Istri Bayangan Tuan Arogan

Istri Bayangan Tuan Arogan
Di mana


__ADS_3

Sudah seminggu Samuel tak masuk berkerja. Sedari kemarin pria itu menuruti permintaan kekasihnya. Anne mengatakan dirinya mengidam dan meminta Samuel untuk menemaninya di apartment setiap waktu.


Samuel pun berusaha memenuhi keinginan Anne. Meskipun perkerjaannya sedikit terbelangkai akibatnya. Dan selama itu pula ia melimpahkan semua tanggung jawabnya kepada Dimitri.


"Baby, hari ini temani aku ke mall lagi ya, kau tidak keberatan kan?" Anne bergelayut manja di lengan Samuel. Keduanya berada di ruang tengah, sedang menonton tayangan televisi.


Senyum tipis terlukis di wajah Samuel seketika. "Baby, hari ini aku tidak bisa menemanimu, sudah seminggu aku tidak pulang ke rumah dan pergi ke kantor, bagaimana kalau besok saja?" Samuel berusaha memberi pengertian pada Anne. Karena dia tak enak hati menyuruh Dimitri terus-menerus mengemban tugas yang telah diberikan Daddynya. Ditambah lagi tadi malam, Daddynya menghubunginya, menanyakan mengapa dirinya tak berada di kantor kemarin, saat Daddynya datang berkunjung.


"Tapi Baby..." Raut wajah Anne berubah murung.


Samuel menggengam tangan Anne seketika. Lalu menatap lekat ke dalam bola mata kekasihnya. "Aku janji besok akan menemanimu, belilah apapun yang kau inginkan besok ya," ucapnya pelan.


Anne terdiam sejenak kemudian tampak berpikir keras. "Baiklah, kalau sudah sampai kantor kabari aku ya, Baby!" sahutnya bersemangat sambil memeluk Samuel.


Samuel mengangguk pelan lalu mengelus-elus pelan punggung Anne.


Setelah pamit, Samuel bergegas pergi ke kantor. Sesampainya di sana, dia mengedarkan pandangan ke sekitar, menelisik keberadaan Shera. Entah mengapa seminggu tak bertemu, membuat perasaannya gusar. Semenit pun berlalu, Samuel tak melihat batang hidung Shera.


Kemana dia?


Samuel masih celingak-celinguk ke segala arah sambil melangkahkan kaki dengan pelan.

__ADS_1


"Mister." Dari belakang suara Dimitri terdengar tiba-tiba.


Samuel membalikkan badan. "Iy-a," sahutnya tergagap-gagap.


"Saya pikir Mister tidak masuk berkerja lagi hari ini, apa yang anda cari, Mister?" tanya Dimitri tanpa ekspresi sama sekali. Sedari tadi dia memperhatikan tingkah Samuel secara diam-diam.


Samuel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sesaat. "Tidak ada, ayo kita ke kantor," sahutnya lalu melenggang pergi dari hadapan Dimitri.


*


*


*


"Apa anda mencari Nona Shera?"


Pertanyaan yang diajukan Dimitri barusan, membuat Samuel salah tingkah.


Samuel berdeham rendah, menetralisir perasaannya yang tak menentu, entah karena apa, sebab setiap kali nama Shera disebut, jantungnya selalu berdetak cepat.


"Anda dan Nona Shera sudah tidak memiliki hubungan lagi, status anda sekarang adalah duda, jadi tidak usah mencari seseorang yang bukan milik anda lagi," ucap Dimitri cepat.

__ADS_1


Samuel mengernyitkan dahi. "Apa maksudmu?" tanyanya sambil bangkit berdiri dari kursi.


"Apa anda tidak membaca dokumen yang saya kirim empat hari yang lalu ke apartment Nona Anne, anda sendirilah yang menandatangani surat cerai yang dibuat oleh Nona Shera?" Dimitri memicingkan mata, melihat respon Samuel sekarang.


"Apa?!" Samuel begitu terkejut. "Kau jangan bercanda Dimitri! Aku tidak pernah menandatangani surat cerai!" Samuel mendekati Dimitri sembari melayangkan tatapan tajam.


Dimitri enggan menyahut, malah melangkah cepat ke arah lemari buffet di mana dokumen-dokumen penting tersimpan. Dimitri mengambil sebuah dokumen lalu menyodorkan benda tersebut kepada Samuel.


"Bacalah Mister, saya tidak bercanda, sepertinya anda kemarin asal tanda tangan saja dan tidak membaca isinya." Dimitri menebak jika Samuel tak membaca isi dokumen yang ia berikan kemarin.


Samuel tergugu. Entah mengapa perasaan tak nyaman menyelinap masuk ke relung hatinya. Dia dilanda gelisah sekarang. Secara perlahan ia menyambar dokumen dari tangan Dimitri lalu membacanya dengan seksama.


Kedua mata Samuel melebar sempurna, mengetahui bahwa dirinya dan Shera sudah bercerail ternyata. Kejadian beberapa hari sebelumnya, menari-nari dibenaknya sejenak saat dia menandatangani sebuah dokumen tanpa membaca terlebih dahulu isinya karena Anne meminta dipijit badannya tiba-tiba.


Bukankah seharusnya Samuel senang karena sudah tak memiliki hubungan dengan Shera. Namun mengapa, perasaannya hampa dan dadanya terasa perih. Samuel memegang dadanya seketika, jantungnya seakan tertusuk sebilah belati sekarang.


"Shera..." lirihnya sejenak. Lalu mencengkram kerah pakaian Dimitri tiba-tiba. "Di mana dia sekarang Dimitri?!" teriaknya menggelegar sambil melototkan mata.


Dimitri sama sekali tak melawan. "Saya tidak tahu Mister, di mana Nona Shera berada."


__ADS_1


Mampir sini juga yuk, di jamin seru 😍


__ADS_2