ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Kehancuran yang di inginkan Yudistira


__ADS_3

Yudistira dan Arumi pergi meninggalkan nyonya Rose yang masih bersimpuh di lantai dingin rumah sakit itu. Kemarahan ny Rose begitu terlihat kala jemari lentiknya itu meremas kertas koran yang di lemparkan Yudistira padanya tadi.


"Bu..." Leon menghampiri ibunya.


"Aku sungguh tak terima semua hinaan ini... Leon! Ibu ingin... Kamu, membalas seluruh perbuatan pria itu dan wanita Ja-lang itu... Dengan balasan yang amat sangat setimpal dan pedih... Ibu ingin mereka merasakan siksaan yang pedih hingga lambat laun. Mereka mati karna siksaan itu!" amuk Ny Rose. Menggebrak kramik putih yang dingin itu. Leon yang hanya diam dan mengangguk tak berdaya...


Saat keduanya sedang saling bernegosiasi, dokter mulai keluar dari ruang emergency dan mulai menyeru ny Rose "Maaf nyonya, apakah anda adalah kluarga dari pasien?" Tanya Dokter. Sontak Ny Rose lekas bangkit dan menghampiri sang dokter tersebut.

__ADS_1


"Ya dok. Saya adalah istrinya... Bagai mana suami saya? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Ny Rose sedikit berharap, nanar nya yang sendu itu mulai si hiasi senyuman pedihnya.


Sang dokter hanya sedikit menunduk lalu jemarinya mulai membenahi kaca matanya, dari exspresi sang dokter, Ny Rose sedikit membaca bahwa keadaan suaminya memang tak baik-baik saja. Lantas ia pun menepis pikiran buruknya "Dok. Apakah suami saya baik-baik saja?" tanya Ny Rose mengulang.


Dokter mulai menepuk pundak ny Rose dan menghelan napas panjangnya "Yang sabar ya... Nyonya, suami anda telah berpulang... Kami sudah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawanya. Namun... Tuhan berkehendak lain, sebaiknya... Ucapkan selam perpisahan pada mendiang" Jelas dokter seraya melangkah perlahan dari Ny Rose yang kala itu terdiam mematung dengan tatapan lurus ke depan. Beberapa bulir basahnya mulai terjun dan membasahi pelipis wanita paruh baya tersebut.


"... B-bu?" Leon mulai menyeru ibunya dengan suara parau.

__ADS_1


"Tidak mungkin... Ini pasti salah..." gumamnya di banjiri air mata pilu.


Ia mulai memegang tulang pintu dan menatap di kejauhan, para dokter mulai menutup tubuh suaminya dengan sehelai kain putih dan beberapa alat medis yang dulunya terpasang itu pun mulai di lepas. Para suster telah selesai dan mulai meninggalkan pria buntal itu di ranjang sendirian.


"Bu. Sadarlah..." pinta Leon menepuk sang ibu. Tak berselang lama, Ny rose pun pingsan dan Leon pun panik seketika itu.


"Ibu! Bu! Bangunlah!" Leon amat panik hingga ia memanggil beberapa perawat untuk menolong ibunya.

__ADS_1


Nampaknya kenyataan pahit ini akan jadi beban terberat kluarga Anggara Wijaya. Sementara ibunya mulai di rawat di Rs tersebut, Leon pun mulai mempersiapkan rencana pemakaman ayahnya setelah ibunya sadar. Meski ayahnya wafat, Leon tak tampak sdih sedikitpun... Ia malah terlihat tenang tanpa beban. Meski orang yang meninggal itu adalah ayahnya sendiri.


Kluarga Anggara benar benar hancur seperti yang di inginkan Yudistira Alfarighi. Pertama, Alan defresi hingga ia kehilangan akal sehatnya. Lalu sekarang, Tuan Anggara wafat dan Ny Rose pingsan tak sadarkan diri. Apakah ini pertanda bahwa ke inginan Yudistira untuk menghancurkan kluarga anggara sungguh akan terlaksana...


__ADS_2