
"Jaga sikapmu! Dasar penyihir tua!!" Bentak seorang pria yang tiba-tiba datang di tengah ke panikan.
"Apa kau bilang!!" amuk Ny Rose mulai menatap intrents pria dengan suara agak sedikit berat dan serak-serak basah itu.
Arumi yang di tahannya mulai mendonggakan wajahnya. Dan seketika itu ia menyimak siapa yang datang tiba-tiba itu.
"Tu-tuan..." Bisik Arumi nyaris tak terdengar.
"Kau wanita yang sangat payah! Jika kau di sakiti wanita gila itu, jambak saja rambutnya dan cakar wajahnya yang jelek juga keriput!" Bentak Yudistira tiba-tiba datang dan membantu Arumi yang saat itu tengah di permalukan.
"Astagfirullah... Bagai mana pun juga, Bu Rose adalah orang yang telah berjasa dalam membesarkanku" jawab Arumi menjelaskan kebenaran untuk pria yang kini jadi imamnya itu.
"Ya. Dia berjasa karna telah membesarkanmu... Tapi, dia juga patut di pidanakan sebab dialah yang telah membunuh orang tuamu!" Jelas Yudistira menatap Ny. Rose mantap, ny Rose menggigit bibirnya dengan nanar tegangnya "Jaga bicaramu!" Bentak Ny Rose menunjuk Yudistira.
"Heh. Jangan bicara seenaknya tanpa sebuah bukti!! Kau bisa di tuntut nanti!" Pekik Leon ikut campur. Yudistira menyungingkan bibirnya...
__ADS_1
"Heh. Kau mau bukti ya? Akan ku berikan!" Yudistira mulai melempar setumpuk surat kabar 15 tahun yang lalu dan melemparkan koran lama itu tepat di wajah ny Rose hingga Leon membentak Yudistira "Kau! Dasar tidak sopan!" Bentak Leon hendak memukul Yudistira. Namun beberapa pengawal yang bersembuyi di balik punggung Yudistira pun mulai bersiap membentuk dinding.
"Kau..." Leon mati kutu di buatnya.
Ny Rose meraih koran tersebut dan mulai membacanya... Tangannya mulai gemetaran "Ka-kau... Kau sebenarnya siapa? Ke-kenapa kau datang dan membuat ke risuhan!" Teriak Ny Rose tampak gila.
"Kau lihat... Surat kabar itu si cetak sehari setelah orang tua Arumi wafat. Dan di hari itu, dua insiden telah terjadi... Kau bersama suamimu dan beberapa brandalan! Datang ke kediaman ku... Untuk menagih utang ayahku yang mulanya sepeser menjadi ratusan juta berserta bunganya yang tak kunjung berhenti... Kalian memaksa ayahku untuk membayar begitu mahal, meski... Uang yang mereka pinjam tak seberapa selain bunga yang begitu bertumpuk!" Jelas Yuditira bersama amarahnya. Ny Rose makin gemetaran ketika membaca koran lama tersebut.
"...Hingga ayahku, tega bunuh diri masal... Itu semua akibat perbuatan kalian! Ayah ku yang flustrasi hanya bisa berbuat demikian! Sedangkan kalian! Setelah pulang dari kediamanku dengan membawa sertifikat rumah... Malah mabuk-mabukan hingga menabrak mobil yang di kendarai kluarga istriku hingga mobil masuk jurang kan!" tegas Yudistira, ia bicara demikian setelah Joe dengan mudah nya mengorek informasi dari polisi yang saat itu menangani kasus tersebut.
Ny Rose tak berkutik dan cenderung terbelalak... Lalu Leon makin marah saja pada Yudistira hingga mengepalkan tangannya begitu kencang...
"Dari mana kau tahu semua itu!" Bentak Ny Rose.
"Kau harus tahu siapa aku sebenarnya! Aku... Adalah satu-satunya anak kecil yang selamat dari insiden bunuh diri kluarga Alfarighi... Aku adalah Yudistira! Alfarighi... Anak yang menuntut balas akan kematian seluruh kluarganya! Dan kalian tak akan sanggup menahan ke marahan dan dendamku ini... Karna sebentar lagi, akan aku pastikan... Seluruh harta yang kalian dapat dari hasil keringat orang lain... Akan segera hancur sekejap mata. Dan orang yang menghancurkannya adalah aku! Yudistira Alfarighi..." Kekeh Yudistira penuh ke angkuhan...
__ADS_1
Leon beserta ibunya hanya bisa membelalakan matanya, tangan sang ibu gemetar akibat ancaman yang di berikan pria tampan di depannya itu... Hingga ia pun tak mampu menopang berat badannya lalu terjatuh hingga terduduk di lantai dingin dengan mata membulat sempurna.
"Ibu!" pekik Leon mulai menghampiri ibunya.
"Kenapa... Semuanya jadi begini' Gumam Ny Rose kalah telak oleh Yudistira dan Arumi.
"Ayo pulang... Tak ada gunanya kita melihat keterpurukan penyihir jahat itu" Ajak Yudistira membopong Arumi. Arumi menoleh ke arah Bi Inah yang telah di campakan Ny Rose "Tuan. Bisakah, saya mengajak bi inah...?" Tanya Arumi menatap Yudistira sayu.
"Kenapa? Kau pikir kediamanku itu panti jompo apa?' Tanya Yudistira menatap Arumi kejam.
"Tapi... Bi inah adalah orang yang telah merawatku dari kecil. Aku tak mau dia terlantar di jalanan... Aku menyayanginya" mendengarkan penjelasan Arumi yang begitu miris itu, Akhirnya Yudistira pun mengijinkan Bi inah untuk tinggal di kediamannya...
Masa masa indah Yudistira akan segera menjemputnya, masa lalu kelam akan segera terhempas seiring ke hancuran kluarga Anggara ...
"Tuan kenapa anda repot-repot turuntangan seperti ini. Bukankah hanya dengan meretas data perbankan kluarga itu saja. Tuan sudah bisa membuat mereka bangkrut dalam satu malam" Tanya Joe penuh heran "Joe. Jika aku melakukannya, mereka takan tahu siapa aku yang sebenarnya, aku sengaja melakukan ini agar mereka sadar. Uang yang mereka rampas dari rakyat jelata itu akan segera hilang seiring waktu..." Imbuh Yuditira terkekeh
__ADS_1
Joe pun paham dan hanya mengangguk diam... Mereka pun mulai pergi ke arah pintu keluar rumah sakit itu. Bersama Arumi dan bi inah...