ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Amarah tuan arogan


__ADS_3

***


"Siapa yang telah memasukan wanita jalan-g itu ke kamarku?!" Bentak Yudistira di penuhi amarah. Ia duduk di sebuah sofa dengan tumpang kaki di depan para pelayannya. Para pelayan menunduk dan mereka tak ada yang bicara sepatah katapun.


"Joe! Apakah ini adalah ulahmu?" tanya Yudistira menatap Joe dengan pandangan yang tajam dan menusuk. Joe masih menunduk "Joe! jawab! Jangan sampai aku mendengar sebuah penghianatan dari bibir mu itu..." Bentak Yudistira mulai menggebrak meja kaca di hadapannya hingga kaca tersebut pecah.


PYANG!!!


"Aahhh..." pekik para pelayan tersebut.


"Jawab! Atau kalian terima akibatnya" Pekik Yudistira kambali membuladakkan emosinya.


"Maafkan aku!" Joe mulai angkat bicara dan mulai bersimpuh di hadapan Yudistira. Ia memohon dengan bersujud di hadapan Yudistira. Yudistira mulai menurunkan kakinya dan mendekatkan wajahnya ke hadapan Joe "Maaf katamu? Heh, belarti kau tahu jika wanita itu ada di kamarku semalam?" tanya Yudistira menghakimi Joe dengan sebuah pertanyaan yang tepat adanya.


"Maafkan aku tuan muda, tapi... Aku merasa nona Arumi bukanlah wanita jahat, jadi aku tak ingin anak buahku menodai nona Arumi"Jelas Joe. Yudistira mulai terkekeh "Hahahahaha... Ada apa dengan mu Joe? Kau bahkan tahu siapa nama wanita sial itu?" Bentak Yudistira amat murka pada Joe.

__ADS_1


"Maafkan aku tuan muda... Aku pantas di hukum!" Joe menerima kesalahannya dan meminta sebuah hukuman yang pantas untuknya.


"Joe. Bukankah kau tahu kan? Aku tak butuh wanita! Aku tak menginginkan mereka! Tapi kenapa kau repot-repot mengantarkannya ke kemarku dan membuatku merasa jijik pada diriku sendiri! Kau sudah tahukan jika aku sangat membenci kluarga Anggara! Tapi kau malah membuat aku tidur dengan wanita sialan itu!" Bentak Yudistira mulai meraih gelas di hadapannya lalu ia melemparkan gelas berisikan air putih sersebut ke arah Jow yang masih berlutut.


PYANG!! Gelas jatuh dan menghamburkan serpihan kaca kecip yang sangat tajam. Hampir saja gelas tersebut mengenai kepala Joe, namun nampaknya Joe saat itu sangat beruntung hingga gelas tersebut jatuh di sampingnya dan hanya melukai tangannya dan tak terlalu dalam.


"Anda pantas menghukum saya tuan..."Joe masih bersimpuh di depan Yudistira. Namun, nampaknya meski Yudistira menghajar Joe hingga tewas sekali pun, semua itu tetap saja tak membuat Yudistira puas, sebab perasaan dalam hatinya tak bisa di obati begitu saja. Ia sungguh kecewa pada dirinya yang telah berani menodai wanita yang saat itu akan jadi istri musuh bebuyutannya.


"Seharusnya saat ini kluarga Anggara sudah hancur!" Ia mulai mengalihkan pikirannya ke arah sana.


"Tuan, saya dapat informasi terbaru... " Joe berkata demikian dengan posisi masih bersujud.


"Ini tentang tuan Anggara..." Jelas Joe menyinggung hal tersebut.


"Heh. Apa yang terjadi padanya... Aku berharap ia tak bisa muncul ke muka umum karna terlalu malu..." Umpat Yudistira berharap demikian.

__ADS_1


"Ia masuk rumah sakit dan keadaannya kritis untuk saat ini. Nampaknya, penyakit jantung yang ia derita amat parah..." Jelas Joe makin membuat Yudistira senang.


"Benarkah? Hahahahahah.... Bagus! Bagus! buat mereka makin kacau... Ide mu boleh juga, calon istri Alan ada di kediamanku! Aku sudah menyentuhnya... Jika aku mengembalikan wanita itu dengan keadaan kotor. Apakah Alan akan menerima nya? Ahahahaha! Ide mu cukup cemerlang, buat wanita itu hancur dan kemudian Alan akan menderita seumur hidupnya" Yudistira terkekeh.


Joe hanya bisa diam kala mendengar permainan apa yang akan Yudistira lancarkan selanjutnya. Entah kenapa, sejak melihat potret Arumi di undangan pernikahan Alan, ia memang sudah bersimpatik padanya. Joe ingin membuat Yudistira mempertahankan satu wanita terbaik untuk menuntun hidupnya. Dan wanita yang cocok itu adalah Arumi menurut Joe.


Yudistira mulai beranjak dari kediamannya menuju ke kantor miliknya... Joe mengikuti dari belakang. Joe merupakan orang kepercayaan Yudistira, di mana ada tuan muda Arogan. Di sanalah ada Joe.


Para pelayan mulai membersihkan serpihan kaca yang berceceran di kediaman itu. Bukan hal aneh jika setiap hari, selalu saja ada perabotan yang rusak akibat amarah pria arogan yang selalu tak terkontrol.


"Kalian... Bawa dua orang untuk mengantarkan pakaian baru...' jelas Kepala rumah tangga Moo Ridwan.


"Baik..." Para pelayan mulai pergi dan menyiapkan sesuai perintah Moo.


"Kasihan sekali gadis itu, dia pasti sangat syok... Bahkan seharusnya dia tak tahu apapun. Tapi dia malah sudah mendapatkan hukuman dari tuan muda gara-gara berstatus sebagai calon istri musuh bebuyutan tuan muda... Apakah wanita itu akan bertahan di istana yang terasa seperti penjara neraka ini?" Bathin Moo menggumam.

__ADS_1


Entah apa yang akan Joe lakukan pada Arumi malam ini... Sedangkan untuk saat ini, Arumi masih terlihat gila, ia tak pernah menyangka jika hidupnya akan di hancurkan begitu saja oleh orang yang tak ia kenali...


Bersambung...


__ADS_2