
"Pembohong! Pasti kau tahu di mana Shera!" seru Samuel tanpa berniat melepaskan kerah pakaian Dimitri.
"Kalau pun saya tahu, lalu untungnya bagi Mister apa? Bukankah sejak awal itu yang anda inginkan, lagipula bukankah bagus anda sudah bercerai dengan Nona Shera dan sekarang anda bisa menikah dengan Nona Anne," Dimitri menjawab dengan tenang.
Samuel terdiam seketika. Benar kata Dimitri, bukankah itu yang dia harapkan selama ini. Namun, entah mengapa kepergian Shera membuat perasaannya tak menentu, seperti separuh jiwanya hilang entah kemana.
Pikiran Samuel bercabang-cabang sekarang, mengapa Mommynya sejak kemarin tak menghubunginya.
"Apa Shera di rumah Mommy? Aku cuma mau berbicara dengan Shera sebentar." Samuel heran pada dirinya sendiri, mengapa ingin sekali bertemu Shera tanpa alasan yang jelas.
Perkataan Samuel barusan membuat Dimitri mengerutkan dahi. Sebab pria arogan di hadapannya, melontarkan kalimat-kalimat yang jarang didengar Dimitri.
Dimitri enggan menyahut. Dia malah mengibaskan tangan Samuel lalu berkata," Saya tidak tahu Mister, entahlah, pergilah ke mansion Nyonya Lily, periksa sendiri, saya akan mengerjakan tugas anda."
"Jadi Shera ada di mansion?" Samuel terlihat senang karena ternyata Shera berada di rumah Mommynya kini.
Dimitri tak mengubris pertanyaan Samuel. Dia malah mengambil laptop di atas meja lalu duduk di sofa.
Samuel tak peduli. Dia melangkah pergi menuju pintu ruangan hendak ke rumah Mommynya. Meninggalkan Dimitri seorang diri sedang berkutat dengan laptopnya.
*
__ADS_1
*
*
"Shera! Di mana kau!!!" teriak Samuel menggelegar.
Sesampainya di kediaman Mommynya. Dia memanggil-manggil nama Shera sambil berjalan cepat hendak ke ruang santai, di ruangan yang biasanya menjadi tempat orangtuanya duduk bersantai.
Dengan jarak beberapa meter, Leon dan Lily tersentak saat mendengar suara Samuel melengking nyaring.
"Shera! Keluarlah, ada yang mau aku bicarakan!"
"Mengapa kau berteriak-teriak Sam! Ini bukan hutan!" sembur Lily seketika. Merasa risih dengan suara Samuel barusan.
"Maaf Mom, aku tidak bermaksud." Samuel membungkuk sedikit lalu duduk di hadapan orangtuanya seketika.
"Ckck! Terserah! Apa mau mu!?" Lily langsung menyilangkan tangannya ke dada.
"Honey, jangan marah-marah, lihat wajahmu tambah jelek tahu." Leon berusaha menenangkan sang istri yang nampak kesal melihat kedatangan putra ketiganya itu.
Lily mengendus sejenak lalu menatap lurus ke depan, melayangkan tatapan tajam ke arah Samuel yang nampak salah tingkah sekarang.
__ADS_1
"Mom, aku hanya mau bertemu Shera sebentar saja, apakah boleh?" Samuel memberanikan diri bertanya Mommynya.
Satu alis mata Lily terangkat sedikit. "Untuk apa kau bertemu Shera! Kalian kan sudah bercerai, bukankah itu yang kau mau dari dulu!"
Suasana di ruangan terasa mencekam saat pemilik rumah naik pitam tiba-tiba.
"Iya, aku tahu Mom, kami sudah bercerai, tapi bolehkah aku berbicara dengannya, hanya sebentar saja Mom, aku ingin meminta maaf padanya." Samuel menundukkan wajahnya, tak berani menatap bola mata Lily yang berkilat menyala.
"Minta maaf?" Lily tersenyum sinis sejenak. "Terlambat sudah, Shera tidak ada di sini, dia sudah pergi jauh entah kemana."
"Bohong! Pasti Mommy menyembunyikan Shera kan!" Samuel tak mampu lagi membendung perasaannya kala Mommynya mengatakan Shera pergi jauh. Dia mulai tersulut emosi.
Lily bangkit berdiri. "Untuk apa Mommy menyembunyikan Shera darimu ha! Seharusnya kau senang Shera sudah pergi dari hidupmu kini! Apa yang kau risaukan lagi! Pergilah dari rumah ini sekarang! Mommy malas melihat wajahmu! Mommy sangat kecewa denganmu, Sam! Mulai detik ini Mommy tidak mau mencampuri urusan mu lagi, terserah kau mau menikah dengan siapa! Oh ya, karena kau sudah bercerai, menikahlah dengan Anne secepatnya, seperti yang kau impikan sebelum-belumnya ha!" serunya mengebu-gebu lalu melangkah pergi dari hadapan Samuel.
"Honey!" Leon kebingungan, melihat istri dan anaknya kembali berdebat.
Samuel terpaku seketika, tengah berpikir keras.
"Sam, pulanglah, jangan sampai membuat Mommy mu marah lagi, Daddy juga kecewa padamu." Leon menepuk pundak Samuel. "Shera, gadis yang sangat baik, tapi kau malah menyakitinya, Daddy tak pernah mengajarimu untuk berbuat kasar terhadap wanita, Sam. Sekarang kau fokuslah berkerja, dan menikahilah dengan Anne secepatnya, kata Dimitri kekasihmu itu tengah mengandung anakmu."
Lidah Samuel mendadak kaku dan sangat sulit digerakkan sekarang. Dia hanya membalas perkataan Daddynya dengan mengangguk lesu.
__ADS_1