ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Sedikit gelisah


__ADS_3

"Astagfurullah halazim..." Bisiknya membungkam bibirnya dengan mata membulat sempurna.


"Siapa di sana?!" Pekik Joe seraya menghampiri pusat suara. Saat ia sampai di sana, betapa kagetnya Joe kala menatap Arumi yang mematung tanpa exsprsi belarti ia hanya membungkam mulutnya dengan tatapan mengarah ke mangkuk pecah itu.


"Nona muda! Apakah anda baik baik saja?" Tanya Joe panik. Ia lekas menghampiri Arumi yang tampak sedikit syok hingga terhuyung huyung.


"Nona! Hati hati!" Joe meraih punggung Arumi agar ia tidak jatuh.


Yola tampak menyungingkan bibirnya lalu memotret adengan di mana Joe sedang merangkul pundak Arumi itu.


"Yola! Jangan dia saja... Cepat bersihkan serpihan kaca itu!" Bentak Joe. Yolla pun bergegas mematikan ponsel yang berhasil mencuri potret sikap Joe yang refleks kala membatu Arumi agar ia tak jatuh.


"Tidak usah biar aku saja" Bantah Arumi mulai menjauh dari Joe.


"Ini bukan tugas anda nona. Biarkan Yola yang tangani ini smua" Jelas Joe menghentikan pergerakan Arumi yang nyaris menangkap beberapa pecahan tajam itu.


"Tapi..." bantah Arumi.

__ADS_1


"Pergilah ke kamar anda... Biarkan Yola yang lakukan tugasnya" Jelas Joe. Saat perdebatan terjadi, Yudistira yang tak sabaran mulai turun dan memaksa Arumi.


"Apa yang kamu lakukan sayang... Kenapa lama sekali?" Tanya Yudistira mulai masuk ke area tegang itu.


"Tuan muda?" Bisik Yola lekas berjongkok dan mulai meraih sepihan kaca itu.


"Ah. Mas... Kenapa kamu tidak tunggu di kamar saja, bukankah kamu sedang sakit?" Tanya Arumi khawatir.


"Lho joe. Ada ribut ribut apa di sini?" Tanya Yidistira menatap seluruh kekacauan di dapurnya.


"Ah sayang... masuklah ke kamar dan tunggu aku datang ya" Pinta Arumi mendorong Yudistira.


"Sebenarnya tuan ada hal yang ingin saya sampaikan" Ujar Joe menghampiri Yudistira. Namun tiba tiba Yolla terpekik dan membuat seluruh mata mulai memperhatikan wanita itu.


"Astagfirullah Darah?!" Arumi mulai berjongkok dan meraih tangan Yolla. Nampaknya Yolla sengaja melukai tangannya sendiri agar Joe tak membongkar apa yang ia katakan tadi.


"Yolla kamu baik baik saja?" Tanya Arumi meaih tangan Yola yang saat itu masih mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


"A-aku... Aku baik baik saja..." Balas Yolla membuang wajah. Mata nya mulai berkaca kaca seprti merasakan kesakitan. Yudistira menghampiri Arumi dengan wajah tak senang.


"Sayang... Kenapa kamu malah megurusi dia?" Yudistira cemburu pada perhatian Arumi untuk Yolla.


"Tapi Mas... Tangannya terluka..." Balas Arumi panik pada keadaan Yola.


"Lepaskan tangannya... Biarkan Joe yang mengurusi dia" Pinta Yudistira menunjuk Joe.


"Apa? Saya tuan muda?" Joe menunjuk dirinya sendiri dengan wajah yang bodoh.


"Ia... Siapa lagi selain kita di sini. Kau tahu kan aku lagi sakit, aku harus di rawat intrents oleh istriku biar aku cepat sembuh" Cerocos Yudistira membanggakan istrinya.


Tak ada pilihan lain bagi Joe untuk menolak perintah tuan muda itu. Akhirnya Joe pun kalah dan mulai menarik tanga Yolla untuk menjauhkannya dari Yudistira. Arumi mulai berdiri dan menatap punggung Yolla hingga mereka menghilang di balik pintu dapur.


Yudistira menyimak wajah istrinya yang terlihat cemas "Sayang. Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Yudistira.


"Tidak... Aku hanya" Bisiknya mulai menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Hanya saja... Apa kah yang Yolla katakan pada Joe itu cuma gurawan kan? Bathin Arumi gelisah.


Akhirnya... Arumi pun segera melakukan tugasnya. Yudistira makan Eskrim di meja makan bersama Arumi. Ia sungguh tampak lahap kala memakan camilan manis dingin itu dengan entengnya. Bahkan apapun yang masuk ke dalam mulutnya itu tak kembali keluar seprti saat ia memakan nasi bersmaa sop buntut kesukaannya.


__ADS_2