Isi Hati Yuki

Isi Hati Yuki
Bersikeras Ingin Bertemu


__ADS_3

“Bagaimana kabarmu?” tanyanya padaku dengan senyum yang bisa dia perlihatkan padaku jika kami bertemu.


“Aku baik,” jawabku singkat lalu melangkah memasuki lift dan melewati dirinya begitu saja.


Aku berpikir dia akan ke luar dari dalam lift rupanya aku salah dan dia masih berada di dalam lift yang sama denganku. Pria yang tadi ingin menunjukkan jalan menuju ruangan yang akan ku gunakan pun ada di depanku.


Dia terus saja memandangiku dan itu membuatku menjadi tidak nyaman. Aku pun akhirnya melihat ke arahnya dan bertanya padanya tentang keperluannya di gedung ini. Namun, dia hanya diam dan tersusun memerangi wajahku, apakah ada yang salah dengan wajahku ini sehingga dia melihatku terus-menerus.


“Apa ada yang salah dengan wajahku?” tanyaku padanya.


“Kau semakin cantik,” jawabnya tanpa berpikir panjang.


Dahiku mengerut seraya tidak percaya dengan apa yang dia katakan tadi. Aku merasa aneh dengan sifatnya kali ini, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada pria yang ada di sampingku ini. Mengapa aku merasa jika pria itu sudah mulai hilang akal dan melupakan sifat dinginnya itu.


Tidak berapa lama lift pun terhenti dan pintu lift terbuka pria itu pun berkata, “Nona silakan.”


Aku pun berjalan mengikuti pria yang akan membawaku ke ruangan yang akan aku gunakan selama berada di perusahaan ini. Dan aku pun tidak memedulikan pria yang sedari tadi memandangiku tanpa alasan.


Langkahku hentikan saat pria yang ada di depan berhenti dan membuka pintu sebuah ruangan. Dia mempersilakan aku masuk ke dalam ruangan itu, terlihat sebuah ruangan yang sangat sesuai dengan seleranya. Tidak terlalu banyak barang-barang tidak penting di dalam ruangan ini.


“Nona, untuk hari ini dan seterusnya di sinilah ruang kerja Anda,” ucap pria itu padaku.


“Siapa namamu?” tanyaku padanya sebab aku belum sempat bertanya namanya tadi.


“Anda bisa memanggilku, Akina,” jawabnya dengan penuh hormat.


Dia pun mengatakan jika dalam aku berada di perusahaan ini dan mengusir semua kepentingan perusahaan ini maka dialah yang akan menjadi asistenku. Jika dilihat secara saksama dia adalah pria yang sopan dan pekerja keras, aku harap dia bisa diandalkan.

__ADS_1


“Berikan dokumen yang harus aku periksa dan apa saja yang membuat masalah di perusahaan ini,” perintahku pada Akina.


Akina menganggukkan kepalanya lalu dia membalikkan tubuhnya dan berjalan ke luar dari ruanganku. Aku mengambil ponsel dan melihat apakah ada pesan atau email yang masuk selagi menunggu Akina datang dengan dokumen yang aku perlukan.


Ada panggilan yang masuk dan nomor yang tertera di dalam layar adalah nomor Riyu, aku pun mengangkatnya langsung dan mendengarkan apa yang ingin dia katakan. Dia bertanya tentang keadaanku dan juga di mana aku berada sekarang.


Aku menjawab apa yang dia tanyakan dan tidak berapa lama aku mendengar suara ketukan pintu ruang kerjaku. Aku pun menyuruh orang yang ada di balik pintu untuk masuk dan aku pun mengakhiri percakapanku dengan Riyu yang ada di seberang telepon.


Pintu ruangan pun terbuka dan aku melihat seorang wanita yang berjalan masuk ke dalam dengan membawa nampan yang berisikan segelas air putih. Dia pun mendekat padaku sembari tersenyum menandakan jika dia memberi hormat padaku.


“Nona, apa ada yang diperlukan lagi?” tanya wanita itu dengan penuh hormat padaku.


“Tidak ada dan kau bisa kembali ke tempatmu,” jawabku padanya.


Wanita itu pun menganggukkan kepalanya dan sedikit membungkukkan badannya lalu dia berbalik dan berjalan ke luar dari ruanganku. Aku pikir yang masuk adalah Akina yang akan membawakan beberapa dokumen yang aku perlukan.


Pintu ruangan pun terbuka dan aku melihat Akina masuk ke dalam ruangan serta di tangannya ada dokumen. Dia pun berjalan mendekat dan langsung menyerahkan dokumen yang aku tanyakan tadi.


“Kau bisa kembali ke ruanganmu,” Aku berkata pada Akina.


“Baik, Nona apabila ada yang tidak dipahami Anda bisa bertanya padaku,” jawab Akina lalu dia berjalan meninggalkan aku dengan dokumen yang lumayan banyak di atas meja.


Aku menarik napas setelah melihat dokumen yang menunjuk di atas meja, ini semua di luar perkiraanku. Sepertinya aku harus bekerja keras mulai hari ini dan ada kemungkinan aku membawa pekerjaan ke rumah.


Satu per satu dokumen mulai kubuka dan membacanya dengan saksama dan tidak terlalu cepat agar bisa menemukan masalah yang sedang terjadi. Aku sama sekali tidak ingin terlewatkan semua hal penting yang ada di dalam dokumen itu.


Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat dan sudah saatnya makan siang. Namun, aku sedang tidak berselera untuk makan siang di luar perusahaan karena begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

__ADS_1


Aku pun menyuruh Akina untuk memesankan makan siang dan membawanya ke ruanganku. Beberapa saat kemudian Akina datang dengan membawa beberapa menu makanan yang sudah aku pesan tadi.


“Nona, selamat menikmati makan siangnya,” Akina berkata lalu dia pergi meninggalkan ruanganku.


Sembari menyantap makan siang aku pun kembali mengingat pria yang ada di lift tadi. Aku tidak mengira jika pria itu sudah sangat berubah dari terakhir bertemu.


Ponselku berdering, aku mengambil ponsel yang ada di atas meja dan melihat siapa yang menghubungi aku di saat makan siang. Kulihat nomor Kimiko, aku pun langsung mengangkatnya dan mendengarkan apa yang dia katakan padaku.


Dia mengatakan jika dirinya ingin bertemu denganku secepatnya. Aku pun bertanya apa yang ingin disampaikan kepadanya bisa sekarang diucapkan. Akan tetapi, Kimiko bersikeras agar aku menemuinya langsung dan dia akan mengatakannya.


“Akan aku temui kau besok, sebelum aku pergi kerja,” Kukatakan itu pada Kimiko yang ada di seberang telepon.


Setelah mengatakan itu Kimiko pun memutuskan sambungan teleponnya, aku berpikir apa yang ingin disampaikan oleh Kimiko. Mengapa dia bersikeras ingin bertemu denganku, apakah terjadi sesuatu padanya hingga dia ingin bertemu langsung dengan aku.


Aku pun melanjutkan makan siang dan setelah semuanya selesai, aku menghubungi seseorang untuk merapikan meja. Beberapa saat kemudian tiba dua orang wanita dan mereka pun membersihkan dan merapikan meja. Setelah semuanya rapi mereka berdua pun pergi.


Aku melanjutkan pekerjaanmu hingga sore hari dan memutuskan untuk kembali ke rumah dengan membawa dokumen yang belum terselesaikan. Terlihat Akina yang sedang berjalan mendekat padaku dan dia pun memberikan hormat padaku.


“Nona, apakah ada hal yang ganjil setelah Anda memeriksa dokumen yang saya berikan?” tanya Akina padaku.


“Aku belum memeriksa semuanya dan akan melanjutkannya di rumah,” jawabku sembari berjalan dan Akina mengikutiku dari belakang.


Akina membukakan pintu mobilku dan mempersilakan aku untuk masuk ke dalam mobil. Aku tersenyum lalu berkata pada Akina, “Terima kasih.”


Setalah pintu mobil tertutup sopir pun menjalankan mobilnya ke luar dari perusahaan menuju rumah. Selama di dalam perjalanan aku masih terpikirkan oleh Kimiko yang ingin menyampaikan sesuatu padanya dan rasa ingin tahunya semakin besar.


Akan tetapi, dia tidak bisa ke rumah Kimiko saat ini sebab masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan olehnya. Ponselku kembali berdering dan aku mengambilnya dari dalam tas, aku pun mengangkatnya tanpa melihat nomor yang tertera.

__ADS_1


“Kau mau apa lagi menghubungi aku?!” tanyaku pada seseorang yang ada di seberang telepon.


__ADS_2