Istri Bayangan Tuan Arogan

Istri Bayangan Tuan Arogan
Suasana Hati Yang Buruk


__ADS_3

Seringai tipis muncul seketika di wajah Samuel. "Tidak ada alasan aku untuk membencimu, kau memang pantas di benci," desisnya pelan, namun menusuk ke ulu hati Shera.


Mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Samuel, Shera hanya mampu tersenyum getir sambil menatap nanar sang suami. Bohong, jikalau Shera tak menyukai Samuel, sejak pertemuan pertama kemarin, dadanya berdebar-debar tak karuan, Shera baru saja menyadarinya. Hal itulah yang membuat dia kecewa atas sikap Samuel padanya saat ini. Di benci dan diperlakukan seperti binatang oleh sang suami.


"Mister, maafkan saya." Dimitri baru saja tiba. Pria itu nampak terkejut, melihat keadaan Shera sekarang yang kacau.


Samuel menoleh lalu mendengus kasar. "Terserah, urus semua kekacauan ini, Dimitri dan aku mau kau buatkan dapur khusus untuk Shera makan dan minum, mengerti!!"


Dimitri mengangguk cepat. "Baik Mister, akan saya kerjakan, sekali lagi saya meminta maaf."


Tak ada sahutan, Samuel malah melenggang pergi, meninggalkan Shera dan Dimitri di dapur. Setelah melihat punggung Samuel menghilang, Dimitri menghampiri Shera.


"Bukankah sudah aku katakan Nyonya, jangan membuat masalah, lihatlah sekarang, anda di siksa," sahut Dimitri sedikit ketus, sambil memapah Shera untuk berdiri.


Shera enggan menanggapi. Wanita itu hanya diam saja dengan air mata mengalir deras.


Lima menit kemudian, Shera sudah berada di dalam kamar. Selesai membalut luka di keningnya dengan kasa. Dia memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.


Shera baru saja keluar dari kamar mandi. Langkah kakinya terhenti saat mendengar suara getaran dari atas meja. Dengan rambut basah ia berjalan cepat mendekati nakas. Lalu menyambar ponsel dan membaca pesan dari perawat di rumah sakit, memberitahu bahwa Mamanya sudah siuman.

__ADS_1


"Akhirnya," Shera tersenyum lebar membaca pesan tersebut lalu mengetik pesan kepada Dimitri, mengatakan bahwa ia akan pergi ke rumah sakit. Sebab beberapa menit yang lalu, Dimitri pergi entah kemana.


Di sisi lain.


Di sepanjang perjalanan menuju apartment Anne, Samuel senyum-senyum sendiri, karena hari ini ia dan Anne memiliki waktu luang untuk pergi liburan bersama. Setelah bulan lalu, berkerja non-stop tanpa mengenal waktu di perusahaannya. Samuel dapat bernapas lega sekarang.


"Mister, apa kita langsung ke apartment saja atau ke toko bunga dulu membelikan Nona Anne bunga." Di kursi kemudi, Dimitri memperhatikan tingkah SamueI dari kaca spion mobil. Dia berusaha mengingatkan Samuel sebelum sampai apartment Anne. Dimitri hapal betul jika Samuel kerapkali memberikan bunga untuk kekasihnya.


"Benar juga, ayo kita ke toko bunga dulu," sahutnya kemudian.


Selang beberapa menit, Samuel sudah tiba di apartment Anne. Tak lupa ia membawa bunga mawar merah yang dibelinya tadi.


Begitu pintu terbuka, Samuel langsung masuk ke apartment dan memeluk Anne seketika.


"Hehe, iya, wow, bunga ini untukku." Anne melepas pelukan dan mengambil bunga tersebut dari tangan Samuel.


SamueI tersenyum tipis. "Iya, untukmu Baby, kau suka?"


"Sangat suka, hehe, i love you Baby," sahutnya sambil mengecup sekilas bibir Samuel.

__ADS_1


"I love you too." Samuel menarik pinggang seketika lalu berkata,"Ayo siap-siap, sebentar lagi kita ke bandara."


Anne cemberut. "Aku lupa memberitahumu kalau aku tidak bisa ikut, Bosku mengatakan padaku untuk datang ke San Francisco sekarang, ada acara yang diselenggarakan mitra bisnis bosku di sana, acara ini sangat penting, Sam, jadi..." Anne tak melanjutkan perkataannya saat melihat raut wajah Samuel berubah drastis.


"Jadi tidak jadi? Begitu maksudmu?" ucapnya sambil menjauhkan tubuhnya dari Anne.


"Sam, dengarkan aku, aku benar-benar minta maaf, lain kali kita akan pergi liburan ya, aku janji." Anne berusaha merayu Samuel. Namun, pria itu malah mendengus kasar karena harapannya untuk bersantai dengan sang kekasih pupus.


"Terserah kau, Anne! Pergilah bersama bosmu itu!" Tanpa pikir panjang, Samuel berjalan cepat menuju pintu.


"Baby, dengarkan aku, kau jangan marah! Aku janji, kita akan liburan nanti." Anne panik bukan main. Dia langsung mengejar dan berusaha menggapai tangan Samuel. Tapi pria itu malah mengibaskan tangan Anne dengan sangat kasar.


"Sam!!!" teriak Anne saat melihat Samuel melangkah cepat di koridor di apartment. Anne nampak kesal karena sang kekasih pergi meninggalkannya.


Melihat raut wajah Samuel yang menahan amarah, Dimitri langsung membukakan pintu mobil. Dia menebak jika terjadi sesuatu barusan di apartment Anne. Dan tanpa pikir panjang, Dimitri mengirimkan pesan singkat kepada Shera agar pulang lebih awal agar tak terkena amukan Samuel.Setelah mengirimkan pesan kepada Shera, Dimitri menyalakan mobil seketika kala Samuel mengeluarkan suara.


"Cepat jalankan mobilnya, Dimitri! Apa lagi yang kau tunggu!!!" bentak Samuel dengan mata berkilat menyala.


"Ba-ik Mister." Dimitri menggerakkan stir kemudi.

__ADS_1


Sembari menunggu up, mampir ke novel teman author yuk



__ADS_2