ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Mimpi buruk berkelanjutan


__ADS_3

***


Arumi masih menyenderkan kepalanya ke laci lampu malam kamar Yudistira, posisi tidur itu sungguh membuatnya tidak nyaman. Apa lagi, ia belum pergi ke air semenjak pria itu mengurungnya. Arumi mulai berdiri dan ia pun mulai melangkah menuju arah toilet. Beberapa menit kemudian, ia keluar dari toilet itu dan lekas melangkah menuju pintu keluar, Arumi hendak melarikan diri. Namun, saat tangannya menggenggam Hendle yang ada di daun pintu. Yudistira bergerak hingga membuat Arumi kegat "Astagfirullah... Ku mohon jangan bangun" bathin Arumi menggumam.


Namun nampaknya Yudistira kembali terlelap malam itu, Arumi kembali mencoba usahanya dengan menekan hendle tersebut dengan kuat, namun... Nyatanya, tak ada yang berubah "Apa ini di kunci" Bathin Arumi. Arumi sungguh ingin pergi.


"Aku ingin pulang... hiks" Arumi yang lemas mulai menyender di daun pintu itu, tubuhnya merosot ke bawah hingga terduduk di daun pintu itu dengan wajah yang menyedihkan "Tolong. Biarkan aku pergi..." Tangis Arumi pasrah, kala ia hanya bisa mengikuti permainan Yudistira yang cukup exstrim itu.


Arumi menatap sayu pria yang tampak nyaman kala ia terlelap di balik balutan selimut tebalnya "Apa yang harus aku lakukan... Mas Alan, apakah kamu baik-baik saja...? Maaf karna aku tak bisa duduk di sampingmu, dan tak bisa mengabulkan permintaan itu. Permintaan yang selalu kamu idamkan, sesuai janji yang harus nya kamu penuhi padaku..." tangis Arumi. Saat Arumi hendak kembali dan duduk di pojokan tadi, ia lihat nanar Yudistira tampak cemas dan gelisah "Ada apa dengan pria itu? Apakah dia mimpi buruk?" Tanya Arumi menghampiri dan menatap intrents wajah Yudistira yang tampak buruk itu. Peluh bercucuran di jidak pria itu hingga area di sekitarnya basah dan sedikit lembab "Ibu! Jangan pergi... Kembali!!" Pekik Yudistira mengigau dalam lelapnya. Arumi mencari selebar tissue dan meraihnya, ia mengusap peluh itu perlahan "Apa yang sedang kamu mimpikan? Hingga kamu begitu menderita seperti ini..." Arumi menghempas peluh itu perlahan hingga tangannya sampai di pipi pria itu. Arumi mulai terdiam "Ibu!!" Pekik Yudistira meraih tangan Arumi dan menariknya "Aahkk!!" Pekik Arumi.

__ADS_1


"Ibu... Jangan pergi, aku tak bisa hidup sendiri bu... Jangan tinggalkan aku..." umpatnya. Arumi kaget dan hanya bisa terbelalak, ia berusaha menyingkirkan pelukan Yudistira yang kekar dan membuatnya kesesakan "Tuan! Lepaskan aku...!" Pinta Arumi mendorong-dorong tangan Yudistira hingga otot Arumi pegal.


"Astagfirullah... Apa lagi ini, ya allah tolong selamatkan aku..." Arumi tampak seperti guling saat Yudistira menghimpitnya begitu nyaman.


Jika sampai Yudistira bangun, Arumi masih dalam posisi seperti itu, maka... Habislah Arumi di cecah Yudistira dengan kata-kata pedasnya.


***


"Kenapa gulingku terasa begitu hangat..." Gumam Yudistira, Yudistira mulai mengingsutkan tubuhnya dan membuka selimut itu. Saat semua tertera dengan jelas, betapa kagetnya Yudistira kala dapati tubuh wanita yang ia benci itu telah terlelap pulas dalam dekapan Yudistira "Gadis sial!' Bentak Yudistira lekas mundur dan menjauhi Arumi. Arumi pun mulai bangun perlahan setelah dapatkan benturan yang cukup kasar atas sikut Yudistira yang menyantuh pipinya begitu keras "Aahhh..." pekik Arumi. Arumi mulai bangun dan menatap Yudistira "Mundur! Siapa yang mengijinkan mu tidur di ranjang ku?" tanya Yudistira mengamuk dengan tatapan melotot.

__ADS_1


"Tapi tuan. Tadi malam anda yang menyeret saya dan mendekap saya begitu saja" Jelas Arumi. Yudistira menolak "Tidak mungkin! Jangan berdalih dan menyalahkan semuanya padaku! Kau sungguh lancang! Apakah kau ingin mati ya! Hah!" Yudistira tetap tak mau menyerah dan terus berdalih. Sedangkan Arumi yang serba salah itu hanya bisa menunduk tanpa bisa membela dirinya sendiri.


"Kau wanita menyedihkan dan kotor! Aku akan memulangkan mu sekarang juga! Berani sekali kau menggoda ku dasar jalan-g!" Yudistira tetap mencecah Arumi hingga ia puas. Arumi lagi-lagi di dorong hingga ia jatuh ke lantai dan duduk telungkup.


"Joe! Bawa wanita sial ini pergi! Aku tak ingin melihatnya!" Pekik Yudistira, joe mulai membuka pintu kamar Yudistira setelah ia membuka kuncinya dan menyeret Arumi ke luar kamar Yudistira.


Blam!


Mereka mulai keluar dari kamar itu, hingga kamar itu mulai hening "Beraninya dia!" bentak Yudistira merasa jijik pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Nampaknya Yudistira terlanjur marah pada Arumi, hingga ia berencana memulangkan Arumi ke kediaman Anggara Wijaya.


Bersambung...


__ADS_2