ISTRI kecil Tuan Yudistira

ISTRI kecil Tuan Yudistira
Perasaan yang hancur


__ADS_3

***


Arumi masih terduduk di pojokan lantai di samping ranjangnya. Ia amat takut dan tak bisa lari, lagi pula Arumi tak tahu seluk beluk kediaman rumah yang menurutnya begitu besar. Hanya tangisan yang kala itu terus terdengar kala ia merasa dirinya amat hancur dan tak berharga, apa lagi... Bibirnya merah karna terbakar oleh suapan kasar tuan Arogan itu.


"Hiks... Astagfirullah... Ya allah, lindungi aku...Bu... aku rindu aku ibu... Aku takut..."Bisik Arumi merunduk di sudut seperti bola wol yang di gulung.


Arumi belum beranjak dari tempatnya sampai Yudistira datang dari arah Bathroom menuju kamarnya. Ia melangkah ke arah Arumi yang masih menggulung tubuhnya di pojok "Hei bodoh! Sedang apa kau di sana?" Tanya Yudistira. Arumi yang sedari tadi mengumpat pun mulai keluar dari persembunyiannya dan mendongakan kepala ke arah pria itu.


"Ahkkk! Astagfirullah..." Pekik Arumi lekas kembali ke persembunyiannya.


Arumi teriak ke arah Yudistira karna ia sama sekali tak tahu malu, Yudistira keluar dari Bathroom hanya mengenkan selebar kain tipis bernama handuk yang ia lilitkan hanya dibawah pinggnya "Tuan! Tolong pakai pakaian anda... Ini sangat memalukan!" Komen Arumi pada Yudistira, Yudistira mulai menyeringai "Heh. Untuk apa aku menuriti kata-katamu... Lagi pula, kau bukalah bos di rumah ini!" Ucap Yudistira dingin dan tak menggubris kata-kata yang di ucapkan Arumi.


Yudistira malah meraih pyama yang telah di siapkan di meja kerjanya dan lekas memakainya di hadapan Arumi. Yudistira sengaja melepas handuk itu dan perlahan memakai satu demi satu kain yang hendak menutup tubuhnya.

__ADS_1


"Joe!' Pekik Yudistira memanggil Joe.


Joe lekas masuk ke kamar Yudistira "Ya tuan, apakah anda memanggil saya?" Tanya Joe sigap.


"Joe... ganti seprei ini... Atau sekalian saja ganti matrasnya sekalian!' Pinta Yudistira menunjuk ranjang miliknya. Joe menatap seprei tersebut dan ia pun menoleh ke arah Arumi.


Ia menunduk di pojokan ranjang... Sungguh sial nasibmu. Gadis malang... Bathn Joe.


"Joe... Apa yang kau lakukan... cepat! Bergerak, apakah kau bodoh!!" Bentak Yudistira. Joe pun mulai menepuk tangannya dan beberapa anak buahnya pun mulai masuk secara tertib ke Yudistira "Tuan... Ada apa?" Tanya anak buah Joe "Kalian ambil matras baru di gudang persiapan, dan gantikan matras ini secepatnya..." Pinta Joe.


Dan ke lima pengawal Yudistira pun mulai mengeksekusi ranjang Yudistira yang terlumuri noda darah.


"Lakukan dengan cepat! Jika tidak... Akan ku kubur kalian hidup-hidup!" bentak Yudistira semena-mena. Sedangkan Arumi hanya terus beristigfar dalam hatinya.

__ADS_1


Astagfirullah... Ya allah lindungi aku dari pria zolim yang semena-mena ini. Bathin Arumi menggumam.


Beberapa menit kemudian...


Para pengawal Yudistira melakukannya dengan cepat. Hingga kamar kembali bersih dan rapi, Yudistira mulai duduk di ranjangnya dan ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang itu... Kemudian menarik selimut dan terlelap, sebelum ia menutup matanya, ia menoleh sesat ke arah Arumi.


"Tidur di lantai sana! Dasar gadis kotor!' Cecah Yudistira.


Setelah itu ia pun menutup matanya dalam buayan selimut hangat beserta rasa penat di benaknya. Sementara Arumi masih enggan bergeming dari posisinya yang masih memalukan itu. Ia sangat ingin pulang, ia bahkan tak tahu jika saat ini di kluarga Anggara sangatlah kacau gara-gara kepergian Arumi di pesta pernikahan Alan beberapa hari yang lalu.


Arumi tidur dalam ke adaan menggulung tubuhnya. Ia menyendekan kepala nya yang luka itu ke samping meja lampu kamar Yudistira. Namun seseorang datang dari arah luar dan mulai membawakan selebar selimut hangat untuk Arumi. Seseorang itu pun mulai menyelimuti Arumi dengan lembut "Bertahanlah..." Bisiknya dengan suara yang berat. Pria itupun lekas keluar kamar tersebut...


Arumi sungguh malang saat ini, jika di kediaman Anggara begitu banyak yang menyayanginya... Maka di kediaman Yudistira ia malah di benci dan di siksa oleh pria angkuh itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2