ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Sebuah kado istimewa


__ADS_3

"Aku sungguh ingin segera memakan mereka" umpat Kruss mengoceh ia sudah giler sedari tadi karna aroma hidangan di depan meja tersebut begitu menggiurkan.


"Sabarlah bodoh jangan mengacau" Bentak Aska sedikit menekan suaranya.


"Apa maksud perkataan mu tadi? Coba Ulang" Marah Kruss menantang Aska.


"Bodoh. Ku bilang kau bodoh" jelas Aska cuek. Kruss naik pitam dan menyerahkan bogem mentahnya ke Aska yang duduk di depannya.


"Bodoh kau bilang! sini ku pukul Kau!!" Bentak Kruss mulai hendak meninju.


PAK! Alex sigap menangkap tinjuan Kruss yanh hampir mengenai Aska "Sudah cukup! Kalian selalu saja bertengkar, kalian pikir ini di mana?" tanya Alex sedikit marah.


"Dia tuh yang mulai duluan buka nya aku!" Elak Kruss membantah perkataan Alex.


"Jika kalian ingin adu jotos, ayo kita pupang saja... Di sini bukanlah tempat untuk bertanding tinju..." jelas Alex menetang Aska dan Kruss.


"Ya sudah... Krus, aku minta maaf..." ucap Aska membuang wajahnya. Mereka tampak seperti anak kecil saja. Padahal usia mereka sudah pada dewasa yakni Alex 28thun. Kruss 25 tahun, dan Aska 24 tahun... Mereka lama bekerja di perusahaan Yudistira, tapi karna terlalu dekat Aska selalu menggoda Kruss.


"Ya baiklah. Tapi jika kau meracau lagi, jangan sakahkan aku jika sambel matah ini hinggap di pupil matamu!" Ancam Kruss lantang.


"Kruss kau mulai lagi!" Alex kembali marah.


Joe mulai mendekati Alex dan membisi "Jaga sikap kalian, tuan muda sudah datang!" Jelas Joe.


"Kruss! Aska... Jaga sikap kalian. Tuan muda sudah ada di sini" Ucap Alex memperingatkan. Alex mendelik dan menatap Yudistira dengan ekor matanya dan ia hendak mendekati area meja makan.


Kruss dan Aska juga Alex berdiri untuk menyapa "Selamat malam tuan muda..." Ucap ketiga pria itu.


"Malam... Duduklah" balas Yudistira seraya hendak duduk setelah kursinya di geser Joe. Aska, Alex dan Kruss pun duduk sesuai perintah Yudistira.


"Tuan muda... saya ucapkan banyak terimakasih, karna telah mengundang kami untuk makan malam di sini. Kami sangat merasa terhormat" imbuh Alex sungkan.


"Jangan sungkan. Kali ini aku sangat senang, karna proyek yang kita kerjakan bersama sukses besar. Kedepannya... Perusahaan kita akan kebanjiran pesanan" Jelas Yudistira.


"Jika anda senang. Maka kami sangat puas" Balas Alex. Yudistira sangat mengandalkan Alex.


"Jangan bicara lagi... Silahkan makan" Ucap Yudistira mempersilahkan. Kruss sangat senang sekali karna ia bisa makan untuk yang ke dua kalinya di kediaman itu.


"Ini enak sekali... Belum pernah aku makan masakan se enak ini" ujar Kruss mengunyah makanannya dengan tatapan berbinar.

__ADS_1


"Apa maksudmu... Kurasa masakan yang sama dengan yang dulu kita makan" gumam Aska belum mencicipinya.


"Tuan. Masakan para pelayan anda sangat nikmat. Saya jadi merasa sangat senang karna mengingatkan saya akan kenanangan masa kecil. Saat mendiang ibu saya memasakan lauk pauk untuk saya..." Jelas Alex sedikit terharu dan meningkatkan napsu makannya.


"Kalian berlebihan... Makan ini sama seperti yang kalian makan tempo hari..." Jawab Yudistira.


"Waaah... Enak... Sepertinya aku ingin makan masakan ini setiap hari" Ujar Aska yang baru saja mencicip masakan Arumi. Tadi Aska yang mengoceh biasa saja, sekarang ia yang makan paling banyak.


"Kalian berlebihan..." Yudistira mulai mengambil mangkuk sup buntut yang di sodorkan oleh kepala pelayan yang mengurus dapur.


"Silahkan tuan muda..." Ydistira makan bersama, namun saat ia mencicip satu sendok sup bening itu. Ia langsung terdiam...


"Tuan muda, apakah anda baik baik saja?" tanya Joe menegur Yudistira.


Yudistira yang sedikit bengong pun mulai menceripkan matanya "Aku akan memberikan bonus dua kali lipat untuk pelayan yang menjamu teman temanku ini..." tiba tiba kalimat itu muncul di bibir pria dingin itu. Pernyataan Yudistira mulai menggerakan se isi kediamannya.


"Maafkan aku tuan... Tapi, Tuan..." Joe ragu menjelaskan.


"Tapi apa?" tanya Yudistira mendesak Joe.


"Tapi yang memasak masakan untuk teman teman anda adalah nona Arumi...' Jelas Joe. Sontak penjelasan itu membuat Yudistira kegat hingga sendok di tangannya jatuh ke dalam mangkuk supnya dan membuyarkan isi di dalamnya.


"T-tuan, saya akan membersihkan pakaian anda" Ujar Joe panik.


"Be-benar..." Gagap Joe.


"Kenapa dia?" Tanya Yudistira risih.


"Katanya nona Arumi ingin merayakan keberhasilan anda dengan mengundang seluruh pelayan rumah ini untuk makan bersama anda" Jelas Joe masih membuat Yudistira berdecak kagum.


"Kalau begitu panggil dia kemari" Jelas Yidistira.


"Siapa Arumi?" tanya Aska membisikki Alex.


"Diamlah... Jangan berisik" balas Alex jutek.


"Arumi adalah istri kecilku" lantang Yudistira membeberkan status istrinya.


"APA!!" Aska dan Alex terpekik sedangkan Kruss tersedak sendok yang hampir di telanya karna terlalu kaget.

__ADS_1


Arumi sampai di meja makan setelah di jemput Joe.


"Tuan... Apakah anda memanggil saya?" tanya Arumi gagap.


"Ehmmm... Duduklah" Jelas Yudistira, Yudistira sangat kikuk saat berhadapan dengan gadis bercadar itu.


"Baiklah..." Arumi mulai duduk.


"Joe kau juga..." Ucap Yudistira.


"Ta-tapi tuan... Saya tidak pantas" Balas Joe sungkan.


"Lekas duduk... Istriku yang meminta nya" jelas Yudistira ringan. Arumi menutup mulutnya kaget.


"Sesuai permintaan istriku... Seluruh pelayan yang ada di kediaman ini... Boleh makan dan duduk di meja yang sama dengan tuannya" Jelas Yudistira. Arumi terpesona pada kebaikan Yudistira yang mau mengambil keputusan yang sulit.


"T-tuan... Terimakasih karna telah mengundang seluruh pelayan untuk duduk di meja yang sama dengan anda" Ujar arumi sangat bersyukur.


"Selama kamu jadi istirku, kamu tak pernah meminta apapun dariku... Jadi, anggap ini sebagai kado istimewa dariku" jelas Yudistira.


Arumi tersenyum kala menatap suaminya yang mulai sedikit dewasa itu "Kalau begitu, sebagai tanda terimakasih ku... Biarkan aku menyuapi anda" Jelas Arumi mengambil mangkuk baru dan mulai melakukan tugas rutinya dengan menyuapi suaminya.


Keromantisan Arumi dan Yudistira bersinar di meja itu hingga membuat siapa pun sangat iri.


"Aaahhhhhh... Tuanku yang tampan... Rupanya sudah beristiri" nafsu makan Aska hilang sudah karna pesona Yudistira yang begitu mencintai Istrinya.


Kruss menatap malas dan ingin menangis karna wanita yang selama ini ia goda adalah istri dari bosnya. Ia berfikir jika Yudistira tahu matilah dia.


"Syukurlah tuan muda, meski pernikahan kalian tidak di publiksi kan, nyatanya kalian sangat bahagia... Aku ikut senang" ucap Alex bangga pada tuannya.


"Aku sangat sebal!' Seseorang menggumam di sudut dapur. Tangannya mengepal erat dan entah siapa itu, yang jelas nampaknya dia dalah penggemar Yudistira yang diam diam menginginkan pria itu.


"Oh ia... Aku akan memberimu kado kecil" ucap Yudistira.


Arumi tersenyum "Tak usah tuan, hanya dengan mendapat pengakuan anda... Bagi saya andalah kado terbaik saya..." jelas Arumi dengan senyumannya yang indah.


Gluk! Meski di cadari, tetap saja aura yang Arumi pancarkan tetap menggoda Yudistira...


"Jangan berlebihan..." Ujar Yudistira.

__ADS_1


"Aah tuan..." tawa Arumi.


Akhirnya tak ada satupun yang makan di meja panjang berkapasitaas 28 orang itu. Mereka hanya sibuk menatap ke harmonisan Yudistira dan istrinya.


__ADS_2