Isi Hati Yuki

Isi Hati Yuki
Sikap Dingin


__ADS_3

Aku hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh


pria tua itu tentang pengalamanku di dalam dunia bisnis ini. Apakah semua


kemampuan bisnis hanya bisa dilihat dari umur seseorang.


Pria tua itu masih saja mengatakan jika aku tidak


pantas untuk memegang kekuasaan di perusahaan ini. Semua hal yang dia katakan


membuatku kesal saja tetapi aku tidak boleh terpancing oleh perkataan pria tua


itu.


Akan aku lihat apakah semua orang yang ada di dalam


ruangan ini akan terpengaruh semua perkataan yang diucapkan oleh pria tua itu.


Namun, semakin lama kubiarkan dia malah semakin menjadi-jadi dan aku semakin


kesal di buatnya.


“Baiklah. Kalau begitu siapa yang menurutmu pantas


untuk duduk di kursi ini?” tanyaku pada pria tua yang sedari tadi


menjelek-jelekkan aku pada semua orang yang ada di ruang meeting ini.


Kulihat mereka semua terdiam dan tidak ada yang berani


bicara lagi dan aku melihat ke arah pria tua itu dan dia pun terlihat ingin


bicara. Aku menunggu apa yang akan dia katakan lagi sekarang.


“Tidak ada yang pantas untuk duduk di kursi itu selain


kau,” ucap seseorang yang baru saja memasuki ruang meeting.


Aku terkejut dengan apa yang kulihat saat ini dan aku


tidak mengira jika dia akan datang ke sini. Sebab sedari pagi aku tidak melihat


dia di rumah dan itu terasa aneh jika dia datang ke perusahaan ini.


“Siapa kau? Berani sekali kau masuk ke ruangan ini


tanpa izin terlebih dahulu,” tanya pria tua itu pada Eitaro.


“Kau bertanya siapa aku? Lantas mengapa kau tidak


percaya dengan apa yang sudah diputuskan oleh pemilik saham terbesar di


perusahaan ini,” balas Eitaro dengan nada menekan.


Sekarang aku melihat bagaimana anak itu mengatasi pria


tua yang sudah membuatku kesal. Tidak kukira Eitaro bisa terlihat begitu garang


di hadapan pria tua yang tadi begitu sombong dengan kemampuan yang dia


miliki.


Kulihat Eitaro berjalan mendekat ke arahku tetapi dia


sama sekali tidak memperlihatkan senyumannya. Dia terlihat begitu tegas dan


dingin sehingga jika orang yang tidak kenal dengannya maka orang itu akan


merasakan ketakutan hingga tidak bisa melawan lagi.


“Aku datang ke sini atas permintaan ibuku yang

__ADS_1


mengatakan jika semua keputusan yang sudah diambilnya tepat. Apabila di antara


kalian ada yang tidak setuju Yuki duduk di kursi ini maka kalian boleh membuang


saham yang ada di tangan kalian itu,” ucap Eitao dengan nada dingin dan


terdengar ada penekanan si setiap kata yang ke luar dari mulutnya itu.


Dia juga mengatakan jika dia akan selalu mengawasi


siapa saja yang hendak mempersulit aku. Semua orang langsung terdiam dan juga


pria tua itu pun hanya melihat ke arah Eitaro saja.


Aku merasa yang dia lakukan adalah untuk membantuku


menghadapi pria tua yang selalu saja menggangguku. Apakah dia sudah tahu


tentang pria tua itu sehingga dia bisa bersikap arogan seperti ini.


“Aku akan mengawasi kalian semua dan ingat apa yang


aku katakan tadi,” Eitaro berkata dengan tegas dan dia pun berjalan


meninggalkan ruangan tanpa memedulikan aku yang ada juga di dalam ruangan ini.


***


Akhirnya meeting hari ini selesai dengan


lancar meski pertama di mulai sudah di kacaukan oleh pria tua itu. Untung saja


ada Eitaro yang datang dan membungkam pria tua itu. Sepertinya aku harus


benar-benar bergerak cepat untuk menyelesaikan semua hal yang sedang terjadi di


perusahaan ini.


“Apa semua informasi tentang pria tua itu belum kau


mendapatkan apa yang aku inginkan.


“Maafkan saya Nona karena sudah mengecewakan Anda,”


jawabnya padaku dengan nada penyesalan.


Dia mengatakan jika orang yang disuruhnya untuk


mencari tahu tentang semua informasi pria tua itu dikabarkan tewas di dalam


sebuah kecelakaan. Sehingga beberapa informasi tentang pria tua itu.


“Siapa nama pria tua itu?” tanyaku setelah Akina


menjelaskan semuanya.


“Tuan Akimoto,” jawabnya singkat.


Aku berjalan menuju ruanganku dan mengatakan pada Akina


jika aku akan langsung pergi dari perusahaan ini sebab semua hal tentang


pekerjaan hari ini sudah selesai. Aku melihat dia menganggukkan kepalanya dan


berjalan meninggalkan aku.


“Kau masih ada di sini?” tanyaku pada Eitaro saat aku


membuka pintu ruang kerjaku dan melihat Eitaro sedang duduk di atas sofa


sembari memegang ponselnya.

__ADS_1


Aku melihat dia berdiri lalu berjalan mendekat ke


arahku dan terlihat dia memegang sebuah amplop cokelat. Dia sama sekali tidak


tersenyum padaku dan masih memperlihatkan sikap dinginnya itu.


“Ini adalah semua yang kau inginkan,” ucap Eitaro sembari


menyerahkan amplop cokelat yang ada di tangannya itu padaku dan dia pun


berjalan meninggalkan ruang kerjaku.


“Tunggu … bisa kau jelaskan semuanya padaku sebenarnya


apa yang sudah terjadi padamu?” Aku berkata pada Eitaro tetapi dia sama sekali


tidak menghentikan langkahnya.


Anak ini semakin aneh saja dan dia benar-benar


membuatku kehilangan cara untuk mencari tahu apa yang ada di dalam pikirkannya


itu. Aku melihat amplop yang ada di tangan dan membukanya karena penasaran


dengan apa yang ada di dalamnya.


Aku berjalan menuju meja kerjaku dan duduk di kursi


lalu membuka amplop itu. Ada beberapa lembar kertas yang kukeluarkan, tanpa


banyak berpikir lagi aku membaca semua yang ada di dalam kertas itu.


“Ini bukankah semua informasi tentang Tuan Akimoto …


bagaimana dia bisa mengumpulkan semuanya dengan cepat?”


Aku merasa bingung dengan apa yang dia lakukan,


mengapa dia bisa tahu jika aku sedang menyelidiki pria tua itu. Sebenarnya ada


apa denganmu mengapa kau selalu membuatku kesal dan penasaran tetapi kau juga


membantuku.


Ponselku berdering dan aku mengambil ponsel yang


kebetulan ada di atas meja. Aku lihat nama Riyu yang ada di layar ponselku dan


aku enggan untuk mengangkatnya tetapi sepertinya dia juga ada hal yang penting


yang ingin disampaikan olehnya padaku.


“Aku akan menemuimu dan kirimkan saja lokasi yang kau


inginkan,” ucapku tanpa mendengar apa yang ingin dia katakan setelah mengangkat


teleponnya.


Terdengar suara Riyu yang senang mendengar apa yang aku


katakan tadi, dia pun mengatakan jika dia akan mengirimkan sebuah lokasi


padaku. Dan juga dia mengatakan jika saat ini sudah ada di tempat itu.


“Baiklah aku akan langsung ke sana,” ujarku lalu


menutup sambungan teleponnya.


Tidak berapa lama ada pesan yang masuk dan itu adalah


lokasi yang diberikan oleh Riyu padaku. Aku pun langsung mengambil tas dan

__ADS_1


berjalan menuju ke tempat yang dikatakan oleh Riyu.


“Aku harap kau tidak membuang-buang waktuku saja,”


__ADS_2