
Aku hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh
pria tua itu tentang pengalamanku di dalam dunia bisnis ini. Apakah semua
kemampuan bisnis hanya bisa dilihat dari umur seseorang.
Pria tua itu masih saja mengatakan jika aku tidak
pantas untuk memegang kekuasaan di perusahaan ini. Semua hal yang dia katakan
membuatku kesal saja tetapi aku tidak boleh terpancing oleh perkataan pria tua
itu.
Akan aku lihat apakah semua orang yang ada di dalam
ruangan ini akan terpengaruh semua perkataan yang diucapkan oleh pria tua itu.
Namun, semakin lama kubiarkan dia malah semakin menjadi-jadi dan aku semakin
kesal di buatnya.
“Baiklah. Kalau begitu siapa yang menurutmu pantas
untuk duduk di kursi ini?” tanyaku pada pria tua yang sedari tadi
menjelek-jelekkan aku pada semua orang yang ada di ruang meeting ini.
Kulihat mereka semua terdiam dan tidak ada yang berani
bicara lagi dan aku melihat ke arah pria tua itu dan dia pun terlihat ingin
bicara. Aku menunggu apa yang akan dia katakan lagi sekarang.
“Tidak ada yang pantas untuk duduk di kursi itu selain
kau,” ucap seseorang yang baru saja memasuki ruang meeting.
Aku terkejut dengan apa yang kulihat saat ini dan aku
tidak mengira jika dia akan datang ke sini. Sebab sedari pagi aku tidak melihat
dia di rumah dan itu terasa aneh jika dia datang ke perusahaan ini.
“Siapa kau? Berani sekali kau masuk ke ruangan ini
tanpa izin terlebih dahulu,” tanya pria tua itu pada Eitaro.
“Kau bertanya siapa aku? Lantas mengapa kau tidak
percaya dengan apa yang sudah diputuskan oleh pemilik saham terbesar di
perusahaan ini,” balas Eitaro dengan nada menekan.
Sekarang aku melihat bagaimana anak itu mengatasi pria
tua yang sudah membuatku kesal. Tidak kukira Eitaro bisa terlihat begitu garang
di hadapan pria tua yang tadi begitu sombong dengan kemampuan yang dia
miliki.
Kulihat Eitaro berjalan mendekat ke arahku tetapi dia
sama sekali tidak memperlihatkan senyumannya. Dia terlihat begitu tegas dan
dingin sehingga jika orang yang tidak kenal dengannya maka orang itu akan
merasakan ketakutan hingga tidak bisa melawan lagi.
“Aku datang ke sini atas permintaan ibuku yang
__ADS_1
mengatakan jika semua keputusan yang sudah diambilnya tepat. Apabila di antara
kalian ada yang tidak setuju Yuki duduk di kursi ini maka kalian boleh membuang
saham yang ada di tangan kalian itu,” ucap Eitao dengan nada dingin dan
terdengar ada penekanan si setiap kata yang ke luar dari mulutnya itu.
Dia juga mengatakan jika dia akan selalu mengawasi
siapa saja yang hendak mempersulit aku. Semua orang langsung terdiam dan juga
pria tua itu pun hanya melihat ke arah Eitaro saja.
Aku merasa yang dia lakukan adalah untuk membantuku
menghadapi pria tua yang selalu saja menggangguku. Apakah dia sudah tahu
tentang pria tua itu sehingga dia bisa bersikap arogan seperti ini.
“Aku akan mengawasi kalian semua dan ingat apa yang
aku katakan tadi,” Eitaro berkata dengan tegas dan dia pun berjalan
meninggalkan ruangan tanpa memedulikan aku yang ada juga di dalam ruangan ini.
***
Akhirnya meeting hari ini selesai dengan
lancar meski pertama di mulai sudah di kacaukan oleh pria tua itu. Untung saja
ada Eitaro yang datang dan membungkam pria tua itu. Sepertinya aku harus
benar-benar bergerak cepat untuk menyelesaikan semua hal yang sedang terjadi di
perusahaan ini.
“Apa semua informasi tentang pria tua itu belum kau
mendapatkan apa yang aku inginkan.
“Maafkan saya Nona karena sudah mengecewakan Anda,”
jawabnya padaku dengan nada penyesalan.
Dia mengatakan jika orang yang disuruhnya untuk
mencari tahu tentang semua informasi pria tua itu dikabarkan tewas di dalam
sebuah kecelakaan. Sehingga beberapa informasi tentang pria tua itu.
“Siapa nama pria tua itu?” tanyaku setelah Akina
menjelaskan semuanya.
“Tuan Akimoto,” jawabnya singkat.
Aku berjalan menuju ruanganku dan mengatakan pada Akina
jika aku akan langsung pergi dari perusahaan ini sebab semua hal tentang
pekerjaan hari ini sudah selesai. Aku melihat dia menganggukkan kepalanya dan
berjalan meninggalkan aku.
“Kau masih ada di sini?” tanyaku pada Eitaro saat aku
membuka pintu ruang kerjaku dan melihat Eitaro sedang duduk di atas sofa
sembari memegang ponselnya.
__ADS_1
Aku melihat dia berdiri lalu berjalan mendekat ke
arahku dan terlihat dia memegang sebuah amplop cokelat. Dia sama sekali tidak
tersenyum padaku dan masih memperlihatkan sikap dinginnya itu.
“Ini adalah semua yang kau inginkan,” ucap Eitaro sembari
menyerahkan amplop cokelat yang ada di tangannya itu padaku dan dia pun
berjalan meninggalkan ruang kerjaku.
“Tunggu … bisa kau jelaskan semuanya padaku sebenarnya
apa yang sudah terjadi padamu?” Aku berkata pada Eitaro tetapi dia sama sekali
tidak menghentikan langkahnya.
Anak ini semakin aneh saja dan dia benar-benar
membuatku kehilangan cara untuk mencari tahu apa yang ada di dalam pikirkannya
itu. Aku melihat amplop yang ada di tangan dan membukanya karena penasaran
dengan apa yang ada di dalamnya.
Aku berjalan menuju meja kerjaku dan duduk di kursi
lalu membuka amplop itu. Ada beberapa lembar kertas yang kukeluarkan, tanpa
banyak berpikir lagi aku membaca semua yang ada di dalam kertas itu.
“Ini bukankah semua informasi tentang Tuan Akimoto …
bagaimana dia bisa mengumpulkan semuanya dengan cepat?”
Aku merasa bingung dengan apa yang dia lakukan,
mengapa dia bisa tahu jika aku sedang menyelidiki pria tua itu. Sebenarnya ada
apa denganmu mengapa kau selalu membuatku kesal dan penasaran tetapi kau juga
membantuku.
Ponselku berdering dan aku mengambil ponsel yang
kebetulan ada di atas meja. Aku lihat nama Riyu yang ada di layar ponselku dan
aku enggan untuk mengangkatnya tetapi sepertinya dia juga ada hal yang penting
yang ingin disampaikan olehnya padaku.
“Aku akan menemuimu dan kirimkan saja lokasi yang kau
inginkan,” ucapku tanpa mendengar apa yang ingin dia katakan setelah mengangkat
teleponnya.
Terdengar suara Riyu yang senang mendengar apa yang aku
katakan tadi, dia pun mengatakan jika dia akan mengirimkan sebuah lokasi
padaku. Dan juga dia mengatakan jika saat ini sudah ada di tempat itu.
“Baiklah aku akan langsung ke sana,” ujarku lalu
menutup sambungan teleponnya.
Tidak berapa lama ada pesan yang masuk dan itu adalah
lokasi yang diberikan oleh Riyu padaku. Aku pun langsung mengambil tas dan
__ADS_1
berjalan menuju ke tempat yang dikatakan oleh Riyu.
“Aku harap kau tidak membuang-buang waktuku saja,”