Istri Bayangan Tuan Arogan

Istri Bayangan Tuan Arogan
Wajah Yang Tak Asing


__ADS_3

Shera mengerutkan dahi, melihat pria itu mematung di tempat.


"Saya benar-benar minta maaf Tuan, saya permisi dulu," kata Shera saat matanya tiba-tiba teralihkan dengan roti yang tersaji di toko kue. Tanpa mendengar perkataan si pria, dia melangkah pergi.


Setelah melihat Shera bergerak menjauhinya, pria itu segera tersadar.


"Ck! Aku lupa menanyakan namanya, bodoh sekali aku ini!" umpatnya pada diri sendiri. "Mengapa wajahnya terlihat tidak asing ya?" Pria berperawakan tinggi itu bergumam kembali sambil mengamati punggung Shera menghilang di depan sana.


Di sisi lain, tepatnya di Los Angeles.


Samuel masih bergeming di hadapan Mommynya. Sedari tadi memohon pada Mommynya agar mau memberitahu keberadaan Shera. Dadanya nampak naik dan turun, tengah menahan perih yang menjalar di relung hatinya saat ini.


Lily tergugu. Wanita pemilik mata berwarna biru laut itu sedang berpikir keras.


"Honey, ada apa ini?" Suara berat dari pintu antar penghubung ruangan terdengar seketika, Leon baru saja sampai ke mansion dan keheranan melihat Samuel menangis sembari berlutut di hadapan istrinya.

__ADS_1


Lily mengalihkan pandangan. "Samuel meminta padaku mengatakan keberadaan Shera, Honey," tuturnya dengan raut wajah sendu.


"Dad, Mom, aku mohon katakan padaku, aku sangat mencintainya Mom, aku janji akan membahagiakan Shera, aku tidak mau menjadi CEO lagi Dad, turunkan saja jabatanku, aku tak perlu warisan dan aset-asetmu, aku hanya ingin Shera di sisiku saat ini," ucap Samuel bersungguh-sungguh kemudian menundukkan wajahnya sambil meremas kuat dadanya yang semakin terasa sakit.


Lantas Leon melempar pandangan ke arah Lily lalu keduanya berbicara satu sama lain melalui bahasa isyarat, yang hanya dimengerti oleh mereka.


"Apa kau yakin, Sam?" tanya Leon tanpa menunjukkan ekspresi sedikitpun. Leon jelas tahu jika putra ketiganya ini berambisi menjadi CEO.


Samuel mengangkat perlahan wajahnya dan menatap seksama Daddynya. "Aku sangat yakin Dad, demi Shera, turunkan saja jabatanku dan tidak usah memberi aku warisan, Dad, asal Daddy dan Mommy mau mengatakan padaku di mana Shera sekarang."


"Daddy bangga padamu, Sam. Baiklah, Daddy dan Mommy akan memberitahu Shera berada di mana sekarang," ucap Leon diikuti senyuman lebar setelahnya.


Samuel mengajukan pertanyaan sambil bangkit berdiri. Dia menatap lekat-lekat bola mata Daddynya, menunggu bibir sang ayah


kembali bergerak.

__ADS_1


*


*


*


Setelah mendapatkan informasi dari kedua orangtuanya mengenai keberadaan Shera. Pada hari itu juga Samuel bergegas pergi ke kota terpencil di luar pulau Amerika Serikat. Pantas saja dia tak dapat menemukan Shera sebab tempat tinggal mantan istrinya itu begitu jauh dari perkiraannya.


Di sepanjang perjalanan, perasaannya sangat tak menantu, ada rasa bahagia dan rindu bercampur menjadi satu di dalam hatinya saat ini.


Ketika sampai di tempat tujuan Samuel langsung menuju apartment Shera. Akan tetapi, pemilik apartment mengatakan Shera sedang pergi keluar membeli sesuatu untuk keperluan anaknya. Dan Samuel di suruh si pemilik menunggu Shera pulang. Namun, Samuel sangat tak sabaran ingin bertemu Shera. Tanpa berpikir panjang, ia pun pergi keluar mencari Shera.


Belum juga sepuluh langkah kaki dari apartment, pergerakan kedua kaki Samuel terhenti saat melihat Shera bersama seorang pria sedang berjalan beriringan sambil tersenyum-senyum lebar.


Samuel terbakar cemburu, ia pun melangkah cepat, mendekati keduanya lalu...

__ADS_1


Bugh!


"Sean!"


__ADS_2