
***
Usai meeting dengn klien, seharian Yudistira berkutat dengan rancangan prodak terbaru yang akan ia luncurkan. Yudistira akan mengeluarkan jenis ponsel baru yang cetdas dan lebih simpel ketika di bawa kemana-mana. Ia ingin membuat rancangan pertamanya memasuki pasar internasional.
Yudistira mengerjakan proyek baru bersama tiga krunya "Tuan muda... Apakah ini sudah cukup," tanya Alex, Alex bukanlah saudara Yudistira tapi ia sangat mempercayai pria tersebut. Terlebih, mereka sangat dekat...
"Hem... Jika kita berhasil melucurkan prodak terbaru kita. Maka perusahaan kita akan makin maju dan berada di posisi satu dengan mobile tercanggih" Jelas Yudistira.
"Anda benar... apa lagi jika kita meluncurkannya dengan sangat terbatas atau unlimitid..." Tegas Aska, Aska juga adalah anggota perancang perangkat lunak yang ada dalam ponsel tersebut. Ia bertugas memasukan data dan mensofeware nya ulang.
"Saya sangat tertarik, jika anda sudah mengumumkan tanggal rilisnya maka saya akan membeli prodak anda satu" Gumam Kruss menggoda Yudistira, Kruzz juga adalah anggota perancang ponsel sebelum di luncurkan dan di turunkan ke ruang produsksi. Ia bertindak sebagai penerus rancangan ponsel tersebut dan memantaunya di ruang produksi. Tapi sayang, Yudistira tak suka pada pria itu. Entah kenapa...
Seketika Yudistira diam dan enggan berkomentar, senyum tipis Yudistira terhapus oleh gumaman Kruss.
"Hari mulai sore... Kita lanjutkan di kediaman ku... "Jelas Yudistira mulai duduk di kursinya dan Beberapa orang itu membereskan bahan-bahan pembuatan sketsa rancangan prodak baru Yudistira itu.
"Apakah ada yang keberatan?" Tanya Yudistira.
"Ah tidak... Kami akan ikut" Ucap Alex.
"Tapi tuan muda, kenapa anda memilih meneruskannya di kediaman anda? Bukankah selama ini anda lebih sering di kantor... Kenapa tiba-tiba anda terlihat begitu gelisah?" tanya Krus begitu kepo dan sangat membuat Yudistira terganggu "Jangan ikuti aku jika kau tidak suka" jelas Yudistira.
__ADS_1
Kruzz pun mulai diam "Bagi yang ingin ikut silahkan..." jelas Yudistira. Yudistira bangun dan lekas melangkah ke arah pintu keluar ruang persiapan.
"Kami tidak keberatan" pekik Aska, Alex dan Kruss.
"Bagus... Ikut aku" Yudistira meneruskan langkahnya dan mulai keluar ruangan perisiapan tersebut.
Seluruh pasang mata mulai tertuju pada Yudistira yang tampan. Mereka menyapa dan begitu canggung kala bertemu big bos tampan itu "Selamat sore tuan..." sapa para kru divisi.
Yudistira tak menoleh sedikitpun dan enggan membalas sapaan para anak buahnya yang ada di kantor besar miliknya itu.
"Seperti biasa, dia sangat sombong" Bisik Kruss tak suka.
Yudistira mendelik karna ia mendengarnya, Krus pun langsung melempar sebuah senyuman nya ke hadapan pria itu dan terkesan menjilat.
***
Sesampainya di kediaman Yudistira "Nona Arumi... Tuan muda kembali..." Ujar para pelayan mengingatkan. Arumi bergegas turun dari lantai dua tanpa memakai cadar yang biasa menyembunyikan ke cantikannya itu, karna mungkin ia terburu-buru.
"Ahh... Saya akan segera menyambutnya..." Arumi lekas lari ke front kediaman Yudistira, Padahal saat itu Yudistira baru memarkirkan mobilnya.
Arumi menunggu Yudistira di front kediaman Yudistira hingga Yudistira mulai muncul dan keluar dari mobilnya. Ia melangkah ke arah Arumi, Arumi lekas meraih tas Yudistira.
__ADS_1
"Selamat datang tuan..." ucap Arumi. Yudistira menoleh ke arah Arumi dan menatapnya begitu lama "Apa yang terjadi pada kain penutup mulutmu?" Tanya Yudistira.
Arumi kaget dan meraba wajahnya "Ah.. Saya lupa... Cadar dan kerudung saya masih basah. Jadi saya tak bisa memakainya" Tegas Arumi mencari jawaban atas ke khilafannya.
"Bodoh..." Umpat Yudistira dingin.
Ia mulai mengarahkan tangannya untuk di kecup Arumi. Arumi menatap tangan itu "Kenapa hanya di lihat saja? Lakukan seperti tadi pagi..." Jelas Yudistira kesal, ia terlihat malu...
Arumi pun lekas meraih tangan itu dan di kecupnya lembut. Yudistira kembali melakukan adegan harmonis antara wanita dan pria. Yudistira kembali mengecup kening Arumi seperti yang ia lakukan tadi pagi.
Para rekan kerjanya yang bertugas merancang sebelum masuk ke produksi pun di bikin kaget hingga mereka melongo di buatnya.
Yudistira kembali melangkah, Arumi mengikutinya begitu pun ketiga rekan kantor Yudistira...
Rasanya aneh jika tuan muda menyekap seorang wanita muda di kediamannya karna itu bukanlah ciri khas tuan muda. Tapi jika dia adalah istrinya... ah mana mungkin. Tuan muda kan belum menikah... Bathin Alex menggumam.
Asli nih? Tuan muda melakukan saling kecup dengan lawan jenisnya? Ku pikir tuan muda adalah Gey. Ah ternyata pikiranku salah... Bathin Aska. Aska adalah pria yang tak suka wanita, dan sudah lama ia menyukai Yudistira.
Waw... pemandangan yang indah. Bagai mana tuan itu berubah pikiran hanya dengan wanita bau kencur seperti itu. Apa dia adalah sugar bebynya tuan muda... Wah wah, cukup menantang. Lagipula... Wanita yang bersama tuan muda juga sangat cantik. Aku sangat tertarik padanya. Bathin Kruz....krus adalah pria brengsek, ia adalah seorang playboy sejati... Tak ada wanita yang tak takluk padanya. Kini ia menargetkan Arumi untuk menemaninya tidur malam ini.
Yudistira menitik langkah menuju kamar pribadinya dan Arumi mengikutinya dari belakang. Hingga mereka sampai ke kamar itu dan Menghilang di balik pintu.
__ADS_1
Blam!