Istri Bayangan Tuan Arogan

Istri Bayangan Tuan Arogan
Terbakar


__ADS_3

"Baby, malam ini menginaplah di apartmentku ya." Di dalam mobil, Anne bergelayut manja di lengan Samuel.


Samuel mengulas senyum tipis. "Sesuai permintaanmu Baby, tapi kita makan dulu, aku lapar lagi, makanan yang dibawa Dimitri tadi kurang enak."


"Kau benar Baby, sepertinya Dimitri sengaja," ucap Anne mencibir.


Samuel enggan menyahut. Dia malah menyalakan kendaraan roda empat miliknya. Sebelum ia menjalankan mobil, pandangannya teralihkan dengan sosok tak asing di depan sana yang tengah masuk ke dalam mobil Bruno.


Tidak mungkin Shera kan?


Samuel bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil menajamkan penglihatannya.


"Baby, kenapa tidak jalan?"


Pertanyaan Anne barusan membuat Samuel segera tersadar. Dia menoleh ke samping. "Oh ya Baby," ucapnya sambil memutar stir kemudi dengan pelan.


Tak butuh waktu yang lama, Samuel dan Anne sudah berada di sebuah restaurant. Pasangan sejoli itu langsung masuk dan memesan makanan.


"Kau mau pesan apa, Baby?" Samuel membuka menu yang disodorkan waitres barusan.


"Seperti biasa, kita kan pernah ke sini, masa kau lupa?"


Dahi Samuel berkerut kuat. Dan melayangkan tatapan menyelidik. "Aku memang tidak pernah ke sini Baby, bukankah ini pertama kalinya kita ke sini, apa kau pernah kemari?"

__ADS_1


Anne nampak gelagapan. "Oh my God, aku baru ingat, Baby, ternyata aku ke sini bersama Mommyku waktu itu, hehe, pesananku sesuaikan saja denganmu Baby."


Samuel enggan menanggapi. Gelagat Anne terlihat mencurigakan menurutnya. Tak mau memikirkan yang aneh-aneh, dia memilih memesankan makanan yang sama untuk Anne.


Selang beberapa menit keduanya telah selesai menyantap makan sore dan bergegas pulang ke apartment Anne.


Sesampainya di apartment, begitu pintu di tutup, Anne langsung menyambar bibirnya. Samuel sedikit heran melihat keagresifan Anne yang tak seperti biasanya. Namun, sebagai seorang lelaki, tentu saja Samuel senang. Dia pun membalas cumbuan sang kekasih.


Samuel melilit, mengigit dan sampai bertukar saliva sejenak dengan Anne. Semenit pun berlalu pasangan yang tengah dimabuk asmara itu, bercumbu mesra di ruangan.


Saat napasnya memburu, Samuel mendorong tubuh Anne seketika ke atas sofa.


"Jadi kita bermain di sini Baby?"


"Suka sekali!"


Setelah mendengar tanggapan sang kekasih, Samuel mengukung Anne di bawah tubuhnya lalu mengecup liar leher jenjang Anne.


"Ah Baby... pelan-pelan shfttt..." Dengan mata terpejam Anne menikmati setiap sentuhan yang diberikan Samuel.


Samuel semakin bersemangat. Dia pun membuka perlahan pakaian atas Anne. Akan tetapi, baru saja terbuka, mata Samuel melebar kala melihat tanda merah seperti sebuah kecupan. Perasaan tak nyaman mulai menjalar di hatinya seketika.


"Apa ini? Aku tidak pernah meninggalkan jejak di dadamu, Anne?" tanya Samuel sambil melayangkan tatapan penuh curiga.

__ADS_1


Secepat kilat Anne membuka mata lalu berkata,"Tentu saja ini bekas nyamuk Baby, kenapa?"


Samuel menyipitkan mata, menatap lekat-lekat bola mata Anne. Tanpa mengeluarkan satu patah kata, Samuel bangkit berdiri dan merapikan jasnya yang sedikit berantakan.


"Baby, kenapa berhenti?" tanya Anne kebingungan.


"Aku lupa ada janji temu dengan Dimitri." Hasratnya yang sempat memuncak tadi menguap seketika.


"Tapi Sam..." Anne termangu sejenak.


Perkataan Anne terhenti kala melihat Samuel berlalu cepat dari apartmentnya.


***


Di dalam mobil, sambil mengendarai mobil menuju mansion utama, sesekali Samuel tercenung, memikirkan sikap Anne yang akhir-akhir ini bertingkah aneh. Dia menaruh curiga pada kekasihnya itu sekarang.


"Tidak mungkin Anne selingkuh dariku, aku kurang apa, aku memiliki segalanya, tapi mengapa ada tanda itu ada di dada Anne, aku yakin sekali itu sebuah kecupan," Samuel bergumam-gumam sambil memperhatikan kendaraan lalu lalang di depan sana.


"Lebih baik aku minta Dimitri untuk menyelidiki Anne." Sekali lagi Samuel berbicara sendiri.


Samuel menekan pedal rem secara mendadak kala melihat di depan mansion, Shera baru saja keluar dari mobil Bruno.


Untuk kesekian kalinya Samuel merasa dadanya bergemuruh kuat, entah karena apa. "Ck! Dasar wanita murah4n! Berani-beraninya dia pulang bersama Bruno!"

__ADS_1



__ADS_2