
"Aduh, bagaimana ini, Samuel ada di luar Jhon." Anne bangkit berdiri lalu mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai. Wajahnya begitu panik karena kekasihnya datang ke apartment tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
"Sudahlah, biarkan, jangan dibuka, seolah-olah kau tidak ada di apartment sekarang." John pun beranjak dari sofa. Pria berperawakan tinggi itu menyeringai tipis sambil melihat wajah panik Anne.
"Tapi Jhon—"
"Shfttt,..." Jhon langsung menutup bibir Anne dengan tangannya. "Diamlah, Anne, ikuti saja perintahku," bisiknya dari belakang.
Anne mengangguk cepat walau ketakutan menjalar di hatinya sekarang.
Di luar pintu, Samuel masih mengetuk-etuk pintu apartment.
"Kemana dia? Tidak mungkin berkerja kan? Bukankah bosnya memberinya cuti untuk sementara waktu," gumamnya pelan. Tak mau menerka-nerka ia pun mengambil ponsel di dalam jasnya hendak menghubungi Anne. Namun, belum sempat menekan nomor sang kekasih, sebuah pesan dari Anne masuk tiba-tiba.
__ADS_1
Baby, aku lupa memberitahumu, kalau aku hari ini berkunjung ke rumah orangtuaku, aku merindukan mu, Sam. Datanglah ke apartmentku jam 3 sore nanti, sebentar lagi aku pulang.
Samuel mendesah kasar karena Anne ternyata tak berada di apartment. Tanpa banyak kata ia pun melangkah pergi.
Sementara itu, di dalam apartment Anne menarik napas lega karena tak mendengar ada tanda-tanda Samuel di luar.
"Fiuh, akhirnya, sudahlah John, kau pulang saja! Untuk apa kau kemari! Nanti istrimu curiga," kata Anne sedikit ketus.
"Haha, apa kau cemburu, tenanglah, lagipula Amy sedang bermain ke tempat temannya, selama kita bermain aman, hubungan kita tidak akan diketahui istriku dan kekasihmu itu, aku ke sini kan mau menjenguk anakku juga," ucapnya sambil menarik tangan Anne.
Anne mendengus kesal."Ish! Terserah! Aku membencimu, John! Mengapa kau masih mempertahankan Amy, padahal sudah jelas-jelas dia itu tidak cantik dan tidak pantas bersanding denganmu."
"Hei, jangan marah Anne, Amy memang tidak cantik, tapi berkat dia aku memiliki kekayaan dan kekuasaan, sekarang kita turun ke lobby sebentar, aku mau bertemu klien bisnisku." John memegang dagu Anne seketika lalu melabuhkan kecupan singkat di bibirnya.
__ADS_1
Anne hanya diam saja, tak melawan ataupun memberontak. Sudah cukup lama ia menjalin hubungan dengan John. Pada pandangan pertama dulu, pesona John mampu membiusnya. Kala itu, di sebuah pesta antar perusahaan, dia dan John mabuk berat. Keduanya pun tanpa sadar menghabiskan malam panas bersama.
Anne merasa bersalah pada Samuel. Dan menganggap semua itu hanyalah kecelakaan belaka. Namun, John malah memintanya untuk menjadi wanita simpanannya. Semula Anne menolak, akan tetapi dia tak bisa berkutik saat John menggodanya di kantor setiap saat. Sampai pada akhirnya Anne terjebak dengan daya pikat John. Keduanya pun menjalin hubungan di belakang pasangan mereka masing-masing. Jika ada kesempatan Anne dan John akan melakukan hubungan badan di manapun mereka mau.
"Hei, jangan manyun, ayo kita ke bawah, nanti aku akan membelikanmu tas kesukaanmu," sahut John sambil menutup pintu apartment Anne.
Keduanya hendak turun ke lobby apartment.
Anne enggan menanggapi. Dia malah mengikuti langkah kaki John.
Sesampainya di lantai satu, John mempersilakan Anne untuk berjalan di sampingnya. Anne menurut saja lalu mulai memposisikan dirinya. Akan tetapi, langkah kaki Anne dan John tiba-tiba terhenti saat melihat di hadapan mereka sekarang, ada Amy dan Samuel serta Dimitri berdiri tegap.
"Sam, aku bisa menjelaskannya." Anne tampak ketar-ketir ketika melihat kedua mata Samuel berkilat-kilat menyala sekarang.
__ADS_1