Istri Bayangan Tuan Arogan

Istri Bayangan Tuan Arogan
Berjuang Mendapatkanmu


__ADS_3

"Apa kau sudah gila, Sam? Lepaskan tanganku!" Shera berseru sambil mengibas cepat tangan Samuel.


"Aku tidak gila Shera, kembalilah padaku, aku minta maaf karena selama ini menyiksamu, aku mencintaimu Shera." Samuel menatap lekat-lekat bola mata Shera, berharap wanita itu dapat menerimanya dan kembali ke sisi lagi.


Shera tak menunjukkan ekspresi sama sekali. Wanita itu tak terkejut ataupun terlihat bahagia. Shera berdiri mematung sambil menatap Samuel yang tengah menunggu jawaban darinya sekarang.


"Sekarang aku yakin sekali, kalau kepalamu terbentur, pergilah Sam, kita tak ada hubungan lagi, pergilah, mungkin saja Anne sedang menunggumu di sana, aku mau masuk ke dalam," ucap Shera kemudian.


"Tidak, kau tidak boleh pergi! Kau pikir aku tidak tahu, kalau kau sedang hamil anakku sekarang!" Samuel kembali mencengkram pergelangan tangan Shera.


Shera tergelak. Darimana Samuel mengetahui hal tersebut. Namun, bukan hal yang aneh bagi seorang Samuel tidak tahu, apalagi mantan suaminya itu memiliki tangan kanan seperti Dimitri yang begitu kompeten dan pasti berusaha mencari tahu tentang dirinya.


"Shera, aku mohon, ini demi anak kita," ucap Samuel sambil berusaha mengapai perut Shera yang tertutup dress oversize, yang membuat perut besar Shera tak terlihat. Namun, Shera menyentak kasar tangan Samuel.


"Stop! Aku tak peduli, Sam. Jangan ganggu aku dan anakku! Kita sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi, mudah sekali kau mengatakan maaf padaku, setelah kau membuatku terluka waktu itu, pergi!" bentak Shera seketika lalu melangkah pergi dari hadapan Samuel.

__ADS_1


Samuel tercengang. Hatinya begitu sakit mendapat penolakan dari Shera. Dia menatap sendu punggung Shera sejenak. Hal yang wajar bagi Shera menolak mentah-mentah dirinya karena memang sikap dan perlakuannya dulu yang amat kejam.


"Shera, aku tahu aku salah, aku akan berjuang mendapatkanmu," Samuel bergumam pelan. Setelah berperang dengan batinnya barusan. Untuk sementara waktu, dia berencana akan tinggal di sini dan akan berusaha mendapatkan Shera kembali bagaimanapun caranya.


*


*


*


"Sean, mengapa kau senyam-senyum sendiri?" Wanita yang sudah tak terlihat muda itu baru saja masuk ke kamar dan ikut bergabung, duduk di samping Sean. Sedari tadi dia mengerutkan dahi melihat tingkah anak semata wayangnya itu.


Sean menoleh sejenak. "Hm, memangnya aku tidak boleh tersenyum Mom?" tanyanya heran.


Sebagai seorang ibu, tentu saja Risa menaruh curiga, sebab anak semata wayangnya yang berkerja menjadi seorang dokter bedah' kehidupannya selalu sibuk, tiba-tiba bersikap aneh. Risa menyungging senyuman kemudian berkata,"Ya aneh dong, Mommy tidak pernah melihat kau senyum sendiri seperti orang gila, ayo siapa wanita itu, kenalkan pada Mommy, apa dia teman kerjamu di rumah sakit?"

__ADS_1


Sean memutar mata malas ke atas sejenak. "Mommy kepo dan sok tahu, bukan Mom. Sudahlah aku mau tidur siang, mumpung hari ini aku tidak bertugas," sahutnya sambil bangkit berdiri.


Secepat kilat Risa menahan tangan Sean. "Sean, katakan pada Mommy, kalaupun kau jatuh cinta pada seseorang, Mommy sangat senang karena akhirnya anak Mommy bisa jatuh cinta, sekarang apakah boleh Mommy melihat wajah wanita yang berhasil menjerat anakku ini," ucap Risa sambil mengulas senyum tipis.


Semula Sean tak mau memberitahu terlebih dahulu kepada Mommynya, siapa wanita yang berhasil mencuri hatinya. Apalagi dia baru saja bertemu Shera hari ini. Sean pun mulai mengotak-atik ponselnya sedang mencari foto Shera yang diambilnya secara diam-diam saat makan roti bersama di toko kue tadi.


"Ini Mom." Sean menyodorkan ponselnya kepada Mommynya.


Risa mengambil alih benda pipih tersebut dari tangan Sean lalu melihat dengan seksama foto Shera.


"Kenapa wajahnya mirip dengan wajah Clara ya," gumamnya pelan tanpa mengalihkan pandangan dari foto Shera. Melihat wajah yang sangat mirip dengan sahabat karibnya itu.


"Astaga, pantas saja wajahnya tidak asing, ternyata memang benar wajahnya mirip sekali dengan Aunty Clara." Sean menepuk pelan keningnya seketika.


"Hmm, aneh sekali." Risa menyipitkan matanya sedikit sambil menatap lebih seksama lagi wajah Shera.

__ADS_1


__ADS_2