ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Cinta untuk Yolla


__ADS_3

***


Yolla sedang berkemas di dapur, ia ingin membuat Arumi celaka. Ia sengaja menabur minyak goreng di sekitaran dapur tersebut. Ia tahu jika pagi ini Arumi pasti akan memasak sarapan pagi untuk suaminya.


"Kena kamu!" Bisiknya. Yolla pun mulai menjauhi area tersebut, namun sebelum dia pergi. Dia malah mendapat telpon dari seseorang. Dan Yolla pun mulai mengangkat telpon tersebut...


"Hallo..." yolla menjawabnya.


"Hallo. Siapa ini?" Tanyanya.


Namun tak ada jawaban dari lawan bicaranya. Akhirnya Yolla pun mematikan ponsel itu dan lekas berjalan ke arah yang berlawanan. Jika tadinya Yolla akan berjalan lewat pintu belakang. Tapi karna ia lupa, ia pun melangkah menuju jalan depan yang telah ia taburi minyak goreng tadi.


Ia sungguh lupa hingga ia pun terpeleset setelah sandalnya menginjak minyak goreng yang ada di lantai dapur itu "Aakkhh!" Yolla terpekik dan ia pun jatuh dengan cara terjungkal ke belakang. Kepala Yolla terbentur ke area tempat cuci pring dengan sangat kerasnya. Hingga saat itu pula Yolla pun tak sadarkan diri. Ia tergeletak sendirian tanpa ada siapapun yang mengetahui ke jadian tersebut... Darah yang deras bercucuran dari kepalanya.


Pagi mulai tiba, Arumi yang masih terlelap di ranjang big size mulai di kejutkan oleh suara teriakan seseorang "Tolong! Tolong!" Teriak Bi Inah terdengar panik.


"Mas. Mas... Ada yang teriak minta tolong" ujar Arumi menggoyang goyangkan tubuh suaminya.


"Kamu salah dengar sayang. Ayo kita tidur lagi" Yudistira malah menarik tubuh Arumi dan kembali memeluk tubuh istrinya itu erat.


"Mas. Mas... Ini beneran, ada yang minta tolong di luar... Aku ingin melihatnya mas! Siapa tahu itu bi inah dan mungkin ini sangat penting!" Jelas Arumi berusaha keluar dari pelukan suaminya.


"Mas..." Arumi sungguh berusaha hingga ia pun keluar dari pelukan Yudistira. Arumi lekas mengganti tubuhnya dengan sebuah guling putih di kamar itu. Yudistira kini malah memeluk guling tersebut. Sedangkan Arumi secepatnya turun dari ranjang untuk segera melangkah ke arae di mana Bi Inah meminta tolong.


"Bi ada apa?" tanya Arumi.


"Itu non. Yolla kecelakaan' Ujar Bi Inah.


"Ke celakaan?"


"Ya. Yolla terpeleset karna minyak goreng yang jatuh di lantai" Jelas Bi Inah mengklarivikasi situasi yang ada.


"Astagfirullah. Sekarang mana Yolla nya?" tanya Arumi panik.


"Yolla sudah di antar ke rumah sakit"

__ADS_1


"Di antar? Siapa bi yang mengantarkannya?" tanya Arumi.


"Yang mengantarkannya ke rumah sakit adalah Joe. Dia menggendong Yolla ke arah rumah sakit lalu meminta Pak samsudin untuk menyetir mobilnya.


"Begitu ya. Syukurlah..." Arumi lega mendengarnyam.


"Non apakah non Arumi mau menjenguknya?"


"Ya... Aku akan membersihkan diri dahulu. Lalu aku akan berangkat bersama Suamiku..."


"Begitu ya"


"Bi. Tolong bersihkan sisa minyak yang jatuh itu, aku takut lupa nanti bisa bisa aku jatuh seperti Yolla" tegas Arumi.


Bi Inah pun mengangguk... "Baik non"


"Tolong ya bi" Pinta Arumi seraya pergi.


Bi Inah menatap minyak goreng itu dan mulai curiga "Kok bisa berserakan di lantai ya? Padahal kan tidak botol minyak ini tidak bocor, dan juga tidak jatuh... Kira kira kenapa bisa sampai begini. Apakah ada yang sengaja menjatuhkan minyak di lantai untuk mencelakai seseorang?" Bi Inah sungguh curiga pada Yolla hingga ia pun ingin mencari tahu sebabnya sendiri. Jangan jangan bi inah akan menjadi detektif...


***


Yolla sudah di periksa ia tak perlu di rawat, kepalanya sedikit robek dan dokter sudah menjahit kepalanya "Lain kali hati hati ya" pinta sang dokter.


"Baik dokter" balas Yolla.


Joe ada di samping Yolla ia berdiri dengan tangan di gulung di dadanya "Saya permisi ya" ucap sang dokter mulai menjauh dari Joe dan Yolla.


"Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Yolla kecut.


"...Heh" joe malah menyungikan bibirnya.


"Apa maksudmu Heh?"


"Kau berani sekali?" Gumam Joe tak di pahami Yolla.

__ADS_1


"Berani sekali? Apa maksudmu?" tanya Yolla tak nyaman.


"Apakah kau pikir aku tak tahu apapun?" Tanya Joe. Yolla lekas saja panik.


"...Melihat, Apa yang kau lihat? Darah di kepalaku? Heh kau sungguh menyebalkan... Kau seakan merasa puas karna melihatku celaka ya" Cerocos Yolla.


"Berhenti mencelakai nona Arumi" Jelas Joe. Seketika Yolla terbelalak.


"Jangan buat dia celaka! Lihatlah apa yang menimpa mu kali ini... Itu adalah hukuman yang di berikan tuhan padamu"


"Apa yang kau bicarakan? Aku sama sekali tak memahaminya" Yolla lekas membuanh wajahnya.


Joe mulai duduk di sisi ranjang pasien. Pas di depan Yolla, Joe menatap Yolla dalam dalam "Lupakan tuan Yudistira, karna ia sudah beristri"


"Heh. Tidak mungkin... Aku tidak mungkin melakukannya!" Bentak Yolla seakan menantang Joe.


Joe mulai menyungingkan bibirnya lalu ia pun mulai menarik tangan Yolla "Ku harap kau akan melupakan tuan Yudistira!" bentak Joe mengarahkan tatapan kasarnya pada Yolla.


"Aku tidak mau!" Balas Yolla tegas.


Joe marah dan ia pun lekas menarik tangan Yolla sekencangnya dan ia mencuri ciuman Yolla setelah wajah mereka pas berhadapan.


Cuppp! Sebuah kecupan yang tak pernah Yolla dapaatkan dari siapapun. Kini malah Joe yang mencurinya... Yolla membelalakan matanya, sedangkan Joe ia memejamkan matanya seakan menikmati kecupan rampasan itu.


Lama kedua bibir itu saling beradu, akhirnya Joe pun melepaskannya pelan... Perlahan ia pun membuka matanya lalu menatap Yolla pelan "...Ku harap, kau bisa mempertimbangkan nya. Aku juga adalah seorang pria... Bahkan aku lebih tampan dari Tuan muda Yudistira" Yolla masih belum bergeming.


Ia masih syok atas ciuman Joe yang tiba tiba itu... Joe bangkit dari duduk ya lalu pergi bergitu saja ke luar ruangan emergency itu.


Blam! Saat Joe ada di luar ruangan, Joe pun mulai menyimak tentang apa yang ada di hadapannya. Ia pun terbelalak karna terkejut "Joe?" bisik Yidistra.


Joe sungguh panik, rupa rupanya Yudistira telah ada di sana saat Joe bicara hal yang serius dengan Yolla.


"Joe. Kamu, jatuh cinta pada Yolla?" tanya Yudistira menatap Joe dan meminta jawaban darinya.


Sedangkan Arumi mengembangkan senyumannya untuk Joe...

__ADS_1


__ADS_2