungan intim. Dan yang terakhir adalah sebelum Kimiko terluka
hingga haru kembali ke rumahnya.
“Itu hanya hubungan intim biasa dan tidak ada artinya
bagiku,” ucap Riyu.
Apa yang dia ucapkan membuatku geram, dia dengan
entengnya mengataka semua itu biasa. Dan aku semakin tidak mengerti dengan
Kimiko mengapa dia mencintai pria yang seperti itu.
Tanpa banyak bicara lagi aku langsung menarik tangan
Kimoko dan hendak meninggalkan tempat ini sebab menurutku sudah tidak ada yang
perlu lagi dibicarakan. Aku tidak ingin jika Kimoko menikah dengan pria yang
sama sekali tidak menghargai sebuah hubungan.
“Aku tidak bisa pergi denganmu karena masih ada yang
harus aku katakan pada pria itu,”
Kimiko berkata padaku sembari menepis tanganku dan aku
terpaku dengan apa yang dilakukan oleh Kimoko. Mengapa dia bisa begitu bodoh
terhadap cinta apakah tidak ada pria lain yang bisa dia cintai.
“Aku tidak setuju jika kau berhubungan dengan pria
seperti itu sebab dia hanya akan menyakitimu saja,” timpalku dengan nada kesal
pada sahabat sekaligus saudariku.
“Aku tidak bisa pergi karena dia harus mendengar apa
__ADS_1
yang akan aku katakan,” Kimoko kembali berkata dan aku tidak tahu apa yang akan
dia katakan tetapi kali ini dia terlihat sangat serius.