Istri Bayangan Tuan Arogan

Istri Bayangan Tuan Arogan
Mencari


__ADS_3

Maaf, author baru bisa up hari ini 🙏. Karena kemarin hp author rusak lagi 😭😔 msih diperbaiki di konter. Sekarang author minjam hp teman, harap dimaklumi ya blm bisa update banyak. Huhuhu....


...----------------...


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, sudah tiga bulan lamanya, Samuel masih mencari keberadaan Shera di seluruh kota Amerika Serikat. Setelah kemarin menginterogasi Dimitri'mengatakan tidak tahu di mana Shera. Tentu saja Samuel tak serta-merta percaya sebab sampai saat ini dia yakin sekali jika kedua orangtuanya dan Dimitri menyembunyikan Shera. Maka dari itu ia langsung turun tangan sendiri. Samuel juga menyuruh oranglain untuk membantunya mencari Shera.


Kini penampilan Samuel tampak sangat berantakan dan tak terurus. Di seluruh rahangnya tumbuh rambut-rambut halus yang tak beraturan dan kantung matanya yang hitam terlihat amat jelas. Sebab hampir setiap malam dia tak bisa tidur nyenyak karena selalu bermimpi tentang Shera dan anaknya. Samuel benar-benar frustrasi. Meskipun begitu, Samuel tak melupakan tanggung jawabnya sebagai CEO di perusahaan Daddynya. Dia selalu masuk kerja walau waktunya lebih banyak dihabiskan memikirkan Shera yang tak kunjung terlihat batang hidungnya. Wanita itu seakan hilang ditelan bumi.


"Bagaimana apa kau ada informasi tentang Shera?" Begitu panggilan terhubung Samuel langsung mengajukan pertanyaan yang sama setiap harinya.


"Maaf Mister, belum ada, kami akan berusaha mencari lagi."


Jawaban dari sebrang sana membuat Samuel kesal setengah mati.


"Cih! Jika dalam waktu minggu ini tak ada hasil, aku akan meminta oranglain saja!" seru Samuel sambil mematikan sambungan secara sepihak.


Setelah menaruh ponsel di atas meja, Samuel mendengus kasar.


"Mister, saya minta maaf karena belum bisa juga menemukan Nona Shera." Sedari tadi Dimitri berdiri tegap di ruangan dengan jarak beberapa meter dari Samuel.

__ADS_1


Samuel menoleh. "Tak perlu, kau dan Mommyku bersengkokol kan, menyembunyikan Shera dariku! Kau pikir aku bodoh! Argh! Semuanya tidak becus berkerja!" sahutnya sambil beranjak dari kursi.


Dimitri terdiam. Memang benar dirinya diperintahkan Lily untuk tidak membeberkan keberadaan Shera selama ini. Dia sangat tak enak hati karena telah membohongi Samuel.


Setelah mendapat informasi jika mantan menantunya itu tengah mengandung. Secara diam-diam, Lily menyuruh anak buahnya mengikuti Shera pergi. Lily juga memiliki alasan sendiri tidak memberitahukan keberadaan Shera kepada Samuel. Dia ingin melihat seberapa jauh perjuangan putra ketiganya itu untuk membuktikan cintanya.


"Kau urus semua perkerjaanku hari ini! Aku mau keluar!" Sekali lagi Samuel berkata dengan nada yang cukup tinggi.


Anggukan pelan sebagai balasan Dimitri. Kemudian Samuel melangkah pergi keluar dari ruangan kerja.


*


*


*


"Mom! Di mana Shera!" teriak Samuel menggelegar sambil berjalan cepat, menghampiri Lily yang tengah duduk di sofa santai.


Lily menghela napas kasar. Melihat keadaan Samuel sangat memprihatinkan sekarang.

__ADS_1


"Sudah Mommy katakan, Mommy tidak tahu, Sam. Apa kau tidak menemukan Shera?" tanya Lily seolah-olah tidak tahu. Walau sempat terbersit tadi dia ingin memberitahu Samuel tentang keberadaan Shera. Namun, masih ada keraguan dihatinya sekarang.


Biasanya Samuel akan membalas langsung perkataan Mommynya. Akan tetapi, pria itu malah menjatuhkan dirinya dengan berlutut di hadapan Mommynya.


"Aku mohon, Mom, di mana Shera..."lirih Samuel sambil menitihkan air matanya seketika.


Lily tergelak.


Sementara itu, di sisi lain.


Shera amat senang sebab hasil jerih payahnya sudah terkumpul lumayan banyak untuk kebutuhan anaknya nanti. Hari ini, dia off berkerja. Maka dari itu Shera berniat untuk membeli beberapa pakaian bayi untuk anaknya nanti.


Kini dia sedang memilih-milih pakaian bayi di salah satu pusat berbelanjaan di kota tersebut. Shera begitu antusias melihat baju-baju munggil terpampang di hadapannya. Sangking semangatnya dia tak sadar menyenggol bahu seseorang saat ingin berbalik.


"Awh! Oh my!" teriak Shera sambil menyentuh perutnya, berharap bayinya tidak terguncang di dalam sana. Shera menoleh ke depan, melihat seorang pria sedang asik merapikan jasnya.


"Maaf, Tuan, aku benar-benar tidak sengaja," ucap Shera dengan raut wajah cemas.


"Apa kau tidak pun–" Perkataan pria itu tergantung saat melihat wajah teduh Shera. Kemarahan yang meluap-luap dihatinya tadi memudar tiba-tiba."Cantik sekali," gumamnya pelan.

__ADS_1


__ADS_2