
"Cukup! Simpan semua alibimu Anne!!!" teriak Samuel sambil melempar lembaran foto John dan Anne ke udara.
Kumpulan foto-foto John dan Anne yang dia dapat dari Dimitri tadi. Samuel tak serta-merta langsung kembali ke kantor, melainkan menunggu Anne di lobby aparment. Selagi menunggu kedatangan sang kekasih, Dimitri tiba-tiba datang bersama Amy ke gedung apartment dan menyerahkan bukti perselingkuhan tersebut.
Bak di sambar petir siang bolong, Samuel tak mengira ternyata Anne berselingkuh darinya. Dia naik pitam karena kesetiaannya dihancurkan Anne, apalagi demi Anne dia menceraikan wanita yang sama sekali tak bersalah yaitu Shera, yang keberadaannya tak diketahuinya sampai sekarang.
"Sam, bisa saja ini foto editan, kau jangan percaya." Anne hendak mendekati Samuel namun pergerakannya terhenti saat Amy menamparnya seketika.
Plak!!
"Amy! Apa yang kau lakukan!?" teriak John melengking nyaring.
Alhasil semua pengunjung apartment memusatkan perhatian ke arah mereka.
Samuel tersentak, tak menyangka Amy akan bergerak duluan.
Suasana semakin bertambah panas sekarang.
Anne mengabaikan John dan Amy yang tengah bersitegang juga. Dia langsung mengeluarkan jurus handalannya yaitu dengan menitihkan air matanya seketika lalu mulai melangkah, mendekati Samuel.
"Sam, dengarkan aku dulu, itu semuanya editan dan rekayasa, aku tak mungkin mengkhianatimu, kau tahu sendiri kan, aku sangat mencintaimu..." lirihnya sambil terisak pelan.
__ADS_1
Jika biasanya Samuel akan terenyuh mendengar tangisan Anne. Tapi tidak sekarang, dia malah menatap penuh jijik dan menebak jika bayi yang dikandung Anne sekarang bukan anaknya.
"Cih! Kau pikir aku percaya, betapa bodohnya aku selama ini, benar kata Mommy, kau bukan wanita baik-baik, aku menyesal menceraikan Shera karena dirimu, hubungan kita cukup sampai di sini saja," ucap Samuel penuh penekanan.
"Tapi Sam, aku mencintaimu, lihatlah ini ada anakmu di perutku." Anne tak mau melepaskan Samuel. Walau bagaimanapun ia ingin menjadi menantu keluarga Andersean.
"Anak kau bilang! Ck! Apa kau gila! Bisa saja ini benih selingkuhanmu, cih! Sudahlah, aku malas berdebat denganmu! Mulai detik ini, jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku!" Tanpa mendengarkan jawaban Anne, Samuel bergegas pergi.
"Sam! Tunggu!" Anne ingin mengejar Samuel. Akan tetapi tangannya dicekal oleh Amy.
Setelah beradu mulut dengan John barusan bahkan menampar suaminya tadi. Amy ingin memberi pelajaran kepada Anne.
Amy mengindahkan perkataan Anne. Dia malah mencengkram lebih kuat tangan Anne.
"Amy, lepaskan Anne, kasihan dia, dia sedang hamil." John nampak was-was.
"Cih, hamil anakmu kan!" teriak Amy.
Kedua telinga John langsung memerah saat banyak pasang mata menatapnya. Dia menahan malu saat para pengunjung berbisik-bisik tentangnya.
"Tidak, itu bukan anakku, percayalah padaku Amy, itu anaknya Samuel," kata John sambil berusaha melerai istrinya.
__ADS_1
"Bohong, anak yang dikandung Anne adalah anak Tuan John." Dimitri menghampiri mereka. Setelah dari tadi memperhatikan interaksi ketiganya.
"Diam kau! Jangan sembarangan kau! Apa kau yang membuat foto-foto rekayasa itu ha! Pasti ini semua ada campur tangan Leon dan Lily kan! Aku akan membuat perusahaan kalian hancur!" murka John.
"Mereka tak ada kaitannya, aku sendiri yang berinisiatif membuka kebusukan anda dan Anne! Aku kasihan pada Mister Samuel karena dibodohi kalian!" seru Dimitri.
Setelah penantian yang cukup panjang. Akhirnya dia mendapatkan bukti foto Anne dan John saat para bodyguard John lengah. Sudah hampir seminggu Dimitri menyusun strategi untuk membongkar kebusukan Anne.
"Kau!" John membogem pukulan di pipi Dimitri seketika.
Amy menjerit histeris. Dia pun melerai pertikaian tersebut. Sedangkan Anne saat cekalan terlepas. Dia melangkah pergi tanpa sepengetahuan mereka.
*
*
*
Di sisi lain, Samuel mengemudikan kendaraan dengan sangat kencang menuju rumah Mommynya. Ingin bertanya di mana Shera sekarang. Karena Samuel yakin sekali jika Mommynya tahu di mana Shera. Berulang kali ia memukul stir kemudi sambil mengumpat kesal sedari tadi, karena telah dibodohi Anne selama ini.
"Ahk! Mengapa aku bodoh sekali, maafkan aku Shera," desis Samuel sambil memegang dadanya yang terasa sesak. Setiap kali ia membayangkan wajah Shera pasti dadanya begitu kesakitan, karena teringat perlakuannya dulu terhadap Shera.
__ADS_1