ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Harus patuh


__ADS_3

***


Arumi di seret dan di banting ke dalam mobil, tangannya terpelanting dan memar seketika itu "Tuan muda! Pelan-pelan... Tangan nona Arumi bisa patah!" Pekik Joe. Arumi hanya bisa meringis kesakitan "Diam Joe! jangan ikut campur urusanku" Bentak Yudistira amat kesal tanpa sebab. Joe hapal benar apa yang terjadi di dalam sana karna Cips yang ada di pakaian Arumi berfungsi dengan baik.


"Apakah anda sudah bertemu dengan kluarga Anggara?" Tanya Joe penasaran.


Yudistira yang angkuh tak ingin membahasnya, karan ia amat kecewa pada istrinya yang terlihat bodoh dengan meminta maaf pada Alan beberapa kali "Bawa aku pulang! Aku ingin mengamuk rasanya!" Pekik Yudistira tak tahan ingin memberi sebuah pelajaran pada istrinya yang terlihat bodoh itu


Astagfirullah... Kenapa aku bisa bertemu pria arogan seperti ini. Selamatkan aku Ya allah, engkaulah zhat yang sempurna dan paling mampu membolak balikan hati manusia. Buatlah tuan Yudistira sadar dan melupakan tentang usaha balas dendamnya yang sia-sia itu. Bathin Arumi menggumam.


Karna raut wajah Yudistira amat kesal, akhirnya Joe tancap gas dengan kecepatan tinggi hingga mampu membelah jalanan ketika melesat di medan lurus itu.


Seketika Joe mulai sampai di kediaman Yudistira. Rumah Elit dengan segala pasilitas canggih buatan tangan Yudistira dan beberapa rekan sekantor lainnya. Membuat istananya tersebut aman dari komplotan pembobol.


"Turun!" Pinta Yudistira membentak Arumi.


"Saya akan bukakan pintu mobilnya" Ucap Joe tergesa-gesa.

__ADS_1


"Tidak joe. Kau hanya khusus melayaniku dan bukan wanita Ja-lang ini! Cepat turun!" Bentak Yudistira mengulang. Akhirnya Arumi turun dengan kaki gemetaran. Ia sangat takut akan tatapan Yudistira yang bengis dan terlihat penuh napsu membunuh yang kuat.


Astagfirullah... Astagfirullah... Astagfirullah... Ya allah selamatkan aku dari pria zolim ini. Bathin Arumi berkecamuk.


Setelah turun, Yudistira menyeret Arumi ke lantai dua kamar utama "Tuan pelan-pelan... Saya tidak bisa mengikuti langkah anda..." Pinta Arumi memelas. Yudistira yang terlanjur kesal sedari tadi pada Arumi hanya mampu menyeretnya tanpa banyak bicara.


Sampailah di lantai nomor dua, Jow hanya bisa menatap di kejauhan saat Yudistira menyeretnya kasar ke kamarnya dan mendorongnya masuk setelah membuka kamar itu.


"Masuk!" Yudistira melempar Arumi seperti ia melampar pakaian bekas. Arumi tak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan ia oleng hingga jatuh untuk yang ke sekian kalinya. Lututnya penuh luka memar kala seseorang tahu. Luka Arumi tersembunyi karna gaun pengantin kucel yang ia pakai "Beraninya kau menghancurkan rencanaku! Kau juga merayu pria lain di depan suamimu sendiri...dasar wanita ja-lang!" Caci Yudistira belum berhenti. Tuaian cibiran terus terngiang di telinga Arumi sedari tadi pagi.


"Oh ia... Kau juga harus mandi karna aku tak suka bau parfum laki-laki lain tertempel di kulitmu!" Bentak Yudistira lekas meraih tangan Arumi dan menyeretnya hingga ke area Bathroom "Tidak tuan! Lepaakan!" Teriak Arumi berusaha berontak, ia menyeret tubuhnya dari tarikan Yudistira yang kasar hingga seluruh tulangnya hampir patah.


Kyaaa! Pekik Arumi mulai muncul ke permukaan, amarah Yudistira meluap kala ia ingat betapa wanita itu menghargai Alan sebagai calon suaminya dulu.


"Kau senang di sentuh olehnya? Apakah dia memelukmu?" tanya Yudistira mulai berjongkok. Arumi menggelengkan kepalanya tanpa bicara "Oh. Kau memang wanita busuk ya? Jelas-jelas Alan memelukmu tadi! Dan kau menggelengkan kepalamu?" bantak Yudistira lekas menjambak kerudung Arumi yang telah basah.


"Hiks... Hikss... Lepaskan aku... Ku mohon" Pinta Arumi dalam tangisannya yang pecah. Ia tak tahan dengan siksaan yang Yudistira lontarkan padanya.

__ADS_1


"Kau tak perlu memakai hijab ini jika kau masih membohongiku!' Bentak Yudistira menjambak kerudung Arumi hingga kerudung itu terlepas.


"Tidak!" Pekik Arumi menutup rambutnya dengan tangan yang ada. Rambut basah Arumi yang hitam legam bah malam membuat wanita itu kian seksi di mata Yudistira. Arumi selama ini menyembunyikan wajah cantiknya di balik kain yang menutupi parasnya.


Jantung Yudistira tak berhenti berdegup kala mata mereka saling berpaut satu sama lain "Aku yang akan memandikanmu!" Jelas Yudistira seraya meraih pakaian gaun Arumi dan merobeknya kasar. Arumi menjerit ketakutan, tapi Yudistira tak menggubrisnya. Alhasil, kini Arumi tampak polos tanpa sehelai benang menutupi seluruh tubuhnya...


"Aku tak suka jika barang-barang ku di sentuh orang lain..." ujarnya. Yudistira lekas meraih sabun cair dan menekannya di telapak tangannya.


"Tuan jangan..." Lenguh Arumi meringkup di dalam Air dan bersembunyi di dalamnya.


"Kenapa? Ini halal untukku, karna kau adalah istriku" Imbuhnya. Dari tawa nya saja. Yudistira terdegar sangat berinisiatif, Arumi mundur karna ia tahu bahwa pria itu akan menyakitinya dengan pura-pura lembut.


Benar saja, Yudistira sengaja menaruh butiran busa itu di luka Arumi hingga Arumi menjerit kesakitan "Aaahh! Sakit tuan...hentikan!" Teriak Arumi begitu menderita.


"Heh. Nikmatilah, jika kau mengulanginya lagi... Bukan hanya lukamu yang tak akan kering. Tapi aku juga akan menggantung mu hidup-hidup! Paham!" imbuh Yudistira . Arumi mengangguk dan mulai merendam seleuruh tubuhnya di bathtub itu.


Yudistira lekas membasuh tangannya dan mengeringkannya. Ia mendelik ke arah Arumi lalu pergi. Ini pertama kali nya dalam hidup Yudistira berkontak langsung dengan lawan jenisnya. Dan ternyata ada perasaan nyaman kala ia menyentuh tubuh indah Arumi.

__ADS_1


Blam! Yudistira menutup pintu kamar mandi itu dengan sangat keras.


__ADS_2