ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Di usir!


__ADS_3

Pernikahan tak lazim mulai di gelar, sesuai usulan Joe.


"Bagai mana para saksi?" Tanya penghulu.


"Sah!" Ucap para saksi yang terdiri dari para pelayan dan juga pengawal. Nampaknya penghulu itu terus menjalankan tugasnya meski ia lihat mempelai wanita terlihat sanga buruk bahkan tanpa riasan wajah. Pakaian pengantin yang Arumi kenakan pun sangat lusuh dan robek di beberapa bagian.


"Amin..." Mereka sudah halal, Arumi di walika oleh wali hakim secara ia adalah anak yatim piatu dan hal itu lazim di saat ijab kobul terjalin.


"Istriku yang cantik... Kau adalah ladang balas dendam ku sekarang" Ucap Yudistira dengan senyum menyeringainya yang menakutkan Arumi.


"Joe. Siapkan mobil... Aku ingin membuangnya di jalan!" Jelas Yudistira. Arumi amat terhina atas ucapan Yudistira yang mengumpankannya sebagai ajang balas dendam pada kluarga Anggara.


"Tuan... Jika anda memulangkan saya, belarti anda telah menalak saya" Ucap Arumi mendunduk kala ia berkata hal demikian.


"Talak? Heh... Tentu tidak... Aku hanya akan menurunkan mu di kediaman Anggara dan membuat mereka tahu jika kau adalah istriku sekarang! Kau akan melihat betapa menderitanya Alan saat itu" Jelas Yudistira meyakinkan rencananya yang akan berhasil 100% itu.


"Anda sungguh... Keterlaluan! Mempermainkan pernikahan hanya untuk rencana busuk ajang balas dendam... Anda adalah seorang manusia yang nista meja utama!" Jelas Arumi membantah rencana Yudistira. Hingga membuatnya lebih menderita lagi "GREEEPPP!" lagi-lagi Yudistira mendekap pipi Arumi dan mencubitnya keras hingga rahang Arumi terluka dan mengeluarkan darah "Sa-sakit... Astagfirullah... Hiks" Arumi memang wanita lemah yang hanya bisa menangis. Tapi hatinya sangat lembut dan baik..


***


Akhirnya, tanpa banyak bicara... Yudistira pun mulai melaksanakan keinginnanya itu dan Arumilah korban dari ke egoisannya itu...


Arumi sampai di perumahan Elit tepat difront kediaman Kluarga Anggara Wijaya yang mewah bah istana... Mobil yang menurunkan Arumi menjauh dari posisi Arumi dan cenderung memantau di kajauhan...


Tiiit! Arumi menekan bel "Siapa?" Tanya penjaga.


"Aku Arumi pak Budi..." ucap Arumi. Pak budi lekas keluar kediaman itu dan menyapa Arumi "Nona Arumi.. Kemana saja anda? Astagfirullah... Apa yang terjadi" Tanya pak budi nyerocos dengan banyak pertanyaan kala ia menatap pakaian Arumi yang copang camping.

__ADS_1


"Izinkan aku masuk" Pinta Arumi.


"Ah ia... Silahkan..." Arumi mulai masuk kediaman Alan. Dan di sambut Alan siang itu "Arumi...!!" Pekik Alan lekas memeluk Arumi.


"Mas maafkan aku... Tolong jangan memelukku, karna kita bukanlah muhrim" Jelas Arumi. Alan lekas melepas pelukannya.


"Arumi apa yang terjadi. Kenapa kamu tampak buruk... Apa kau baik-baik saja?" Tanya Alan bertubi dan tampak cemas.


"Aku baik-baik saja... Hanya saja... Hanya saja..." Arumi malu untuk mengatakan bahwa ia bukan seorang perawan lagi.


"Hanya apa Arumi?" Alan tampak khawatir, sebab Arumi mulai meneteskan air matanya tanpa henti dan seakan menaha kepedihan dalam hidupnya.


"Arumi... Apa yang terjadi?" Alan masih meminta penjelasan.


"Akhu... Aku sudah tak suci lagi!" Pekik Arumi menutup wajahnya dengan ke sepuluh jemarinya.


"Siapa yang datang?" Tanya Ny Rose.


Arumi menatap malu calon ibu mertuanya "Ibu..." ucap Arumi menunduk.


"Arumi apa yang terjadi? Kenapa kamu menghilang di acara penting kami? Kau mengacaukan segalanya hingga suamiku kritis dan belum sadarkan diri!" Bentak ny. Rose mengamuk dan menunjuk -nunjuk Arumi kejam.


"Bu ini bukanlah salah Arumi!" Ucap Alan. Ibu Alan murka dan menampar anak sulungnya Itu PLAK!


Wajah Alan terhempas dan membuat Arumi makin tersiksa "Aku sungguh menyesal telah membesarkanmu di kluarga ku dan membuatku amat malu!" Teriak Ny Rose menceecah Arumi yang tak berdosa itu.


"Maafkan aku ibu... Aku tak tahu jika hari itu adalah hari terburuk untukku dan kluarga Anggara" Ucap Arumi menunduk dan makin malu. Ia menunduk serendah mungkin dan berharap bisa mengubur wajahnya di tanah.

__ADS_1


"Bu! Ini bukan salah Arumi! Arumi hanya korban! Ia telah di sekap dan di perkosa orang yang tak bertanggung jawab bu!" Teriak Alan memaki Ibunya.


"Apa!!" Teriak nyonya Rose Tak terima kenyataan yang di jelaskan Alan, bahwa Arumi sudah kehilangan kesuciannya. Ny. Rose lekas menarik Arumi ke arah pintu keluar dan melemparnya ke bawah kediaman itu. Para pelayan di kediaman itu begitu iba pada Arumi karna ia tampak menderita dan kucel.


"Ibu maafkan aku..." Ucap Arumi memelas. Bi inah dan Alan hanya bisa menatap diam Arumi di daun pintu kala Arumi di usir hingga paksa oleh Ny Rose hingga ia terduduk di tanah dengan posisi tengkurab.


"Arumi..." Pekik Alan hendak menghampiri Arumi dan membantunya berdiri.


Tapi, Ny Rose menarik Alan dan menaghannya agar Alan tak mendekati Arumi lagi "Diam lah Alan! Dia sudah kotor dan berani mencoreng wajah ibu di muka pubik... Dia harus enyah dari rumah kita! Aku tak sudi... Jika rumahku kotor oleh pembawa sial ini. Noda yang ia torehkan di wajah kita takan bisa hilang semudah membalikan telapak tangan" Pekik Ny Rose mencemooh Arumi.


"Ampuni aku bu... Ampuni aku... Hu hu hu" Tangisan Arumi pecah. Yang di dapat Yudistira nyatanya tak sama seperti exspetasi yang ia harapkan hingga ia pun mulai bertindak...


Saat drama menyedihkan itu terekam dengan jelas di kamera micro cips buatan Yudistira yang di sematkan Yudistira di pakaian Arumi. Yudistira pun mulai turun dari mobilnya setelah melihat jelas adegan itu.


Ia menerobos rumah tersebut dan lekas membangunkan Arumi "Bangunlah sayang.... Dan ucapkan salam perpisahan pada Pria pecundang yang hanya berdiri di sana tanpa membantumu sedikitpun!" Jelas Yudistira menatap Alan dan ibunya dengan pandangan dingin dan tajam Yudistira seakan mencemooh kluarga itu habis-habisan.


"Lancang sekali... Kau bicara. Kau pikir kau bicara denga siapa hah?" Tanya Ny Rose amat marah pada Yudistira hingga menunjuk batang hidung pria tegap itu.


"Heh. Tentu saja aku tahu siapa kalian! kalian hanyalah lintah darat yang selalu menghisap uang dari para rakyat jelata... Aku akan ingat seumur hidupku... Tentang kejadian nahas kluarga ku akibat ulah kalian yang hina itu!" tantang Yudistira makin membuat ny Rose marah.


"Yudistira! Apakah kau Yudistira si anak jenius itu?" Tanya Alan perlahan melangkah menghampiri Yudistira. Dia mengenali Yudistira karna ia adalah teman nya sajak Smp. Alan sangat mengagumi Yudistira sejak kecil, karna ia adalah jenius di sekolahnya. Ia selalu memenangkan juara satu di setiap olimpyade yang di adakan pihak sekolah dan selalu masuk tiga besar... Ke unggulannya dalam segala hal membuatnya selalu menjuarai mata pelajaran Exstrime yakni Sains fisika dan matamatika di sekolah. Ia adalah peraih mendali emas juga uang tunai terbesar dan juara satu berturut turut selama tiga tahun di sekolahnya.


"Alan kau mengenalnya?" Tanya Ny Rose menatap Alan heran.


"Heh. Tak sudi aku mendengarmu memanggil namaku dengan mulut kotor mu itu!" bentak Yudistira mendelik ke arah Alan dan mulai membuang wajahnya dari pria itu.


Sedang Arumi menatap Yudistira dan penuh tanya di hatinya.

__ADS_1


Siapa pria ini sebenarnya. Bathin Arumi menggumam.


__ADS_2