
Seperti ada sengatan listrik, Shera menikmati setiap sentuhan yang diciptakan oleh bibir Samuel sekarang.
"Dengarkan aku Shera, aku tidak suka kalau kau berdekatan dengan Bruno. Selama kau menjadi istriku jangan dekat-dekat dengan pria lain." Di sela-sela permainan, Samuel berbisik pelan di telinga Shera.
Belum sempat Shera menanggapi perkataan Samuel, yang menurutnya tidak masuk diakal. Bibirnya di bungkam kembali dengan sangat cepat. Shera terbuai kala Samuel menjamah tubuhnya kini. Suara des4hannya bersahut-sahut di ruangan saat ini. Samuel membuka semua pakaian Shera hingga habis tak tersisa.
Dalam hitungan detik, Samuel mulai menghujam inti tubuh sang istri, sampai Shera memekik nikmat.
"Ah.. Sam, please, stop..."
Dengan mata terpejam Shera meminta Samuel menyudahi permainan. Namun, pria itu mengindahkan perkataannya dan malah mempercepat gerakan pinggangnya.
Suara hentakan dan bunyi derit ranjang beradu satu sama lain di kamar saat ini, Shera sudah tenggelam, tenggelam dalam lembah kenikmatan, yang diciptakan oleh suaminya sendiri.
Sedangkan Samuel tampak bersemangat. Dia sampai lupa waktu, sampai pada akhirnya mereka melewatkan jam makan malam.
*
*
*
Pagi pun tiba, Samuel menatap lekat-lekat wajah Shera di sampingnya, yang masih mendengkur halus. Dia sudah terbangun dari tidurnya sejak sepuluh menit yang lalu.
__ADS_1
"Si4l, bodohnya aku, kenapa wanita ini seperti menyihirku, maafkan aku, Anne," gumamnya sambil mengurut pelipis.
Samuel mengendus pelan lalu melirik jam weker diatas nakas, menunjukan pukul setengah enam pagi. Dia beringsut dari atas tempat tidur dan bergegas pergi ke kamar mandi, hendak membersihkan diri.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian kerja, Samuel melirik Shera sekilas, masih bergeming di tempat tidur. Tak mau ambil pusing, hari ini ia memutuskan datang ke kantor lebih awal.
Tepat pukul tujuh kurang, Samuel sudah tiba di perusahaan. Dimitri selaku tangan kanan, selalu setia mengekorinya dari belakang.
Dengan gagah keduanya berjalan menyusuri lorong-lorong kantor. Para karyawan nampak gelagapan saat berpapasan bersama Samuel.
"Cepat banget CEO baru tuh datang, apa nggak ngopi dulu di rumah."
"Aish, horang kaya beda, kalau mau ngopi tinggal suruh bawahannya, nggak kayak kita rakyat jelata ini."
Begitu lah kicauan para karyawan setelah berpapasan dengan Samuel tadi.
Sesampainya di kantor. Samuel langsung meminta Dimitri menyiapkan sarapan. Karena sejak semalam perutnya belum terisi sama sekali. Selagi menunggu Dimitri keluar, Samuel melihat-lihat hasil kinerja para karyawannya di laptop.
Brak!
Tiba-tiba terdengar bunyi gebrakan pintu dari luar, lantas Samuel mengalihkan pandangannya seketika. Dia melihat Anne berdiri di depan pintu dnegan tangan terkepal kuat.
"Ada apa Anne?" Samuel bangkit berdiri sambil melayangkan tatapan heran.
__ADS_1
"Kau pembohong, Sam! Siapa wanita itu ha! Pantas saja kau akhir-akhir ini, tak mau tidur denganku! Ternyata kau sudah menikah! Katakan padaku siapa dia?!!!" teriak Anne menggebu-gebu.
Samuel terkejut, mengapa Anne bisa sampai tahu.
"Kau tahu darimana? Dengarkan aku dulu, Baby," ucapnya sambil melangkah cepat, menghampiri Anne.
"Ck! Kau tak perlu tahu aku tahu dari mana! Aku membencimu, Sam. Cepat katakan padaku siapa wanita itu ha!"
Samuel meraih tangan Anne seketika dan mengenggamnya dengan erat.
"Anne, dengarkan penjelasanku dulu, jangan marah, aku menikah karena dipaksa Mommyku kemarin, dan aku–"
"Stop! Aku tidak peduli dengan penjelasanmu, seharusnya kau menolak permintaan Mommymu, Sam. Tapi apa? Nyatanya kai telah mengkhianati cinta kita! Kalau kau memang mencintaiku, ceraikan wanita itu sekarang juga!" Anne menghempas kasar tangan Samuel.
"Tidak bisa, Anne."
Kedua mata Anne membulat saat mendengar perkataan Samuel barusan. Dengan napas memburu ia berkata," Kenapa tidak bisa ha? Apa kau tidak mencintaiku lagi?"
"Tentu saja, aku mencintaimu, Anne. Tapi–"
"Cukup! Kau pembohong! Cintamu hanya dimulut saja, aku tidak mau tahu, kau harus menceraikannya secepat mungkin, kalau kau tidak mau menuruti permintaanku, aku akan bunuh diri." Anne membalik badan dan melangkah cepat keluar dari ruangan.
Samuel terpaku di tempat.
__ADS_1
Mampir sini juga ya guys 😍